Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Penguatan Nilai Ideologi Bangsa melalui Sekolah Pancasila di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto Huda, Ulul; Noor Asyik; Imam Suhardi; Iis Sugiarti
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 1 (2024): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecenderungan inferioritas generasi muda semakin meningkat, ditandai dengan kekurangpercayaan diri terhadap budayanya sendiri. Pergaulan dan life style juga mengarah pada sikap individualis, materialis, hedonis, menggejolaknya politik identitas dan tidak jarang menujukkan pada perilaku yang amoral lainnya. Selain itu juga muncul pada konteks kebangsaan Indonesia yang mengakomodir pluralitas tersebut, tidak jarang memicu konflik dan perpecahan ditandai dengan muncul kelompok-kelompok kontra-Pancasila dengan dalih tidak sesuai dengan paham keagamaan yang dianut. Pesantren menjadi lembaga pendidikan Islam yang dinilai mampu membentuk santri dilandasi dengan nilai moralitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dan penguatan nilai-nilai ideologi kebangsaan (Pancasila) kepada santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto melalui program Sekolah Pancasila. Metode pelaksanaa PkM ini meliputi tahap persiapan yaitu workshop kerja dan studi literatur, tahap pelakansaanya meliputi studi dokumen, workshop, studi meja, FGD dan Sekolah Pancasila dan terakhir adalah tahap pelaporan. Adapun program pengabdian ini adalah untuk menguatkan nilai-nilai ideologi kebangsaan pada santri di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto, sehingga memberikan penguatan santri dalam memahami dan menghayati nilai-nilai Pancasila sehingga dapat menjadi dasar dalam pola pikir dan berperilaku di dalam realitas kehidupan masyarakat yang beragam.
Perbandingan Praktik Jaminan Gadai di Indonesia dan Australia: Perspektif Hukum Perdata Inayah, Asti; Pradana, Adhitia; Basworo, Handityo; Asyik, Noor
Soedirman Law Review Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.slr.2024.6.3.16078

Abstract

Perkembangan praktik jaminan gadai telah menjadi bagian integral dari sejarah ekonomi dan keuangan global. Di Indonesia, praktik jaminan gadai diatur berdasarkan Ketentuan Hukum Perdata dan peraturan-peraturan turunannya, sementara di Australia, regulasi jaminan gadai terintegrasi dalam Personal Property Securities Act 2009 (PPSA) serta regulasi khusus di tingkat negara bagian. Perbandingan ini akan mengungkap persamaan dan perbedaan dalam penerapan praktik jaminan gadai antara kedua negara yang signifikan dalam regulasi, prosedur pendaftaran, prioritas klaim, dan perlindungan hukum bagi para pihak yang terlibat dalam transaksi jaminan gadai. Metode pendekatan komparatif digunakan untuk menganalisis kerangka hukum perdata yang mengatur praktik jaminan gadai di kedua negara tersebut, menyoroti evolusi dan adaptasi kedua sistem hukum terhadap perubahan zaman, ekonomi, serta teknologi. Penelitian ini menekankan pentingnya jaminan gadai dalam mendukung perekonomian, baik sebagai sumber keuangan sehari-hari di negara berkembang maupun sebagai bagian dari sistem keuangan yang lebih kompleks di negara maju. Peran jaminan gadai tidak hanya sebagai alat keuangan, tetapi juga sebagai instrumen untuk meningkatkan kepastian hukum dan mendorong pengembangan ekonomi di masing-masing konteks hukum. Pemahaman terhadap perbandingan praktik jaminan gadai antara Indonesia dan Australia tidak hanya memberikan wawasan tentang perbedaan sistem hukum perdata, tetapi juga implikasinya terhadap dinamika ekonomi global saat ini. Studi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam konteks akademik serta praktis, terutama bagi pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan lintas batas di kedua negara tersebut, serta pentingnya melakukan upaya perbaikan dan mengembangkan kerangka regulasi yang mendukung keberlangsungan dan kemajuan ekonomi global serta.Kata Kunci: Perbandingan; Praktik Jaminan Gadai; Hukum Perdata.
Penguatan Harmoni Keberagaman Santri melalui Kemah Pemuda Lintas Iman (Youth Interfaith Camp) di Pesantren Mahasiswa An Najah Purwokerto Ulul Huda; Imam Suhardi; Noor Asyik; Iis Sugiarti
Solidaritas: Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2024): Solidaritas: Jurnal Pengabdian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan kemanusiaan sering menjadi pemicu konflik sosial, seperti persepsi dan prasangka dalam kehidupan antar agama. Prasangka ini dapat menyebabkan kebencian yang tidak berdasar.Untuk itu pengembangan wawasan pluralisme melalui pendekatan humanis-kultural sangatpenting untuk membangun pemahaman yang inklusif terhadap kelompok berbeda (agama). Halini dapat membantu mencegah prasangka dan stereotip negatif. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam, menghadapi tantangan pemahaman eksklusif dan ekstrim di kalangan santri danalumninya. Diperlukan alternatif pendidikan yang relevan untuk menangkal sikap keberagamaanyang fanatik-fundamentalistik. Maka forum penguatan harmoni keberagaman sangat penting untuk menjawab permasalahan dan tantangan santri, khususnya di Pesantren Mahasiswa An NajahPurwokerto. Pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dalam bentukKemah Pemuda Lintas Iman (Youth Interfaith Camp). Adapun metode kegiatannya yaitu tahappersiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Adapun implikasi dari kegiatan tersebut yaitumampu meningkatkan pemahaman dan toleransi antar agama, membangun kerjasama serta komunikasi di antara peserta, menguatkan rasa harmonitas umat beragama, meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab sosial, menumbuhkan inklusivitas dalam beragama, serta membentuksantri yang moderat dan berwawasan luas.
The Analysis of Capacity Utilization Production as a Basis for Review Corporate Strategy According Islamic Economics Asyik, Noor; Subroto, Athor; Izni Shafie, Dalili
IKONOMIKA Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/ijebi.v8i2.20011

Abstract

Capacity utilization is important in manufacturing strategies, especially in make-to-order manufacturing strategies. It is used to measure the best production achievements. The parameters for achieving the best production can be measured by reaching the break-even point, namely the point at which the costs are equal to income. In 2022 the capacity utilization production of PT XYZ which is a precast concrete industrial corporation in Indonesia is 73.40% and under the break-even point. Achieving utilization above the break-even point is a competitive advantage for the corporation. This research was conducted to examine the company's current strategy to provide suggestions for formulating corporate management strategies according to Islamic economics with the analysis of capacity utilization production. Meanwhile, the research sample was conducted and analyzed from 2015 to 2026. The method used in this research is quantitative descriptive research, analysis using different statistical tests to analyze capacity utilization, and qualitative descriptive analysis methods to observe corporate strategy. The analysis found that the capacity utilization level in 2016 and 2017 and the prognosis for 2023 exceeded the break-even point. However, from 2024 to 2026, the results of the capacity utilization level will be below the break-even point. So, it is necessary to consider strategy formulation to avoid losses. Some of the suggestions for formulating corporate strategies result are diversification of business unit strategies into the construction sector, corporate synergy, partnerships with strategic partners, and market penetration according to Islamic economics.
Bhineka Tunggal Ika Village: Patterns of Religious and Cultural Relations in a Local Wisdom-Based Multireligious Society Huda, Ulul; Asyik, Noor; Sugiarti, Iis
Jurnal Fuaduna : Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 1 (2022): January - June 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/fuaduna.v6i1.5526

Abstract

This article aims to find a pattern of relations between religion and culture in Banjarpanepen Village as a miniature portrait of Bhineka Tunggal Ika Village, which upholds mutual respect and tolerance in social and religious life. In the village, there are Muslims, Christians, Buddhists, and Indigenous Religion (Penghayat) who can live in harmony supported by the local cultural locality. This type of research is qualitative with an ethnographic approach and uses observation, interviews and documentation. Key informants were determined through purposive sampling, including the village, traditional, religious, and community leaders. The data obtained were then analyzed descriptively-analytically to reveal the facts that occurred theoretically and empirically related to the research focus. The results of this study indicate: (1) a portrait of the community's diversity, which includes religion, culture, and natural potential. In this case, the philosophy of cultural locality is used as the basis for every community social activity. (2) Community communication patterns include social relations, cultural customs and religion. Finally, (3) the strategy to realize Bhineka Tunggal Ika Village is to strengthen the role of religious leaders, strengthen the tradition of cooperation, make local wisdom a cultural strategy in realizing tolerance and develop a tourism village based on local wisdom.
Offering Rituals (Sesajen): Synthesis of Religion and Culture from the Perspective of Islamic Religious Groups Rohman, Abdul; Mintarti, Mintarti; Asyik, Noor
Jurnal Theologia Vol. 34 No. 2 (2023)
Publisher : The Faculty of Ushuluddin and Humanities, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2023.34.2.18157

Abstract

This research examines the community's offering rituals to honor gods, ancestral spirits, and guardian spirits of sacred places. This ritual caused controversy among Muslims because it contained elements of shirk. This research aims to seek a synthesis of this controversy. This research uses a qualitative descriptive method approach with an ethnographic type. Data collection was carried out through observation and interviews. Data analysis uses interactive methods. The research results show that offering rituals can be synthesized from a religious and cultural perspective with the following conditions: 1) offering rituals are positioned as cultural events, not as offerings as in religion; 2) the meaning of the offering ritual is thanksgiving which is consumed by the community, not left to be eaten by spirits or ancestral spirits because it would be wasteful; 3) the intention of the offering ritual is only for Allah alone and is not mixed or added with other names. As in religion, the intention of sacrifice is for Allah alone, but the object (sacrificial animal) is for humans.
IMPLEMENTASI PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL MASYARAKAT ASLI/TRADISIONAL DI KABUPATEN PURBALINGGA Mardiyanto, Agus; Kupita, Weda; Asyik, Noor; Bintoro, Rahadi Wasi
Jurnal Dinamika Hukum Vol 13, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Law, Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jdh.2013.13.1.153

Abstract

The regulating of  intellectual property rights until now has not accommodate intellectual property of traditional/native societies. In Purbalingga, there are 9 traditional commodity cluster, with a number of industry as much as 150 UKM and from that number only 4 which has been registered as intellectual property rights. The research will discuss to implementation of protection of intellectual property rights and factors that tend to influence the protection of intellectual property rights in Purbalingga regency. The method that applicated in this research was juridical sociological. Based on the study, local government has made protection to intellectual property rights through socialization to the public. However, there were factors that tend to hamper the protection of intellectual property rights, including law enforcer/officer factors, media and facilities factors, community and cultural factors. In the research, researcher suggested that the local government made a cooperation with central of intellectual property rights in college, considering human resources still relatively didn't understand technical drafting of intellectual property rights registration. Keywords: legal protection, intellectual property rights, intellectual property of traditional / native societies