Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

A Safety Maturity Level Assessment for Effective HSE Plan Development at Logistic Service Company in Ancol Putri, Eka Cempaka; Yusvita, Fierdania; Situngkir, Decy
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i3.2023.402-412

Abstract

Introduction: PT. XYZ is a logistics service company located at the Tanjung Priok port that carries out loading and unloading activities to support the operations of oil and gas companies. The achievement of leading indicators has been good. However, accidents still happen even though they are not as fatality accidents. This study aims to assess the maturity level of the Safety Culture at PT. XYZ and designing the right OHS program so that it is expected that the OSH program can reduce the number of lost time injuries in the company. Methods: This research is a qualitative descriptive study with a cross-sectional study design, and primary data was taken through interviews, field observations, and secondary data through company records. The author uses an interview guide from Industrial Safety Culture Evaluation Tools and Guidance for primary, key, and supporting informants. The main informants comprised five management representatives from supervisor to assistant manager level and five employee representatives. Results: PT. XYZ is a calculative level in safety culture, although the commitment dimension is in a proactive stage. However, information, awareness, and behavior are still at a calculative level. Conclusion: The company must improve communication methods, including effective communication, and provide consultation and training media for OHS issues.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA PENJAMAH DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA MEKARSARI TAHUN 2024 Zandya, Suci Liqi AA; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Irfandi, Ahmad; Putri, Eka Cempaka
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekarsari terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Jumlah keseluruhan depot air minum isi ulang yang ada di Desa Mekarsari sebanyak 30 depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Puskesmas Mekarsari terhadap 15 Penjamah depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari ada 14 Penjamah DAMIU yang tidak menerapkan personal higiene dengan sesuai standar. Berdasarkan pengamatan terhadap 15 karyawan Penjamah depot, terdapat 12 karyawan tidak mencuci tangan sebelum melayani konsumen dan tidak merawat kuku serta kebersihan tangan dan kaki. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Cross-Sectional Study atau Studi Potong-Lintang. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni seluruh Penjamah Depot Air Minum Isi Ulang dan Penjamah DAMIU yang ada di wilayah Puskesmas Mekarsari yaitu sebanyak 30 Penjamah DAMIU dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan analisis statistik Uji Chi-square hubungan pengetahuan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,821 dengan ???? = 0,05, hubungan pendidikan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,004 dengan ???? = 0,05, hubungan masa kerja dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,026 dengan ???? = 0,05, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,058 dengan ???? = 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan pengetahuan dengan personal higiene, ada hubungan pendidikan dengan personal higiene, ada hubungan masa kerja dengan personal higiene, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene. Saran : Bagi Penjamah DAMIU agar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait personal hygiene serta sanitasi DAMIU. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti webinar atau pelatihan yang tersedia di platform digital, atau bisa mengikuti pelatihan terkait personal higiene yang diadakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Bagi pemilik atau pengelola DAMIU agar menyediakan sarana untuk menerima kritik dan saran dari pelanggkan atau konsumen.
Edukasi Pemilihan Sampah dan 3R Pada Anak Sekolah SDIT AL Ikhwan Jakarta Utara Millah, Izzatu; Veronika, Erna; Putri, Eka Cempaka; Assauroh, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23529

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku peduli lingkungan. Kegiatan edukasi mengenai pemilahan sampah dan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2024 kepada siswa kelas 2 dan kelas 4 SDIT Al-Ikhwan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka dalam mengelola sampah secara benar. Edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif dengan menggunakan media ppt, poster, diskusi, dan praktik langsung memilah sampah sesuai kategori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan berdasarkan hasil post-test, dengan ditandai oleh kemampuan mereka dalam membedakan sampah organik, anorganik, dan B3, serta pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Selain peningkatan pengetahuan, terlihat pula perubahan sikap positif siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah, seperti lebih konsisten membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Kesimpulannya, edukasi pemilahan sampah dan 3R dapat meningkatkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar dan dapat menjadi program berkelanjutan untuk mendukung pembentukan budaya peduli lingkungan di sekolah. Kata Kunci: Sampah, Pemilihan Sampah, 3R, Edukasi  ABSTRACT Early waste management is an important step in shaping environmentally conscious behavior. An educational activity on waste sorting and the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) was held on October 14, 2024, for 2nd and 4th grade students at SDIT Al-Ikhwan with the aim of increasing their knowledge and awareness of proper waste management. The education was carried out through interactive lectures using PowerPoint presentations, posters, discussions, and hands-on practice in sorting waste according to category. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge based on the post-test results, as indicated by their ability to distinguish between organic, inorganic, and hazardous waste, as well as a better understanding of the application of 3R in everyday life. In addition to increased knowledge, there was also a positive change in students' attitudes towards school environmental cleanliness, such as being more consistent in disposing of waste in its proper place and reusing items that could still be used. In conclusion, education on waste sorting and the 3Rs can improve the environmental literacy of elementary school students and can be a sustainable program to support the formation of an environmentally conscious culture in schools. Keywords: Garbage, Garbage Sorting, 3R, Education.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PENGGALIAN BATU CURI DI PT X SUBANG CICI MAULIDA AZZAHRAH; CUT ALIA KEUMALA MUDA; EKA CEMPAKA PUTRI; FIERDANIA YUSVITA; ASEP SAEPULLOH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10000

Abstract

Pendahuluan: Pertambangan batu merupakan salah satu kegiatan yang memiliki risiko tinggi yang dapat dilihat dari risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Perlu dilakukan manajemen risiko dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko berdasarkan proses kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko pada proses penggalian batu curi di PT X Subang tahun 2025. Metode: Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025. Informan pada penelitian ini yaitu operator excavator bucket, safety officer, pengawas lapangan, dan manajer operasional. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggalian batu curi memiliki bahaya dan risiko kesehatan lebih tinggi daripada bahaya dan risiko keselamatan seperti virus dan bakteri yang berisiko iritasi kulit, ruam, batuk. Paparan debu yang berisiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Postur kerja janggal berisiko kelelahan otot dan gangguan otot rangka. Kebisingan dari excavator bucket berisiko gangguan pendengaran. Konflik antar pekerja yang berisiko gangguan kecemasan. Beban kerja berlebih untuk mengejar target yang belum tercapai sebelumnya berisiko kelelahan mental. Kesimpulan: Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan sosialisasi SOP, melanjutkan proses identifikasi bahaya dan risiko dengan salah satu metode penilaian risiko, serta melakukan monitoring dan evaluasi laporan P2H secara berkala, serta membuat dokumentasi risiko tersendiri dari dokumen lainnya.
Gambaran Stres Kerja, Depresi, dan Kecemasan pada Perawat RS XYZ Tahun 2025 Dedi Gunawan; Eka Cempaka Putri; Fierdania Yusvita; Izzatu Millah; Erna Veronika
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8086

Abstract

Stres kerja, depresi, dan kecemasan merupakan masalah kesehatan mental yang berpotensi dialami perawat akibat tuntutan pekerjaan, tanggung jawab profesional, dan tekanan lingkungan kerja rumah sakit. Kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis serta kualitas pelayanan keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja, depresi, dan kecemasan pada perawat di RS XYZ Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 85 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur tingkat stres kerja, depresi, dan kecemasan dengan kategori normal, ringan, sedang, parah, dan sangat parah. Data dianalisis secara univariat dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar perawat berada pada kategori normal untuk stres kerja (77,6%), depresi (77,6%), dan kecemasan (78,8%). Meskipun demikian, masih terdapat perawat yang mengalami stres kerja, depresi, dan kecemasan pada tingkat ringan hingga parah dalam proporsi yang lebih kecil. Kesimpulan yang didapatkan adalah kondisi kesehatan mental perawat di RS XYZ Tahun 2025 berada pada kategori normal, namun tetap ditemukan gejala pada sebagian responden sehingga diperlukan upaya pemantauan dan dukungan psikologis secara berkelanjutan.
Analisis Faktor-Faktor yang Berhubungan Dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja di Lantai 12 PT Y Tahun 2025 Muhammad Fadhlillah Ramadhan; Eka Cempaka Putri; Izzatu Millah; Mirta Dwi Rahmah Rusdy
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v5i1.8110

Abstract

Sick Building Syndrome (SBS) merupakan kumpulan keluhan kesehatan yang muncul pada individu saat berada di dalam bangunan atau ruangan, seperti mengantuk atau kelelahan, sakit kepala, sulit berkonsentrasi, iritasi mata dan kulit, iritasi hidung atau tenggorokan, hingga keluhan pernapasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan gejala SBS pada pekerja staf di PT Y tahun 2025 serta menggambarkan kondisi kualitas udara dalam ruang (Indoor Air Quality) di ruang kerja lantai 12. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional pada tahun 2025. Sampel diambil dengan total sampling sebanyak 68 responden. Variabel independen meliputi usia, jenis kelamin, dan masa kerja, sedangkan variabel dependen adalah gejala SBS. Gejala SBS diukur menggunakan kuesioner, sementara data IAQ diperoleh dari hasil pengukuran internal perusahaan berupa kadar karbon dioksida (CO₂) dan total volatile organic compounds (TVOC) pada beberapa titik di ruang kerja lantai 12. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square (continuity correction) serta perhitungan Prevalence Ratio (PR). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi SBS sebesar 75,0% (51 orang). Hasil pengukuran IAQ menunjukkan seluruh titik pengukuran CO₂ tidak memenuhi baku mutu (100%) karena melebihi 1.000 ppm, sedangkan seluruh titik pengukuran TVOC memenuhi baku mutu (100%) karena ≤3 ppm. Uji bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,880), jenis kelamin (p=0,663), maupun masa kerja (p=0,254) dengan gejala SBS (p>0,05). Analisis hubungan CO₂ dan TVOC dengan SBS tidak dapat dilakukan karena seluruh hasil pengukuran berada pada satu kategori sehingga tidak terdapat variasi data.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN MATA PADA PENGGUNA KOMPUTER BAGIAN OPERASIONAL DI PT. X TAHUN 2025 SHELA DAMAYANTI; IZZATU MILLAH; EKA CEMPAKA PUTRI; MIRTA DWI RAHMAH RUSDY
Journal of Nursing and Public Health Vol 14 No 1 (2026)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v14i1.11477

Abstract

Pendahuluan: Kondisi subjektif yang dikenal sebagai kelelahan mata disebabkan oleh penggunaan komputer intensif dalam jangka waktu lama yang membuat mata lelah. WHO memperkirakan bahwa 4,24% dari populasi global, atau 285 juta orang, menderita gangguan penglihatan. Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 dari APJII menunjukkan bahwa tingkat penetrasi internet di negara ini telah meningkat menjadi 79,5%. Pada tahun 2023, Badan Pusat Statistik melaporkan bahwa 23,59% penduduk DKI Jakarta menggunakan komputer. Menurut hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan mendistribusikan kuesioner di PT.X, didapatkan hingga 80% responden mengalami kelelahan mata, termasuk keluhan penglihatan ganda pada 4 responden, penglihatan kabur 8 responden, dan kesulitan fokus pada 5 responden. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti variabel-variabel yang berhubungan dengan kelelahan mata di kalangan pengguna komputer PT. X bagian operasional. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan metodologi kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 82 responden dan 46 responden dipilih sebagai sampel menggunakan rumus uji hipotesis untuk dua proporsi yang berbeda. Metode pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling. Penelitian ini dilaksanakan antara tanggal 8 Desember 2025 dan 7 Januari 2026. Data diperoleh melalui pengumpulan data primer. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data univariat dan bivariat. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian ini menunjukkan, persentase tertinggi karyawan yang mengalami kelelahan mata sebanyak 42 orang (91,3%), karyawan yang berusia ≤ 40 tahun sebanyak 29 orang (63%), karyawan dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 27 orang (58,7%), karyawan yang memiliki masa kerja >3 sebanyak 43 orang (93,5%), kelainan refraksi sebanyak 40 orang (87%), dan durasi penggunaan komputer ≤ 8 jam per hari sebanyak 26 orang (56,5%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara jenis kelamin dengan kelelahan mata (p-value = 0,024). Kesimpulan: Sebagai upaya preventif terhadap risiko kelelahan mata perlu dilakukannya pemeriksaan mata secara rutin minimal 1 tahun sekali, pekerja yang memiliki kelainan refraksi disarankan menggunakan kacamata sesuai hasil refraksinya dan menggunakan lensa anti radiasi, mengedukasi karyawan dengan acara health talk, dan penerapan istirahat mata.
Hubungan Pengawasan & Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri PT. Kajima Indonesia PCG Central Java Industrial Project Tahun 2025 Ayu Widyani; Eka Cempaka Putri; Cut Alia Keumala Muda; Desyawati Utami
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5543

Abstract

Work accidents in the construction sector are often triggered by workers' risky behavior in using personal protective equipment (PPE). This research aims to determine the relationship between knowledge and supervision and the behavior of using PPE in construction workers. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. The number of respondents was 50 workers selected through total sampling. Data was collected using questionnaires and observations, then analyzed using the Chi-Square test. The research results showed that there was a significant relationship between knowledge and PPE use behavior (p < 0.05) and between supervision and PPE use behavior (p < 0.05). Workers with low knowledge tend to be undisciplined in the use of PPE. Consistent supervision contributes to increased worker discipline. This research confirms that knowledge and supervision influence the behavior of using PPE. Companies need to improve their PPE provision and storage mechanisms, increase the effectiveness of supervision, develop risk-based work procedures according to the type of work, involve senior workers, and enforce administrative sanctions to curb risky behavior and prevent workplace accidents.
PENYEBAB KUALITAS TIDUR BURUK PADA PEKERJA YANG BEKERJA DARI RUMAH DI JABODETABEK TAHUN 2021 Situngkir, Decy; Ayu, Ira Marti; Putri, Eka Cempaka; Rusdy, Mirta Dwi Rahmah
Jumantik Vol 9 No 1 (2022): JUMANTIK: Jurnal Mahasiswa dan Penelitian Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jjum.v9i1.3839

Abstract

Kualitas tidur yang buruk pada pekerja dapat menyebabkan kinerja berkurang, tidak konsentrasi, gangguan kesehatan baik fisik dan mental serta menurunkan kualitas hidup Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi kualitas tidur pekerja Work From Home, yang dilaksanakan pada bulan Oktober-November 2021. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang. Sampel pada penelitian sebanyak 87 responden yang diambil dengan Teknik sampling purposive. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner melalui google form yang terkait variabel terkait yaitu usia, jenis kelamin, stres, kelelahan, konsumsi kafein, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, riwayat penyakit dan screen time. Analisa bivariat dilakukan dengan menggunakan uji chi-square. Hasil analisa bivariat menunjukkan bahwa usia (p : 0,017; POR : 1,357 ) , kelelahan (p : 0,002; POR : 1,500), dan konsumsi kafein (p : 0,048; POR : 1,409) merupakan penyebab kualitas tidur yang buruk pada pekerja yang bekerja dari rumah. raga. Disarankan agar instansi perlu meninjau prosedur kerja, mengadakan pelatihan mengenai kelelahan, senam online bersama, penerapan peregangan, 20-20-20 dan juga aktivitas berkedip pada mata agar tidak menjadi kering. 
Gambaran Stres Kerja pada Pekerja di PT X pada Tahun 2026 Salsabila Maharani; Eka Cempaka Putri; Fierdania Yusvita; Izzatu Millah
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9178

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu masalah psikososial utama dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) perkantoran yang dapat menurunkan produktivitas dan memicu gangguan kesehatan. Karyawan PT X dihadapkan pada tuntutan akurasi tinggi dan tenggat waktu ketat dalam industri inspeksi, yang berpotensi memicu stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja pada pekerja di PT X Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan analisis deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 54 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk mengukur stres kerja dengan menggunakan Perceived Stress Scale-10. Metode deskriptif dan teknik total sampling dipilih agar dapat menyajikan gambaran tingkat stres kerja seluruh populasi karyawan secara objektif dan menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pekerja berada pada kategori sedang, yaitu sebanyak 45 pekerja (83,3%). Kemudian pekerja dengan kategori stres ringan berjumlah 7 orang (13,0%) dan pekerja dengan kategori stres tinggi berjumlah 2 orang (3,7%). Berdasarkan analisis distribusi jawaban per item pernyataan, bentuk respons stres yang paling menonjol dirasakan pekerja adalah perasaan gelisah dan tertekan (item nomor 3) dengan nilai mean tertinggi sebesar 2,35, sedangkan aspek yang paling minimal dikeluhkan adalah keyakinan diri dalam mengatasi masalah pribadi (item nomor 4) dengan nilai mean terkecil sebesar 1,57. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa pekerja di PT X mengalami tingkat stres kerja pada kategori sedang yang didominasi oleh respons psikologis berupa perasaan gelisah dan tertekan. Rekomendasi bagi manajemen PT X yaitu penyediaan program pelatihan manajemen stres kerja, penyederhanaan alur pelaporan administrasi internal, penguatan dukungan sosial, serta implementasi pemantauan tingkat stres kerja secara berkala, serta bagi peneliti selanjutnya disarankan untuk meneliti faktor-faktor spesifik yang memengaruhi stres tersebut.