Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Pemanfaatan Teknologi Video Kampanye Dalam Rangka Pencegahan Kejadian Nyeri Pinggang Pada TKBM Eka Cempaka Putri; Mukhlas Sumartanto; Billy Afrilian Nurreja
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1625

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah PT. XYZ yang merupakan perusahaan logistik yang bergerak dalam penyediaan fasilitas pemeriksaan kontainer jalur merah. Pemeriksaan kontainer jalur merah ini membutuhkan jasa TKBM untuk melakukan pembongkaran barang-barang di dalam kontainer yang akan melakukan pemeriksaan. Kegiatan pembongkaran barang-barang ini dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan nyeri pinggang. Hasil studi pendahuluan di dapati bahwa terjadi nyeri pinggang sebanyak 50% dan sangat nyeri pinggang sebanyak 25%. Hasil studi pendahuluan juga menunjukan bahwa sebagian besar TKBM memiliki tingkat pendidikan SD dan SMP, merokok, dan jarang berolah raga. Hasil observasi juga menunjukan bahwa area kerja TKBM di tempat terbuka sehingga tidak dimungkinkan untuk meletakkan poster dan untuk melakukan penyuluhan sulit dilakukan mengingat TKBM bekerja penuh selama 8 jam. Melihat hasil studi pendahuluan dan observasi maka tim pengabdian menyelesaikan permasalahan mitra melalui pembuatan video kampanye mengenai pencegahan nyeri pinggang dan mengunggah ke kanal youtube sehingga bisa di tonton oleh TKBM sehingga mereka mendapatkan pengetahuan dan diharapkan dapat mencegah terjadinya nyeri pinggang di kalangan TKBM.
Penyuluhan Tanggap Darurat Kebakaran pada Siswa/i Kelas XI IPS SMA N 5 Depok Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Ira Marti Ayu; Cut Alia Keumala Muda; Ning Setianti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1667

Abstract

Kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Kebakaran merupakan suatu proses dimana api tidak terkendali terjadi, menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi dan terus-menerus menghasilkan panas. Tingginya aktivitas belajar mengajar maka membutuhkan sarana dan prasarana seperti LCD, komputer, kertas, lemari, meja, kursi, white board. Hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tanggap bencana kebakaran dengan penyuluhan. Penyuluhan mengenai kebakaran, pencegahan dan tanggap kebakaran yang disampaikan melalui presentasi power point dengan durasi sekitar 20 menit. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai tanggap kebakaran sehingga disarankan agar sekolah melakukan sosialisasi kebakaran secara berkelanjutan. Topik ini juga dapat ditambahkan pada mata pelajaran geografi mengenai mitigasi bencana.
Analisis Faktor Penyebab Hipertensi di Lingkungan Kerja PT. X Tahun 2024 Razmi Bahtiar, Teguh; Wadjir Sangadji, Namiwa; Cempaka Putri, Eka; Irfandi, Ahmad; Heryana, Ade
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 6 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i6.2588

Abstract

Hipertensi dialami oleh satu dari tiga orang dewasa di dunia dan merupakan kondisi serius yang dapat memicu berbagai komplikasi kesehatan, seperti stroke, serangan jantung, gagal jantung, gangguan fungsi ginjal, serta masalah kesehatan lainnya. Di Indonesia, angka kejadian hipertensi pada kalangan pekerja mencapai 15,1%. Sebuah studi dalam negeri mengungkapkan bahwa pekerja yang menderita hipertensi memiliki risiko cedera kerja 2,17 kali lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja tanpa hipertensi. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Jumlah responden sebanyak 40 orang yang dipilih dengan teknik total sampling. Studi ini berlangsung pada bulan November hingga Desember 2024 di PT. X. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan memanfaatkan uji statistik Chi-Square. Hasil uji univariat didapatkan proporsi tertinggi hipertensi (67,5%), usia tidak berisiko (75%), merokok (72,5%), mengkonsumsi makanan berlemak < 3 kali seminggu (65%), pola tidur buruk (90%), tidak stres (57,5%), pengetahuan kuurang (75%), dan tidak obesitas (72,5%). Hasil analisis uni bivariat menunjukkan bahwa adanya hubngan antara usia, kebiasaan merokok, dan konsumsi makanan berlemak dengan kejadian hipertensi. Saran yang peneliti berikan kepada pihak perusahaan yaitu meiputi pembentukan unit Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Melakukan program medical checkup untuk mendeteksi secara dini bagi karyawan sehingga dapat memaksimalkan pencegahan dan pengendalian hipertensi pada karyawan. Membuat program pengendalian merokok pada karyawan seperti melakukan pemeriksan kesehatan, melakukan penyuluhan behaya merokok, dan membuat kawasan bebas rokok. Melakukan promosi kesehatan mengenai bahaya makanan tinggi lemak terhadap hipertensi melalui seminar, poster, vidio, atau penyuluhan.
A Safety Maturity Level Assessment for Effective HSE Plan Development at Logistic Service Company in Ancol Putri, Eka Cempaka; Yusvita, Fierdania; Situngkir, Decy
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 12 No. 3 (2023): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v12i3.2023.402-412

Abstract

Introduction: PT. XYZ is a logistics service company located at the Tanjung Priok port that carries out loading and unloading activities to support the operations of oil and gas companies. The achievement of leading indicators has been good. However, accidents still happen even though they are not as fatality accidents. This study aims to assess the maturity level of the Safety Culture at PT. XYZ and designing the right OHS program so that it is expected that the OSH program can reduce the number of lost time injuries in the company. Methods: This research is a qualitative descriptive study with a cross-sectional study design, and primary data was taken through interviews, field observations, and secondary data through company records. The author uses an interview guide from Industrial Safety Culture Evaluation Tools and Guidance for primary, key, and supporting informants. The main informants comprised five management representatives from supervisor to assistant manager level and five employee representatives. Results: PT. XYZ is a calculative level in safety culture, although the commitment dimension is in a proactive stage. However, information, awareness, and behavior are still at a calculative level. Conclusion: The company must improve communication methods, including effective communication, and provide consultation and training media for OHS issues.
FAKTOR PREDISPOSISI YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERSONAL HIGIENE PADA PENJAMAH DEPOT AIR MINUM ISI ULANG (DAMIU) DI DESA MEKARSARI TAHUN 2024 Zandya, Suci Liqi AA; Kusumaningtiar, Devi Angeliana; Irfandi, Ahmad; Putri, Eka Cempaka
Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2024): Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat
Publisher : Seroja Husada: Jurnal Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Mekarsari terletak di Kecamatan Tambun Selatan, Jumlah keseluruhan depot air minum isi ulang yang ada di Desa Mekarsari sebanyak 30 depot air minum isi ulang. Berdasarkan hasil studi yang dilakukan Puskesmas Mekarsari terhadap 15 Penjamah depot air minum isi ulang di wilayah kerja Puskesmas Mekarsari ada 14 Penjamah DAMIU yang tidak menerapkan personal higiene dengan sesuai standar. Berdasarkan pengamatan terhadap 15 karyawan Penjamah depot, terdapat 12 karyawan tidak mencuci tangan sebelum melayani konsumen dan tidak merawat kuku serta kebersihan tangan dan kaki. Metode: Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Cross-Sectional Study atau Studi Potong-Lintang. Populasi dan sampel pada penelitian ini yakni seluruh Penjamah Depot Air Minum Isi Ulang dan Penjamah DAMIU yang ada di wilayah Puskesmas Mekarsari yaitu sebanyak 30 Penjamah DAMIU dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan analisis statistik Uji Chi-square hubungan pengetahuan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,821 dengan ???? = 0,05, hubungan pendidikan dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,004 dengan ???? = 0,05, hubungan masa kerja dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,026 dengan ???? = 0,05, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene diperoleh p-value = 0,058 dengan ???? = 0,05. Kesimpulan : tidak ada hubungan pengetahuan dengan personal higiene, ada hubungan pendidikan dengan personal higiene, ada hubungan masa kerja dengan personal higiene, dan tidak ada hubungan sikap dengan personal higiene. Saran : Bagi Penjamah DAMIU agar dapat meningkatkan pengetahuannya terkait personal hygiene serta sanitasi DAMIU. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan mengikuti webinar atau pelatihan yang tersedia di platform digital, atau bisa mengikuti pelatihan terkait personal higiene yang diadakan oleh Dinas Kesehatan setempat. Bagi pemilik atau pengelola DAMIU agar menyediakan sarana untuk menerima kritik dan saran dari pelanggkan atau konsumen.
Edukasi Pemilihan Sampah dan 3R Pada Anak Sekolah SDIT AL Ikhwan Jakarta Utara Millah, Izzatu; Veronika, Erna; Putri, Eka Cempaka; Assauroh, Fatimah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i12.23529

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan sampah sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk perilaku peduli lingkungan. Kegiatan edukasi mengenai pemilahan sampah dan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dilaksanakan pada tanggal 14 Oktober 2024 kepada siswa kelas 2 dan kelas 4 SDIT Al-Ikhwan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka dalam mengelola sampah secara benar. Edukasi dilaksanakan melalui metode ceramah interaktif dengan menggunakan media ppt, poster, diskusi, dan praktik langsung memilah sampah sesuai kategori. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang signifikan berdasarkan hasil post-test, dengan ditandai oleh kemampuan mereka dalam membedakan sampah organik, anorganik, dan B3, serta pemahaman yang lebih baik mengenai penerapan 3R dalam kehidupan sehari-hari. Selain peningkatan pengetahuan, terlihat pula perubahan sikap positif siswa terhadap kebersihan lingkungan sekolah, seperti lebih konsisten membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Kesimpulannya, edukasi pemilahan sampah dan 3R dapat meningkatkan literasi lingkungan siswa sekolah dasar dan dapat menjadi program berkelanjutan untuk mendukung pembentukan budaya peduli lingkungan di sekolah. Kata Kunci: Sampah, Pemilihan Sampah, 3R, Edukasi  ABSTRACT Early waste management is an important step in shaping environmentally conscious behavior. An educational activity on waste sorting and the 3R concept (Reduce, Reuse, Recycle) was held on October 14, 2024, for 2nd and 4th grade students at SDIT Al-Ikhwan with the aim of increasing their knowledge and awareness of proper waste management. The education was carried out through interactive lectures using PowerPoint presentations, posters, discussions, and hands-on practice in sorting waste according to category. The results of the activity showed a significant increase in students' knowledge based on the post-test results, as indicated by their ability to distinguish between organic, inorganic, and hazardous waste, as well as a better understanding of the application of 3R in everyday life. In addition to increased knowledge, there was also a positive change in students' attitudes towards school environmental cleanliness, such as being more consistent in disposing of waste in its proper place and reusing items that could still be used. In conclusion, education on waste sorting and the 3Rs can improve the environmental literacy of elementary school students and can be a sustainable program to support the formation of an environmentally conscious culture in schools. Keywords: Garbage, Garbage Sorting, 3R, Education.
IDENTIFIKASI BAHAYA DAN RISIKO PENGGALIAN BATU CURI DI PT X SUBANG CICI MAULIDA AZZAHRAH; CUT ALIA KEUMALA MUDA; EKA CEMPAKA PUTRI; FIERDANIA YUSVITA; ASEP SAEPULLOH
Journal of Nursing and Public Health Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v13i2.10000

Abstract

Pendahuluan: Pertambangan batu merupakan salah satu kegiatan yang memiliki risiko tinggi yang dapat dilihat dari risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Perlu dilakukan manajemen risiko dengan mengidentifikasi bahaya dan risiko berdasarkan proses kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya dan risiko pada proses penggalian batu curi di PT X Subang tahun 2025. Metode: Metode penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam, telaah dokumen, dan observasi langsung. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Maret hingga Juli 2025. Informan pada penelitian ini yaitu operator excavator bucket, safety officer, pengawas lapangan, dan manajer operasional. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penggalian batu curi memiliki bahaya dan risiko kesehatan lebih tinggi daripada bahaya dan risiko keselamatan seperti virus dan bakteri yang berisiko iritasi kulit, ruam, batuk. Paparan debu yang berisiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Postur kerja janggal berisiko kelelahan otot dan gangguan otot rangka. Kebisingan dari excavator bucket berisiko gangguan pendengaran. Konflik antar pekerja yang berisiko gangguan kecemasan. Beban kerja berlebih untuk mengejar target yang belum tercapai sebelumnya berisiko kelelahan mental. Kesimpulan: Sehubungan dengan hal tersebut, perlu dilakukan sosialisasi SOP, melanjutkan proses identifikasi bahaya dan risiko dengan salah satu metode penilaian risiko, serta melakukan monitoring dan evaluasi laporan P2H secara berkala, serta membuat dokumentasi risiko tersendiri dari dokumen lainnya.