Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

STUDI PENERAPAN HYGIENE SANITASI DI KAFE X TAHUN 2024 Arum, Agdila Galuh Sekar; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Utami, Desyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43068

Abstract

Makanan dan minuman adalah kebutuhan utama yang berpotensi terkontaminasi bakteri pathogen. Perilaku penjamah makanan dalam menerapkan usulan higiene dan sanitasi makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas makanan. Salah satu faktor yang menyebabkan penularan penyakit dan keracunan makanan adalah konsumsi makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kebersihan. Oleh karena itu, hygiene dan sanitasi sangat penting untuk diterapkan terutama pada Usaha kafe atau rumah makan. bertujuan untuk meneliti lebih jauh tentang bagaimana penerapan hygiene dan sanitasi makanan dan minuman di Kafe X . Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer dengan metode checklist, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis naratif dan informan dalam penelitian ini pemilik kafe, karyawan kafe, serta pelanggan regular. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan telaah standar Permenkes no.1096 tahun 2011, diperoleh bahwa Standar yang ditetapkan oleh Permenkes No. 1096 Tahun 2011 sudah diterapkan pada area kafe dan bangunan umum, serta pengelolaan makanan, namun pada Penyimpanan peralatan, Penerapan personal hygiene dan fasilitas sanitasi, belum sepenuhnya memenuhi standar Permenkes No.1096 Tahun 2011. Berdasarkan hasil evaluasi akhir, 3 komponen seperti penyimpanan makanan, personal hygiene dan fasilitas sanitasi belum sesuai dengan standar peraturan. Sehingga, perlunya peningkatan pemahaman pemilik dan karyawan mengenai Penerapan hygiene sanitasi makanan sesuai standar di coffeshop x.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA TEKNISI DI GEDUNG X JAKARTA TAHUN 2024 Alifia, Amanda Deani; Putri, Eka Cempaka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41381

Abstract

Satu tahun terakhir, dilaporkan delapan kasus near miss dan cedera di departemen engineering yang menyebabkan kehilangan hari kerja. Hal ini berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Dari hasil studi awal, ditemukan tujuh pekerja memahami kewajiban menggunakan APD saat bekerja, mereka mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan APD belum dilakukan dengan baik. Enam pekerja menyatakan tidak ada teguran bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan penggunaan APD, sementara lima pekerja menyatakan bahwa teguran dari HSE hanya bersifat lisan dan tidak tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pengawasan terhadap perilaku penggunaan APD pada teknisi di Gedung X Jakarta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian adalah teknisi di Gedung X. Sampel terdiri dari 37 orang yang dipilih menggunakan metode Non-Probability Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi kepada sampel. Untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel, dilakukan analisis data univariat, bivariat, dan validitas. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan memiliki nilai p-value = 0.000 (<0.05), dan variabel pengawasan memiliki nilai p-value = 0.000 (<0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan pengawasan terhadap perilaku penggunaan APD pada teknisi di Gedung X Jakarta Tahun 2024. Disarankan HSE secara rutin melakukan sosialisasi SOP APD kepada teknisi dan meningkatkan pengawasan dalam penggunaan APD.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT.X TAHUN 2024 Fauzan, Miftah; Putri, Eka Cempaka; Irfandi, Ahmad; Sangadji, Namira Wadjir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42820

Abstract

Berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan di PT.X tahun 2024 terhadap 20 orang pekerja lapangan, didapati hasil bahwa sebanyak 60% pekerja bekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), 50% pekerja menyatakan bahwa area kerjanya terasa panas, 85% pekerja menyatakan tidak terdapat penghargaan dari perusahaan terhadap pekerja yang menggunakan APD, 70% pekerja menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan HSE terhadap pekerja yang bekerja tidak ketat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di PT.X tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dengan variabel penelitian perilaku penggunaan alat pelindung diri, penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan dan suhu ekstrem sebagai data primer. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 112 pekerja. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Desember 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian menunjukkan bahwa 85 pekerja (75,9%) tidak menggunakan alat pelindung diri. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara penghargaan dan sanksi (p-value 0,001), kepemimpinan (p-value 0,010), pengawasan (p-value 0,014), dan suhu ekstrem (p-value 0,000) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Dari hasil penelitian ini didapati variabel penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan, dan suhu ekstrem merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan PT.X tahun 2024. Perusahaan hendaknya memberi perhatian lebih pada keempat faktor tersebut diatas guna meningkatkan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan di PT.X tahun 2024.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA UMKM MAKANAN AYAM GORENG XY DI KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2024 Denik, Denik; Putri, Eka Cempaka; Muda, Cut Alia Keumala; Heryana, Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42927

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan data kuesioner menggunakan metode Nordic Body Map yang dilakukan di UMKM Makanan Ayam Goreng XY terhadap 5 pekerja, didapati sebanyak 100% pekerja mengalami rasa nyeri di pinggang dan bokong, 80% mengeluhkan nyeri di leher bagian atas, 60% pekerja mengalami nyeri di bahu kiri maupun kanan dan 40% mengalami nyeri betis. Tujuan: mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada UMKM di bidang makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan pengamatan, dengan variabel penelitian meliputi keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi dan masa kerja. Pengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti mencakup keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi kerja, dan masa bekerja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain studi cross sectional menerapkan uji statistik chi-square. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Penelitian menunjukan bahwa sebanyak 23 pekerja (57,5%) tidak berisiko mengalami keluhan LBP. Hasil analisis statistik menggunakan chi square menunjukkan terdapat keterkaitan antara usia dan keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,001, serta antara kebiasaan merokok dan keluhan LBP dengan p-value 0,026, dan juga antara lama bekerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,026. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,264. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa usia, kebiasaan merokok, dan lama bekerja adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada pekerja UMKM makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong tahun 2024. Pemilik UMKM hendaknya dapat lebih memperhatikan ketiga faktor tersebut, guna meningkatkan produktivitas pekerja UMKM makanan ayam goreng XY.
Demographic, Lifestyle, Job Factor for Mental Disorders: Descriptive Study among Port Logistic Terminal Employees at Tanjung Priok Putri, Eka Cempaka; Situngkir, Decy; Sumartanto, Mukhlas
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 14 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v14i1.2025.67-78

Abstract

Introduction: The results of work stress research in the port industry show work stress at the port has the strongest relationship with the mental workload, followed by role ambiguity and interpersonal conflict. However, in the port industry with hot, noisy working conditions, unclear age limits for workers, workers with various backgrounds triggering conflict, long working hours triggering not only stress, but anxiety and depression in workers, results in high absenteeism and hypertension cases in port workers. The aim of this research is see how demographic factors, lifestyle, and job factors contribute to the incidence of mental disorders problems in the port logistic industry. Methods: We carried out descriptive analysis for demographic aspects, lifestyle, and work factors with each component of mental disorders, namely stress, anxiety and depression. Design study for this research is cross-sectional. DASS 42 was an instrument for dependent variable. Data analysis was conducted with the Chi-square test to see the strength of the relationship between the two variables. The sample in this study was 201 with total sampling method. Result: Research results show that demographic factors do not have a strong relationship with mental disorders; lifestyle factors are the factors that have the strongest relationship with mental disorders, namely routine exercise and sleep duration. Work factors do not have a strong relationship with mental disorders at Port Logistic Terminal at Tanjung Priok. Conclusion: Regular exercise and sleeping more than 7 hours can reduce the frequency of mental disorders. Companies can focus on providing their employees with sports facilities and education regarding regular exercise and sleeping more than 7 hours.
GAMBARAN IKLIM KESELAMATAN MENGGUNAKAN METODE NOSACQ – 50 DI PT X TAHUN 2025 Putri, Adinda Aura; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Irfandi, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49258

Abstract

Iklim keselamatan kerja dipahami sebagai pandangan kolektif para pekerja terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik keselamatan yang diterapkan dalam lingkungan kerja. Dalam penelitian ini, pengukuran iklim keselamatan dilakukan menggunakan instrumen NOSACQ-50. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan kondisi iklim keselamatan kerja di PT. X pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan selama periode April hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 209 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi komitmen dan kemampuan manajemen memperoleh nilai 3,08 (kategori cukup baik), pemberdayaan manajemen sebesar 3,02 (cukup baik), keadilan manajemen 2,99 (cukup rendah), komitmen pekerja terhadap keselamatan 3,11 (cukup baik), prioritas keselamatan dan ketidaktoleransian terhadap bahaya 2,87 (cukup rendah), pembelajaran, komunikasi, dan kepercayaan 3,01 (cukup baik), serta kepercayaan terhadap efektivitas sistem keselamatan kerja 3,15 (cukup baik). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar pihak manajemen terus menyampaikan komitmennya terhadap keselamatan kerja kepada para pekerja melalui forum-forum seperti safety talk dan safety meeting..
Studi Deskriptif Depresi, Kecemasan, dan Stres Pada Pekerja Bagian Finishing PT.X Tahun 2025 Ferdinand Adinata; Mugi Wahidin; Mayumi Nitami; Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Desyawati Utami
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 9 (2025): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i9.646

Abstract

Depresi, kecemasan, dan stres kerja menjadi permasalahan pada pekerja dengan konsekuensi terhadap kondisi psikologis, fisik, maupun kinerja. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada individu dalam bentuk penurunan motivasi dan produktivitas, tetapi juga berimplikasi pada kerugian perusahaan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental di lingkungan kerja perlu mendapatkan perhatian serius agar pekerja mampu mencapai keseimbangan, baik dalam melaksanakan tugas maupun menjaga kualitas hidupnya. PT.X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi casting dan finish. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan depresi, kecemasan dan stres pada pekerja bagian finishing di PT.X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 75 orang, dengan teknik total sampling, yaitu keseluruhan pekerja bagian finishing. Variabel yang diteliti adalah depresi, kecemasan, dan stres pada pekerja. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 47 orang (62,7%) mengalami depresi dengan tingkat keparahan normal, 33 orang (44%) mengalami kecemasan dengan tingkat keparahan berat dan sebanyak 40 orang (53,3%) mengalami stres dengan kategori berat.
Penyuluhan Bahaya Kebakaran, Komponen APAR dan Penggunaan APAR di SD As Syafiq Putri, Eka Cempaka; Situngkir, Decy Situngkir; Millah, Izzatu Millah; Sitanggang, Ansadilla Niar Sitanggang
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/aaa8s314

Abstract

Fires are disasters that can occur in industries, public facilities, and schools. Fires in schools are an aspect that is often overlooked for assessment, prevention, and control. This service method was carried out through activities to socialize the dangers of fire, the components of fire extinguishers, and the use of fire extinguishers to 8 teachers and 21 students. As a form of evaluation, a pretest and post-test were conducted for this activity. The results of the post-test and pre-test evaluations showed a significant difference in scores before and after the socialization activities were conducted. The analysis of each question revealed that the highest percentage of correct answers was related to the danger of electricity as a cause of fires, while the question about the steps for using an APAR received the lowest percentage of correct answers. The community service activities went well, and both teachers and students understood the outreach activities that had been conducted. It is necessary to conduct regular outreach activities on the use of fire extinguishers and open flames, establish safe muster points, and carry out evacuation simulation activities in the next community service activities.
The Pemanfaatan Teknologi Video Kampanye Dalam Rangka Pencegahan Kejadian Nyeri Pinggang Pada TKBM Eka Cempaka Putri; Mukhlas Sumartanto; Billy Afrilian Nurreja
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i1.1625

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah PT. XYZ yang merupakan perusahaan logistik yang bergerak dalam penyediaan fasilitas pemeriksaan kontainer jalur merah. Pemeriksaan kontainer jalur merah ini membutuhkan jasa TKBM untuk melakukan pembongkaran barang-barang di dalam kontainer yang akan melakukan pemeriksaan. Kegiatan pembongkaran barang-barang ini dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan nyeri pinggang. Hasil studi pendahuluan di dapati bahwa terjadi nyeri pinggang sebanyak 50% dan sangat nyeri pinggang sebanyak 25%. Hasil studi pendahuluan juga menunjukan bahwa sebagian besar TKBM memiliki tingkat pendidikan SD dan SMP, merokok, dan jarang berolah raga. Hasil observasi juga menunjukan bahwa area kerja TKBM di tempat terbuka sehingga tidak dimungkinkan untuk meletakkan poster dan untuk melakukan penyuluhan sulit dilakukan mengingat TKBM bekerja penuh selama 8 jam. Melihat hasil studi pendahuluan dan observasi maka tim pengabdian menyelesaikan permasalahan mitra melalui pembuatan video kampanye mengenai pencegahan nyeri pinggang dan mengunggah ke kanal youtube sehingga bisa di tonton oleh TKBM sehingga mereka mendapatkan pengetahuan dan diharapkan dapat mencegah terjadinya nyeri pinggang di kalangan TKBM.
Penyuluhan Tanggap Darurat Kebakaran pada Siswa/i Kelas XI IPS SMA N 5 Depok Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Ira Marti Ayu; Cut Alia Keumala Muda; Ning Setianti
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1667

Abstract

Kebakaran dapat terjadi dimana saja termasuk di sekolah. Kebakaran merupakan suatu proses dimana api tidak terkendali terjadi, menghasilkan reaksi oksidasi-reduksi dan terus-menerus menghasilkan panas. Tingginya aktivitas belajar mengajar maka membutuhkan sarana dan prasarana seperti LCD, komputer, kertas, lemari, meja, kursi, white board. Hal ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai tanggap bencana kebakaran dengan penyuluhan. Penyuluhan mengenai kebakaran, pencegahan dan tanggap kebakaran yang disampaikan melalui presentasi power point dengan durasi sekitar 20 menit. Hasil kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai tanggap kebakaran sehingga disarankan agar sekolah melakukan sosialisasi kebakaran secara berkelanjutan. Topik ini juga dapat ditambahkan pada mata pelajaran geografi mengenai mitigasi bencana.