Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Gejala Sick Building Syndrome (SBS) pada Pekerja Staff di Gedung Operasional PT. XYZ Tahun 2024 Gina Sonia; Eka Cempaka Putri; Desyawati Utami; Putri Handayani
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i1.4107

Abstract

This study aims to determine the factors associated with Sick Building Syndrome (SBS) symptoms in staff workers at the PT. XYZ operational building in 2024. The study was conducted from November 2024 to January 2025 using a quantitative method with a cross-sectional study design. The population in this study was 70 staff workers in 13 workspaces. The sampling technique used was total sampling. Data were collected through questionnaires and observations, including SBS symptoms, room temperature, and humidity measurements. The results showed that 48 staff workers (71.6%) experienced SBS symptoms. The Chi-square test results showed no relationship between temperature and humidity with SBS in staff workers at the PT. XYZ Operational Building. In conclusion, there is no relationship between temperature and humidity with SBS in staff workers at the PT. XYZ Operational Building. Suggestions from this study include ensuring the commitment made regarding the improvement of the AC system and consistent room maintenance, implementing policies on the role of HSE, and further research is expected to include variables such as air quality factors, microbiological factors, and chemical factors in the room to detect sources of contamination suspected of being related to SBS.
STUDI PENERAPAN HYGIENE SANITASI DI KAFE X TAHUN 2024 Arum, Agdila Galuh Sekar; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Utami, Desyawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43068

Abstract

Makanan dan minuman adalah kebutuhan utama yang berpotensi terkontaminasi bakteri pathogen. Perilaku penjamah makanan dalam menerapkan usulan higiene dan sanitasi makanan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas makanan. Salah satu faktor yang menyebabkan penularan penyakit dan keracunan makanan adalah konsumsi makanan dan minuman yang tidak memenuhi standar kebersihan. Oleh karena itu, hygiene dan sanitasi sangat penting untuk diterapkan terutama pada Usaha kafe atau rumah makan. bertujuan untuk meneliti lebih jauh tentang bagaimana penerapan hygiene dan sanitasi makanan dan minuman di Kafe X . Metode yang digunakan yaitu kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan data sekunder dan data primer dengan metode checklist, wawancara, observasi, dan telaah dokumen. Analisis data menggunakan analisis naratif dan informan dalam penelitian ini pemilik kafe, karyawan kafe, serta pelanggan regular. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan telaah standar Permenkes no.1096 tahun 2011, diperoleh bahwa Standar yang ditetapkan oleh Permenkes No. 1096 Tahun 2011 sudah diterapkan pada area kafe dan bangunan umum, serta pengelolaan makanan, namun pada Penyimpanan peralatan, Penerapan personal hygiene dan fasilitas sanitasi, belum sepenuhnya memenuhi standar Permenkes No.1096 Tahun 2011. Berdasarkan hasil evaluasi akhir, 3 komponen seperti penyimpanan makanan, personal hygiene dan fasilitas sanitasi belum sesuai dengan standar peraturan. Sehingga, perlunya peningkatan pemahaman pemilik dan karyawan mengenai Penerapan hygiene sanitasi makanan sesuai standar di coffeshop x.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN APD PADA TEKNISI DI GEDUNG X JAKARTA TAHUN 2024 Alifia, Amanda Deani; Putri, Eka Cempaka
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.41381

Abstract

Satu tahun terakhir, dilaporkan delapan kasus near miss dan cedera di departemen engineering yang menyebabkan kehilangan hari kerja. Hal ini berkaitan dengan penggunaan alat pelindung diri (APD). Dari hasil studi awal, ditemukan tujuh pekerja memahami kewajiban menggunakan APD saat bekerja, mereka mengungkapkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan APD belum dilakukan dengan baik. Enam pekerja menyatakan tidak ada teguran bagi pekerja yang tidak mematuhi aturan penggunaan APD, sementara lima pekerja menyatakan bahwa teguran dari HSE hanya bersifat lisan dan tidak tegas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan pengawasan terhadap perilaku penggunaan APD pada teknisi di Gedung X Jakarta pada tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi penelitian adalah teknisi di Gedung X. Sampel terdiri dari 37 orang yang dipilih menggunakan metode Non-Probability Sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi kepada sampel. Untuk mengetahui distribusi frekuensi masing-masing variabel, dilakukan analisis data univariat, bivariat, dan validitas. Analisis bivariat menunjukkan bahwa variabel pengetahuan memiliki nilai p-value = 0.000 (<0.05), dan variabel pengawasan memiliki nilai p-value = 0.000 (<0.05). Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan pengawasan terhadap perilaku penggunaan APD pada teknisi di Gedung X Jakarta Tahun 2024. Disarankan HSE secara rutin melakukan sosialisasi SOP APD kepada teknisi dan meningkatkan pengawasan dalam penggunaan APD.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD) DI PT.X TAHUN 2024 Fauzan, Miftah; Putri, Eka Cempaka; Irfandi, Ahmad; Sangadji, Namira Wadjir
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42820

Abstract

Berdasarkan data hasil observasi yang dilakukan di PT.X tahun 2024 terhadap 20 orang pekerja lapangan, didapati hasil bahwa sebanyak 60% pekerja bekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD), 50% pekerja menyatakan bahwa area kerjanya terasa panas, 85% pekerja menyatakan tidak terdapat penghargaan dari perusahaan terhadap pekerja yang menggunakan APD, 70% pekerja menyatakan bahwa pengawasan yang dilakukan HSE terhadap pekerja yang bekerja tidak ketat. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Di PT.X tahun 2024. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan observasi dengan variabel penelitian perilaku penggunaan alat pelindung diri, penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan dan suhu ekstrem sebagai data primer. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi pada penelitian ini berjumlah 112 pekerja. Teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Desember 2024. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat. Penelitian menunjukkan bahwa 85 pekerja (75,9%) tidak menggunakan alat pelindung diri. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan antara penghargaan dan sanksi (p-value 0,001), kepemimpinan (p-value 0,010), pengawasan (p-value 0,014), dan suhu ekstrem (p-value 0,000) dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri. Dari hasil penelitian ini didapati variabel penghargaan dan sanksi, kepemimpinan, pengawasan, dan suhu ekstrem merupakan faktor yang berhubungan dengan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan PT.X tahun 2024. Perusahaan hendaknya memberi perhatian lebih pada keempat faktor tersebut diatas guna meningkatkan perilaku penggunaan alat pelindung diri pada pekerja lapangan di PT.X tahun 2024.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELUHAN LOW BACK PAIN PADA PEKERJA UMKM MAKANAN AYAM GORENG XY DI KECAMATAN CIBINONG KABUPATEN BOGOR TAHUN 2024 Denik, Denik; Putri, Eka Cempaka; Muda, Cut Alia Keumala; Heryana, Ade
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.42927

Abstract

Berdasarkan hasil wawancara dan data kuesioner menggunakan metode Nordic Body Map yang dilakukan di UMKM Makanan Ayam Goreng XY terhadap 5 pekerja, didapati sebanyak 100% pekerja mengalami rasa nyeri di pinggang dan bokong, 80% mengeluhkan nyeri di leher bagian atas, 60% pekerja mengalami nyeri di bahu kiri maupun kanan dan 40% mengalami nyeri betis. Tujuan: mengidentifikasi berbagai faktor yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada UMKM di bidang makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor pada tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan melalui data primer yang diperoleh dari hasil kuesioner dan pengamatan, dengan variabel penelitian meliputi keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi dan masa kerja. Pengumpulan informasi dilakukan dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan observasi. Variabel yang diteliti mencakup keluhan LBP, usia, kebiasaan merokok, durasi kerja, dan masa bekerja. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan desain studi cross sectional menerapkan uji statistik chi-square. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Penelitian menunjukan bahwa sebanyak 23 pekerja (57,5%) tidak berisiko mengalami keluhan LBP. Hasil analisis statistik menggunakan chi square menunjukkan terdapat keterkaitan antara usia dan keluhan LBP dengan nilai p sebesar 0,001, serta antara kebiasaan merokok dan keluhan LBP dengan p-value 0,026, dan juga antara lama bekerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,026. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan LBP dengan p-value 0,264. Menurut hasil penelitian, ditemukan bahwa usia, kebiasaan merokok, dan lama bekerja adalah faktor-faktor yang berpengaruh terhadap keluhan LBP pada pekerja UMKM makanan ayam goreng XY di Kecamatan Cibinong tahun 2024. Pemilik UMKM hendaknya dapat lebih memperhatikan ketiga faktor tersebut, guna meningkatkan produktivitas pekerja UMKM makanan ayam goreng XY.
Demographic, Lifestyle, Job Factor for Mental Disorders: Descriptive Study among Port Logistic Terminal Employees at Tanjung Priok Putri, Eka Cempaka; Situngkir, Decy; Sumartanto, Mukhlas
The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Vol. 14 No. 1 (2025): The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijosh.v14i1.2025.67-78

Abstract

Introduction: The results of work stress research in the port industry show work stress at the port has the strongest relationship with the mental workload, followed by role ambiguity and interpersonal conflict. However, in the port industry with hot, noisy working conditions, unclear age limits for workers, workers with various backgrounds triggering conflict, long working hours triggering not only stress, but anxiety and depression in workers, results in high absenteeism and hypertension cases in port workers. The aim of this research is see how demographic factors, lifestyle, and job factors contribute to the incidence of mental disorders problems in the port logistic industry. Methods: We carried out descriptive analysis for demographic aspects, lifestyle, and work factors with each component of mental disorders, namely stress, anxiety and depression. Design study for this research is cross-sectional. DASS 42 was an instrument for dependent variable. Data analysis was conducted with the Chi-square test to see the strength of the relationship between the two variables. The sample in this study was 201 with total sampling method. Result: Research results show that demographic factors do not have a strong relationship with mental disorders; lifestyle factors are the factors that have the strongest relationship with mental disorders, namely routine exercise and sleep duration. Work factors do not have a strong relationship with mental disorders at Port Logistic Terminal at Tanjung Priok. Conclusion: Regular exercise and sleeping more than 7 hours can reduce the frequency of mental disorders. Companies can focus on providing their employees with sports facilities and education regarding regular exercise and sleeping more than 7 hours.
GAMBARAN IKLIM KESELAMATAN MENGGUNAKAN METODE NOSACQ – 50 DI PT X TAHUN 2025 Putri, Adinda Aura; Putri, Eka Cempaka; Handayani, Putri; Irfandi, Ahmad
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.49258

Abstract

Iklim keselamatan kerja dipahami sebagai pandangan kolektif para pekerja terhadap kebijakan, prosedur, dan praktik keselamatan yang diterapkan dalam lingkungan kerja. Dalam penelitian ini, pengukuran iklim keselamatan dilakukan menggunakan instrumen NOSACQ-50. Tujuan dari studi ini adalah untuk menggambarkan kondisi iklim keselamatan kerja di PT. X pada tahun 2025. Penelitian dilaksanakan selama periode April hingga Agustus 2025 dengan melibatkan 209 responden. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dan data diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi komitmen dan kemampuan manajemen memperoleh nilai 3,08 (kategori cukup baik), pemberdayaan manajemen sebesar 3,02 (cukup baik), keadilan manajemen 2,99 (cukup rendah), komitmen pekerja terhadap keselamatan 3,11 (cukup baik), prioritas keselamatan dan ketidaktoleransian terhadap bahaya 2,87 (cukup rendah), pembelajaran, komunikasi, dan kepercayaan 3,01 (cukup baik), serta kepercayaan terhadap efektivitas sistem keselamatan kerja 3,15 (cukup baik). Berdasarkan temuan tersebut, peneliti merekomendasikan agar pihak manajemen terus menyampaikan komitmennya terhadap keselamatan kerja kepada para pekerja melalui forum-forum seperti safety talk dan safety meeting..
Studi Deskriptif Depresi, Kecemasan, dan Stres Pada Pekerja Bagian Finishing PT.X Tahun 2025 Ferdinand Adinata; Mugi Wahidin; Mayumi Nitami; Decy Situngkir; Eka Cempaka Putri; Desyawati Utami
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 9 (2025): Menulis - September
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i9.646

Abstract

Depresi, kecemasan, dan stres kerja menjadi permasalahan pada pekerja dengan konsekuensi terhadap kondisi psikologis, fisik, maupun kinerja. Permasalahan tersebut tidak hanya berdampak pada individu dalam bentuk penurunan motivasi dan produktivitas, tetapi juga berimplikasi pada kerugian perusahaan secara keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental di lingkungan kerja perlu mendapatkan perhatian serius agar pekerja mampu mencapai keseimbangan, baik dalam melaksanakan tugas maupun menjaga kualitas hidupnya. PT.X merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur yang memproduksi casting dan finish. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan depresi, kecemasan dan stres pada pekerja bagian finishing di PT.X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross sectional deskriptif. Jumlah sampel sebanyak 75 orang, dengan teknik total sampling, yaitu keseluruhan pekerja bagian finishing. Variabel yang diteliti adalah depresi, kecemasan, dan stres pada pekerja. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner DASS-21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sebanyak 47 orang (62,7%) mengalami depresi dengan tingkat keparahan normal, 33 orang (44%) mengalami kecemasan dengan tingkat keparahan berat dan sebanyak 40 orang (53,3%) mengalami stres dengan kategori berat.
Penyuluhan Bahaya Kebakaran, Komponen APAR dan Penggunaan APAR di SD As Syafiq Putri, Eka Cempaka; Situngkir, Decy Situngkir; Millah, Izzatu Millah; Sitanggang, Ansadilla Niar Sitanggang
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 3 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/aaa8s314

Abstract

Fires are disasters that can occur in industries, public facilities, and schools. Fires in schools are an aspect that is often overlooked for assessment, prevention, and control. This service method was carried out through activities to socialize the dangers of fire, the components of fire extinguishers, and the use of fire extinguishers to 8 teachers and 21 students. As a form of evaluation, a pretest and post-test were conducted for this activity. The results of the post-test and pre-test evaluations showed a significant difference in scores before and after the socialization activities were conducted. The analysis of each question revealed that the highest percentage of correct answers was related to the danger of electricity as a cause of fires, while the question about the steps for using an APAR received the lowest percentage of correct answers. The community service activities went well, and both teachers and students understood the outreach activities that had been conducted. It is necessary to conduct regular outreach activities on the use of fire extinguishers and open flames, establish safe muster points, and carry out evacuation simulation activities in the next community service activities.
Hubungan Pengawasan & Pengetahuan terhadap Perilaku Penggunaan Alat Pelindung Diri PT. Kajima Indonesia PCG Central Java Industrial Project Tahun 2025 Ayu Widyani; Eka Cempaka Putri; Cut Alia Keumala Muda; Desyawati Utami
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5543

Abstract

Work accidents in the construction sector are often triggered by workers' risky behavior in using personal protective equipment (PPE). This research aims to determine the relationship between knowledge and supervision and the behavior of using PPE in construction workers. The research method uses a quantitative approach with a cross sectional design. The number of respondents was 50 workers selected through total sampling. Data was collected using questionnaires and observations, then analyzed using the Chi-Square test. The research results showed that there was a significant relationship between knowledge and PPE use behavior (p < 0.05) and between supervision and PPE use behavior (p < 0.05). Workers with low knowledge tend to be undisciplined in the use of PPE. Consistent supervision contributes to increased worker discipline. This research confirms that knowledge and supervision influence the behavior of using PPE. Companies need to improve their PPE provision and storage mechanisms, increase the effectiveness of supervision, develop risk-based work procedures according to the type of work, involve senior workers, and enforce administrative sanctions to curb risky behavior and prevent workplace accidents.