Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Filsafat Pendidikan sebagai Fondasi Transformasi Kesehatan Pauzi, Iswari; Sarjan, Muhammad; Muliadi, Agus; Azizi, Asrorul; Hamidi, Hamidi; Yamin, Muhammad; Muttaqin, Muh. Zaini Hasanul; Ardiansyah, Bakhtiar; Rahmatiah, Rindu; Sudirman, Sudirman; Rasyidi, Mulia; Khery, Yusran
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 2 No. 4 (2022): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.002 KB) | DOI: 10.36312/bjkb.v2i4.122

Abstract

The purpose of educational philosophy is to inspire how to organize an ideal learning process. Educational theory aims to generate ideas about educational policies and principles based on educational philosophy. Philosophy of education is a philosophical  that studies the nature of implementation and tries to answer questions about educational policy, human resources, curriculum and learning theory and other aspects of education that start with questions about what, why and how, which is the main basis of philosophy. In facing the era of globalization and digitalization, the Ministry of Health has made policies to implement Health Transformation, including; Transformation of human resources by establishing new study programs, transformation of health service facilities and infrastructure, transformation of health services and transformation of new communicable diseases. From the results of this study, philosophy has an important role in supporting the transformation of health.
Aliran Filsafat Post-Positivisme dalam Pembelajaran IPA di Indonesia: Tantangan dalam Pencapaian Kompetensi Sikap Spiritual Muttaqin, Muh. Zaini Hasanul; Sarjan, Muhammad; Rokhmat, Joni; Azizi, Asrorul; Rasyidi, Mulia
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 2 No. 4 (2022): October
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.553 KB) | DOI: 10.36312/bjkb.v2i4.123

Abstract

This article aims to examine the flow of post-positivism philosophy in science learning in Indonesia as one of the challenges in achieving the competence of students' spiritual attitudes. The positivism paradigm holds that true knowledge must come or be based on experience, and that human reason is a requirement to consider whether experience is right or wrong according to the rules of logic and mathematical calculations, so that aspects of metaphysics that are not based on real experience are considered unclear and meaningless. The emergence of post-positivism is expected to provide a more meaningful understanding of scientific truth by shifting the concept of noumenon to phenomenon. The results show that: 1) The post-positivism paradigm is a school that wants to improve the weaknesses of positivism, which only relies on the ability to directly observe the object being observed, 2) In the learning process, core competencies for the attitude domain are not taught, but are integrated and developed. when learning aspects of knowledge and skills are carried out, 3) The practice of education in Indonesia, especially science learning, places spiritual attitude competence as a competence that is set aside which has an impact on the violation of spiritual values ​​by students, 4) The current condition of education in Indonesia cannot be separated from the dominant influence of post-positivism which suppresses the portion for aspects that are metaphysical, including spiritual aspects.
Pengembangan Bahan Ajar Keanekaragaman Hayati Berbasis Lingkungan Pantai Dengan Pendekatan Ilmiah Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Usman, Usman; Azizi, Asrorul; Hasanul Muttaqin, Muh. Zaini
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 6 No. 4 (2025): November
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v6i4.1468

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) Mengembangkan Bahan ajar biologi pada materi keanekaragaman hayati berupa, handout, LKS dan penilaian; 2) Mengujicobakan perangakat pembelajaran berbasis lingkungan pantai, handout keanekaragaman hayati berbasis lingkungan pantai, LKS berbasis lingkungan pantai pada proses pembelajaran yang dibatasi keanekaragaman tingkat gen, spesies, dan ekosistem. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan model pengembangan 4-D (four D model) yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, and Semmel (1974), terdiri dari empat tahap pengembangan yaitu pendefinisian (define), perancangan (design), pengembanngan (Develop), dan penyebaran (disseminate). Pada penelitian ini hanya dilakukan sampai tahap develop dengan melakukan uji coba produk perangkat pembelajaran pada sekolah uji coba. Hasil validasi handout menunjukkan bahwa handout memiliki kualifikasi sangat layak sehingga tidak perlu direvisi. Hasil validassi LKS menunjukkan bahwa LKS memiliki kualifikasi layak seingga tidak perlu direvisi. Quantitative developmental testing dilakukan pada kelas X Madrasah Aliyah untuk mengetahui keefektifan bahan ajar keanekaragaman hayati yang telah dikembangkan dengan pendekatan ilmiah berbasis lingkungan pantai dengan menggunakan gain score. Nilai gain score pada materi keanekaragaman hayati sebesar 0,64 dengan kategori sedang. Hasil belajar siswa pada materi keanekaragaman hayati juga mengalami penigkatan sebesar 40,86 dari rentang nilai 100, keterampilan pengamatan mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 79,80 dari rentang nilai 100, keterampilan komunikasi mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 87,10 dari rentang nilai 100, keterampilan proyek mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 84,34 dari rentang nilai 100, dan sikap ilmiah juga mengalami peningkatan dengan rata-rata skor sebesar 83,60 dari rentang nilai 100
Pendampingan pembuatan media pembelajaran IPA terintegrasi lingkungan bagi guru IPA di SMPN 1 Jerowaru Khaerus Syahidi; Kholida Ismatulloh; Yosi Nur Kholisho; Asrorul Azizi; Mulia Rasyidi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27707

Abstract

Abstrak Berdasarkan hasil observasi di sekolah mitra yaitu SMPN 1 Jerowaru, terlihat bahwa keadaan laboratorium belum memadai dimana alat dan bahan praktikum masih sangat kurang. Guru-guru IPA tidak melakukan inovasi dan kreasi untuk mengatasi kekurangan tersebut. Selain itu, kegiatan praktikum jarang dilakukan termasuk dalam memanfaatkan lingkungan sekitar. Guru IPA cenderung melakukan pembelajaran dengan teori dan monoton hanya di dalam kelas. Oleh karena itu, pengusul bersama mitra bekerja sama dalam mengatasi masalah tersebut melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Program PkM ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan guru dalam merancang dan mengembangkan media pembelajaran dengan bahan bekas yang berada di lingkungan sekitar. Metode yang digunakan dalam pencapaian tujuan tersebut adalah penyelenggaraan inservice berupa pelatihan dan pendampingan. Pelatihan yang dilaksanakan adalah latihan teknik-teknik merancang media pembelajaran terintegrasi lingkungan (bahan bekas). Hasil media yang dikembangkan ada enam yaitu kincir air, jangka sorong, elektroskop sederhana, alat destilasi, dan sistem peredaran darah. Kata kunci: media pembelajaran; lingkungan; konsep IPA Abstract Based on the results of observations at the partner school, namely SMPN 1 Jerowaru, it can be seen that the condition of the laboratory is inadequate where the tools and materials for practicum are still very lacking. Science teachers do not innovate and create to overcome these shortcomings. In addition, practicum activities are rarely carried out including in utilizing the surrounding environment. Science teachers tend to carry out learning with theory and monotonously only in the classroom. Therefore, the proposer and partners work together to overcome this problem through the Community Service (PKM) program. This PkM program aims to improve teacher skills in designing and developing learning media with used materials in the surrounding environment. The method used in achieving these goals is the implementation of inservice in the form of training and mentoring. The training carried out is training in techniques for designing integrated learning media for the environment (used materials). The results of the media developed are six, namely water wheels, vernier calipers, simple electroscopes, distillation tools, and blood circulation systems. Keywords: learning media; environment; science concept
PENDIDIKAN IPA BERVISI SETS DALAM FILSAFAT MULTIDIMENSI Mulia Rasyidi; Muhammad Sarjan; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Hamidi Hamidi; Iswari Fauzi; Muhammad Yamin; Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Bakhtiar Ardiansyah; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Al Yazidiy Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2022): Al Yazidiy : Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : LP3M KH Yazid Karimullah Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ay.v4i2.32

Abstract

Pengetahuan yang dimiliki seseorang pada dasarnya berupa konsep-konsep. Konsep-konsep ini diproleh individu sebagai hasil berinteraksi dengan lingkungan. Dengan konsep-konsep dapat disusun suatu prinsip, yang dapat digunakan sebagai landasan dalam berpikir. Asy’ari (2006) menyatakan bahwa pembelajaran IPA pada hakikatnya mencakup beberapa aspek yaitu faktual, keseimbangan antara proses dan produk, aktif melakukan investigasi, bepikir deduktif dan induktif, pengembangan sikap, oleh karena itu IPA merupakan ilmu empirik yang membahas tentang fakta dan gejala alam maka dalam pembelajarannya harus faktual, artinya tidak hanya secara verbal sebagaimana terjadi pada pembelajaran secara tradisional.
Etika Lingkungan dalam Pembelajaran IPA Berbasis Ekowisata Muh. Zaini Hasanul Muttaqin; Muhammad Sarjan; Joni Rokhmat; Agus Muliadi; Asrorul Azizi; Bachtiar Ardiansyah; Hamidi Hamidi; Iswari Pauzi; Muhammad Yamin; Mulia Rasyidi; Rindu Rahmatiah; Sudirman Sudirman; Yusran Khery
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 2 No. 3 (2022): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v2i3.296

Abstract

This article aims to examine the concept of environmental ethics in ecotourism-based science learning. In conventional education, the educational process only focuses on knowledge (cognitive) while the attitude aspect only gets a very small portion. Environmental ethics in ecotourism-based science learning is expected to integrate various science concepts and contextual science learning objectives with the ecotourism concept, so that the formation of environmental care characters in students and the implementation of ESD can be realized optimally. This research uses literature study method. The data used in this study were sourced from scientific articles (national and international, science textbooks (SD, SMP and SMK), reference books, and literature reviews related to the concepts studied. Based on the above reviews, it can be concluded that the concept of environmental ethics that mostly presented in science learning materials at all levels of primary and secondary education dominated by anthropocentrism theory, while the concept of ecotourism is mostly presented at the vocational level with the Tourism Expertise Program.
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Filsafat dalam Pengembangan Potensi Lokal untuk Pembelajaran Masa Depan Asrorul Azizi
Lambda: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA dan Aplikasinya Vol. 2 No. 3 (2022): Lambda
Publisher : Lembaga Bale Literasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/lambda.v2i3.298

Abstract

Humans are creatures who have the ability to continue to think and naturally always improve their knowledge. Human nature is naturally full of curiosity, so humans are always looking for answers to their curiosity. Science or science is born from curiosity about phenomena that occur in the natural environment, so that to fulfill their curiosity, humans seek answers through knowledge, and through knowledge will lead to satisfaction so that science/science is increasingly developing and giving birth to new branches of science again. The knowledge obtained comes from the potential around so that it should be considered in science learning so that the concept remains in accordance with the needs of students. Science / science does not speak of knowledge alone, but emphasizes knowledge and truth. Learning with the right concept of science is an effort made so that humans gain a complete understanding. This study aims to determine the role of educational philosophy in the development of science based on local wisdom. The natural wealth around gives birth to local wisdom that is unique and is a potential in the development of science. Science / science in which the study of the natural surroundings uses scientific steps, scientific thinking, and uses scientific frameworks. Philosophy is used to answer science/science problems for humans. This study examines the importance of a person to develop science/science based on local potential as a means of developing science/science learning to instill other concepts such as to students so that they can be more aware of maintaining local wisdom around them.
MENGANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VIII SMP NW LINGKUNG KECAMATAN KOPANG PADA PERCOBAAN PERPINDAHAN KALOR DI MATA PELAJARAN IPA TERPADU Mediawati; Asrorul Azizi
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/jpipas.v1i1.12

Abstract

Hasil analisis data hasil lembar observasi menunjukkan bahwa dari 13 orang siswa, satu orang siswa mendapat nilai persentase 90%, satu orang mendapat nilai  85%, tiga orang mendapat 82,5%, tiga orang mendapat 80%, dua orang mendapat nilai 77,5%, dua orang mendapat nilai 72,5% dan satu orang mendapat nilai 70%. Sedangkan nilai rata-rata perolehannya adalah 79,4. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kritis yang dimiliki siswa pada pembelajaran IPA terpadu melalui metode praktikum. penelitian ini dilakukan di SMP NW Lingkung Kecamatan Kopang pada kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2022-2023. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa di kelas VIII yang berjumlah 13 orang, kemudian dibagi menjadi 3 kelompok dengan masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 orang siswa laki-laki dan perempuan. Dari data hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas VIII SMP NW Lingkung memiliki tingkat keterampilan berpikir kritis yang tinggi
PENERAPAN METODE BELAJAR PRAKTIKUM PADA MATERI PENCEMARAN LINGKUNGAN UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWAKELAS VII MADRASAH TSANAWIYAH DA’WATUL KHAER Eva Monika; Ermila Mahariyanti; Asrorul Azizi
JPIPAS (Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains) Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan IPA dan Ilmu Sains
Publisher : Rinjani Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64088/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi pencemaran lingkungan, dengan menerapkan metode belajar praktikum. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer Kumbak Luah. Data dikumpulkan melalui wawancara bersama guru mata pelajaran IPA Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer. Pada siklus I hasil belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer Kelas VII yakni, nilai rata-rata 68,6 dengan presentase 45,4% atau dari 33 siswa terdapat 15 siswa yang tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Namun pada siklus I ini siswa belum tuntas belajar dan belum mencapai target yang direncanakan yaitu 80% siswa tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Sehingga dilanjutkan dengan tindakan pada siklus II, hasil belajar siswa pada siklus II menunjukkan nilai rata-rata 78,0 dengan presentase 81,8% atau dari 33 siswa terdapat 27 siswa yang tuntas belajar dengan nilai diatas KKM. Maka dapat disimpulkan bahwa pada siklus II ini siswa Kelas VII Madrasah Tsanawiyah Da’watul Khaer sudah tuntas belajar, dengan nilai diatas Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM
PELATIHAN BUDIDAYA LEBAH TRIGONA BAGI MASYARAKAT DESA KEBUN TATAR, LOMBOK TIMUR Alpi Zaidah; Fena Prayunisa; Usman; Irwansah; Ermila Mahariyanti; Mulia Rasyidi; Muh Zaini Hasanul Muttaqin; Asrorul Azizi; Mizan Hadi
BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): BEGAWE: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juli 2026
Publisher : Lembaga Berugak Baca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62667/begawe.v4i2.378

Abstract

Budidaya lebah trigona merupakan salah satu alternatif usaha berbasis potensi lokal yang memiliki prospek ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan melalui peningkatan aktivitas penyerbukan tanaman. Desa Kebun Tatar, Kabupaten Lombok Timur memiliki potensi sumber daya alam yang mendukung pengembangan budidaya lebah trigona, namun pemanfaatannya belum optimal karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan masyarakat mengenai teknik budidaya yang baik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan budidaya lebah trigona kepada masyarakat Desa Kebun Tatar, Kabupaten Lombok Timur. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui penyuluhan, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi keterampilan peserta selama praktik dan angket respons peserta terhadap pelaksanaan pelatihan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta mampu mengenali karakteristik lebah trigona (100%), sedangkan kemampuan peserta dalam memahami fungsi dan penempatan stup serta penyediaan tanaman sumber pakan mencapai 90%. Kemampuan peserta dalam melakukan pemeliharaan koloni dan memahami teknik pemanenan madu mencapai 80% dengan kategori baik. Hasil angket respons peserta menunjukkan rata-rata persentase sebesar 92,4% dengan kategori sangat baik, yang menunjukkan bahwa materi, metode, dan praktik pelatihan dapat diterima dengan baik oleh peserta. Dengan demikian, pelatihan budidaya lebah trigona memberikan pengalaman pembelajaran dan praktik kepada masyarakat dalam menerapkan teknik dasar budidaya lebah trigona sebagai alternatif usaha produktif berbasis potensi lokal.
Co-Authors A. Wahab Jufri A. Wahab Jufri AA Sukarso Agus Muliadi Agus Muliadi Agus Muliadi Alpan Ahmadi Alpi Zaidah Alpi Zaidah Alpi Zaidah, Alpi Alpiana Hidayatulloh Ardiansyah, Bakhtiar Ariansani, Yunita Arianti, Dina Aswari Almahera Bachtiar Ardiansyah Bachtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Bakhtiar Ardiansyah Elfrida Ratnawati Ermila Mahariyanti Eva Monika Fena Prayunisa Fena Prayunisa Fitriani, Esi Gazali, Munawir Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hamidi Hardani, H Hastiarna, Ria Hidayatulloh, Alpiana Irwansah Irwansah Irwansah Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Fauzi Iswari Pauzi Joni Rokhmat Joni Rokhmat Joni Rokhmat Khaerus Syahidi Kholida Ismatulloh Kholisho, Yosi Nur M. Ridwan Habibi M. Sarjan M. Sarjan, M. M. Yadi Saputra Mahariyanti, Ermila Maridi Maridi Maridi Maridi Mediawati Mizan Hadi Muh Zaini Hasanul Muttaqin Muh. Zaini Hasanul Muttaqin Muh. Zaini Hasnul Muttaqin Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Muhammad Sarjan Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhammad Yamin Muhsinun Mulia Rasyidi Mulia Rasyidi MULIA RASYIDI Mulia Rasyidi Mulia Rasyidi Munawir Gazali Pusaka, Semerdanta Rahmatiah, Rindu Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Rindu Rahmatiah Siska Novia Vazlin Suciati Makmur Sudarisman Suciati Makmur Sudarisman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sudirman Sukarso, Aa Sumardiana Sumardiana Sumardiana, Sumardiana Tsamarul Hizbi, Tsamarul Usman Usman Usman Yunita Ariansani Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery Yusran Khery, Yusran