Claim Missing Document
Check
Articles

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENGOLAH DATA MELALUI PELATIHAN PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI BAGI PERANGKAT DESA Basuki Basuki; yoto yoto; djoko kustono; Riana Nurmalasasi
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v1i22020p81-89

Abstract

Abstrak. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah merambah hampir seluruh penjuru dunia, termasuk di pelosok desa ditanah air. Namun pemanfaatan teknologi informasi tersebut dirasa belum maksimal di pedesaan. Desa Bangoan adalah Desa yang terletak di Kecamatan Kedungwaru, berjarak sekitar 8 km dari pusat Kabupaten Tulungagung. Desa Bangoan memiliki 3 Dusun, 10 Rukun warga dan 59 Rukun Tetangga dengan jumlah penduduk desa per 31 Agustus 2019 berjumlah 10.596 jiwa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara tanggal 26 Agustus 2019 dengan Sekretaris Desa dan Kepala Urusan pmbangunan, beliau menyatakan bahwa di desa tersebut hanya 2 orang dari 15 orang perangkat desa yang mampu mengoperasikan komputer, itupun hanya sebatas membuat surat dan mengolah data sederhana, belum memanfaatkan teknologi komputer untuk mengelola data dan arsip desa secara maksimal.Dalam rangka membantu penerapan dan pemanfaatan teknologi di wilayah Desa Bangoan, Tim Satgas Universitas Negeri Malang melakukan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan komputer bagi perangkat Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung.Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan yang signifikan bagi para peserta pelatihan setelah mengikuti pelatihan komputer yang diselenggarakan oleh Tim Satgas. Para peserta pasca mengikuti pelatihan mampu mengoperasikan komputer untuk mengolah, menyimpan, dan mengirim data untuk keperluan pelayanan publik.Kata Kunci:  pelatihan, keterampilan komputer, perangkat desa
INTERNSHIP FOR PROFESIONAL CAREER: LEARNING FROM VOCATIONAL HIGH SCHOOL 1 KADEMANGAN BLITAR EAST JAVA Kalim Mustofa; Muhammad Aris Ichwanto; Moh. Khoerul Anwar; Dai Weifen; Asryan Ani; Setyanto Putro; Yoto; Widiyanti
MANAGERIA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam FITK UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/manageria.2021.62-09

Abstract

Internship is a stage of education in Vocational High Schools that trains students to adapt to the business world and practice the competencies they learn in school directly in the industrial world. But unfortunately, not all vocational students who take part in internship programs in the industrial world can be well received. This study wants to look more deeply into how strategic management empowers Vocational High Schools in preparing students for the internship. This research uses mixed methods, more specifically the Embedded Design. Samples were taken randomly as many as 61 teachers and 353 students using the random sampling technique. Through SPACE Matrix analysis, it is known that the appropriate strategy in developing schools is to support an aggressive approach, namely by implementing the SO (Strategy to use power to reach opportunity) strategy. So it can be explained that the profile of Vocational High School 1 Kademangan is stable and can continue to prepare internship students with plans to take advantage of existing opportunities to improve the quality of education.
Implementation of Work Based Learning on Welding Engineering Expertise Competency in The Manufacturing Industry Achmad Romadin; Didik Nuhadi; Yoto Yoto
Journal of Vocational Education Studies Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/joves.v5i1.5674

Abstract

Vocational High School is an institution that produces labor. However, the problem is that it is actually the highest contributor to unemployment in working-age population value. One of the breakthroughs to anticipate this is by implementing innovative learning. Work Based Learning is a job-oriented learning in industry. This research used qualitative research. The focus of this research is the implementation of Work Based Learning based on the alignment of existing learning in schools with industry, which is arranged in an industrial class implemented curriculum. From the results of the research, there are 3 implementations of Work Based Learning which are integrated with each other including learning in the school environment, in the society, and in the industrial environment. The evaluation of Work Based Learning was carried out by means of daily test assessment, mid-test assessment, final test assessment, skill competency test and open examination of industrial work practice report
PENINGKATAN HASIL PRODUKSI GERABAH MELALUI PENERAPAN MESIN HAMMER MILL BAGI WARGA DESA PAGELARAN KEC. PAGELARAN KAB. MALANG Yoto Yoto Yoto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p62-66

Abstract

Abstrak: Desa pagelaran merupakan sebuah desa yang terdapat di kecamatan pagelaran Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Masyarakat desa pagelaran merupakan penghasil gerabah seperti vas bunga, cobek, kendi, dll. Hasil kerajinan gerabah masyarakar pagelaran banyak dijual ke wilayah Pasuruan termasuk Kalimantan, Bali dan Lumajang. Permasalahan yang timbul dalam lingkungan lapas antara lain: 1) Bagaimana cara peningkatan hasil produksi gerabah masyarakat desa Pagelaran kabupaten Malang dengan pengolahan limbah gerabah?, 2) Bagaimana meningkatkan kualitas hasil produksi gerabah yang dapat bersaing di pasar lokal, 3) Bagaimana proses produksi gerabah di desa Pagelaran yang memiliki standart sehingga kualitas dan kuantitas tetap terjaga. Solusi permasalahan yang dihadapi mitra antara lain: 1) Penerapan inovasi teknologi mesin hummer mill yang dapat mengolah limbah gerabah, 2)Pembuatan SOP proses produksi gerabah yang sesuai standart. Hasil dari kegiatan PKM ini dimana mitra sudah secara efektif mengelolah limbah gerabah yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan gerabah. Proses pengolahan limbah gerabah dengan menggunakan mesin hummer mill bisa mencapai kurang lebih 500 kg per 15 menit. Dengan pemanfaatan mesin ini diharapkan.Kata Kunci: Gerabah, Hummer Mill, PKM
PENGEMBANGAN WAHANA SHORT DISTANCE RAFTING INSTAGRAMABLE UNTUK MENINGKATKAN POTENSI WISATA BEDENGAN riana nurmalasari; marsono marsono; yoto yoto; agus suyetno
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p21-26

Abstract

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terus dikembangkan di Indonesia.  Tanpa terkecuali pengembangan pariwisata berbasis potensi daerah. Salah satu daerah yang masih terus dikembangkan potensi wisatanya yaitu Desa Selorejo yang terletak di Dau Kabupaten Malang. Pada Desa Selorejo terdapat kawasan wisata yaitu Bedengan. Sejak awal pembukaan kawasan Bedengan belum banyak adanya pengembangan dalam sektor sarana dan prasarana penunjang. Padahal jika dikembangkan dan dikelola dengan baik, maka sangat dimungkinkan dapat menarik minat wisatawan dari berbagai penjuru negeri. Adapun potensi yang bisa dikembangkan di kawasan Bedengan salah satunya yaitu dengan pembangunan short distance rafting. Berdasarkan hasil pengembangan potensi kawasan wisata Bedengan dengan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting diketahui bahwa terdapat peningkatan jumlah pengunjung pasca pembangunan. Salah satu faktor yang menjadi pemicu peningkatan pengunjung, terutama pengunjung keluarga yang membawa serta anak-anak yaitu tersedianya fasilitas bermain air pada aliran sungai di Bedengan. Salah satu fasilitas yang dibangun di Bedengan yaitu berupa short distance rafting. Jika sebelumnya mayoritas pengunjung adalah orang dewasa dengan tujuan camping, dengan adanya fasilitas bermain air berupa short distance rafting, jenis pengunjung menjadi semakin beragam. Adapun rentang usia pengunjung Bedengan pasca pembangunan short distance rafting yaitu 4 hingga 60 tahun. Pasalnya, aliran sungai di Bedengan yang belum dimanfaatkan secara maksimal, dapat lebih menarik minat pengunjung dengan adanya short distance rafting. Berdasarkan informasi dari pengelola diketahui bahwa tingkat jumlah pengunjung meningkat hingga 35 persen pasca pembangunan fasilitas sarana dan prasarana berupa short distance rafting. Pasalnya peningkatan jumlah pengunjung ini akan jauh lebih besar jika tidak ada pandemi Covid-19. Kondisi selama pandemi menyebabkan banyak pengunjung dari luar kota tidak dapat berlibur dan berkunjung ke kawasan wisata Bedengan untuk menikmati fasilitas short distance rafting.
PELATIHAN IMPLEMENTASI ROBOTIKA MANUFAKTUR UNTUK PENGUATAN KEMAMPUAN OTOMASI INDUSTRI 4.0 ALUMNI JURUSAN TEKNIK MESIN marsono marsono; riana nurmalasari; yoto yoto
Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi (JP2T) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um080v3i12022p8-13

Abstract

Robotika menjadi bagian penting dalam kemajuan teknologi dan peradaban dunia. Perkembangan teknologi robotika yang kian pesat telah terjadi di semua  bidang kehidupan, mulai dari bidang manufaktur, industri, kesehatan, pendidikan bahkan di bidang militer. Dari perkembangan robot di industry tersebut, alumni jurusan Teknik mesin sangat urgen untuk segera mendapatkan pengetahuan ataupun kemampuan tambahan sehingga tidak ketinggalan perkembangan otomasi manufaktur terutama dalam bidang penggunaan robot manufaktur di industri. Permasalahan yang mendasar pada alumni jurusan Teknik mesin terkait dengan pengetahuan robotika yaitu belum semuanya paham terkait aplikasi pemrograman robot untuk pengerjaan produk manufaktur. Selain itu, alumni Teknik mesin masih kebingungan bagaimana mereka meningkatkan skills mereka tentang pemrograman robotika dimana banyak industri sekarang sudah menggunakan ataupun menempatkan robot pada alur industri. Oleh karenanya diperlukan pelatihan implementasi robotika manufaktur. Hasil yang dicapai pada pelaksanaan pelatihan robotika bagi para alumni adalah mampu memberikan pengetahuan dan keterampilan terkait robotika guna dimanfaatkan di dunia industri maupun di SMK tempat para alumni bekerja. Hasil pemahaman peserta pelatihan robotika dianalisis secara terpisah dan juga menyeluruh. Adapun materi yang disampaikan dalam pelatihan robotika ini yaitu konsep dasar robotika, teknik desain robot, sistem kendali robot, kinematika robot, teknik pemrograman robot dengan arduino, konsep humanoid robot di dunia industri, program arm robot, dan cara menjalankan program.
Design and Programming of 5 Axis Manipulator Robot with GrblGru Open Source Software on Preparing Vocational Students’ Robotic Skills Marsono Marsono; Yoto Yoto; Agus Suyetno; Riana Nurmalasari
Journal of Robotics and Control (JRC) Vol 2, No 6 (2021): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jrc.26134

Abstract

The rapid development of technology at the end of this decade, the industrial world is changing the human resources they have using the help of robot technology. The use of a robot was chosen because of the accuracy and precision that it can do in doing the job. In addition, robotic technology requires only one programming to do many things. Thus, there are many advantages for companies by using robotic technology in their production processes. This research aims to designing and building arm robot prototype to teach the robotics programming language. The result of this research is an arm robot prototype with Arduino Mega 2560 based programming. In addition, the robot movement programming uses the open source GrblGru software Grbl based. The GrblGru used for interpreting G-code and to convert pulse and direction information to control the stepper motor. This research concludes that there are 5 importance steps on develop the arm robot prototype, 1. Analyze; 2. Design; 3. Develop; 4. Evaluate; and 5. Implementation. With the GrblGru software the movements of arm robot prototype can work on simulation mode and control mode, there for students easier to study robotics programming language.
The Strategy to Implement Work-Based Learning through Field Work Practices in Vocational High Schools (Multiple Case Studies in Malang Regency and Blitar City) Defris Hanindya; Yoto Yoto; Amat Nyoto
Journal of Vocational Education Studies Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/joves.v4i2.4792

Abstract

This study aims to identify and describe the strategy for implementing work-based learning through fieldwork practices in vocational high schools which include (1) WBL-FWP implementation strategy planning; (2) WBL-FWP implementation strategy; (3) Evaluation of the WBL-FWP implementation strategy; (4) Supporting and inhibiting factors for WBL-FWP Implementation, and (5) Impact on WBL-FWP implementation. This study uses a qualitative approach and the type of research is Multi Cases, the research was conducted at VHS Turen and VHS Islam 1 Blitar. Sources of data were obtained from the principal, vice-principal for public relations, the Chair of the WBL-FWP Working Group, the WBL-FWP Supervisor, and the WBL-FWP Instructor.  Collecting data using free and in-depth interviews, study documentation, and observation. The findings show that: (1) WBL-FWP implementation strategy planning is carried out by MoU with linear industry, WBL-FWP supporting industrial practice equipment, and student preparation with WBL-FWP program socialization and debriefing; (2) The WBL-FWP implementation strategy is carried out structurally, the WBL-FWP is implemented for 6 months and there is a pick-up after students complete the WBL-FWP; (3) Evaluation of the WBL-FWP implementation strategy includes the assessment of industrial work results and the assessment of supervisors; (4) The supporting and implementing factors of WBL-FWP are the enthusiasm and full support of all school residents and the limitations of the industry as the location of WBL-FWP, the presence of students to improve products, teachers gain experience and apply learning in schools, and students gain competence in industry; (5) The impact of the existence of WBL-FWP is that the name of VHS will be better known, and students will also gain knowledge outside and know more about how to communicate, socialize with those around them.
The Strategy to Implement Work-Based Learning through Field Work Practices in Vocational High Schools (Multiple Case Studies in Malang Regency and Blitar City) Defris Hanindya; Yoto Yoto; Amat Nyoto
Journal of Vocational Education Studies Vol. 4 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/joves.v4i2.4792

Abstract

This study aims to identify and describe the strategy for implementing work-based learning through fieldwork practices in vocational high schools which include (1) WBL-FWP implementation strategy planning; (2) WBL-FWP implementation strategy; (3) Evaluation of the WBL-FWP implementation strategy; (4) Supporting and inhibiting factors for WBL-FWP Implementation, and (5) Impact on WBL-FWP implementation. This study uses a qualitative approach and the type of research is Multi Cases, the research was conducted at VHS Turen and VHS Islam 1 Blitar. Sources of data were obtained from the principal, vice-principal for public relations, the Chair of the WBL-FWP Working Group, the WBL-FWP Supervisor, and the WBL-FWP Instructor.  Collecting data using free and in-depth interviews, study documentation, and observation. The findings show that: (1) WBL-FWP implementation strategy planning is carried out by MoU with linear industry, WBL-FWP supporting industrial practice equipment, and student preparation with WBL-FWP program socialization and debriefing; (2) The WBL-FWP implementation strategy is carried out structurally, the WBL-FWP is implemented for 6 months and there is a pick-up after students complete the WBL-FWP; (3) Evaluation of the WBL-FWP implementation strategy includes the assessment of industrial work results and the assessment of supervisors; (4) The supporting and implementing factors of WBL-FWP are the enthusiasm and full support of all school residents and the limitations of the industry as the location of WBL-FWP, the presence of students to improve products, teachers gain experience and apply learning in schools, and students gain competence in industry; (5) The impact of the existence of WBL-FWP is that the name of VHS will be better known, and students will also gain knowledge outside and know more about how to communicate, socialize with those around them.
Evaluasi CIPP Teaching Factory untuk Pengembangan dan Penjaminan Mutu Peserta Didik yoto yoto; Abdul Qolik; Marsono Marsono
Jurnal Teknik Mesin dan Pembelajaran Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um054v4i2p91-96

Abstract

Abstrak: Penerapan teaching factory yang mengaitkan dunia pendidikan vokasi dengan dunia industri menimbulkan terjadinya proses check and balances pada proses pendidikan di SMK sehingga adanya keselarasan (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja. Program pemerintah tersebut juga mengikuti pola pembelajaran abad 21 yang mengedepankan inovasi dan realisasi penciptaan ide-ide baru. Pada dasarnya pembelajan teaching factory dapat berjalan lancar apabila tiap SMK selalu melakukan kegiatan evaluasi guna meningkatkan dan selalu memperbaiki suatu program sehingga hasilnya maksimal serta dapat mencapai tujuan program. Salah satu model evaluasi yaitu CIPP. Tujuan penelitian ini yaitu mengeksplorasi evaluasi CIPP teaching factory untuk pengembangan dan penjaminan mutu peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu literatur review. Melalui paper ini lembaga institusi dapat menggunakannya untuk pengembangan dan penjaminan mutu peserta didik Kata kunci:. Evaluasi, CIPP, Peserta Didik  
Co-Authors Abdul Qolik Achmad Romadin Afifudin Afifudin Agus Suyetno Ahmad Munawwirul Furqonul Khulidi Ahmad Wildan Alfanny Kuswanda Alma, Lucky Radita Andika Bagus Nur Rahma Putra, Andika Bagus Nur Rahma Arini Dina Yasmin Aris Defiana Asryan Ani Ayu Permata Sari Basuki Basuki Bayu Aji Seto Nugroho Boby Hartawan Chufadatul Chusna Dai Weifen Dani Kristian Defris Hanindya Defris Hanindya Edwiyan Pradana Dian Julianto Wahyudi Didik Nuhadi Didik Nurhadi Didin Zakariya Lubis Djoko Kustono Effendi, Muhammad Idris Elisa Setyawati Erika Marety Megasari Ernis Hidayati Erwin Komara Mindarta Fadliyanti Firdausia Fahru Riza Gunawan, Fikri I'zas Heru Wahyu Herwanto Jihan Jannata Abdullah Kalim Mustofa Ken Aulia Azizi M Kintan Desinta Krisnita Dwi Jayanti Marji Marji Marsono Marsono Mawangi, Puteri Ardista Nursisda Mega Pramudya Wardani Moh. Khoerul Anwar Muhammad Aris Ichwanto Muhammad Idris Effendi Muhammad Idris Effendi Muhammad Idris Effendi Muladi Mustiko Wiyono Widodo Novita Dwi Anggraeni Nunung Nurjanah Nurnaningsih Herya Ulfah, Nurnaningsih Herya Nurul Hidayati Paryono Paryono Purnomo, Purnomo Putri Ardista Nursisda Mawangi Putri Ardista Nursisda Mawangi Putrinda Inayatul Maula Rama Adi Setiawan Redyarsa Dharma Bintara Riana Nurmalasari Riana Nurmalasasi Setyanto Putro Silmy Marintan Sinta Dewi Novitasari Solichin Solichin Sri Sumiati Tantri Kusuma Dewi Taufik Ikhsan Slamet Thoifatu Sholihah Tuwoso Tuwoso Umi Kholifah Wahyu Sakti Gunawan Irianto Widiyanti Wihardana Jannati Windra Irdianto Wulandari, Gita Yanik Agus Setyaningsih Zustina Zustina