Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Authoritative Parenting and School Support As Predictors Of Preschoolers’ Social Efficacy Sulistyorini Sulistyorini; Ahmad Samawi; Sri Wahyuni
Aulad: Journal on Early Childhood Vol. 8 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/aulad.v8i3.1346

Abstract

Social efficacy in early childhood plays a crucial role in developing successful social relationships and emotional growth; however, it often does not develop optimally. This study aims to analyze the influence of authoritative parenting and school social support on children’s social efficacy in kindergartens throughout Diwek District, Jombang Regency. The study employed a quantitative approach with an ex post facto design. The sample consisted of 328 parents selected using the cluster proportional random sampling technique. The research instruments were validated through Pearson validity tests and Cronbach’s Alpha reliability tests (α = 0.974). Data were analyzed using SPSS version 26 through t-tests, F-tests, and multiple linear regression analyses. The findings revealed that authoritative parenting and school social support had a significant effect on children’s social efficacy. These results emphasize the importance of collaboration between families and schools in fostering social efficacy among early childhood learners.
Strategi Program Sekolah Orang Tua Hebat dalam Menumbuhkan Pola Asuh Positif dan Literasi Budaya-Kewargaan Anak Usia Dini Atik Yuliana; Ahmad Samawi; Sri Wahyuni
Efektor Vol 12 No 2 (2025): Efektor Vol.12 No.2 Tahun 2025
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/e.v12i2.26961

Abstract

This study aims to examine the implementation strategy of the Great Parents Program in fostering positive parenting patterns and its contribution to the cultural literacy of early childhood at the Kasih Bunda Playgroup, Sambirejo Village, Madiun Regency. The study employs a qualitative descriptive approach with a case study design, involving eight program participants, facilitators, institution managers, and students as research subjects. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed using the interactive model by Miles, Huberman, and Saldana, which includes data condensation, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate that the program equips parents with effective communication skills, consistent discipline practices, and appreciation for children, which encourages a shift toward more democratic and supportive parenting styles. The program also proved to instill cultural and civic values through the introduction of national symbols, folk tales, traditional games, and the practice of mutual cooperation, which were internalized in family activities. The research findings confirm that parenting programs can serve as a strategic tool in integrating positive parenting with cultural and civic literacy, while also strengthening the character and identity of young children.
Efektivitas E-modul Berbasis Problem Based Learning dalam Keterampilan Berpikir Kritis Materi Bangun Datar Tanti Ratna Wulandari; Sri Wahyuni; Suparti Suparti
Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 12, No 2 (2024): Kalam Cendekia: Jurnal Ilmiah Kependidikan
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jkc.v12i2.87482

Abstract

Penggunaan e-modul berbasis problem based learning menjadi salah satu jawaban dalam menghadapi tantangan digital dan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan one group posttest only design yang menguji efektivitas e-modul berbasis PBL dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis materi bangun datar pada siswa kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas IVA (25 siswa) dan IVB (22 siswa) SDN Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tes dan angket respon pengguna yang kemudian dianalaisis dengan one sample t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis problem based learning efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Siswa dan guru menilai bahwa e-modul berbasis problem based learning praktis dan cukup efektif karena memiliki fitur-fitur digital yang mendorong sikap belajar positif bagi penggunanya.
Lesson Study as a Strategy to Improve Mathematics Learning Based on the Learning Styles and Levels of Understanding of Middle School Students Imam Rofiki; Puguh Darmawan; Slamet Slamet; Sri Wahyuni; Syekha Vivi Alaiya; Mutiara Sani
JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 9, No. 2: November 2025
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/kontinu.9.2.319-349

Abstract

Mathematics learning must consider students’ diverse needs to achieve optimal outcomes, including differences in learning styles, levels of understanding, and learning difficulties. Applying Bloom’s Taxonomy helps teachers design more effective strategies, yet many still neglect thorough planning, treating it as a yearly routine. To overcome this, teacher collaboration is essential. This study aimed to facilitate a lesson study involving mathematics teachers from the Mathematics Teachers’ Association (MGMPS) in Banyuwangi, junior high school students, pre-service teachers, and mathematics education lecturers. Using a descriptive qualitative approach, the research was conducted at a junior high school in Banyuwangi. The research used qualitative analysis with observations, reflections, and triangulation to align teaching strategies with students’ learning styles and understanding levels. The findings show that lesson study effectively enhances mathematics learning by accommodating students’ learning diversity. Through the stages of planning, observation, and reflection, teachers developed more responsive and differentiated lessons. Moreover, lesson study promoted professional growth among teachers through collaboration and reflective practice. Overall, lesson study provides a sustainable and adaptive approach to fostering inclusive and high-quality mathematics learning.  Keywords: Lesson study, learning style, mathematics learning
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Berbahan Limbah Rumah Tangga Bagi Pendidik PAUD Terintegrasi Posyandu Ellyn Sugeng Desyanty; Sri Wahyuni; Wuri Astutik; Rezka Arina Rahma
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p32-39

Abstract

Permasalahan yang muncul pada pendidik Pos PAUD salah satunya adalah kompetensi dalam mengembangkan Alat Permainan Edukatif dengan memanfaatkan bahan yang ada disekitarnya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pendidik Pos PAUD yang difokuskan pada kemampuan dan keterampilan pendidik dalam merancang dan membuat alat permainan edukatif berbasis kecerdasan majemuk untuk pembelajaran anak usia dini dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang layak pakai. Pengembangan alat permaianan edukatif (APE) dengan memanfaatkan limbah rumah tangga yang layak pakai akan dapat meminimalkan biaya yang harus dikeluarkan oleh lembaga pendidikan dalam penyelenggaraan pembelajaran anak usia dini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa materi sesuai dengan kebutuhan belajar para peserta pelatihan dan hasil akhir pelatihan sesuai dengan yang diharapkan, hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan selama proses pelatihan berlangsung.
Pemberdayaan Anak Jalanan dalam Pengembangan Kewirausahaan Binaan Pondok Pesantren Sabilul Hikmah Malang Zulkarnain Zulkarnain; Endang Sri Redjeki; Kukuh Miroso Raharjo; Sri Wahyuni
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v3i12020p59-68

Abstract

Anak jalanan merupakan sekumpulan anak yang menghabiskan masa kecil dan remaja mereka dengan menjual koran, mengamen, ataupun hanya sekedar meminta belas kasihan orang yang ditemui demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Kesulitan ekonomi membuat mereka tidak sempat mengenyam bangku pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. Melalui program pemberdayaan dan pembinaan entrepreneur, anak jalanan diberikan pengetahuan dan keterampilan untuk dapat melihat berbagai peluang usaha di sekitarnya, serta kreatif dalam memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Hasil kegiatan ini meliputi: mengidentifikasi target kelompok sasaran, penggalian masalah kelompok sasaran, koordinasi tema kegiatan pengabdian masyarakat, persiapan pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi kegiatan yang dilaksanakan. Oleh karena itu kegiatan pengabdian pemberdayaan komunitas anak jalanan melalui pelatihan berbasis pada pengembangan kewirausahaan sangatlah penting agar mereka dapat mengembangkan potensi diri dalam berwirasuaha dan kreatif dalam memanfaatkan segala sesuatu yang ada di sekitarnya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Harapan dengan adanya pengabdian pelatihan ini, pihak perguruan tinggi dan Lembaga Pembina Anak Jalanan senantiasa melakukan pendampingan kepada anak jalanan dalam memberikan life skill dalam mengembangkan potensi kewirausahaan dan dan memperluas jaringan pemasaran produk dengan bergabung melalui mitra UMKM Kota Malang.
Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pedagogi Pengawas Lembaga TA/RA di Lingkungan Kementerian Agama Endang Sri Redjeki; Sri Wahyuni; Ellyn Sugeng Desyanty
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v4i12021p33-37

Abstract

Terdapat beragam perbedaan antara pengewas di lingkungan kemenag dan kemdikbud. Pengawas pada Kemendikbud, biasanya hanya membina setingkat TK dan membina Paud/TK non formal. Sementara itu pengawas di Kemenag mengawas bisa lebih dari satu sekolah. Hasil pemetaan sementara, tingkat kualifikasi pengawas di lingkungan Kemenag, terdapat 5 persen yang sudah menyelesaikan studi di Pascasarjana, dan 70 persen dari jumlah tenaga pengawas telah berusia diatas 55 tahun. Dengan kondisi tersebut, dapat dipastikan bahwa beratnya beban tugas dan fungsi melakukan pengawasan tidak dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi ini akan lebih berat ketika para pengawas kurang up date kompetensi sehingga akan cenderung menurunkan kompetensi dan berimplikasi pada ketercapaian mutu lembaga pendidikan. Pengawas di kabupaten malang sangat memerlukan pengetahuan tentang pentingya konsep pedagogi agar dapat menerapkan mulai dari yang dasar hingga ke yang kompleks, selain itu pengawas RA/TA di lingkungan Kemenag Kabupaten Malang juga memerlukan suatu terobosan melalui perkembangan teknologi saat ini, yaitu dengan menggunakan penyimpanan data melalui media online yaitu Google Drive tanpa harus mengandalkan flasdisk yang sifatnya masih online. Hal itu guna mengikuti perkembangan agar mampu bersaing dalam dunia global.
193PENINGKATAN KOMPETENSI PENGASUH MELALUI PELATIHAN PENGASUHAN RAMAH ANAK PADA TAMAN PENITIPAN ANAK Sri Wahyuni; Ellyn Sugeng Desyanty; Endang Sri Redjeki
Abdimas Pedagogi: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um050v1i22018p193-204

Abstract

Melalui pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengasuhan dari para pengasuh TPA, khususnya yang berada di Kota Malang. Kegiatan pelatihan dilakukan dalam bentuk in-on training , yaitu peserta pelatihan tidak hanya diwajibkan mengikuti pemaparan teori, namun juga diberi kesempatan untuk melakukan praktik pengasuhan ramah anak di lembaganya. Pemaparan teori tentang pengasuhan ramah anak disajikan dalam waktu sehari pada tanggal 27 Oktober 2016, kemudian dilanjutkan dengan praktek terbimbing selama 2 minggu tepatnya tanggal 2-15 Nopember 2016 yang dibimbing oleh kepala TPA. Peserta pelatihan berjumlah 45 orang berasal dari 15 lembaga TPA. Setiap lembaga diwakili 3 orang, terdiri dari 2 orang pengasuh dan seorang kepala lembaga.
Unpacking the Learning Paradigm: Transforming Teacher Skills thru the Integration of Canva Microlearning for Enjoyable Classroom Management Reni Agustiningsih; Imron Arifin; Sri Wahyuni; Yudhit Dian Putra
Journal of Practice Learning and Educational Development Vol. 6 No. 2 (2026): Journal of Practice Learning and Educational Development (JPLED) in Press
Publisher : Global Action and Education for Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58737/jpled.v6i2.1058

Abstract

This research aims to reveal the transformation of Early Childhood Education (ECE) teachers' skills thru the integration of Canva-based microlearning in enjoyable classroom management. The phenomenon under study stems from the still limited ability of early childhood education (ECE) teachers to pedagogically utilize digital technology to create structured learning that aligns with the characteristics of young children. This research uses a qualitative approach with a case study design. The research participants consist of early childhood education teachers who actively use Canva in their teaching activities. Data were collected thru semi-structured interviews, participatory observations, and learning documentation, then analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model. The research results show several main themes, namely changes in how teachers interpret enjoyable learning, improvements in teachers' ability to manage children's attention and focus thru microlearning, enhancements in lesson planning skills, and increased learning interactions in the classroom. These findings indicate that Canva-based microlearning functions not only as a visual medium but also as a pedagogical tool in managing early childhood education (PAUD) classrooms. This research has implications for strengthening the theory of enjoyable learning and provides practical recommendations for the development of technology-based competencies for PAUD teachers.
Parental Presence and Meaning-Making in Hybrid Informal Learning for Children with Intellectual Disabilities Sopingi Sopingi; Supriyono Supriyono; Sri Wahyuni
UNIK (Jurnal Ilmiah Pendidikan Luar Biasa) Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/unik.v11i2.39309

Abstract

This study examines how parents of children with intellectual disabilities construct meaning and enact their roles within informal hybrid learning ecosystems, moving beyond deficit-oriented perspectives that portray them merely as vulnerable caregivers. Using a qualitative approach grounded in Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), in-depth semi-structured interviews were conducted with 9 (nine) parents of children with mild to moderate intellectual disabilities in Malang Raya, Indonesia. The analysis identifies a transformative process in which parents shift from initial confusion and self-blame toward reflective pedagogical awareness. Over time, they reconstruct their identities as active learning facilitators who intentionally design home, community, and digital spaces as interconnected learning environments. Their practices are shaped by three interrelated dimensions of meaning: existential (orientation toward the child’s future independence), relational (dialogue and emotional closeness), and moral (commitment to character formation). These dimensions guide how parents structure daily routines, manage interactions, and utilize digital resources to foster autonomy and social development. The study concludes that parental agency in informal hybrid ecosystems is experiential, relational, and meaning-driven, and that strengthening inclusive education requires systemic support, equitable digital access, and responsive school–family partnerships that recognize parents as ecological learning designers