Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Literasi Politik Melalui pendidikan Demokrasi Partisipatif Dalam Masyarakat Gampong Bahagia, Bahagia; Fadhil, Fadhil; Khalisni, Khalisni; Sari, Novita; Faraidiany, Maghfira; Munawarah, Munawarah
MEUSEURAYA - Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (Desember 2025)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47498/meuseuraya.v4i2.5894

Abstract

The problem that occurs in the process in Lamreudeup Dalam Village is the lack of women's involvement in politics, such as candidates for village heads as political positions from women who are promoted to village heads or Keuchik. Meanwhile, the village that will be led until 2025 is still led by a Keuchik, with details of 1 Keuchik, 1 Serdes, 4 Hamlet Heads and 4 heads of affairs. The purpose of community service in I Political Literacy Through Participatory Democracy Education based on Village Community, which was carried out in Lamreudeup Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency, Aceh Province was carried out on Tuesday, June 3, 2025, in Lamreudeup Village. The stages of the process of implementing activities carried out in Lamreudeup Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency with a Qualitative approach such as documents with descriptive Qualitative directly they felt happy that the activities carried out went well and in accordance with what was expected by the people of Lamreudeup Village, Baitussalam District, Aceh Besar Regency
Analisis Kebijakan Penerapan Syariat Islam di Aceh Bahagia, Bahagia; Hasan, Effendi; Fazri, Anhar; Sari, Novita
JISRev: Journal of Islamic Studies Review Vol. 2 No. 1 (2026): JISRev: Journal of Islamic Studies Review
Publisher : LaKaspia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69548/jisrev.2.1.70

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran kebijakan pemerintah dalam pelaksanaan Syariat Islam di Aceh, Indonesia. Sebagai satu-satunya provinsi yang memiliki otonomi khusus untuk menerapkan Syariat Islam secara formal, Aceh menjadi kasus yang unik dalam memahami interaksi antara kerangka hukum, kepentingan politik, dan implementasi kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun regulasi telah tersedia secara komprehensif, pelaksanaan Syariat Islam belum berjalan secara optimal di seluruh 23 kabupaten/kota. Salah satu tantangan utama adalah ketidakkonsistenan dalam penegakan sanksi terhadap pelanggaran, yang berimplikasi pada melemahnya kredibilitas sistem hukum. Penelitian ini juga menemukan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama yang menghambat efektivitas implementasi. Tanpa dukungan pendanaan yang memadai, kapasitas kelembagaan, mekanisme penegakan hukum, serta program sosialisasi kepada masyarakat menjadi terbatas. Selain itu, keberhasilan pelaksanaan Syariat Islam tidak hanya bergantung pada regulasi formal, tetapi juga pada keterlibatan aktif berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, ulama, akademisi, dan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan komitmen kebijakan melalui alokasi anggaran yang memadai, koordinasi kelembagaan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi sangat penting. Kerangka kebijakan yang lebih terintegrasi dan didukung secara optimal diperlukan agar pelaksanaan Syariat Islam di Aceh dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan serta memenuhi aspirasi masyarakat. Penelitian ini berkontribusi pada diskursus tata kelola berbasis Islam dengan menekankan pentingnya efektivitas kebijakan, alokasi sumber daya, dan keterlibatan multipihak.