Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Fungsi Controlling dan Evaluasi Kepala Sekolah Terhadap Kinerja Guru di SMPN 1 Lembar Lombok Barat Saryati Saryati; Abdul Sakban
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 2 (2020): September 2020
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v8i2.2980

Abstract

Abstrak: Kepala sekolah memiliki dua fungsi pokok yaitu sebagai controlling dan evaluasi terhadap kinerja guru, siswa dan mutu sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi controlling dan evaluasi kepala sekolah terhadap kinerja Guru di SMPN 1 Lembar Lombok Barat. Penelitian merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitiannya adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan Guru kelas SMPN I Lembar Lombok Barat. Metode pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dan disajikan kembali atau direduksi data kemudian ditarik kesimpulannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa fungsi controlling kepala sekolah yaitu melakukan pengawasan terhadap kedisplinan waktu, mengawasi guru yang sering absen sekolah, mengecek perangkat pemebelajaran, melihat cara guru membangun komunikasi dalam lingkungan sekolah, baik itu sesama guru maupun dengan siswa sarana dan prasarana sekolah. Karena dengan adanya sarana yang memadai mampu  menunjang keberhasilan dalam melakukan pembelajaran. Untuk mengevaluasi kinerja guru, peran kepala sekolah mengacu pada prinsip evaluasi yaitu  menilai kemampuan guru dalam menerapkan semua kompetensi dan keterampilan yang diperlukan pada proses pembelajaran, pembimbingan, atau pelaksanaan tugas tambahan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah. Jadi kepala sekolah memiliki tugas untuk menilai kinerja baik buruknya bawahannya dan memiliki peran penting untuk meningkatkan mutu sekolah dengan mengevaluasi secara berkala.Abstract:  The principal has two main functions, namely controlling and evaluating the performance of teachers, students and school quality. The purpose of this study was to determine the controlling and evaluation functions of school principals on teacher performance in SMPN 1 Lembar West Lombok. This research is a qualitative research. The research subjects were the principal, vice principal, and class teachers of SMPN I Lembar West Lombok Data collection methods used observation, interviews, and documentation. The data obtained is then analyzed and restated or the data is reduced and conclusions are drawn. The results of this study indicate that the controlling function of the principal is to supervise time discipline, supervise teachers who are often absent from school, check learning devices, see how teachers build communication in the school environment, both with fellow teachers and with students of school facilities and infrastructure. Because with adequate facilities capable of supporting success in learning. To evaluate teacher performance, the role of the principal refers to the principle of evaluation, which is to assess the ability of teachers to apply all competencies and skills required in the learning process, mentoring, or the implementation of additional tasks relevant to the school / madrasah function. So the principal has a duty to assess the good and bad performance of his subordinates and has an important role in improving the quality of the school by evaluating it regularly.
Pembelajaran Literasi Civic Education untuk Menanamkan Nilai Moral Siswa Wayan Resmini; Abdul Sakban; Fitriyani Fitriyani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 8, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.672 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v8i1.1791

Abstract

Gejala kemerosotan moral terdiri atas meluasnya kasus penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas, kriminalitas, kekerasan dan aneka perilaku kurang terpuji lainnya. Sisi lain, akhlak terpuji, sifat ramah, tenggang rasa, rendah hati, suka menolong, solidaritas sosial yang merupakan jati diri bangsa Indonesia seolah-olah kurang begitu melekat secara kuat dalam diri mereka sehingga rusaklah nilai moral mereka. Metode penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data yakni observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, dengan tahapan reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran literasi civic education untuk menanamkan nilai moral siswa sangat membutuhkan pendidikan kewarganegaraan sebagai mata pelajaran membentuk karakter kepribadian, social, dan kognitif. Pembentukan kepribadian moral tercantum dalam materi pembelajaran yang ditanamkan kepada siswa secara kontekstual. Implementasi materi pembelajaran literasi civic education untuk menanamkan nilai moral adalah dengan memberikan materi pembelajaran nilai-nilai karakter kebangsaan, aneka budaya bangsa, identitas nasional, dan hak dan kewajiban warganegara. Sedangkan untuk kegiatan di luar akademik peserta didik dapat memberikan kegiatan berupa pembinaan melalui penyuluhan, kajian islam, sosialisasi, pembinaan melalui kegiatan kesiswaan berupa KSR, Pramuka, Tapak Suci dan olah raga. Karena pembentukan nilai moral dibentukan oleh karakter kepribadian.The symptoms of moral deterioration consist of widespread cases of drug abuse, free association, criminality, violence, and various other less praiseworthy behaviors. On the other side, the moral was praised, the nature of the friendly, considerate, humble, helpful, social solidarity that is the identity of the Indonesian nation as if less so firmly inherent in them so that the moral value is damaged. The method of research is qualitative research with a descriptive approach. Data collection methods are observations, interviews, and documentation. Qualitative data analysis is done interactively and continuously until complete, with the data reduction phase, data presentation, and conclusion. The results showed that civic education literacy studies to instill the moral value of students desperately needed citizenship education as subjects to form personality, social, and cognitive characters. The formation of noble personalities was listed in the learning materials that students are contextually implanted. The implementation of civic education literacy learning materials to impart moral value is to provide material learning values of national character, diversity of the nation, national identity, and rights and obligations of citizenship. As for activities outside the academic, students can provide exercise in the form of coaching through counseling, Islamic studies, socialization, coaching through the events of the students in the way of KSR, Scout, the temple, and sports because the formation of moral values is formed by personality traits.
Penerapan Model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Pertama Abdul Sakban; Wahyudin Wahyudin
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1: Maret 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (646.96 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v0i0.924

Abstract

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan terkadang dianggap sebagai mata pelajaran yang membosankan dan tidak menarik oleh siswa. Hal ini terjadi karena di karenakan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar guru hanya menggunakan metode klasik dan guru yang tidak dapat menyesuaikan kondisi siswa dengan materi pembelajaran yang selalu dinamis. Untuk itu, diperlukan alternatif model pembelajaran yang diterapkan untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang memungkinkan belajar secara optimal adalah menggunakan cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Cooperative Learning Tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar pendidikan pancasila dan kewarganegaraan sekolah menengah pertama. Metode penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil analisis menunjukan bahwa hasil uji t diperoleh thitung =3,523. Hasil uji t tersebut kemudian di konsultasikan pada ttabel. Dengan taraf signifikan 5% dan db = 24 diperoleh ttabel =1,998 karena thitung ≥ ttabel maka hipotesis di terima dengan demikian terdapat pengaruh penerapan model cooperative learning tipe Numbered Head Together (NHT) terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Pertama. Jadi semakin tinggi menggunakan variasi model pembelajaran semakin tinggi pula dampak hasil belajar siswa. Pancasila and Citizenship Education is sometimes considered a dull and uninteresting subject by students. The happens because the implementation of teaching and learning activities teachers only use classical methods and teachers who cannot adjust the conditions of students with learning materials that are always dynamic. For this reason, we need an alternative learning model that is applied to improve student learning outcomes that enable optimal learning is to use cooperative learning Type Numbered Head Together (NHT). The purpose of the study was to determine the effect of the application of Cooperative Learning models Type Numbered Head Together (NHT) on the learning outcomes of Pancasila education and junior high school citizenship. The research method uses quantitative research with an experimental approach. The research sample amounted to 57 students, the technique of collecting data used observation, tests, and documentation. Data analysis method uses the t-test formula. The results of the analysis show that the results of the t-test were obtained t = 3.523. The results of the t-test are then consulted on the table. With a significant level of 5% and db = 24 derived t table = 1.998 because t-count label t-table then the hypothesis is accepted thus there is an effect of applying the cooperative learning model Numbered Head Together (NHT) to the learning outcomes of Junior High School Pancasila and Citizenship Education. So the higher the variety of learning models using the more senior the impact of student learning outcomes.
ANALISIS KORELASI KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN KINERJA GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LABUAPI KABUPATEN LOMBOK BARAT Candra Candra; Abdul Sakban
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.182 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i2.45

Abstract

Peran pemimpin dalam suatu organisasi sangat penting, mengingat semua kebijakan berada pada pimpinan itu sendiri. Sekolah SMAN 1 Labuapi merupakan salatu sekolah yang memiliki tingkat prestasi kerja guru dan siswa sangat baik, terutama siswa kelas XI IPA yang memiliki motivasi belajar yang cukup tinggi, sementara kinerja guru dapat dilihat pada tingkat kedisplinan dan minat serta semangat guru membina siswa, baik dalam kelas maupun kegiatan ekstrakurikulir, hal tersebut terjadi karena pola kepemimpinan kepala sekolah yang baik. Berdasarkan hal tersebut peneliti tetarik untuk melakukan penelitian tentang analisis korelasi kepemimpinan kepala sekolah dan kinerja guru terhadap motivasi belajar siswa. Jenis penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan expost-fakto, sementara tehnik pengumpulan data yaitu menggunakan angket dan dokumentasi dan sumber data diperoleh dari data primer. Instrumen yang digunakan diuji tingkat validitas dan reliabilitas dengan mengunakan rumus product moment dengan KR 20, data diuji tingkat kenormalan sebelum dianalisis. Analisis data menggunakan rumus spearman rank. Hasil penelitian menunjukan bahwa hubungan variabel kepemimpina kepala sekolah  dengan motivasi belajar siswa memiliki harga koefisen korelasi rho hitung sebesar 0, 074 dan rho tabel 0,475, dan hubungan variabel kinerja guru dengan motivasi belajar siswa sebesar 0,078 dan harga rho tabel 0,475, sedangkan kepemimpina kepala sekolah dengan kinerja guru diperoleh harga rho hitung sebesar 0,784 dan harga rho tabel 0,475. Sehingga untuk hipotesis pertama dapat dikatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa, dan kinerja guru tidak memiliki hubungan positif dengan motivasi belajar siswa, sedangkan kepemimpinan kepala sekolah memiliki hubungan yang positif dengan kinerja guru
Tindakan Bullying di Media Sosial dan Pencegahannya Abdul Sakban; Sahrul Sahrul; Andi Kasmawati; Heri Tahir
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 2, No 3 (2018): JISIP : Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan
Publisher : Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.698 KB) | DOI: 10.36312/jisip.v2i3.564

Abstract

Tindakan bullying dapat dilakukan melalui media seperti pesan text, gambar video, panggilan telepon, e-mail, chat room, Instant Messaging (IM), Situs Media Sosial, dan website. Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah untuk menjelaskan tindakan bullying di media social dan pencegahan. Hasil studi menunjukkan bahwa etika berinternet, peran orang tua harus lebih intensif mengawasi perkembangan anaknya terhadap pengaruh media internet, aparat sipil kepolisian rutin melakukan kampanye “anti bullying” (stop bully) di sekolah, kampus/instansi dan masyarakat, dan melibatkan organisasi social untuk mengawasi peredaran kejahatan cyberbullying. Cara mencegah dan mengurangi berbagai tindakan bullying di media sosial dapat memaksimalkan sikap etika berinternet, peningkatan peran orang tua lebih intensif, pihak kepolisian rutin melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan anti bullying, dan organisasi social. Dalam melakukan represif polisi terhadap kejahatan tindakan bullying, harus berawal pada titik paling awal dalam penyelidikan ditentukan apa tujuan utama investigasi dilakukan oleh pelaku terhadap korban.
HUBUNGAN ANTARA POLA KOMUNIKASI ORANG TUA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMAN 1 LABUAPI LOMBOK BARAT Candra Candra; Abdul Sakban
JUPE : Jurnal Pendidikan Mandala Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.299 KB) | DOI: 10.36312/jupe.v2i2.212

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu faktor penting  untuk terjadinya interaksi kedua belah pihak atau lebih, namun komunikasi juga terlihat lebih menarik ketika memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak, dampak positif tersebut tergantung bagaimana pola komunikasi yang dibangun oleh para komunakan. Pola komunikasi orang tua dalam lingkungan keluarga akan mempengaruhi keadaan keluarga itu sendiri, misalnya terjadinya motivasi belajar anak tergantung bagaimana orang tua membangun pola komunikasi dengan anak tersebut atau yang disebut oleh mudjiono terdapat faktor eksternal ikut terlibat dalam motivasi belajar anak. Sehingga peneliti tertarik untuk meneli peran pola komunikasi orang tua terhadap motivasi belajar anak di SMAN 1 Labuapi dengan tujuan untuk mengetahui Hubungan antara Pola Komunikasi Orang Tua dengan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 1 Labuapi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif dengan pendekatan expost-fakto, penlitian ini adalah penelitian populasi dengan tehnik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi, jenis data yang dikumpulkan adalah kuantitatif dan sumber data primer. Sementara instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas untuk mengetahui tingkat konsistensi instrumen tersebut serta uji normalitas untuk peryaratan analisis. Analisis data menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian diperoleh harga r hitung sebesar 0.336 dan r tabel 0,497 pada taraf kesalahan 5 %, artinya r hitung lebih kecil dari r tabel. Maka hasil uji hipotesis menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara pola komunikasi orang tua dengan motivasi belajar siswa. Sehingga hal tersebut dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar siswa kelas XI IPA di SMAN 1 Labupai tidak terpengaruh oleh faktor eksternal, salah satunya pola komunikasi orang tua, akan tetapi lebih kepada faktor eksternal yang lain seperti kemampuan siswa bergaul, berkomunikasi serta sikap siswa itu sendiri yang berada diluar lingkungan keluarga dan faktor internal siswa itu sendiri
PELATIHAN GURU PKN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI DESA BARABALI KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Abdul Sakban; Yunan Yunan; Kamaluddin Kamaluddin; Komang Sundara
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1: October 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v2i1.415

Abstract

Penggunaan media pembelajaran interaktif oleh para guru sehingga pengembangan materi pembelajaran interaktif dengan komputer kurang optimal. Kondisi ini diperparah lagi dengan metode pengajaran yang masih mengandalkan ceramah, one-way communication, tidak tersedianya media dan ketidakmampuan membuat media, yang menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan tidak paham akan apa yang diajarkan sehingga materi yang disampaikan guru tidak sampai pada tujuannya. Oleh karena itu, melalui kegiatan PKM yang akan dilakukan ini setidaknya dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang interaktif dan menarik sehingga minat dan hasil belajar siswa meningkat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui pelatihan guru PKn dalam menggunakan media pembelajaran interaktif di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan PKM ini mencakup beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi dan penyempurnaan karya media pembelajaran oleh tim PKM, dan refleksi dan penutupan program PKM. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini menujukkan (1) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran interaktif pada pembelajaran PKn. (2) tersedianya media pembelajaran interaktif PKn bagi guru-guru SD dan SMP di kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.
Kearifan Lokal (Sasambo) sebagai Pedoman Hidup Masyarakat Multikultural dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia Abdul Sakban; Wayan Resmini
P-2623-0291
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Lembaga Penelitian Dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.427 KB) | DOI: 10.1234/.v0i0.380

Abstract

Tujuan yang ingin dicapai dalam artikel ini adalah menjelaskan kearifan lokal (Sasambo) sebagai pedoman hidup masyarakat multikultural dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 di Indonesia. Kearifan lokal yang dikembangkan adalah kearifan lokal masyarakat Sasak, Samawa dan Mbojo (Sasambo). Kenapa kearifan local ini yang digunakan! Karena kearifan lokal (Sasambo) mampu menjaga hubungan antara satu dengan yang lain meskipun mereka memiliki perbedaan agama, suku, adat istiadat dan ras dengan mengedepankan sikap toleransi yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, kemudian subyek penelitian adalah 3 tokoh majelis adat Sasak, 4 tokoh majelis adat Samawa dan 2 tokoh majelis adat Mbojo. Pengumpulan data yang digunakan adalah interview dan analisis dokumen,  dan teknik analisis menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan local (Sasambo) ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi masyarakat pulau Lombok dan pulau Sumbawa sebagai pembersatu dan memfilterisasi perkembangan era revolusi indutri 4.0 yang sedang berkembang di masyarakat Indonesia, sehingga perkembangan teknologi dan informasi yang canggih dapat diadaptasikan secara sehat oleh masyarakat Indonesia yang multikulural melalui kearifan lokalnya
PENYULUHAN HUKUM PENCEGAHAN KEKERASAN DALAM RUMAH UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA HARMONI Maemunah Maemunah; Kamaluddin Kamaluddin; Abdul Sakban; Wayan Resmini; Julae Pani; Ziha Sulistia; Fitrianingsih Fitrianingsih; Aria Tuti Melani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 3 (2022): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i3.10033

Abstract

Abstrak: Faktor terjadinya kekerasan dalam rumah tangga disebabkan oleh kebutuhan ekonomi tidak terpenuhi, tuntutan istri cukup tinggi, rasa cemburu, prasangka berlebihan, minim penyuluhan hukum pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Tujuan artikel ini untuk menjelaskan penyuluhan hukum pencegahan kekerasan dalam rumah tangga untuk mewujudkan keluarga harmoni di desa Mujur Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam program pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pemberdayaan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa penyuluhan hukum pencegahan kekerasan dalam rumah tangga untuk mewujudkan keluarga yang harmoni, dapat membantu masyarakat dalam memahami penyait masyarakat terutama kekerasan fisik maupun kekerasan non fisik serta solusi menyelesaikan permasalahan hukum materi tersebut. Adapun isi materi yang disampaikan oleh tim pengabdian kepada masyarakat yakni menjelaskan jenis kekerasan dalam rumah tangga dan solusi alternative penyelesaian kekerasan serta tips membangun keluarga harmoni.  Tanggapan masyarakat adanya kegiatan tersebut sangat senang, terutama membahas pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, peserta juga sangat respon untuk kegiatan penyuluhan hukum ini untuk tetap dilakukan secara kesinambungan.Abstract:  Factors for the occurrence of domestic violence are caused by unmet economic needs, quite high wife demands, jealousy, excessive prejudice, and minimal legal counseling on preventing domestic violence. The purpose of this article is to explain legal counseling on the prevention of domestic violence to create a harmonious family in Mujur village, East Praya sub-district, Central Lombok regency. The method used in this community service program uses the empowerment method. The results of this activity indicate that legal counseling on the prevention of domestic violence to create a harmonious family can help the community in understanding community diseases, especially physical violence, and non-physical violence as well as solutions to solve material legal problems. The contents of the material presented by the community service team explained the types of domestic violence and alternative solutions for resolving violence as well as tips for building a harmonious family. The community's response to this activity was very happy, especially discussing the prevention of domestic violence, participants were also very responsive to this legal counseling activity to continue to be carried out continuously.
Motif Terjadinya Konflik Intoleransi Pada Masyarakat Nusa Tenggara Barat Wayan Resmini; Abdul Sakban; Julae Pani
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i1.11530

Abstract

Komitmen pemerintah daerah untuk memberikan perlindungan terhadap dokumen yang bersifat tradisional masih rendah sehingga hukum adat yang ada di masyarakat belum menunjukkan eksistensi sebagai pengontrol sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi motif terjadinya konflik intoleransi pada masyarakat Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis dan studi kasus. Metode pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan, pengamatan, wawancara, dan analisis dokumen.  Analisis data menggunakan model analisis interaktif dengan tahapan reduksi data menyederhanakan data dan penyajian data serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menujukkan bahwa motif konflik intoleransi pada masyarakat Nusa Tenggara Barat diperngaruhi oleh kurangnya lapangan pekerjaan, rendahnya ekonomi masyarakat, masalah asmara, kurang sosialisasi untuk bertoleransi, dan konsumsi minuman yang memabukan khususnya para remaja. Selain itu peran pemerintah daerah belum maksimal sehingga mampu menekan berkurangnya konflik intoleransi. The community's customary law has yet to demonstrate its presence as a social controller due to the local government's weak commitment to protecting traditional documents. The goal of this study is to pinpoint the causes of intolerant disputes among West Nusa Tenggara residents. This study used a qualitative technique, a descriptive analytical framework, and case studies. methods for gathering data that include document analysis, observation, interviews, and literature study. Data analysis employs an interactive analysis paradigm with steps of data simplification, data presentation, and data inference. The study's findings indicate that the lack of employment opportunities, the community's poor economy, problems with romance, a lack of socialization for tolerance, and alcohol consumption, particularly among teenagers, all have an impact on the conflicting causes of intolerance among the people of West Nusa Tenggara. Additionally, local governments' potential to lessen intolerance-related disputes has not been fully utilized.