Claim Missing Document
Check
Articles

Penerapan Peraturan Daerah untuk Pencegahan Perkawinan Usia Muda Bagi Masyarakat Suku Sasak di Lombok Tengah Maemunah Maemunah; Abdul Sakban; Hafsah Hafsah
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 10, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v10i2.13618

Abstract

Perkawinan usia muda dalam masyarakat sasak telah menjadi tradisi yang hingga kini masih terjadi kemudian berdampak adanya perceraiaan muda, kekerasan anak dan perempuan dan tingginya angka janda muda. Tujuan dalam artikel ini untuk menjelaskan penerapan peraturan daerah untuk pencegahan perkawinan usia muda bagi masyarakat suku sasak di Lombok Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis empiris. Pendekatan penelitian yang digunakan pendekatan deskriptif analitis. Subyek penelitian adalah pasangan suami istri yang melakukan perkawainan pada usia anak. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan  Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lembaga perlindungan anak sepulau Lombok dan Lembaga Perlindungan Anak Nusa Tenggara Barat (LPA NTB). Data yang terkumpul baik berupa data kepustakaan maupun data lapangan akan dianalisis dengan menggunakan deskriptif analitis untuk menguraikan data lapangan dengan studi literatur dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan peraturan daerah untuk pencegahan perkawinan usia muda bagi masyarakat suku sasak di Lombok Tengah dilkaukan 3 hal yaitu melakukan sosialisasi peraturan PUP, menjadi pelopor dan pelapor dalam pencegahan perkawinan usia muda dan pemerintah daerah menerapkan kota layak anak dengan mengedepankan perlindungan kepada anak. saran bagi pemerintah daerah agar terus melakukan sosialisasi pernikahan usia perkawinan.Young marriages in the Sasak community have become a tradition that is still happening today and has resulted in young divorces, violence against women and children and high rates of young widows. The purpose of this article is to explain the application of local regulations to prevent young marriages for the Sasak people in Central Lombok. The method used in this research is empirical juridical research. The research approach used is descriptive analytical approach. The research subjects were married couples who were married at a young age. Head of the Office of Women's Empowerment, Child Protection, Population Control and Family Planning, West Nusa Tenggara Province, Lombok island child protection agency, and West Nusa Tenggara Child Protection Agency (LPA NTB). The data collected, both in the form of library data and field data, will be analyzed using analytical descriptive to describe the field data with a literature study with a statutory and conceptual approach. The results of this study indicate that the application of regional regulations for the prevention of young marriages for the Sasak people in Central Lombok is carried out in 3 ways, namely socializing PUP regulations, being a pioneer and reporter in preventing young marriages and the local government implementing child-friendly cities by prioritizing child protection. . suggestions for local governments to continue to socialize marriage at the age of marriage.
Penerapan Model Discovery Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Pembelajaran Penddikan PKn Eva Indah Lestari; Abdul Wahidin; Abdul Sakban; Sitti Ramlah; Zumri Zumri
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i1.15021

Abstract

Rendahnya hasil belajar kognitif siswa disebabkan oleh Kesulitan dalam memahami pembelajaran PPKn di Kelas.  Dapat dilihat dari hasil ulangan harian  siswa mata pelajaran PPKn kelas X IPS 4 di bawah KKM dan Nilai rata-rata siswa kelas X IPS 4 yaitu 50,4 yang merupakan nilai yang jauh dari KKM yang telah ditetapkan yaitu 75. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar PPKn siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Mataram melalui penerapan pembelajaran Discocery Learning.  Penelitian ini berbentuk penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan atau mencapai KKM di atas rata- rata 97.2. The low cognitive learning outcomes of students in Civic Education (PPKn) are caused by difficulties comprehending the classroom material. The results can be seen from the Civic Education (PPKn) daily tests for class X IPS 4 students under the Minimum Criteria of Mastery Learning (KKM) as well as the average value of class X IPS 4 students is 50.4 means a distant value from the Minimum Criteria of Mastery Learning (KKM) 75 that has been set. This study aims to improve the student's learning outcomes of Civic Education (PPKn) in class X IPS 4 SMA Negeri 3 Mataram, through the application of Discovery Learning learning. The research form is classroom action research conducted for two cycles. The results showed that the student's cognitive learning outcomes had increased or achieved the Minimum Criteria of Mastery Learning (KKM) above the average value of 97.2
Peran Guru PPKn Melalui Pembimbingan Intensif Sebagai Upaya Pencegahan Bullying di Sekolah Maemunah Maemunah; Abdul Sakban; Ziah Kuniati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i1.16762

Abstract

Perkembangan kasus bullying hingga saat ini masih terjadi pada kalangan siswa sekolah menengah atas dengan berbagai bentuk tindakan bullying, yang berdampak pada hilangnya kepercayaan diri, suka menyendiri, depresi dan bunuh diri. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan peran guru PPKn melalui pembimbingan intensif sebagai upaya pencegahan bullying di Sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah penelitia kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sebyek penlitian yang terlibat adalah siswa SMP Negeri 1 Bolo Kabupaten Bima sebanyak 12 orang siswa dan 3 orang PPKn dan 1 orang guru Bimbingan Konseling. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi. Analisis data melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sangat berperan aktif disekolah yaitu mulai dari perencaan, pelaksanaan, dan evaluasi seluruh kegiatan yang terjadi disekolah. Terkait perilaku bullying, guru tentu memiliki andil dalam mengatasinya dengan cara guru dalam mengatasi sikap atau perilaku bullying ialah dengan membimbing, menasehati, mengarahkan, membina, dan memberikan contoh sikap yang baik disekolah baik bullying verbal maupun non verbal.The development of bullying cases still occurs among high school students with various forms of bullying, which impact loss of self-confidence, loneliness, depression, and suicide. This study aims to explain the role of Civics teachers through intensive mentoring to prevent bullying in schools. The research method used in this study is qualitative research with a descriptive approach. The research subjects involved were 12 students of SMP Negeri, 1 Bolo, Bima Regency, 3 PPKn students, and 1 Counseling Guidance teacher. The methods of data collection used were observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis involves data reduction, presentation, and conclusion. The study results show that teachers play an active role in schools, starting with planning, implementing, and evaluating all activities that occur in schools. Regarding bullying behaviour, the teacher certainly has a hand in overcoming it. 
PELATIHAN GURU PKN DALAM MENGGUNAKAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DI DESA BARABALI KECAMATAN BATUKLIANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Abdul Sakban; Yunan Yunan; Kamaluddin Kamaluddin; Komang Sundara
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1: October 2017
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v2i1.415

Abstract

Penggunaan media pembelajaran interaktif oleh para guru sehingga pengembangan materi pembelajaran interaktif dengan komputer kurang optimal. Kondisi ini diperparah lagi dengan metode pengajaran yang masih mengandalkan ceramah, one-way communication, tidak tersedianya media dan ketidakmampuan membuat media, yang menyebabkan siswa menjadi cepat bosan dan tidak paham akan apa yang diajarkan sehingga materi yang disampaikan guru tidak sampai pada tujuannya. Oleh karena itu, melalui kegiatan PKM yang akan dilakukan ini setidaknya dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada guru untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang interaktif dan menarik sehingga minat dan hasil belajar siswa meningkat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengetahui pelatihan guru PKn dalam menggunakan media pembelajaran interaktif di Desa Barabali Kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah. Langkah-langkah yang akan ditempuh dalam kegiatan PKM ini mencakup beberapa tahapan yaitu tahap persiapan, pelaksanaan pelatihan, evaluasi dan penyempurnaan karya media pembelajaran oleh tim PKM, dan refleksi dan penutupan program PKM. Hasil yang dicapai melalui kegiatan ini menujukkan (1) adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan para guru tentang pembuatan media pembelajaran interaktif pada pembelajaran PKn. (2) tersedianya media pembelajaran interaktif PKn bagi guru-guru SD dan SMP di kecamatan Batukliang Kabupaten Lombok Tengah.
Penguatan Nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan Melalui Penerapan Baitul Arqam Bagi Pemuda Muhammadiyah Saddam Saddam; Iskandar Iskandar; Yudhi Lestanata; Sudarta Sudarta; Rahmad Hidayat; M. Taufik Rachman; Ilham Zitri; Iwin Ardyawin; Rifaid Rifaid; M. Ulfatul Akbar Jafar; Dedi Iswanto; Abdul Sakban; Isnaini Isnaini; Nanang Rahman; Irma Setiawan; Ilham Ilham; Inka Nusamuda Pratama; Hidayatullah Hidayatullah; Adiman Fariadin
Abdimas Mandalika Vol 1, No 1 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/am.v1i1.8033

Abstract

Abstract: Muhammadiyah Youth of Mataram City is committed to printing a cadre of qualified youth, which will contribute positively to the development of the advanced and independent Mataram City Region. As a youth organization, the muhammadiyah youth of Mataram City consistently control social da'wah movements based on culture, middle political movements, and humanitarian movements that touch all levels of society. The purpose of this activity is to increase the value of Al-Islam and Kemuhammadiyahan through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah Youth of Mataram City. Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram activities were held from October 3-4, 2020 at the Same Hotel Mataram and Batu Layar Hotel. Participants of this activity are 33 members of Muhammadiyah Youth of Mataram City Period 2018-2022. The success of al-Islam and Kemuhammadiyahan value improvement activities through the application of Baitul Arqam for Muhammadiyah youth is seen from the spirit of participants following the activities to the end, the activeness of participants in discussions during the delivery of materials, and many participants said they began to understand further the material that had been delivered in Baitul Arqam.Abstrak: Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram berkomitmen untuk mencetak kader pemuda yang berkualitas, yang akan berkontribusi positif terhadap pembangunan Daerah Kota Mataram yang maju dan mandiri. Sebagai Organisasi kepemudaan, pemuda Muhammadiyah Kota Mataram konsisten mengawal gerakan dakwah sosial yang berbasis pada kultural, gerakan politik tengahan, dan gerakan kemanusiaan yang menyentuh seluruh level masyarakat. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan Baitul Arqam bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram. Kegiatan Baitul Arqam Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram dilaksanakan dari tanggal 3-4 Oktober 2020 di Same Hotel Mataram dan Hotel Batu Layar. Peserta kegiatan ini adalah 33 anggota Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Periode 2018-2022. Kegiatan telah melalui 3 tahapan, yaitu tahapan persiapan, pelaksanaan, dan monitoring dan evaluasi. Keberhasilan kegiatan peningkatan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan melalui penerapan baitul arqam bagi pemuda Muhammadiyah terlihat dari semangat peserta mengikuti kegiatan hingga akhir, keaktifan peserta dalam diskusi saat penyampaian materi, dan banyak peserta mengatakan mulai memahami lebih jauh materi yang sudah disampaikan dalam Baitul Arqam.
Pengaruh Media Pembelajaran Wordwall Terhadap Hasil Belajar PKn pada Materi Keberagaman dalam Masyarakat Indonesia Kelas VII MTs Hafsah Hafsah; Abdul Sakban; Anis Wiranda
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v11i1.16875

Abstract

Media pembelajaran yang tersedia di media social sangat beragam namun pendidik belum mampu untuk memanfaatkan dalam pembelajaran, terbatasnya fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran menyebabkan menurunkan hasil belajar siswa. Tujuan artikel ini untuk menjelaskan pengaruh media pembelajaran wordwall terhadap hasil belajar PKn pada materi keberagaman dalam masyarakat Indonesia kelas VII MTs. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan quasi eksperimen. Sampel penelitian yang dilibatkan sebanyak 58 orang 29 kelompok eksperimen dan 29 kelompok control. Pengumpulan data melalui observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistic deskripsi dan uji-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh media wordwall terhadap hasil belajar PKn pada materi materi keberagaman dalam masyarakat Indonesia kelas VII MTs berpengaruh secara signifikan dengan nilai t-test lebih besar 0.156 dibandingkan nilai t-tabel < 0.005%. Dengan demikian disimpulkan bahwa tidak berpengaruh secara signifikan pada hasil belajar PKn setelah perlakuan pembelajaran media wordwall pada materi keberagaman dalam masyarakat Indonesia kelas VII MTs. Jadi hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima dengan hipotesisnya abhwa hasil belajar PKn sebelum dan setelah mengikuti pembelajaran media wordwall pada materi keberagaman dalam masyarakat Indonesia kelas VII MTs berbeda signifikan. The learning media available on social media are very diverse, but educators have yet to utilize them in learning. The limited facilities and infrastructure that support the learning process cause a decrease in student learning outcomes. The purpose of this article is to explain the effect of word wall learning media on Civics learning outcomes on diverse material in Indonesian society for class VII MTs. This research method is quantitative research with a quasi-experimental approach. The research sample was 58 people, including 29 experimental and 29 control groups. They are collecting data through observation, tests, and documentation. Data analysis using descriptive statistics and uji-t-tests. The results showed that the effect of word wall media on Civics learning outcomes on diversity material in Indonesian society class VII MTs has a significant impact, with the t-test value being 0.156 more remarkable than the t-table value <0.005%. Thus, it was concluded that there was no significant effect on Civics learning outcomes after the word wall media learning treatment on diverse material in Indonesian society in class VII MTs. So hypothesis H0 is rejected, and hypothesis H1 is accepted with the hypothesis that Civics learning outcomes before and after participating in word wall media learning on diverse material in Indonesian society in class VII MTs are significantly different.
PELATIHAN PEMBUATAN “MIKUNG” (MIE KANGKUNG) UNTUK PETANI KANGKUNG DI KECAMATAN LINGSAR LOMBOK BARAT Citra Ayu Dewi; Yeti Kurniasih; Diah Lukitasari; Abdul Sakban
Jurnal Lentera Widya Vol 2 No 2 (2021): Jurnal Lentera Widya Juni 2021
Publisher : LPPM Institut Desain dan Bisnis Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35886/lenterawidya.v2i2.168

Abstract

The main problems and obstacles faced by water spinach farmers in the Lingsar area are the limited knowledge of farmers in recognizing vegetable market behavior so that farmers rely heavily on traders or collectors in the Lingsar area, inefficient marketing, and skills to develop kale vegetable products into products. Processed products that have a longer shelf life, have economic value, and have quality and properties as food supplements are not yet known by the farming community in the Lingsar area, even though the ingredients of kale are a source of vegetable protein and fiber which are beneficial for body metabolism. This service activity aims to increase understanding of kale farmers in the processed products of kale into kale noodles. This service activity has been carried out for 1 month. The methods of this service include: delivery of material, direct training and practice. Delivery of material about the introduction of chemical composition, nutritional content and functional food elements (added value) in kale. Training and hands-on practice in making kale noodles as an innovative product of kale vegetables to train the skills of kale farmers in Lingsar District, West Lombok Regency. Based on the evaluation results after the training, it showed that most of the participants gained new understanding and knowledge about making noodles, especially the addition of water spinach as an added ingredient in vegetable protein. So, it can be concluded that training in making kale noodles can increase understanding of kale farmers in processing kale products.
Bentuk Pelaksanaan Tradisi Perang Topat pada Masyarakat Sasak : Studi Etnografi Maemunah Maemunah; Abdul Sakban; Firdaus Firdaus
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 14, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v14i1.40608

Abstract

Tradisi Perang Topat merupakan praktik budaya masyarakat Sasak di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, yang mempertemukan komunitas Islam Sasak dan Hindu Bali dalam satu ruang ritual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk pelaksanaan tradisi Perang Topat serta makna sosial yang terkandung dalam setiap tahapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi etnografi. Data diperoleh melalui observasi langsung pada pelaksanaan Perang Topat, wawancara tidak terstruktur dengan tokoh adat, pemuka agama, masyarakat lokal, pemuda adat, dan pihak pemerintah daerah, serta dokumentasi kegiatan ritual. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Perang Topat terdiri atas tahap persiapan atau pra-upacara, pembukaan dan ritual awal, prosesi puncak saling lempar ketupat, penutup, dan ritual pasca-upacara. Tahap persiapan menampilkan gotong royong lintas komunitas, ritual awal memperlihatkan penghormatan terhadap keyakinan yang berbeda, sedangkan prosesi puncak merepresentasikan transformasi makna perang menjadi simbol persaudaraan, berkah, dan kesuburan. Tradisi ini juga melibatkan tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, pemuda, dan pemerintah daerah sebagai aktor pendukung keberlanjutan budaya. Diskusi menunjukkan bahwa Perang Topat berfungsi sebagai praktik ritual integratif yang mereproduksi nilai toleransi, solidaritas, dan rasa memiliki bersama.The Perang Topat tradition is a cultural practice of the Sasak people in Lingsar District, West Lombok Regency, which brings together the Sasak Muslim and Balinese Hindu communities in one ritual space. This study aims to describe the implementation of the Perang Topat tradition and the social meanings contained in each stage. The study used a qualitative approach with ethnographic studies. Data were obtained through direct observation of the Perang Topat implementation, unstructured interviews with traditional leaders, religious leaders, local communities, indigenous youth, and local government officials, and documentation of ritual activities. Data were analyzed through data reduction, data presentation, and drawing conclusions using source and technique triangulation. The results show that the Perang Topat implementation consists of a preparation or pre-ceremony stage, an opening and initial ritual, a peak procession of throwing ketupat (rice cakes), a closing, and a post-ceremony ritual. The preparation stage displays mutual cooperation across communities, the initial ritual shows respect for different beliefs, while the peak procession represents the transformation of the meaning of war into a symbol of brotherhood, blessings, and fertility. This tradition also involves traditional leaders, religious leaders, the community, youth, and local government as actors supporting cultural sustainability. The discussion shows that the Topat War functions as an integrative ritual practice that reproduces the values of tolerance, solidarity, and a sense of shared belonging
Rural Women in Development: The Role and Challenges of Female Participation in Suwangi Village, Indonesia Maemunah Maemunah; Abdul Sakban; Isnaini Isnaini; Delisa Aprionika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 14 No 3 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jish.v14i3.101295

Abstract

Rural women play an essential yet often invisible role in village development, especially in regions where cultural and religious norms define gendered participation. This qualitative study, conducted in Suwangi Village, East Lombok, involved ethnographic observations and semi-structured interviews with 15 informants, including female officials, religious and customary leaders, and community members. Findings show that around 85% of women engage in micro-economic activities such as food processing and home-based trading, 80% participate in social organizations (PKK and Posyandu), yet less than 20% are represented in formal village decision-making forums. Despite these disparities, new opportunities are emerging through female role models, inclusive religious discourse, and reinterpretations of adat norms. The study reveals that Sasak cultural identity and Islamic values simultaneously constrain and enable women’s public participation—religious and customary leaders now serve as crucial mediators legitimizing gender equality within local development frameworks. Scientifically, this study contributes to the discourse on gender and development by providing empirical micro-level evidence from a culturally specific Muslim community, illustrating how gendered agency evolves through the interaction of tradition, religion, and institutional structures. It advances theoretical understanding of contextualized empowerment, showing that bottom-up, culturally rooted strategies can complement formal gender mainstreaming policies. The findings highlight the importance of integrating local cultural legitimacy into gender-inclusive rural governance models, particularly in areas shaped by strong religious and customary traditions like East Lombok.
Implementasi Metode Card Sort Pada Proses Pembelajaran Guru dan Siswa Kelas VII Di Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat Hafsah Hafsah; Abdul Sakban
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 12, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v12i2.25094

Abstract

Pendidikan menjadi elemen kunci dalam pembangunan sebuah negara, karena memiliki peran yang signifikan dalam usaha meningkatkan mutu sumber daya manusia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjelaskan Implementasi metode card sort pada proses pembelajaran guru dan siswa kelas VII Di Boarding School Mu’allimin Muhammadiyah Lombok Barat. Metode kegiatan ini meliputi: studi pendahuluan, pelatihan dan pemberdayaan dan Fokus Group Discussion. Hasil kegiatan ini memberikan dampak bahwa terdapat peningkatan komptensi guru dan siswa setelah diberikan pelatihan secara komprehensif dan terukur. Karena proses pembelajaran yang menggunakan metode active learning tipe card sort dengan asumsi mampu meningkatkan prestasi belajar pembelajaran PPKn. Oleh karena itu, diketahui bahwa pembelajaran aktif tipe card sort dapat menjadi salah satu alternatif metode yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode ini diharapkan dapat membantu guru dalam merencanakan proses pembelajaran yang inovatif, sehingga tidak hanya meningkatkan prestasi siswa tetapi juga menjadi acuan bagi guru lainnya dalam kegiatan pembelajaran. Education is a key element in the development of a country, because it has a significant role in efforts to improve the quality of human resources. The purpose of this activity is to explain the implementation of the card sort method in the learning process for class VII teachers and students at the Mu'allimin Muhammadiyah Boarding School, West Lombok. The methods of this activity include: preliminary study, training and empowerment and Focus Group Discussion. The results of this activity have the impact that there is an increase in teacher and student competency after being given comprehensive and measurable training. Because the learning process uses the card sort type active learning method with the assumption that it will be able to improve learning achievement in PPKn learning. Therefore, it is known that active learning using the card sort type can be an alternative method used by teachers in learning activities. This method is expected to help teachers in planning innovative learning processes, so that it not only improves student achievement but also becomes a reference for other teachers in learning activities.