Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Karakterisasi Mutu Ekstrak Kopi Hijau di Jawa Timur untuk Meningkatkan Nilai Ekonominya sebagai Bahan Sediaan Obat Perdani, Claudia Gadizza; Pranowo, Dodyk; Wijana, Susinggih; Muliawati, Delia
Industria: Jurnal Teknologi dan Manajemen Agroindustri Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Department of Agro-industrial Technology, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.industria.2020.009.03.7

Abstract

AbstrakKandungan polifenol dalam kopi hijau berpotensi menurunkan akumulasi lemak viseral sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol total secara signifikan. Kopi hijau memiliki rasa kurang nikmat ketika dikonsumsi, sehingga perlu penelitian mengenai ekstraksi polifenol untuk diolah sebagai produk bernilai jual tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah optimasi kombinasi konsentrasi dan rasio penambahan pelarut yang optimal dalam menghasilkan rendemen dan kadar fenol tertinggi pada proses ekstraksi senyawa polifenol biji kopi hijau. Metode optimasi yang digunakan adalah Response Surface Method dengan Central Composite Design. Penelitian dilakukan menggunakan dua variabel optimasi yaitu konsentrasi pelarut etanol (60–90%) dan rasio pelarut (20–40 ml/g). Respon yang diukur adalah total fenol dan rendemen ekstrak. Kondisi optimum yang diperoleh adalah pada ekstraksi menggunakan konsentrasi pelarut 84,92% dan rasio 40 ml/g dengan desirability sebesar 0,87. Hasil prediksi program menghasilkan total fenol sebesar 534,50 mg GAE/g dan rendemen ekstrak 17,179%. Hasil verifikasi solusi optimal adalah total fenol sebesar 538,83 mg GAE/g dan rendemen 15,39%.Kata kunci: ekstraksi, fenol, kopi hijau, optimasi, polifenol Abstract Polyphenol of green coffee potentially reduces the accumulation of visceral fat so it decreases total cholesterol level significantly. Green coffee has a less delicious taste to be consumed. A study of polyphenol extraction for further processing should be done so it has a higher economic value. The study aimed to determine the optimal combination of solvent concentration and solvent addition ratio for the highest extraction yield and polyphenol’s content. The research method for this research was Response Surface Method with Central Composite Design. This research used two factors, solvent concentration (60-90%) and the solvent addition ratio (20-40 ml/g). The responses were the total phenol and extraction yield. The optimum condition obtained was in treatment with 84.92% solvent concentration and a 40 ml/g solvent ratio with the desirability of 0.87. The program prediction resulted total phenol of 534.50 mg GAE/g and extraction yield of 17.179%. The verified optimal solution obtained the total phenol was 538.83 mg GAE/g, and the yield was 15.39%.Keywords: extraction, green coffee, optimization, phenol, polyphenol
Chrysin Inhibits Indonesian Serotype Foot-and-Mouth-Disease Virus Replication: Insights from DFT, Molecular Docking and Dynamics Analyses Susilo, Agus; Cahyati, Miftakhul; Nurjannah, Nurjannah; Pranowo, Dodyk; Hermanto, Feri Eko; Primandasari, Elma Putri
Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology Vol 9, No 1 (2024): March
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jtbb.83140

Abstract

Chrysin, a predominant compound in Propolis, possesses diverse bioactivities, including antiviral properties. However, its antiviral efficacy against the Indonesian Foot-and-Mouth Disease Virus (FMDV) serotype remains unexplored. This study investigates Chrysin's inhibitory potential against FMDV Indonesian serotype by targeting the 3C Protease (3CP), a vital enzyme for viral replication. Multiple sequence alignment was used to reveal unique characteristics of the Indonesian serotype's 3CP compared to global serotypes. Density Functional Theory (DFT) calculations assessed Chrysin's interaction with 3CP based on electronegativity. Molecular docking and molecular dynamics analyses evaluated Chrysin's inhibitory activity against 3CP, using homology modeling for the Indonesian serotype's 3CP structure. Luteolin, a known FMDV 3CP inhibitor with a similar structure to Chrysin, served as a reference. Results showed distinct 3CP sequences in the Indonesian serotype compared to O serotypes and others. Chrysin exhibited potential electron-donor activity with lower HOMO and LUMO values than Luteolin, but they had similar energy gaps, i.e., 4.016 and 4.044 eV, respectively. Molecular docking indicated similar binding affinities, with Chrysin (-6.365 kcal/mol) and Luteolin (-6.864 kcal/mol) bound to active site residues. Molecular dynamics analysis demonstrated stable 3CP-Chrysin and 3CP-Luteolin complexes, with minor differences in Radius of gyration (Rg) and Root-Mean-Square Fluctuation (RMSF) below 1 Å. From the ligand stability point of view, Chrysin had comparable stability with Luteolin. However, Chrysin formed fewer hydrogen bonds and displayed greater free-binding energy than Luteolin during simulation periods. These findings suggest that Chrysin holds promise as an inhibitor of the Indonesian serotype's FMDV 3C Protease. 
PENAMBAHAN VIRGIN COCONUT OIL DAN EMULGATOR PADA LULUR BEDDA LOTONG SERTA PENGARUHNYA TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Nurul Insani Zaenal; Susinggih Wijana; Dodyk Pranowo
Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 24 No. 3 (2023)
Publisher : Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtp.2023.024.03.3

Abstract

Bedda Lotong merupakan lulur tradisional dari suku Bugis yang memiliki karakteristik kasar sehingga diperlukan inovasi untuk meningkatkan mutu, baik sifat fisik kimia maupun nutrisi. Salah satu bahan alami yang diduga dapat meningkatkan mutu lulur Bedda Lotong adalah VCO. Lulur Bedda Lotong tidak dapat dikombinasikan langsung dengan VCO, dikarenakan VCO merupakan emulsi minyak yang tidak dapat berdiri sendiri, sehingga diperlukan emulgator sebagai bahan untuk menstabilkan emulsi. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh formulasi Bedda Lotong dengan penambahan konsentrasi VCO dan emulgator yang dapat memperbaiki karakteristik fisik dan meningkatkan nutrisi berupa antioksidan dalam sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran diameter droplet meningkat seiring dengan penambahan konsentrasi VCO sebesar 15,85-34,93 µm. Nilai viskositas mengalami penurunan seiring dengan peningkatan konsentrasi VCO dimana formulasi F6 berbeda nyata dengan formulasi lainnya (p<0,05). Nilai pH menunjukkan adaya perubahan di hari ke-7, namun emulgator Trietanolamin/TEA cenderung stabil. Nilai aktivitas antioksidan (IC50) terbukti mengami penurunan seiring dengan penambahan konsentrasi VCO. Kandungan aktivitas antioksidan terbaik diperoleh pada formulasi F6. Secara umum formulasi terbaik diperoleh pada formulasi F3 dengan penembahan VCO 25% dan emulgator jenis Trietenolamin/TEA.
Use of Propolis Extract as an Ingredient for Skin Cancer Cell Apoptosis Transfersome Cream with Gelatin as an Emulgator Puspa, Galuh Wilujeng; Susilo, Agus; Cahyati, Miftakhul; Nurjannah, Nurjannah; Pranowo, Dodyk
Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan Tropis Vol 10, No 1 (2023): JITRO, January
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jitro.v10i1.28659

Abstract

Transfersome has been commonly used to increase the penetration of drugs derived from natural ingredients. Propolis is a natural ingredient with many benefits, such as antimicrobial, antiviral, anti-inflammatory, antitumor, antioxidant, and anticancer. In various in vitro studies, propolis showed proapoptotic activity in cancer cells. Gelatin is a chemical compound that can be used as an emulsifier because it has a hydrophobic part in the peptide chain. This study aimed to determine the optimal gelatin content based on physical tests as an emulsifier in the manufacture of emulsions for transfersome cream ingredients. The research method used was an experimental laboratory with 6 gelatin concentration treatments, namely 1% (P1), 2% (P2), 3% (P3), 4% (P4), 5% (P5), and 6% (P6) with 3 replicates. To make the emulsion, 5% propolis extract was added. The results of statistical analysis showed that the manufacture of emulsions using different concentrations of gelatin had a very significant effect (p
Inovasi Teh Herbal Kunyit sebagai Penggerak Pemberdayaan Ekonomi: Studi Kelayakan dan Potensi Pasar : Turmeric Herbal Tea Innovation as a Driver of Economic Empowerment: Feasibility Study and Market Potential Dodyk Pranowo; Rizal Nur Alfian; Moh. Zakiy Fiddin; Masruri Masruri; M. Abdi Dzil Ikhram W.
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 3: Maret 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i3.7227

Abstract

Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu daerah utama penghasil kunyit di Jawa Timur dengan luas lahan mencapai 431,3 hektar. Namun, siklus panen yang relatif panjang (9–10 bulan) serta harga jual yang rendah (Rp 2.000–Rp 3.000 per kilogram) menjadi tantangan bagi petani kunyit. Untuk meningkatkan produktivitas dan nilai jual kunyit, Pemerintah Kabupaten Ponorogo bekerja sama dengan Kementerian Desa dan PT. Astra serta menunjuk UD. Perdana sebagai pengusaha lokal (local champion) yang membina petani kunyit. Sebagai langkah transformasi ekonomi, diperlukan inovasi dalam pengolahan kunyit menjadi produk bernilai tambah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pengembangan teh herbal berbahan dasar kunyit. Produk ini diformulasikan dengan kombinasi bubuk kunyit kering, bubuk jahe, bubuk lemon, dan bubuk serai. Hasil uji formulasi menunjukkan komposisi terbaik terdiri dari bubuk kunyit 1,5 gram, bubuk jahe 0,9 gram, bubuk serai 0,15 gram, dan bubuk lemon 0,45 gram. Studi kelayakan menunjukkan bahwa investasi ini layak dengan nilai NPV sebesar Rp 41.007.927, payback period selama 8,26 bulan, IRR sebesar 2,08%, dan B/C ratio sebesar 8,07. Dengan demikian, pengembangan produk teh herbal kunyit ini berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani kunyit di Kabupaten Ponorogo.
Implementation of the Hadith about Deliberation: A Case Study of Catfish Farming as A Consensus Space for Farmers: Implementasi Hadis tentang Musyawarah: Studi Kasus Budidaya Ikan Lele sebagai Ruang Musyawarah bagi Petani Ahmad Imron Rozuli; Dodyk Pranowo; Rahmi Nurdiani; Muhammad Akhid Syib’li; Purba, Dano; Ryan Renwarin; Adhinugraha Wirayudha
Jurnal Living Hadis Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/livinghadis.2024.6217

Abstract

Conflicts among farmers over water resource management are often a significant problem, especially during the dry season. This is made all the more complex by the fact that these problems occur on a protracted basis without any concrete action being taken to resolve them. One of these realities occurs in the community of Kedungrejo Village, Malang District. The emergence of catfish cultivation is an alternative business and an effort to form a space for community consensus in discussion. This study analyzes the role of catfish farming as a consensus space in two forms of questions. First, how is the relevance between the hadith about deliberation and catfish cultivation as a community consensus space? Second, how is the impact of catfish farming as a consensus space in breaking the tension in the community? Using a descriptive qualitative approach and Miles and Huberman's analysis, this study found that catfish farming is not only an alternative economic solution but also fosters social solidarity through deliberation. Meanwhile, the hadith about deliberation in farmers' socio-economic practices confirms that Islamic values can be applied in community life. As a result, catfish cultivation in Kedungrejo is proof that deliberation can be a tool for conflict resolution while improving community welfare.
Analisis rantai nilai dalam aspek lingkungan dan ekonomi menggunakan VCOR pada petani kopi di Malang Imam Santoso; Miftahus Sa&#039;adah; Izzum Wafi&#039;uddin; Naila Maulidina Lu&#039;ayya; Dodyk Pranowo; Retno Astuti
AGROINTEK Vol 19, No 1 (2025)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v19i1.23430

Abstract

The coffee agroindustry in Indonesia, particularly in Malang Raya, has undergone expansion through the increased development of coffee processing industries, including waste and emissions. Various factors, including farming practices, land use, waste management, and the utilization of by-products influence the emission levels in the supply chain. A value chain analysis in supply chain management is essential to support sustainable coffee agroindustry. The complexity of the coffee value chain involves multiple stakeholders, including input providers, producers, traders, cooperatives, and exporters, emphasizing the intricate nature of the coffee chain and the need for coordinated efforts to ensure quality and sustainability. This research aims to identify emission sources in the supply chain and determine the economic impact of coffee production at the farmer level. The value chain operations reference is the method used for measuring the value chain. The calculation results indicate that the carbon emission footprint in the supply chain activities at the farmer level amounts to 22,734 kg CO2 with a unit cost of 0.75 €/kg. These values suggest that activities in the coffee value chain at the farmer level are still not environmentally friendly (intolerable region). Suggested approaches for enhancing the value chain for coffee farmers in Karangploso encompass the installation of a smart GPS system in vehicles for route optimization and fuel efficiency, and using organic fertilizers instead of chemical fertilizers to prevent water pollution, along with the adoption of an organic farming system to enhance the economic value of the harvest. The findings of this study are expected to be a reference for research on the value chain in coffee supply chain activities, and contribute to the enrichment of information related to the VCOR model
Penguatan sistem irigasi pertanian dan pengelolaan sampah melalui penataan kelembagaan berbasis resiprositas di Desa Kedungrejo, Kabupaten Malang Rozuli, Ahmad Imron; Pranowo, Dodyk; Nurdiani, Rahmi; Syib'Li, Muhammad Akhid; Purba, Dano; Renwarin, Ryan; Kusuma, Adhinugraha Wirayudha
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.31773

Abstract

AbstrakSistem irigasi dan pengelolaan sampah di Desa Kedungrejo menghadapi sejumlah tantangan serius, seperti praktik sabotase aliran air, penyumbatan saluran irigasi akibat sampah, serta rendahnya kesadaran warga terhadap kebersihan lingkungan. Kegiatan pengabdian melalui program Penataan Kelembagaan Terpadu Berbasis Resiprositas (P-KTR) dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut. Kegiatan ini melibatkan Pemerintah Desa, Paguyuban Pengelola Sampah, Kelompok Tani, Kuwowo, Waker, dan masyarakat sebagai aktor utama dalam sistem kelembagaan. Pemerintah desa berperan sebagai regulator dan fasilitator, sementara kelompok masyarakat bertanggung jawab atas implementasi teknis di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan irigasi dan sampah secara berkelanjutan. Keunggulan model ini terletak pada integrasi lintas sektor, partisipasi kolektif, dan insentif warga berbasis kontribusi. Tantangan yang tersisa mencakup rendahnya kedisiplinan iuran sampah serta perlunya penguatan mekanisme koordinasi antaraktor. Pengembangan kelembagaan ke depan perlu memprioritaskan peningkatan kapasitas teknis, digitalisasi sistem pemantauan, dan penguatan kolaborasi berkelanjutan dengan institusi akademik dan pemerintah daerah. Penerapan model ini secara konsisten diharapkan mampu mendorong pertanian yang lestari, lingkungan desa yang lebih bersih, dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan. Kata kunci: irigasi; pengelolaan sampah; kelembagaan; resiprositas. AbstractThe irrigation and waste management systems in Kedungrejo Village face several serious challenges, including the sabotage of water flow, blockage of irrigation channels due to waste, and low public awareness regarding environmental cleanliness. The community service activities through the Reciprocity-Based Integrated Institutional Arrangement (P-KTR) program were conducted to address these challenges. The initiative engages key stakeholders in the institutional system, including the Village Government, Waste Management Association, Farmer Groups, Kuwowo (village irrigation managers), Waker (water gate operators), and local community members as primary actors. The village government acts as a regulator and facilitator, while community groups are responsible for technical implementation in the field. The results of the program indicate an increase in community understanding and involvement in sustainable irrigation and waste management. The strength of this model lies in its cross-sectoral integration, collective participation, and citizen incentives based on contribution. Remaining challenges include low discipline in waste fee payments and the need to strengthen coordination mechanisms among actors. Future institutional development should prioritize technical capacity building, digital transformation of monitoring systems, and strengthening sustainable collaboration with academic institutions and local governments.Consistent implementation of this model is expected to promote sustainable agriculture, a cleaner village environment, and long- term community well-being. Keywords: irrigation; waste management; institutional arrangement; reciprocity.
Formulasi Sirup Sari Buah Manggis Sebagai Minuman Fungsional Untuk Mendukung Eduwisata Sehat Pranowo, Dodyk; Rohmah, Wendra Gandhatyasri; Zamroni, Mofit; Hakim, Abdurahman; Suyono, Agus
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/japi.v10i2.6870

Abstract

Pembangunan berkelanjutan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Dalam rangka mendukung pencapaian tersebut, pemerintah menginisiasi penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai strategi dalam mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal. Desa Ngoran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, memiliki sumber daya manggis yang belum dioptimalkan pemanfaatannya dengan nilai jual yang relatif rendah. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas manggis melalui inovasi produk berupa sirup manggis. Upaya ini dilakukan dengan mengadakan pelatihan pengolahan sirup sari buah bagi masyarakat setempat. Dalam implementasinya, BUMDes Karya Mandiri berperan sebagai mitra utama dalam proses produksi dan distribusi produk. Berdasarkan hasil pengabdian bahwa formulasi optimal sirup manggis terdiri dari rasio 1:1:2 (air, sari buah manggis, dan ekstrak manggis), dengan tambahan gula sebanyak 50%. Selain itu, sirup manggis ini memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 352,95 ppm. Program pengembangan sirup manggis berbasis pemberdayaan masyarakat ini berkontribusi pada peningkatan nilai ekonomi serta kesejahteraan desa. Untuk menjamin keberlanjutan program, diperlukan penguatan rantai pasok, peningkatan efisiensi teknologi produksi, serta penerapan strategi pemasaran yang lebih luas guna memperluas jangkauan pasar.
DIVERSIFIKASI PROPOLIS MENJADI SEDIAAN BAHAN BAKU DAN PRODUK PASTA GIGI DALAM PELATIHAN INOVATIF BERSAMA PT. KEMBANG JOYO SRIWIJAYA Susilo, Agus; Pranowo, Dodyk; Nurjannah, Nurjannah; Cahyati, Miftakhul; Prihanto, Asep Awaludin
DHARMAKARYA: Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat Vol 14, No 1 (2025): Dharmakarya Maret 2025
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v14i1.59307

Abstract

Propolis merupakan produk hasil lebah yang mengandung komponen bioaktif bermanfaat, seperti senyawa polifenol, fenol, terpenoid, karoten, vitamin, mineral, dan asam organik. Propolis bermanfaat sebagai antibakterial dan anti-virus. Propolis diekstraksi untuk diambil menjadi sediaan bahan baku. Kandungan aktif dalam ekstrak propolis dapat membunuh bakteri penyebab plak gigi yang mengakibatkan gigi berlubang. Fluorid sebagai salah satu bahan dalam pasta gigi yang bermanfaat untuk plak gigi, namun fluorid termasuk bahan kimia yang dapat merusak lapisan gigi, sehingga dibutuhkan bahan aktif anti-plak pasta gigi yang berasal dari bahan alami, seperti ekstrak propolis. Pelatihan ini bertujuan memberikan inovasi dan melatih masyarakat terhadap diversifikasi propolis dan pembuatan pasta gigi dengan manfaat anti-plak dan anti-karies. Metode pengabdian yang dilakukan terdiri dari persiapan (mengumpulkan data kendala dan potensi), penyuluhan dan sosialisasi pelatihan, dan evaluasi kegiatan dengan interaksi langsung kepada para peserta. Setelah penelitian, peserta dapat mengetahui pemanfaatan propolis hingga mengolahnya menjadi bahan baku pasta gigi. Peserta menilai ekstrak propolis ini berpotensi juga untuk bahan kosmetik lain dan bisa dikomersialkan.
Co-Authors Adhinugraha Wirayudha Afifah, Yunika Nisa Agus Susilo AGUS SUYONO Ahmad Imron Rozuli Akhiruddin Maddu Anggarapuri, Randy Yulidar Anggayasti, Wresti L. Ardaneswari Dyah Pitaloka Citraresmi Arie Febrianto Mulyadi Asep Awaludin Prihanto Auditya Bisma Beauty Suestining Diyah Dewanti Budiarto, Alim Choirun, Annisa’u Claudia Gadizza Perdani Claudia Gadizza Perdani Claudia Gadizza Perdani, Claudia Gadizza Dewi Kurnia Sinta Dian Siswanto Erliza Noor Gandhatyasri Rohmah, Wendra Hakim, Abdurahman Hasbi Ashshiddiqi Wijaya Kusuma Hermanto, Feri Eko Ika Atsari Dewi Imam Santoso Imam Santoso Imam Santoso Izzum Wafi&#039;uddin Kartikaningrum, Widhistya Kusuma, Adhinugraha Wirayudha Kusumawati, Neda Prasiska Liesbetini Haditjaroko Linggar Rucitra, Andan Lu'ayya, Naila Maulidina M. Abdi Dzil Ikhram W. Maharani, Haqia Sekar Masruri Masruri Mega Permata Nareswari Miftahus Sa&#039;adah Miftakhul Cahyati Mingming Zhu Moh. Zakiy Fiddin Morita Ikasari, Dhita Muhammad Akhid Syib’li Muhammad Usman Sihab Muhammad Yusuf Rachmadianto Muliawati, Delia Naila Maulidina Lu&#039;ayya Nur Lailatur Rahmah, Nur Lailatur Nurjannah Nurjannah Nurul Insani Zaenal Perdan, Claudia i Gadizza Primandasari, Elma Putri Puput Safitri Purba, Dano Puspa, Galuh Wilujeng Rahima, Desiree Rain Rahmi Nurdiani Renwarin, Ryan Retno Astuti Retno Astuti Riska Septifani Rizal Nur Alfian Ryan Renwarin Setyawan, Hendrix Yulis Shafira Arini Sundari Sinaga, Adello Togario Siti Alfiatul Amani Siti Asmaul Mustaniroh Sri Kumalaningsih Sri Suhartini Sri Suhartini Sudirman Sudirman Sukardi Sukardi Sukardi Sukardi Suprayogi Suprayogi Susanti, Sinta Defi Susinggih Wijana Susinggih Wijana Susinggih Wijana Syafiq Maulidinda Kiswaya Syib'li, Muhammad Akhid Tiara Ayu Prihardhini Tri Widayanti, Vindhya Vindhya Tri Widayanti Wafi’uddin, Izzum Wendra Gandhatyasri Rohmah Wijana , Susinggih Wike Agustin Prima Dania Yusuf Hendrawan Zamroni, Mofit Zhijian Wan