Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR INTRINSIK YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA KLIEN YANG TERPASANG TERAPI CAIRAN INTRAVENA DI RUANGAN ASOKA BOUGENVILLE RS TK. III R.W. MONGISIDI MANADO Suprapta, I Gusti Ngurah; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.7641

Abstract

ABSTRACK: Preliminary Anxiety is happening on the medical action can affect the health of the patient and family. One medical treatment procedures such as the installation of intravenous fluid therapy can bring anxiety within the client because there is the threat of bodily integrity. The purpose this study was to determine the factors associated with the level of anxiety in patients who mounted intravenous fluid therapy in the hospital room Asoka Bougenville Tk. III R.W. Monginsidi Manado. Research design used is descriptive cross sectional analytic approach. Sample 43 respondents. Determination of the sample by using total sampling. The statistical test used Chi-Square with significance level α = 0.05. Results obtained: there is a relationship between therapeutic communication with the patient's anxiety level, there is a relationship between the length of time the patient's anxiety level, and there is a relationship between the degree of discomfort with the level of anxiety in patients who mounted intravenous fluid therapy. Conclusion There is a significant relationship between communication trapeutik, duration and degree of discomfort attached to the patient's level of anxiety attached to intravenous fluid therapy. Suggestion of the results expected for nurses as implementing nursing care should pay more attention to the basic needs of patients, especially providing interventions for pain relief or restore comfort to simultaneously reduce patient anxiety. Keywords : Intravenous Fluid Therapy, Anxiety ABSTRAK: Pendahuluan Kecemasan yang terjadi atas tindakan medis dapat mempengaruhi kesehatan pasien dan keluarga. Salah satu prosedur tindakan medis seperti pemasangan terapi cairan intravena dapat mendatangkan kecemasan dalam diri klien karena terdapat ancaman integritas tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat kecemasan pada klien yang terpasang terapi cairan intravena di Ruangan Asoka Bougenville RS Tk. III R.W. Mongisidi Manado. Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional. Sampel 43 responden. Penentuan besar sampel dengan menggunakan total sampling. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil Penelitian diperoleh: ada hubungan antara komunikasi terapeutik dengan tingkat kecemasan klien, ada hubungan antara lama waktu dengan tingkat kecemasan klien, dan ada hubungan antara derajat ketidaknyaman dengan tingkat kecemasan pada klien yang terpasang terapi cairan intravena. Kesimpulan Terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi trapeutik, lama waktu terpasang dan derajat ketidaknyamanan dengan tingkat kecemasan klien yang terpasang terapi cairan intravena. Saran dari hasilpenelitian diharapkan bagi perawat sebagai pelaksana asuhan keperawatan harus lebih memperhatikan kebutuhan dasar klien terutama memberikan intervensi untuk menghilangkan nyeri atau mengembalikan kenyamanan sehingga secara bersamaan menurunkan tingkat kecemasan klien. Kata Kunci : Terapi Cairan Intravena, Kecemasan
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN KEJADIAN SINDROM MATA KERING PADA PASIEN DM TIPE 2 DI KLINIK KIMIA FARMA HUSADA SARIO MANADO Bidjuni, Hendro; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25172

Abstract

Abstract : Diabetes Mellitus (DM) is a metabolic disease with characteristics of hypeglycemia that occurs due to abnormalities of insulin secretion, insulin progress or both. Diabetes is a major problem of blindness, heart attack, stroke, kidney failure and leg amputation. A common complication of diabetes is blurred vision due to refraction changes, and also causes dry eyes of the surface. Purpose: To find out the correlation between HbA1c Level and Dry Eye Syndrome Incidence of Patients with Type 2 DM at Kimia Farma Husada Clinic Sario Manado. Sample: the sample was 31 respondents. Design: This research is a descriptive cross-sectional study taken with total sampling. Results: the test used in this research is Spearman Correlation Test, with α 0.05, and the results found that p-value = 0,000 and r-value = 0.653 with strong category. Conclusion: There is a significant correlation between HbA1c Level and Dry Eye Syndrome Incidence of Patients with Type 2 DM at Kimia Farma Husada Clinic Sario Manado.Keywords : HbA1c Level, Dry Eye Syndrome IncidenceAbstrak : Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hipeglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua-duanya. Diabetes merupakan masalah utama kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki. Komplikasi diabetes yang sering terjadi adalah penglihatan kabur akibat perubahan refraksi, dan juga mengakibatkan permukaan mata pasien menjadi kering. Tujuan: Untuk Mengetahui Hubungan kadar HbA1c dengan kejadian sindrom mata kering pada pasien DM Tipe 2 di Klink Kimia Farma Husada Manado. Sampel: Sampel dalam penelitian ini adalah 31 responden. Desain Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif korelatif. Teknik sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Hasil: Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji korelasi Spearman, dengan α 0.05 dan berdasarkan hasil uji diperoleh p=0.000 dengan nilai keeratan r=0.653, dengan kategori kuat. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang erat antara kadar HbA1c dengan Kejadian Sindrom Mata Kering pada pasien DM Tipe 2 di Klinik Kimia Farma Husada Sario Manado.Kata Kunci : Kadar HbA1c, Sindrom Mata Kering.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGANKEMANDIRIAN PADA ORANG TUALANJUT USIA DI DESATOMBASIAN ATAS KECAMATANKAWANGKOAN BARAT Koampa, Marini Melisa; Bidjuni, Hendro; Onibala, Franly
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8168

Abstract

Abstrak: Stres adalah reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan dan ketegangan emosi. Keluhan yang dirasakan pada orang yang mengalami stres adalah pemarah, cemas, sedih, pesimis, menangis, mudah tersinggung, mimpi buruk, gangguan konsentrasi dan daya ingat. Bila tidak diatasi, permasalahan tersebut akan menimbulkan gangguan sistem, timbulnya penyakit dan manifestasi klinik, serta menurunya ADL (Activities of Daily Living). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kemandirian orang tua lanjut usia yang ada di desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat. Metode penelitian ini menggunakan survei analitik, dan menggunakan pendekatan cross sectional dimana pengumpulan data, baik variabel independen maupun variabel dependen, dilakukan secara bersama-sama atau sekaligus. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh lanjut usia di Desa Tombasian Atas Kecamatan Kawangkoan Barat yang berjumlah 60 jiwa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total sampling. Hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,035. Hal ini berarti nilai p lebih kecil dari (0,05). Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan bermakna antara tingkat stres dengan kemandirian pada orang tua lanjut usia.. Saran dari penelitian ini adalah agar lanjut usia dan keluarga dengan lanjut usia mampu meminimalisasi tingkat stres sehingga dapat mencapai tingkat kemampuan lanjut usia seoptimal mungkin.Kata kunci: kemandirian, stress
PENGARUH TERAPI SENAM DIABETIK TERHADAP KECERDASAN EMOSI PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK HUSADA KIMIA FARMA SARIO MANADO Assa, Wenda Marina; Suling, Levi; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14697

Abstract

Abstract: Diabetic gymnastic treatment is a sport which can be given to diabetic mellitus patients, as a physical health benefits it can lower the blood sugar level and improve patient fitness, as a mental health benefit improve patient mental emotional. The aim of this research is to determine the effect of diabetic gymnastic exercise therapy on the emotional intelligence of diabetic mellitus patients. Experiment research design with quasi experiment approach used on this research method. Non probability sampling using incidental sampling and case control formula to determine the sample size, used as the sampling techniques which obtained the total sample of 34 responden. The results, by using independent t test at the significance level of 95%, found that significant value is 0,000 or less than the value exhibited significant 0.05 (0.00 <0.05). As the conclusion, the results showed that there is a therapeutic effect on emotional intelligence gymnastics diabetic patients with diabetes mellitus in the clinic Husada Kimia Farma Sario Manado. As suggestions gymnastics diabetic therapy can be used as one of the independent action of nurses in improving the quality of health care to mental health emotionally, namely to increase the emotional intelligence of patients with diabetes mellitus. Keywords: gymnastics diabetic therapy, emotional intelligence Abstrak: Terapi senam diabetik adalah olahraga yang dapat diberikan kepada pasien diabetes melitus, bermanfaat bagi kesehatan fisik yaitu dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan kebugaran pasien, selain itu bermanfaat bagi kesehatan jiwa, yaitu kesehatan mental emosional pasien diabetes melitus. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi senam diabetik terhadap kecerdasan emosi pasien diabetes melitus. Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian experiment, dengan pendekatan quasi experiment. Sampel dengan teknik pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling, menggunakan metode incidental sampling, dan untuk menentukan besar sampel, menggunakan rumus case control, didapat jumlah sampel sebanyak 34 responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji t independen pada tingkat kemaknaan 95%, didapat bahwa nilai signifikan adalah 0,000 atau lebih kecil dari nilai signfikan 0,05 (0,00 < 0,05). Kesimpulan, hasil penelitian ini menunjukan terdapat pengaruh terapi senam diabetik terhadap kecerdasan emosi pasien diabetes melitus di klinik Husada Kimia Farma Sario Manado. Saran terapi senam diabetik dapat dijadikan sebagai salah satu tindakan mandiri perawat dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap kesehatan mental emosional, yaitu peningkatan kecerdasan emosi pasien diabetes melitus. Kata kunci : Terapi senam diabetik, kecerdasan emosi
GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DI RUMAH SAKIT JIWA de Haan, Putri Levina Maria; Bidjuni, Hendro; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 2 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i2.27475

Abstract

Abstract : Motivation or encouragement in doing a job contributes to the work of nurses.Head room support and supervision of nurse work is needed to improve nurse performance.While organizational factors can also influence nurses' performance, one of which is aboutleadership, and to realize good performance, each of the leaders must have a leadership style.Leadership style is a behavior pattern designed to integrate organizational goals withindividual goals, to achieve a goal. Research Design: This study researchers used a crosssectional design..The study was obtained using the chi square test and see the results ofPearson chi square with the help of a computer program producing a p value of 0.000 (p≤0.05). Conclusion: There is a relationship between leadership style and nurses workmotivation at Prof.Dr. V.L RatumbuysangKeywords: Leadership Style, Nurses Work MotivationAbstrak : Motivasi atau dorongan dalam melakukan suatu pekerjaan memiliki kontribusiterhadap kerja perawat. Dukungan dan supervisi kepala ruangan terhadap kerja perawatsangat dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja perawat. Sedangkan faktor organisasi jugadapat berpengaruh dalam kinerja perawat, salah satunya adalahtentang kepemimpinan, danuntuk mewujudkan kinerja yang baik, masing-masing dari pemimpin harus memiliki gayakepemimpinan. Gaya kepemimpinan adalah pola tingkah laku yang dirancang untukmengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu, untuk mencapai suatu tujuan.Desain Penelitian: Penelitian ini peneliti menggunakan desain cross sectional.Penelitiandiperoleh dengan menggunakan uji chi square dan melihat hasil pearsonchi square denganbantuan program komputer menghasilkan nilai p 0,000 (p ≤0,05). Kesimpulan: Ada ubunganantara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr.V.LRatumbuysang.Kata Kunci : Gaya Kepemimpinan, Motivasi Kerja perawat
HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN NEUROPATI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI POLIKLINIK KIMIA FARMA HUSADA SARIO MANADO Matasak, Vita Beata Monica; Siwu, James F.; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.19530

Abstract

Abstract: Neuropathy is the most common complication experienced by type 2 DiabetesMellitus. Control of blood sugar is very important to do, one of them is HbA1c Purpose: Thepurpose of this study is to determine the correlation between HbA1c Levels and Neuropathy inType 2 Diabetes Mellitus in Kimia Farma Husada Clinic Sario Manado. Sample: The samplewas 31 respondents with neuropathy history, using total sampling technique. Research Design:This research is a cross-sectional that is descriptive correlative. Result: The data are collectedby questionnaire and analyzed by Spearman test with significance level = 0,05. Conclusion:There is no significant correlation between HbA1c Levels and Neuropathy in Type 2 DiabetesMellitus (p = 0,707).Keywords : Type 2 Diabetes Mellitus, HbA1c Level, Neuropathy.Abstrak: Neuropati merupakan komplikasi tersering yang dialami penderita DM tipe 2.Kontrol gula darah sangat penting untuk dilakukan, salah satunya HbA1c Tujuan: Penelitianini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Kadar HbA1c Dengan Neuropati padapenderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poliklinik Kimia Farma Husada Sario Manado. Jumlahsampel: Penelitian ini dilakukan kepada 31 penyandang DM tipe 2 yang memiliki riwayatneuropati dan pemilihan sampel menggunakan teknik total sampling. Desain Penelitian:Penelitian ini adalah penelitian cross-sectional yang bersifat deskriptif korelatif,. HasilPenelitian: Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis melalui uji Spearmandengan tingkat kemaknaan = 0,05. Kesimpulan: tidak ada hubungan yang signifikan antaraKadar HbA1c Dengan Neuropati pada penderita Diabetes Melitus Tipe 2 (p = 0,707).Kata Kunci : Diabetes Melitus Tipe 2, Kadar HbA1c, Neuropati
HUBUNGAN POSISI MENYUSUI DENGAN KEJADIAN TERSEDAK PADA BAYI DI PUSKESMAS BAHU KOTA MANADO Palimbunga, Ayu Pravita Sari; Palendeng, Ora Et Labora; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.14890

Abstract

Abstract: Choking is the incidence of emergency and requires immediate intervention, choking prone to occur in infants aged 0-6, one of the causes of choking in infants is a lack of proper breastfeeding position. Feeding position that is commonly used mother is standing, sitting, and lying on his side. The purpose of this study is to analyze the relationship breastfeeding positions with the incidence of choking in infants in Puskesmas Bahu Manado City. The research method is descriptive analytic retrospective study design. The sampling technique in this research is total sampling with 124 samples. The data collection is done by using a questionnaire and interview sheet. Processing data using computer program with Pearson chi-square test with a significance level of 95% (α =, 005). The results using the Pearson chi-square analysis showed a significant correlation between the breastfeeding positions withthe baby choking incident (p = 0.000). Conclusionthere is a significant correlation of the incidence of chokingwith the breasfeeding position in Puskesmas Bahu, Manado. Suggestions for more attention to mothers to care about the proper positions used while breastfeeding so that the baby does not choke. Key Words: Breastfeeding positions, baby choking incident Abstrak: Tersedak adalah kejadian gawat darurat dan memerlukan intervensi segera, tersedak rawan terjadi pada bayi usia 0-6, salah satu penyebab tersedak pada bayi adalah posisi menyusui yang kurang tepat. Posisi menyusui yang umum digunakan ibu adalah berdiri, duduk, dan berbaring miring Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi di Puskesmas Bahu Kota Manado. Metode penelitian yaitu deskriptif analitik dengan rancangan study retrospektif. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu total sampling dengan jumlah 124 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan lembar wawancara. Pengolahan data menggunakan program komputer dengan uji pearson chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α = ,005). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis pearson chi-square menunjukkan terdapat hubungan signifikan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi (p= 0,000). Kesimpulan terdapat hubungan posisi menyusui dengan kejadian tersedak pada bayi.di Puskesmas Bahu, Kota Manado. Saran bagi ibu lebih memperhatikan posisi menyusui yang digunakan saat menyusui sehingga bayi tidak tersedak. Kata Kunci: Posisi Menyusui, Tersedak Pada Bayi
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMILIHAN METODE KONTRASEPSI PADA WANITA USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANOTANA WERU Bakri, Zakiah; Kundre, Rina; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 7, No 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.22898

Abstract

Abstract: The government’s program called Family Planning runs to control the growth of thepopulation in Indonesia. The application of this program is by using contraception which hasseveral types such as pills, injections, tubectomy, etc. Research objective to find out the relationbetween knowledge, partner’s support, and the role of Field Officer of Family Planning(Petugas Lapangan Keluarga Berencana – PLKB) regarding to the selection of hormonalcontraceptive methods. Design is using quantitative research with the Cross-sectional andcorrelational method which actually study the relatio or affection between two or morevariables at the same time. Sample there are 44 childbearing women who have been sampledby using Slovin’s formula. Result by using the Chi Square experiment with α=0.05 obtained:knowledge (p=0.036), partner’s support (p=0.030), the role of PLKB (p=0.317). Conclusionthere is a relation between the knowledge and partner’s support regarding to the selection ofhormonal contraceptive methodsKeyword : Hormonal Contraceptive Methods, Childbearing Age WomenAbstrak: Keluarga Berencana merupakan suatu program pemerintah yang secara khususbertanggung jawab terhadap pengendalian pertumbuhan penduduk di Indonesia. Programtersebut dapat dilakukan dengan penggunaan alat kontrasepsi seperti pil, suntik, tubektomi, dansebagainya. Tujuan penelitian mengetahui hubungan pengetahuan, dukungan suami, danperan Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) terhadap pemilihan metode kontrasepsihormonal. Desain Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metodeCross Sectional korelasional yaitu penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan ataupengaruh antara dua atau lebih variabel penelitian yang diukur dalam waktu bersamaan.Sampel pada penelitian ini sebanyak 44 wanita usia subur dengan tehnik pengambilan sampelmenggunakan rumus Slovin. Hasil Penelitian menggunakan uji Chi Square dengan α=0.05diperoleh pengetahuan (p=0.036), dukungan suami (p=0.030) peran PLKB (p=0.317).Kesimpulan yaitu ada hubungan pengetahuan dan dukungan suami dengan pemilihan metodekontrasepsi hormonal, serta tidak ada hubungan peran PLKB dengan pemilihan metodekontrasepsi hormonal.Kata kunci : Metode Kontrasepsi Hormonal, Wanita Usia Subur
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN KEJADIAN GOUT ARTRITIS DI PUSKESMAS TOBELO KECAMATAN TOBELO KABUPATEN HALMAHERA UTARA Bobaya, Paulina; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.11889

Abstract

ABSRACT Background of the Study, Stress is the body's reaction to situations that cause stress, changes, quietness emotions and disturb the balance. purpose of this study is to determine the relationship with Genesis Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. This study using cross sectional method. Sample by using total sampling the number of samples used were 42 respondents. The data collected by using primary and secondary data collection. Population is all of Gout Arthritis Patients who come for treatment at the health center patients Tobelo Number of Respondents 42 people. results show the value of p = 0.009 with significance level α = 0:05 this shows that p <α this shows that There Stress Relationship with Gout Arthritis events in the sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. conclusion of this research is: There is a significant relationship between the incidence of Gout Arthritis Stress at sub-district Puskesmas Tobelo North Halmahera. Suggestions: This study can be used as information materials for health centers to improve services, especially in the fight against disease Gout Arthritis. Keywords: Stress, Gout Arthritis ABSTRAK, Latar belakang studi, Stres merupakan reaksi tubuh terhadap situasi yang menimbulkan tekanan, perubahan, ketengangan emosi, serta menganggu keseimbangan. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Penelitian ini menggunakan metode Cross sectional. Pemilihan sampel dengan menggunakan Total Sampling dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 42 responden. Cara pengumpulan data dengan menggunakan pengumpulan data Primer dan sekunder. Populasi adalah seluruh Pasien Gout Atritis yang dating berobat di Puskesmas Tobelo Jumlah Responden pasien 42 Orang. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0.009 dengan tingkat kemaknaan α = 0.05 hal ini menunjukkan bahwa p < α hal ini menunjukkan bahwa Ada Hubungan Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah : Terdapat Hubungan yang signifikan antara Stres dengan Kejadian Gout Atritis di Puskesmas Tobelo Kecamatan Tobelo Kabupaten Halmahera Utara. Saran : penelitian ini dapat dijadikan Sebagai bahan informasi bagi Puskesmas dalam meningkatkan pelayanan khususnya dalam upaya penanggulangan penyakit Gout Atritis. Kata kunci : Stres , Gout Atritis
HUBUNGAN RELIGIUSITAS DENGAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN DIABETES MELITUS DI KLINIK HUSADA KIMIA FARMA SARIO MANADO Saring, Hidayati Ratriyo; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri
JURNAL KEPERAWATAN Vol. 7 No. 1 (2019): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v7i1.25201

Abstract

Abstract : Psychological Well-being is a full achievement of one's psychological potential and a situation when individuals can accept their own strengths and weaknesses as they are, have life goals, develop positive relationships with others, become independent individuals, able to control the environment, and continue to grow personally . The Purpose of this study was to find out whether there was a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Samples were taken by purposive sampling technique that is as many as 70 people who meet the inclusion criteria. The research design used was a cross sectional study and data collected from respondents used a religiosity questionnaire and psychological well-being. The results of the Spearman Rho statistical test obtained a correlation coefficient of 0.570 (with a value of p = 0,000) which means the value of p <α (0.05). Conclution of this research hypothesis was accepted, this shows that there’s a correlation between religiosity and psychological well-being in patients with diabetes mellitus at the Husada Kimia Farma Sario Manado Clinic. Keywords : Religiosity, Psychological Well-Being, Diabetes Mellitus PatientsAbstrak : Kesejahteraan Psikologis ialah sebuah pencapaian penuh dari potensi psikologis seseorang dan suatu keadaan ketika individu dapat menerima kekuatan dan kelemahan diri apa adanya, memiliki tujuan hidup, mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain, menjadi pribadi yang mandiri, mampu mengendalikan lingkungan, dan terus bertumbuh secara personal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada penderita diabetes mellitus di klinik husada kimia farma sario manado. Sampel diambil dengan teknik pengambilan purposive sampling yaitu sebanyak 70 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Desain Penelitian yang digunakan adalah cross sectional study dan data dikumpulkan dari responden menggunakan kuesioner religiusitas dan kesejahteraan psikologis. Hasil Penelitian uji statistik Spearman Rho diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,570 (dengan nilai p= 0,000) yang berarti nilai p < α (0,05). Kesimpulan bahwa hipotesis penelitian diterima, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara religiusitas dengan kesejahteraan psikologis pada pasien dengan diabetes mellitus di Klinik Husada Kimia Farma Sario Manado.Kata Kunci : Religiusitas, Kesejahteraan Psikologis, Pasien Diabetes Mellitus
Co-Authors Abram Babakal Adeleida Kaawoan Afriani, Neneng Tri Amatus Yudi Ismanto Anggriani Bantu Arlita Magdalena Lomboan Aseng, Krisna Gita Asri Wanda K Assa, Wenda Marina B H. R. Kairupan Bakri, Zakiah Baris, Alicia Benaya Wasti Bryan Kevin Mawey Buanasari, Andi Christine Dwi Fatningsaliska D. H. C. Pangemanan Daniel Piter Mawu, Daniel Piter Danny Indra Setiawan de Haan, Putri Levina Maria Deivi Sanny Karendehi, Deivi Sanny Dewantari L Ponto, Dewantari L Diyai, Indriyani Elviana Kaharingan, Elviana Elvina Magdalena Manarisip Endang Pertiwi, Endang Esrom Kanine Ferdinan Wowiling Ferdinand Wowiling Ferdinand Wowiling Flora Pricilla Kalalo Franly Onibala Fransiska Sohat Gaol, Apryani Lumban Gloria Gratia Polii Gresty Masi Gultom, Maria M.K Hendra Idris, Hendra Henry Palandeng I Gusti Ngurah Suprapta James F. Siwu Jenny Puspita Sari Situmeang, Jenny Puspita Sari Jill Lolong Jimmy Rumampuk Jul Stevie Claudia Lario, Jul Stevie Claudia Julia Meilany Durandt Julia Rottie Kalendesang, Monique P Kallo, Vandry Katuuk, Mario Esau Kaunang, Nathania Kristamuliana Kristamuliana, Ns Larira, Dina Mariana Linda Juita Paususeke, Linda Juita Lumenta, Tesalonika Agresi Mait, Gracia Majore, Cheryl Esther Makatindu, Marsha Gladis Mandagi, Cynthia A. F. Manese, Mercy Mareyke Saroinsong Marini Melisa Koampa, Marini Melisa Marisca Horhoruw, Marisca Marshal Edwin Boyoh, Marshal Edwin Matasak, Vita Beata Monica Matheos, Beatrix Meisy Indriany Bambuena Mellynda Wurangian Meo, Maria Lupita Nena Meylen Suoth Michael Karundeng Moha, Meyske K Ndede, Vechya Z.L.P. Ns Mulyadi Nurmansyah, Muhamad Nurmansyah, Muhammad Oktavianus Muldianto Oktavina J Lumunon, Oktavina J Oroh, Wenda Palendeng, Ora Et Labora Palimbunga, Ayu Pravita Sari Panambunan, Ayudia Evita Pandelaki, Lingkan G. E. K. Pangemanan, Damajanti Pangemanan, Wenda R. Parulian Gultom, Parulian Paulina Bobaya, Paulina Peginusa, Gloria Makahanap Pesik, Charisma B.J. Phainel Jhonly Piyeke Poli, Jeremia Sefanya Prisilia Alva Seke, Prisilia Alva Rafil Hanafi, Rafil Rantung, Galatia Marline Victoria Ratuela, Andre Redha Rahmatia Gani Reginus Malara Reni Yatnasari Silaban, Reni Yatnasari Riana D. Purwati Ribka Seran, Ribka Rikky Rantung, Rikky Rina Kundre Rivelino Hamel Rivelino S. Hamel Sahensolar, Livnie Nansi Said, Ni’mah Sally Febriyanti Korua Saring, Hidayati Ratriyo Sasombo, Antania Sefti Rompas Sefty Rompas Seniaty Madalise, Seniaty Simak, Valen Fridolin Simboh, Flora Ketsia Sri Utami Lestari Suling, Levi Tumbage, Meyfania Miracle Christy Tumipa, Seryl Yohana Tyas Aprilia Bingku Usman, Suharno Vandri D Kallo, Vandri D Vandri Kallo Vera Ukus, Vera Vevy Monica Lasut Wuon, Afrianti S. Wydia Khristianty P Syamsoedin