Claim Missing Document
Check
Articles

GAMBARAN TINGKAT KECEMASAN ANGGOTA KELUARGA PADA PENULARAN TB PARU DI PUSKESMAS WENANG DENGAN PERSEPSI KATEGORI BAIK Manarisip, Elvina Magdalena; Bidjuni, Hendro; Karundeng, Michael
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4053

Abstract

Abtract : Background.In Indonesia Pulmonary TB is a major public health problem. The number of TB patients in Indonesia is the 5th largest in the world. Many factors will affect the family anxiety Pulmonary TB transmission, among others, the perception of the disease. Purpose. This study aims to determine Representation the  stage of family anxiety In pulmonary TB transmission in Wenang health centers with good category in perception Method. This research uses descriptive analytic method using a cross-sectional study design to determine the relationship of perception of TB disease with anxiety on family members of TB transmission in the health center Wenang. The samples done by purposive sampling, obtained a total sample of 42 people from 84 population aged 15-60 years. Research. Perceptions of illness showed all respondents have a good perception of the disease. As for the anxiety level of all respondents totaling 42 people have high levels of anxiety are different. With the level of anxiety was the greatest as many as 16 respondents (38.1%), the next level of mild anxiety as much as 12 respondents, and severe anxiety level 8 respondents, while frantic as 6 respondents (14.3%). Key Word: Perception, family, anxiety, transmission. Abstrak : Di Indonesia TB Paru merupakan masalah utama kesehatan masyarakat. Jumlah pasien TB Paru di Indonesia merupakan ke-5 terbanyak di dunia. Banyak faktor yang berpengaruh terhadap kecemasan keluarga akan penularan TB Paru, antara lain persepsi penyakit. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan anggota keluarga pada penularan TB Paru di Puskesmas Wenang dengan persepsi kategori baik. Metode. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Penentuan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling, didapat jumlah sampel sebanyak 42 orang dari 84 populasi yang berusia 15-60 tahun. Hasil Penelitian. Persepsi penyakit menunjukkan  semua responden memiliki persepsi penyakit yang baik. Sedangkan untuk tingkat kecemasan seluruh responden yang berjumlah 42 orang memiliki tingkat kecemasan yang berbeda-beda. Dengan tingkat kecemasan sedang yang paling besar yaitu sebanyak 16 responden (38,1%), selanjutnya tingkat kecemasan  ringan sebanyak 12 responden, dan tingkat kecemasan berat 8 responden, sedangkan panik sebanyak 6 responden (14,3%). Kata kunci: Persepsi, keluarga, kecemasan, penularan.
HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN KECEMASAN IBU PRIMIGRAVIDA DI PUSKESMASTUMINTING Said, Ni’mah; Kanine, Esrom; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8143

Abstract

Abstrak:Kehamilan bagi ibu primigravida merupakan suatu pengalaman baru yang dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan merupakan respons individu terhadap suatu keadaan yang tidak menyenangkan.Faktor yang mempengaruhi kecemasan selama kehamilan antara lain faktor sosial ekonomi( pendidikan, pekerjaan dan pendapatan). Tujuanpenelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor sosial ekonomi dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting.Desain penelitian ini bersifat survei analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik pengambilan sampelPurposive Sampling yaitu sebanyak 40 sampel.Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan lembar observasi.Hasil penelitian mengunakan uji Chi square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Tidak terdapat hubungan pendidikan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting dengan nilai p=0,437>α, tidak terdapat hubungan pekerjaan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas tuminting dengan nilai p= 0,457>α, dan terdapat hubungan pendapatan dengan kecemasan ibu primigravida di puskesmas Tuminting dengan nilai p=0,000<α. Kesimpulanpenelitian ini adalah ibu primigravida di puskesmas tuminting sebagian besar tidak cemas yakni 21 orang. Saranpenelitian ini, diharapkan petugas kesehatan memberikan pendidikan kesehatan mengenai kehamilan kepada ibu hamil untuk mencegah terjadinya kecemasan.Kata Kunci: Faktor Sosial Ekonomi, Ibu Primigravida, Kecemasan
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN JAJANAN DENGAN DIARE PADA ANAK DI SDN 3 GOGAGOMAN KECAMATAN KOTAMOBAGU BARAT KOTA KOTAMOBAGU Gultom, Maria M.K; Onibala, Franly; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.18775

Abstract

day accompanied by changes in fecal consistency with or without mucus or blood. To be able to avoid the diarrhea is required consumption of healthy snacks. Diarrhea is still one of the world's greatest health problems, especially for developing countries because of the high morbidity and mortality rate. The purpose of this research is to know the relationship of consumption of snack food with diarrhea on children school in SDN 3 Gogagoman. Design The research is using observational analytic research, using Cross Sectional approach. The sample is 37 respondents taken by using simple random sampling technique. Data collected from respondents by using questionnaire sheet of food consumption of snack and diarrhea. Then presented in table 2x2 with help of program of SPSS (Statistic Program for Social Science) use Chi Square test at significance level 95% α = 0,009. The results showed the relationship between the consumption of snack foods with diarrhea in children in SDN 3 Gogagoman. Keywords: Consumption of snack foods, diarrhea, children school Abstrak: Diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi Buang Air Besar (BAB) > 3 kali sehari yang disertai perubahan konsistensi tinja dengan atau tanpa lendir atau darah. Untuk dapat terhindar dari diare diperlukan konsumsi makanan jajanan yang sehat. Diare sampai dengan saat ini masih termasuk masalah kesehatan terbesar dunia apalagi bagi negara-negara berkembang karena angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi makanan jajanan dengan diare pada anak di SDN 3 Gogagoman. Desain Penelitian yaitu menggunakan penelitian observasional analitik, dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Sampel sebanyak 37 responden yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dari responden dengan menggunakan lembar kuesioner konsumsi makanan jajanan dan diare. Kemudian disajikan dalam tabel 2x2 dengan bantuan program SPSS (Statistic Program for Social Science) menggunakan uji Chi Square pada tingkat kemaknaan 95% α=0,009. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan antara konsumsi makanan jajanan dengan diare pada anak di SDN 3 Gogagoman. Kata Kunci: Konsumsi makanan jajanan, diare, anak usia sekolah
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 TIDORE KEPULAUAN Lestari, Sri Utami; Bidjuni, Hendro; Kallo, Vandri D
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 1 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i1.10803

Abstract

Abstract: Obesity is a weight increase over skeletal limit and physic as a effect of accumulation over fat in our body. In adolescent, obesity will give an effect to phsycosocial include self confidence. Adolescent will always keep a distance by her friends, inclination to get less self confidence. The purpose of this research is to known about relation between obesity and self confidence in SMA Negeri 1 Tidore Islands. This research using analitic observational method by using a cross sectional study. Sampling technique is the total sampling with a sample of 35 people. The data analysis is done with using the chi-square test (X2), at the 95% significance level (á 0.05). The result of statistics test found value p = 0,007 á < 0,05, this value is smaller than á = 0.05. The conclusion of this study there is relationship between obesity and adolescent self confidence in SMA Negeri 1 Tidore.Suggestions they need education about obesity and physical facilities such as sports service. Keywords : Adolescent, Obesity, Self Confidence Abstrak: Obesitas adalah peningkatan berat badan melebihi batas kebutuhan skeletal dan fisik sebagai akibat akumulasi lemak berlebihan dalam tubuh. Pada kelompok remaja, obesitas akan berpengaruh pula pada perkembangan psikososial termasuk kepercayaan diri. Remaja obesitas yang dijauhi oleh teman-temannya memiliki kecenderungan untuk mengalami kepercayaan diri yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan obesitas dengan kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Teknik sampling yaitu sampling jenuh dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji chi-square (X2), pada tingkat kemaknaan 95% (á 0,05). Hasil penelitian dari uji statistic yang didapatkan nilai p = 0,007 á <0,05. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara obesitas dengan kepercayaan diri pada remaja di SMA Negeri 1 Tidore Kepulauan. Saran perlunya pendidikan tentang obesitas dan pelayanan fasilitas fisik seperti olahraga. Kata kunci: Remaja, Obesitas, Kepercayaan Diri
PENGARUH PEMBERIAN MUSIK TERHADAP SKALA NYERI AKIBAT PERAWATAN LUKA BEDAH PADA PASIEN PASCA OPERASI DI RUANG PERAWATAN BEDAH FLAMBOYANRUMAH SAKIT TK. III 07.06.01R.W MONGISIDI MANADO TAHUN 2015 Karendehi, Deivi Sanny; Rompas, Sefty; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 3, No 2 (2015): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v3i2.8089

Abstract

ABSTRAK :Nyeri adalah alasan utama seseorang untuk mencari bantuan perawatan kesehatan.Nyeri terjadi bersama banyak proses penyakit atau bersamaan dengan pemeriksaan diagnostik atau pengobatan. Untuk mengurangi nyeri, salah satunya dengan tindakan non-farmakologis adalah distraksi.Salah satu distraksi yang efektif adalah musik, yang dapat menurunkan nyeri fisiologis, stres, dan kecemasan dengan mengalihkan perhatian seseorang dari nyeri.Tujuan untuk mengetahui pengaruh musik terhadap skala nyeri akibat perawatan luka bedah pada pasien pasca operasi.Metode Penelitian menggunakan Quasy Eksperimen :Non RandomizedPretest-posttest DesignWithControl Group dengan dua kelompok tanpa randomisasi, satu kelompok diberi perlakuan dan kelompok lain sebagai kontrol, kemudian diobservasi sebelum dan sesudahnya. Teknik pengambilan sampeldilakukan dengan Total Sampling.Hasil penelitian analisa data menggunakan uji statistik paired sample t-Test dengan tingkat kemaknaan 95% (α = 0,05) didapatkan nilai p value = 0,000 < α = 0,05 (Ho ditolak). Kesimpulan yaitu musik bisa menurunkan skala nyeri akibat perawatan luka bedah pada pasien pasca operasi di ruangan perawatan bedah Rumah Sakit Tk. III 07.06.01 R.W Mongisidi Manado.Kata kunci : Musik, Nyeri, Pasien pasca operasi.
HUBUNGAN STRES DENGAN KEJADIAN GASTRITIS PADA REMAJA KELAS XI IPA DI SMA NEGERI 9 MANADO Saroinsong, Mareyke; Palandeng, Henry; Bidjuni, Hendro
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 2 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i2.5253

Abstract

Abstract: Anyone can experience stress, not only adults, but teens can also experience stress. Adolescence is a time of emotional turmoil and imbalance. Stress has a negative effect through the digestive tract neuroendocrine mechanisms that are at risk for experiencing gastritis. The purpose of this study was to determine the relationship of the incident stress gastritis in adolescents class XI Science SMAN 9 Manado. The samples used were 61 respondents. Data was collected through questionnaires using the DASS (Depression Anxiety Stress Scales) that has been modified and tested validity. The research design used was a cross sectional study. Research results obtained show that there is a correlation with the incidence of stress gastritis in adolescents, with a result of 0.001. The conclusion of this study means that Ho is rejected which states that there is a significant correlation between the incidence of stress gastritis with results p value <0.05 (0.001). Keywords: Stress, Adolescent, Gastritis Genesis Abstrak: Siapapun dapat mengalami stres, bukan hanya orang dewasa, tapi remaja juga bisa mengalami stres. Masa remaja merupakan masa penuh gejolak emosi dan ketidakseimbangan. Stres memiliki efek negatif melalui mekanisme neuroendokrin terhadap saluran pencernaan sehingga beresiko untuk mengalami gastritis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres dengan kejadian gastritis pada remaja kelas XI IPA SMA Negeri 9 Manado. Sampel yang digunakan adalah 61 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner dengan menggunakan DASS (Depression Anxiety Stress Scales) yang telah dimodifikasi dan di uji validitas. Desain penelitian yang dipakai adalah cross sectional. Hasil penelitian yang didapat menunjukan bahwa ada hubungan stres dengan kejadian gastritis pada remaja, dengan hasil 0,001. Kesimpulan dalam penelitian ini berarti Ho ditolak yang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna antara stres dengan kejadian gastritisdengan hasil p value < 0,05 (0,001). Kata Kunci : Stres, Remaja, Kejadian Gastritis
HUBUNGAN TINGKAT DEMENSIA DENGAN KONSEP DIRI PADA LANJUT USIA DI BPLU SENJA CERAH PROVINSI SULAWESI UTARA Bidjuni, Hendro; Masi, Gresty
JURNAL KEPERAWATAN Vol 6, No 1 (2018): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v6i1.25170

Abstract

Abstract : The most common health problems in the elderly are dementia, where dementia also includes other cognitive impairments such as language, orientation, decision making abilities, abstract thinking, emotional and behavioral disorders that may affect self-concept. Research Objective to know correlation of dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province. This study uses descriptive analytics Design using cross sectional approach is a study that is measured simultaneously, instantaneously or once only in one time. The Sample technique used Total Sampling with the number of samples as many as 33 people. The results of the statistical test of Kolmogorov-smirnov with a confidence level of 95% confidence level (α = 0.05) and obtained p value 0.972> 0.05. The summary of this research was there is no correlation between dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province. Conclusion that there is no relationship of dementia level with self concept in elderly in BPLU Senja Cerah North Sulawesi Province.Keywords : Dementia Level, Self Concept, ElderlyAbstrak : Masalah kesehatan yang paling umum terjadi pada lansia adalah demensia, dimana demensia juga terdapat gangguan kognisi lain seperti berbahasa, orientasi, kemampuan membuat keputusan, berpikir abstrak, gangguan emosi dan perilaku sehingga dapat mempengaruhi konsep diri. Tujuan Penelitian mengetahui hubungan tingkat demensia dengan konsep diri pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara. Desain Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian yang diukur secara simultan, sesaat atau satu kali saja dalam satu kali waktu. Teknik pengambilan Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 33 orang. Hasil uji statistik Kolmogorov-smirnov dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0.05) dan diperoleh p value 0.972 > 0.05. Simpulan yaitu tidak terdapat hubungan tingkat demensia dengan konsep diri pada lanjut usia di BPLU Senja Cerah Provinsi Sulawesi Utara.Kata kunci : Tingkat Demensia, Konsep Diri, Lanjut Usia
HUBUNGAN TINGKAT KEGAWATAN DENGAN LAMA TINGGAL PASIEN DI IGD RSU GMIM KALOORAN AMURANG Bidjuni, Hendro; Kundre, Rina
JURNAL KEPERAWATAN Vol 5, No 1 (2017): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v5i1.25148

Abstract

Abstract : The emergency patient service is a services that requires immediately relief including quick, accurate and careful to prevent death and disability, or the emergency patient service takes a very important role that time is about life. The length of stay is the time the patient arrives at the emergency room and performed the initial assessment to the handling during in the ER but in a short time.The purpose of this research is to analyze the relations of criticalness with the length of stay of patient in the emergency installation of GMIM Kalooran Amurang’s general hospital. Research methods applying cross sectional. The sampling techniques of these research are purposive sampling with total samples 98. The data collection using observation sheet. Data processing using SPSS with Spearman test with the significant level 90 % ( α = 0.010). The results using Spearman analysis shows that there’s no correlation of criticalness with the length of stay ( p = 0.195 ). The conclusion is there’s no relations of criticalness with length of stay in the emergency installation of GMIM Kalooran Amurang’s general hospital. The suggestion for a nurse to still treating patient who is in emergency installation appropriate to criticalness and quick time.Key Word : Criticalness, Length of StayAbstrak : Pelayanan pasien gawat darurat adalah pelayanan yang memerlukan pertolongan segera yaitu cepat, tepat dan cermat untuk mencegah kematian dan kecacatan, atau pelayanan pasien gawat darurat memegang peranan yang sangat penting bahwa waktu adalah nyawa. Lama tinggal adalah waktu pasien tiba di IGD dan dilakukan pengkajian awal sampai pada penanganan selama di IGD tapi dalam waktu yang singkat. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan tingkat kegawatan dengan lama tinggal pasien di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang. Metode penelitian yaitu dengan rancangan cross sectional study. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu purposive sampling dengan jumlah 98 sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi. Pengolahan data menggunakan program SPSS dengan uji spearman dengan tingkat kemaknaan 90% (α = ,010). Hasil penelitian dengan menggunakan analisis spearman menunjukkan tidak terdapat hubungan tingkat kegawatan dengan lama tinggal (p = 0,195). Kesimpulan tidak ada hubungan tingkat kegawatan dengan lama tinggal di IGD RSU GMIM Kalooran Amurang.Kata kunci : Tingkat kegawatan, Lama Tinggal
HUBUNGAN KEJADIAN STRES DENGAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA DI BALAI PENYANTUNAN LANJUT USIA SENJAH CERAH KECAMATAN MAPANGET KOTA MANADO Seke, Prisilia Alva; Bidjuni, Hendro; Lolong, Jill
JURNAL KEPERAWATAN Vol 4, No 2 (2016): E-Journal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v4i2.12880

Abstract

Abstract: Hypertension is one of the deadly disease in the world. The characteristic of hypertension basically unstable and uncontrollable. Indifference for the treatment and continuous stress will make hypertension getting worse. Stress that occurs in a person affected by a variety of sources. Stress can come from the person itself, family and community. Hypertension often occurs in the elderly due two stiffness in the artery that cause blood pressure rises. Moreover, age factor affect the rates of hypertension in the elderly. Research Purpose to know relation between stress and hypertension in the elderly. Methods design of this study using analitic observasional with cross sectional approach. The population are all elderly who stay in at Balai Penyantunan Lanjut Usia Senjah Cerah Manado and using total sampling technique that involved 50 elderly. The tools that used in this study are questionnaires and observation sheet. Results: by using Fisher’s Exact Test (p=0,000) there isi significan relation between stress and hypertension in the elderly. Conclusion there isi significan relation between stress and hypertension in the elderly. Suggestion for elderly keep away from stress that effect blood pressure rises. And for reader this research can be used as additional resources. Keywords : Stress, Hypertension, Elderly Abstrak: Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan yang paling mematikan didunia. Hipertensi pada dasarnya memiliki sifat yang cenderung tidak stabil dan sulit intuk dikontrol. Ketidakpatuhan dalam pengobatan dan stres yang berkepanjangan dapat menambah parah hipertensi. Stres yang terjadi pada seseorang dipengaruhi oleh berbagai sumber. Sumber-sumber stres: dari dalam diri, keluarga dan komunitas. Lansia sering terkena hipertensi disebabkan oleh kekauan pada arteri sehingga tekanan darah meningkat. Selain itu faktor usia mempengaruhi penyakit hipertensi pada lansia. Tujuan Penelitian: untuk mengetahui hubungan kejadian stres dengan penyakit hipertensi pada lansia. Metode: menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah seluruh lansia yang tinggal di Balai Penyantunan Lanjut Usia Senjah Cerah Manado. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 50 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Hasil: terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian stres dengan penyakit hipertensi pada lansia dengan menggunakan Fisher’s Exact Test (p=0,000). Saran: untuk lansia dapat menghindari stres yang bisa memicu tekanan darah meningkat dan untuk pembaca bisa dijadikan sumber informasi tambahan. Kata Kunci : Stres, Hipertensi, Lansia
HUBUNGAN GAYA HIDUP DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KOLONGAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA Suoth, Meylen; Bidjuni, Hendro; Malara, Reginus
JURNAL KEPERAWATAN Vol 2, No 1 (2014): E-Jurnal Keperawatan
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/jkp.v2i1.4055

Abstract

Abstract. Hypertension disease is strongly influenced by an Unhealthy lifestyle.  There are several things that cause hypertension disease, include consuming foods, no physical activity and do not exercise regularly, can not control the stress, and the presence of smoking habit.  The purpose of  this research is to know the relation of hypertension disease with lifestyle.  This research was carried out with the cross sectional method.  The selection of samples by using purposive sampling, a sample of 32 respondents, data collection is done by filling the questioner.  Furthermore the data that has been collected using computer assisted program  by using Correlation Spearman Rho test with significance level () 0,05.  The results of this research show food consumption had significance values (p)=0,004 with thus it can said H1 accepted and H0 is rejected.  Physical activity obtained significant result (p)=0,000 with thus it can be said H1 accepted and H0 is rejected.  Stress had significant value (p)=0.002 with thus it can be said H1 accepted and H0 is rejected.  Smoke had significant value (p)=0,447 with thus it can be said H1 accepted and H0 is rejected.  Conclusions : lifestyles greatly influence the occurrence of disease of hypertension. Suggestions which can be given to patients with hypertension disease is to always control the blood pressure and avoiding the factors that cause hypertension disease. Keywords:  Lifestyle, consuming foods, smoke, stress, physical activity. Abstrak. Penyakit hipertensi sangat dipengaruhi oleh Gaya hidup yang tidak sehat. Ada beberapa hal yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi, diantaranya mengkonsumsi makanan, tidak melakukan aktifitas fisik serta tidak berolahraga secara teratur, tidak dapat mengendalikan stres dan adanya kebiasaan merokok.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan gaya hidup dengan penyakit hipertensi. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan metode Cross sectional, pemilihan sampel dengan purposive sampling. Sampel 32 responden, pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah menggunakan bantuan komputer dengan menggunakan uji Korelasi Spearman Rho dengan tingkat kemaknaan () 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan konsumsi makanan didapat nilai signifikan (p)=0,004 dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak. Aktifitas fisik didapat nilai signifikan (p)=0,000 dengan demikian H1 diterima H0 ditolak. Stres didapat nilai signifikan (p)= 0,002 dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak. Merokok didapatkan nilai signifikan (p)=0,447 dengan demikian maka dapat dikatakan H0 diterima dan H1 ditolak.  Kesimpulan: gaya hidup sangat mempengaruhi terjadinya penyakit hipertensi. Saran yang dapat diberikan adalah bagi penderita penyakit hipertensi untuk selalu mengontrol tekanan darah dan menghindari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit hipertensi. Kata kunci:  Gaya hidup, Konsumsi makanan, Merokok, Stres, Aktifitas fisik.
Co-Authors Abram Babakal Adeleida Kaawoan Afriani, Neneng Tri Amatus Yudi Ismanto Anggriani Bantu Arlita Magdalena Lomboan Aseng, Krisna Gita Asri Wanda K Assa, Wenda Marina B H. R. Kairupan Bakri, Zakiah Baris, Alicia Benaya Wasti Bryan Kevin Mawey Buanasari, Andi Christine Dwi Fatningsaliska D. H. C. Pangemanan Daniel Piter Mawu, Daniel Piter Danny Indra Setiawan de Haan, Putri Levina Maria Deivi Sanny Karendehi, Deivi Sanny Dewantari L Ponto, Dewantari L Diyai, Indriyani Elviana Kaharingan, Elviana Elvina Magdalena Manarisip Endang Pertiwi, Endang Esrom Kanine Ferdinan Wowiling Ferdinand Wowiling Ferdinand Wowiling Flora Pricilla Kalalo Franly Onibala Fransiska Sohat Gaol, Apryani Lumban Gloria Gratia Polii Gresty Masi Gultom, Maria M.K Hendra Idris, Hendra Henry Palandeng I Gusti Ngurah Suprapta James F. Siwu Jenny Puspita Sari Situmeang, Jenny Puspita Sari Jill Lolong Jimmy Rumampuk Jul Stevie Claudia Lario, Jul Stevie Claudia Julia Meilany Durandt Julia Rottie Kalendesang, Monique P Kallo, Vandry Katuuk, Mario Esau Kaunang, Nathania Kristamuliana Kristamuliana, Ns Larira, Dina Mariana Linda Juita Paususeke, Linda Juita Lumenta, Tesalonika Agresi Mait, Gracia Majore, Cheryl Esther Makatindu, Marsha Gladis Mandagi, Cynthia A. F. Manese, Mercy Mareyke Saroinsong Marini Melisa Koampa, Marini Melisa Marisca Horhoruw, Marisca Marshal Edwin Boyoh, Marshal Edwin Matasak, Vita Beata Monica Matheos, Beatrix Meisy Indriany Bambuena Mellynda Wurangian Meo, Maria Lupita Nena Meylen Suoth Michael Karundeng Moha, Meyske K Ndede, Vechya Z.L.P. Ns Mulyadi Nurmansyah, Muhamad Nurmansyah, Muhammad Oktavianus Muldianto Oktavina J Lumunon, Oktavina J Oroh, Wenda Palendeng, Ora Et Labora Palimbunga, Ayu Pravita Sari Panambunan, Ayudia Evita Pandelaki, Lingkan G. E. K. Pangemanan, Damajanti Pangemanan, Wenda R. Parulian Gultom, Parulian Paulina Bobaya, Paulina Peginusa, Gloria Makahanap Pesik, Charisma B.J. Phainel Jhonly Piyeke Poli, Jeremia Sefanya Prisilia Alva Seke, Prisilia Alva Rafil Hanafi, Rafil Rantung, Galatia Marline Victoria Ratuela, Andre Redha Rahmatia Gani Reginus Malara Reni Yatnasari Silaban, Reni Yatnasari Riana D. Purwati Ribka Seran, Ribka Rikky Rantung, Rikky Rina Kundre Rivelino Hamel Rivelino S. Hamel Sahensolar, Livnie Nansi Said, Ni’mah Sally Febriyanti Korua Saring, Hidayati Ratriyo Sasombo, Antania Sefti Rompas Sefty Rompas Seniaty Madalise, Seniaty Simak, Valen Fridolin Simboh, Flora Ketsia Sri Utami Lestari Suling, Levi Tumbage, Meyfania Miracle Christy Tumipa, Seryl Yohana Tyas Aprilia Bingku Usman, Suharno Vandri D Kallo, Vandri D Vandri Kallo Vera Ukus, Vera Vevy Monica Lasut Wuon, Afrianti S. Wydia Khristianty P Syamsoedin