Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Lingkungan Terhadap Prevalensi Stunting Pada Balita Di Desa Mana Resmi Kabupaten Musi Rawas Hartika, Citra; Suharyanto; Santoso, Urip; Yurike; Brata, Bieng
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.13.2.37089

Abstract

This study aims to analyze the influence of latrine ownership, availability of clean water, and the influence of hand washing habits on the incidence of stunting. This research was conducted in the ManaOfficial Village, Muara Beliti District, Musi Rawas Regency, South Sumatra. The data collection technique uses total sampling, namely the entire population is used as a sample. The sample in this study were all toddlers in the Mana Official Village totaling 194 toddlers. The data instrument was adapted from the IKL (environmental health inspection) form for the availability of clean water, toilet ownership, and the habit of washing hands with soap from the District Health Office. Musi Rawas in 2023. Data analysis used the Chi-square test. The results showed that there was a significant relationship between latrines ownership, availability of clean water, and the habit of washing hands with soap (CPTS) on the incidence of stunting in the ManaOfficial Village area, Musi Rawas Regency, in 2023.
Kajian Hubungan Antara Perubahan Tutupan Lahan Dan Dinamika Kelimpahan Jenis Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus Temminck, 1847) Di Taman Wisata Alam Seblat Tahun 2011-2020 Suyanti, Erni; Susatya, Agus; Wiryono; Brata, Bieng; Suhartoyo, Hery
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 13 No. 2 (2024)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.13.2.37189

Abstract

Seblat Natural Tourism Park is substantial for the well being of Sumatran Elephant which provides suitable habitat in Bengkulu Province. The conversion of former production forest area with Particular Function of Elephant Training Center of Seblat into Convertible Production Forest Area of Seblat as wide as 710 hectares in 2011, and forest enroachment activities resulted in fragmentation of Sumatran Elephant habitat. This fragmentation led to the isolation of Seblat Natural Tourism Park and separation from surrounding forest area, which affects the species abundance of Sumatran Elephant. A study is required to understand the relationship between land cover change and dynamics of species abundance of Sumatran elephant during the period of 2011-2020. The study was conducted in the TWA Seblat with the area of ​​±7,768.36 hectares. Data used in this study were secondary data, particularly inventory data of Sumatran Elephants from the BKSDABengkulu which was obtained using the path transect method from patrol activities as many as ±228 patrols for ±1596 days, and land cover data which was obtained from the Directorate of Forest Resources Inventory and Monitoring, Directorate General of PKTL. Spatial analysis was carried out by performing topology test using ArcGIS 10.4 software and land cover classification based on SNI 7645:2010. Topology test resulted in 1 forest cover class and 6 non-forest cover classes. Statistical analysis carried out was multiple linear regression using the IBM SPSS 26 application by performing the Anova test or F test, and T test. The results of multiple linear regression analysis showed the correlation value (R) 0.753 indicated that there was close relationship between secondary dryland forest (X1) and shrubs (X2) with the dynamics of the species abundance of Sumatran elephant (Y). The contribution of variable X1 and variable X2 in influencing variable Y was56.7%, and 43.3% was influenced by other variables which unincluded in this study. The calculated F value is 3.935 with p value 0.081, andbecause the p value is higher than 0.05, simultaneously secondary dryland forest (X1)  and shrubs (X2) did not influence the dynamics of the species abundance of Sumatran elephant (Y). The calculated T value is 1.776 with value of p=0.126, because value of p is higher than 0.05, partially there is no significant influence between secondary dryland forest (X1) on the dynamics of the species abundance of Sumatran elephant species (Y). Determining the influence of shrubs (X2) on the dynamics of the species abundance of Sumatran elephant (Y) resulted in T value of 2.579 and value of p=0.042, with value of p is lower than 0.05 means that there were significant effect between the two variables.
Manajemen Pemeliharaan dan Pola Pemasaran Kelinci di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang Desmiarti, Jessi; Sutriyono, Sutriyono; Brata, Bieng
Buletin Peternakan Tropis Vol. 1 No. 1 (2020)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.1.1.16-24

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji manjemen pemeliharaan dan pola pemasaran ternak kelinci pada peternakan rakyat di Kecamatan Kabawetan Kabupaten Kepahiang. Variabel yang diamati; identitas responden, manajemen pemeliharaan ternak kelinci (pemilihan bibit, reproduksi, kandang dan fasilitasnya, pemberian pakan, dan pemberantasan penyakit), populasi ternak, dan pola pemasaran. Data yang diperoleh ditabulasi dan disajikan dalam bentuk tabel lalu di bahas secara deskriptif. Responden kelinci yang ada di Kecamatan Kabawetan sebanyak 17 orang. Hasil penelitian memnunjukkan bahwa peternak memilih bibit yang berasal dari indukan (47,01% ) dan anakan (52,95%). Kelinci dikawinkan dengan cara alami dengan rasio jantan betina rata rata 1 : 6. Kandang adalah kandang baterai, beratap seng, berdinding bambu (82,35%), dan lantai kandang, berbahan bambu (94,12%). Pakan kelinci diberikan sebanyak dua kali dalam sehari. Jenis pakan yang diberikan; rumput lapang, wortel, daun singkong, kubis, daun sawi dan buncis. Sanitasi kandang dan pencegahan penyakit selalu dilakukan. Populasi ternak kelinci dalam 1 tahun terakhir sebanyak 4527 ekor; 304 indukan dan penjantan, 3220 dijual, 621 mati, 372 anakan, dan 10 ekor kelinci dipotong. Pola pemasaran ternak kelinci, semua peternak menjual hasil ternak mereka ke pedagang pengumpul. Kriteria penentuan harga dan waktu penjualan bibit ditentukan sendiri oleh peternak. Dapat disimpulkan bahwa sistem manajemen pemeliharaan ternak kelinci masih tradisional, peternak menjual langsung ke pedagang pengumpul. Kriteria penentuan harga dan waktu penjualan ternak ditentukan oleh peternak.
Pengaruh Berbagai Campuran Media Pada Feses Sapi Kaur Yang Diberi Pakan Rumput Setaria Dan Pelepah Sawit Terhadap Pertumbuhan Cacing Tanah Pheretima Sp Setiawan, Bagus Dimas; Brata, Bieng; Jarmuji, Jarmuji
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.15-22

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh berbagai campuran media pada feses sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit terhadap pertumbuhan cacing tanah Pheretima sp. Penelitian dilaksanakan Pondokan Edo Gang 3, Unib Belakang, Kelurahan Kandang Limun Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu dan Laboratorium Peternakan Universitas Bengkulu.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan:P0 100% feses sapi kaur, P150% sekam, P2 50% jerami padi,P3 50% batang pisang dan P4 50% serbuk gergaji. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pemberian campuran media pada feses sapi kaur yang diberi pakan rumput setaria dan pelepah sawit berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pertambahan bobot badan anak dan bobot badan anak per ekor cacing tanah Pheretima sp namun tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap pertambahan bobot badan induk cacing tanah Pheretima sp.Kata Kunci: Media, Feses Sapi Kaur,Cacing tanah, Pheretima sp.
Kelimpahan Relatif Ektoparasit pada Inang Ayam Buras Lokal Putranto, Heri Dwi; Meriana, Meriana; Brata, Bieng; Nurmeiliasari, Nurmeiliasari
Buletin Peternakan Tropis Vol. 2 No. 1 (2021)
Publisher : BPFP Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/bpt.2.1.1-8

Abstract

Negara beriklim tropis seperti Indonesia memiliki suhu dan kelembaban lingkungan yang tinggi, dan hal ini menjadi salah satu faktor berkembangnya ektoparasit. Ektoparasit pada unggas peliharaan dapat menjadi masalah yang berpotensi untuk berkontribusi pada kerugian sebuah usaha peternakan seperti penyakit, penurunan produksi dan bahkan mortalitas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi serta menganalisa nilai Indeks Kelimpahan Relatif (IKR) ektoparasit yang ditemukan pada 3 jenis inang ayam buras lokal (ayam burgo, ayam ketarras dan ayam kampung) yang dipelihara pada manajemen pemeliharaan intensif. Penelitian eksploratif ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling pada 3 jenis ayam buras lokal yang dipelihara secara intensif di Commercial Zone and Animal Laboratory (CZAL) Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu. Ektoparasit dikoleksi langsung dari setiap individu ayam, kemudian data jenis dan populasi ektoparasit dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu Echidnophaga gallinacea, Penicillidia dufourii, Lipeurus caponis, Menopon gallinae dan Rhipicephalus sanguineus. Total populasi ektoparasit pada 3 jenis inang ayam buras lokal ditemukan sebanyak 174 ekor. Populasi ektoparasit tertinggi yaitu 68 ekor (M. Gallinae) dan populasi terendah sebanyak 13 ekor (P. dufourii). Spesies M. gallinae dan L. caponis ditemukan lebih melimpah serta memiliki IKR yang tinggi (39,1% dan 24,1%).
DEVELOPMENT OF LOCAL POULTRY, BURGO CHICKEN TO IMPROVE FOOD SECURITY IN BENGKULU Sutriyono, Sutriyono; Brata, Bieng; Suherman, Dadang
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.02.39

Abstract

ABSTRACTThis study aims to evaluate the production, population, and develop scenarios for the development of burgo chicken. The research was conducted for 3 months in Bengkulu Tengah, Bengkulu Province. Thirty-eight respondents were selected by the snowball sampling method used in this study. Data obtained through interview. filling out questionnaires, and observing; covering the identity of respondents, rearing management, production, and population; then a population development scenario is prepared. Research result, the purpose of raising chickens for food production, business, hunting chickens, and ornamental chickens. Chickens are housed during the day and night, released during the day and night, and a combination. Egg production 6-12 eggs/hen/period, an average of 8.64 eggs/hen/period; egg laying period 2-6 times/year, average 3.14. Total egg production per year is 2946, incubated is 90.98%, egg hatchability is 80.17%; and produced 2148 chicks. The population of burgo chickens was 357 (hens 29.97%, roosters 25.21%, chicks 29.41%, and young chickens 15.41%). The highest selling value of burgo chicken is IDR 800000 (decorated chicken) and the lowest is IDR 50000. In conclusion, burgo chicken has high productivity and selling value which is able to support food security through the provision of animal food and people's purchasing power increases, and population development is slow due to poor management. Recommendations, population development by multiplying hens, improving rearing and hatchery management, increasing egg laying period, reducing mortality, and preventing predators.Â