Ritonga, Arya Widura
Department Of Agronomy And Horticulture, Faculty Of Agriculture, IPB University (Bogor Agriculture University), Jl. Meranti, Kampus IPB Dramaga, Bogor 16680, INDONESIA

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Buletin Agrohorti

Uji Daya Hasil Sepuluh Galur Cabai (Capsicum annuum L.) Bersari Bebas yang Potensial Sebagai Varietas Unggul . Kusmanto; Arya Widura Ritonga; Muhamad Syukur
Buletin Agrohorti Vol. 3 No. 2 (2015): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.373 KB) | DOI: 10.29244/agrob.v3i2.14974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan beberapa galur harapan cabai bersari bebas (OP) hasil pemuliaan Laboratorium Pemuliaan IPB dengan varietas cabai OP komersial dan mendapatkan galur yang memiliki karakter-karakter yang lebih unggul dibandingkan dengan varietas pembanding tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai Januari 2011 di Kebun Percobaan Leuwikopo IPB. Percobaan dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak dengan tiga belas perlakuan dan tiga ulangan sehingga seluruhnya terdapat 39 satuan percobaan. Galur yang diuji yaitu F6001004-5, F6002003-9, F6002005-4-76, F6002046-2, F6015002-8, F7002001-4, F7009002-1, F7009015-4, F7009019-1, dan F7015008-5, selanjutnya dibandingkan dengan tiga varietas cabai komersial yaitu varietas Trisula, Gelora, dan Tit Super. Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, tinggi dikotomus, diameter batang, lebar kanopi, lebar daun, panjang daun, umur berbunga, bobot per buah, bobot buah layak pasar, dan bobot buah total.  Berdasarkan peubah yang diamati menunjukkan bahwa galur F6002046-2, F6001004-5 dan F7009015-4 berpotensi sebagai calon varietas unggul.
Kajian Jumlah Benih Per Lubang Tanaman terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata. Sturt) Savirha Regyta; Arya Widura Ritonga; Okti Syah Isyani Permatasari
Buletin Agrohorti Vol. 11 No. 1 (2023): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v11i1.46591

Abstract

Produktivitas nasional jagung manis masih tergolong rendah dengan potensi hasil yang tidak stabil, sedangkan kebutuhan masyakarat terus meningkat. Produktivitas dapat ditingkatkan melalui penggunaan varietas unggul dan teknik budidaya yang tepat salah satunya jumlah benih per lubang. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh varietas, jumlah benih per lubang, serta interaksi jumlah benih per lubang dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Agustus hingga November 2021 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama jumlah benih per lubang tanam dan anak petak 8 varietas jagung manis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah benih per lubang berpengaruh nyata terhadap karakter-karakter agronomis seperti, panjang daun, lebar daun, panjang tongkol, bobot tongkol berkelobot, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tangkai tongkol, padatan terlarut total, dan produktivitas. Serta terdapat interaksi yang tidak nyata antara pemakaian jumlah benih dan varietas terhadap beberapa karakter yang diamati. Terdapat keragaman yang nyata antar varietas yang diuji pada semua karakter. Kata kunci: interaksi genetik lingkungan, jumlah populasi, kompetisi, produktivitas
Perbandingan Kinerja Alat Pangkas Mesin dan Manual terhadap Pertumbuhan Tanaman Teh (Camellia sinensis (L.) O. Kuntze) di Kebun Gambung, Bandung Rahayu, Mila; Hariyadi; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.51575

Abstract

Tanaman teh termasuk salah satu komoditas perkebunan yang berperan penting dalam perekonomian nasional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari sampai Mei 2022 di Kebun Gambung, Bandung. Penelitian bertujuan mengevaluasi alat pangkas mesin dan manual terhadap pertumbuhan tanaman teh. Pemangkasan manual menggunakan gaet dan mekanis menggunakan mesin Tasco CG 430 dan Tasto TK- 328G. Percobaan disusun menggunakan uji-t berpasangan dengan membandingkan alat pangkas manual dan mesin terhadap pertumbuhan tanaman teh. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa persentase pucuk burung di lapangan sebanyak >70% sehingga baik untuk dilakukan pemangkasan. Kerusakan cabang akibat pangkas mesin dan manual tidak berbeda nyata, namun kerusakan pada perlakuan mesin lebih tinggi 4.13% dibandingkan perlakuan manual. Rata-rata komposisi cabang <1 cm perlakuan mesin dan manual berbeda nyata, dengan perlakuan mesin sebesar 30.99 dan manual sebesar 27.83 sedangkan cabang >1 cm tidak berbeda nyata. Pertumbuhan tunas pada perlakuan mesin dan manual tidak berbeda nyata. Penggunaan pangkas mesin lebih efisien dibandingkan pangkas manual dilihat dari biaya dan kebutuhan tenaga kerja. Kata kunci: kadar pati, pemangkasan, pertumbuhan tunas, pucuk burung, produksi
Pertumbuhan dan Produksi 5 Galur Harapan Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Naungan Paranet Rachmat, Arief Budi Nur; M.A. Chozin; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59298

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pertumbuhan dan produksi 5 galur harapan tomat dan varietas pembanding terhadap pengaruh naungan paranet. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Pasir Kuda Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) IPB, Ciomas, Bogor pada bulan Desember 2017 sampai dengan bulan Mei 2018. Penelitian menggunakan rancangan petak tersarang, dua faktor dan empat ulangan. Petak utama terdiri atas 2 taraf, yaitu naungan paranet 50% (N1) dan tanpa naungan 0% (N0) dan anak petaknya adalah 5 galur harapan tomat (F4SSH34979-370-1, F4SSH34979-326-4, F4SSH34979-380-11, F4SSH34979-380-13, dan F4SSH34979-380-16) dan 5 varietas pembanding (Palupi, Karina, Tora, SSH3, dan 4979). Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 50% meningkatkan pertumbuhan seluruh tanaman tomat yang diuji dan produksi pada 5 galur harapan tomat. Penurunan produksi terjadi pada seluruh varietas pembanding, kecuali varietas SSH3. Kata kunci: galur harapan, pengaruh naungan, pertumbuhan, produksi
Manajemen Pengendalian Gulma Perkebunan Teh (Camellia Sinensis (L.) Kuntze) di Malang, Jawa Timur Rahayu, Christina Mey; zaman, sofyan; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 3 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i3.59306

Abstract

Gulma merupakan tumbuhan yang kehadirannya dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, sebab gulma dapat menurunkan hasil produksi tanaman. Pengendalian gulma perlu dilakukan agar kerugian yang diakibatkan oleh gulma bisa diatasi. Penelitian bertujuan memahami dan mempelajari pengelolaan gulma serta menganalisis aspek pengendalian gulma yang dilakukan di kebun. Pengamatan yang dilakukan yaitu analisis vegetasi gulma menggunakan metode kuadrat yang berbentuk bujur sangkar dengan panjang 0.5 m x 0.5 m. Analisis vegetasi dilakukan pada area tanaman dengan tahun pangkas (TP) yang berbeda yaitu TP 0, TP 1, TP 2, dan TP 3. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t-student pada taraf 5%. Hasil pengamatan menunjukkan pengendalian gulma di Afdeling Wonosari dilakukan secara manual dan kimiawi. Pengendalian gulma manual dilakukan untuk mengendalikan gulma diatas bidang petik, gulma yang tingginya >30 cm, serta gulma berkayu. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan alat knapsack sprayer dan herbisida yang digunakan berupa herbisida sistemik dengan bahan aktif isopropilamina glyphosat. Pengendalian gulma secara kimiawi lebih efektif dan efisien dari sisi tenaga kerja, biaya, serta hasil luasan yang dikerjakan. Kalibrasi semprot dilakukan sebelum dilakukan penyemprotan untuk mengetahui volume semprot yang diperlukan agar penyemprotan dapat dilakukan secara efektif. Keefektifan penyemprotan herbisida dipengaruhi oleh waktu pengaplikasian, waktu turunnya hujan, serta kemampuan penyemprot. Kata kunci: bidang petik, dominasi gulma, herbisida, koefisien komunitas
Evaluasi Keragaan dan Daya Hasil Pada 11 Genotipe Jagung Manis Hibrida (Zea mays saccharata. Sturt) Milik IPB University Sendana, Preda Cakra; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 13 No. 1 (2025): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v13i1.61621

Abstract

Informasi keragaan dan daya hasil jagung manis diperlukan dalam menciptakan sebuah kultivar baru. Penelitian bertujuan mengevaluasi dan daya hasil jagung manis hibrida harapan IPB. Penelitian dilakukan pada bulan Desember 2022 sampai Februari 2023 di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat. Penelitian terdiri dari satu faktor yaitu genotipe sebanyak 13 genotipe jagung manis hibrida. Penanaman dilakukan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak dengan 3 ulangan sehingga terdapat 39 satuan percobaan. Hasil menunjukkan terdapat perbedaan keragaan dan daya hasil antar jagung manis hibrida IPB dan varietas jagung manis pembanding. Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati Genotipe berpengaruh sangat nyata terhadap semua karakter yang diamati, kecuali diameter batang dan ASI/Anthesis silking interval. Pengamatan kualitatif terdiri dari warna batang, warna kelobot, warna biji, warna daun, bentuk susunan baris biji jagung, dan bentuk bulir jagung. Perbedaan genotipe juga ditemukan pada karakter kualitatif diantaranya warna biji, susunan baris biji, dan bentuk biji. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki beberapa keunggulan pada karakter seperti produktivitas, bobot tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, dan ASI yang setara atau lebih baik dari varietas pembanding. Genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 memiliki produktivitas berkisar 19.04-20.42 ton. Bobot tongkol tanpa kelobot genotipe SB.13B X SM.9.3A.1 dan SB.5.1B.3B X T.13.1.8 berkisar 257.33–261.85 gram dengan panjang tongkol berkisar 19.28-20.07 cm. Kata kunci: evaluasi tanaman, karakter morfologi, performa genetik, seleksi jagung
Jarak Tanam dan Dosis Pupuk Nitrogen Memengaruhi Pertumbuhan dan Hasil Padi Ketan Grendel (Oryza sativa L. var glutinosa) Haq, Awfil; Santosa, Edi; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.51579

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari pengaruh jarak tanam dan dosis nitrogen (N) terhadap pertumbuhan dan hasil padi ketan grendel (Oryza sativa L. var glutinosa). Penelitian dilaksanakan di Desa Jatisari, Karawang, Jawa Barat yang berada pada ketinggian 25.6 m dpl pada Januari-Juni 2022. Penelitian menggunakan rancangan split plot dengan dua faktor yaitu jarak tanam sebagai petak utama (20 cm x 20 cm, 25 cm x 25 cm, 30 cm x 30 cm, dan 40 cm x 40 cm) dan dosis N sebagai anak petak (0, 45, 90, 135, dan 180 kg N ha-1). Kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 40 cm x 40 cm dan dosis N 180 kg N ha-1 merupakan kombinasi terbaik karena dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah anakan, warna daun, jumlah anakan produktif, bobot kering sampel, bobot gabah hampa, jumlah bulir per malai, dan hasil ubinan (GKP) yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain. Dengan demikian, jarak tanam dan dosis tersebut direkomendasikan untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mendukung produktivitas padi ketan grendel. Kata kunci: dosis rekomendasi, jarak tanam, komponen hasil, pemupukan nitrogen
Pengaruh Naungan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Beberapa Genotipe Cabai Rawit (Capsicum annuum L.) Alhidayah, Destya; Chozin, Muhamad Achmad; Ritonga, Arya Widura
Buletin Agrohorti Vol. 12 No. 1 (2024): Buletin Agrohorti
Publisher : Departemen Agronomi dan Hortikultura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrob.v12i1.53527

Abstract

Percobaan ini dilakukan untuk melihat pengaruh naungan, genotipe dan interaksi antara genotipe dengan naungan terhadap pertumbuhan dan produksi beberapa genotipe cabai rawit, selain itu untuk mengkonfirmasi kembali tingkat toleransi naungan dari beberapa genotipe cabai rawit. Percobaan ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Leuwikopo, Dramaga, Bogor, Jawa Barat pada bulan November 2021 sampai bulan Maret 2022. Percobaan menggunakan rancangan kelompok lengkap teracak (RKLT) pola tersarang, dengan petak utama naungan dan anak petak berupa 3 genotipe cabai rawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa naungan paranet 55% menyebabkan peningkatan tinggi tanaman, tinggi dikotomus, lebar tajuk, lebar daun dan panjang daun. Naungan paranet 55% juga menyebabkan penurunan bobot buah per tanaman, produktivitas, fruitset, jumlah bunga dan jumlah buah pada tanaman cabai rawit yang diamati. Genotipe G4 (F8.145291-14-9-3-12-1) dan G7 (Genie) memiliki bobot buah per tanaman, produktivitas, umur berbunga, fruitset, tinggi tanaman, tinggi dikotomus dan ukuran daun yang lebih tinggi dibandingkan dengan genotipe G3 (F10.160291-3-12-5-51-1-1- 2-2-1). Interaksi antara genotipe dan tingkat naungan terdapat pada karakter panjang buah, diameter buah dan panjang daun. Genotipe cabai rawit G4 dan G7 termasuk genotipe cabai rawit yang moderat toleran naungan, sedangkan genotipe cabai rawit G3 termasuk genotipe cabai yang peka naungan berdasarkan produksi relatifnya. Genotipe G4 dan G7 memiliki konsistensi yang sama dengan penelitian sebelumnya, dimana genotipe G4 memiliki tingkat toleransi yang lebih tinggi terhadap naungan dibandingkan dengan genotipe G3 dan G7 tetap menjadi genotipe yang moderat toleran naungan. Kata kunci: Intensitas cahaya rendah, fruitset, produktivitas