Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Inovasi Produk Olahan Buah Siwalan di Pulau Giligenting, Kab. Sumenep, Madura Badriyah, Nurul; Chawa, Anif Fatma; Nur, Mokhamad; Arrawindha, Ucca; Kusumastuti, Ayu
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (April)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i2.2987

Abstract

Ketertinggalan ekonomi masyarakat di kawasan pesisir dan kepulauan masih menjadi masalah yang harus menjadi perhatian dari berbagai pihak. Meskipun daerah pesisir memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah, namun potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat di daerah kepulauan dalam meningkatkan perekonomian mereka. Lebih lanjut, identifikasi masalah juga sekaligus ditindaklanjuti dengan melakukan dengan mencari solusi untuk mengatasi masalah tersebut, salah satunya dengan menerapkan program pemberdayaan. Program ini dilakukan di Pulau Giligenting, Kab. Sumenep, Pulau Madura. Penelitian dan pemberdayaan dilakukan dengan menggunakan metode Participatory Action Research dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mengidentifikasi masalah dan juga menetapkan solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperlukan berbagai program pemberdayaan untuk menciptakan lapangan kerja baru dan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat pulau. Tidak tersedianya lapangan kerja di daerah pesisir dan kepulauan menjadi salah satu penyebab munculnya arus migrasi atau urbanisasi keluar pulau. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu diupayakan untuk menerapkan program pemberdayaan pengolahan sumber daya alam yang tersedia secara lebih maksimal. Oleh karena itu, hasil penelitian ini kemudian ditindaklanjuti dengan melakukan program pemberdayaan yaitu dengan mengembangkan potensi sumber daya pohon siwalan menjadi beberapa diversifikasi produk olahan siwalan seperti: Permen Jelly Siwalan, Pudding Siwalan dan Selai Siwalan.
Penguatan Kelembagaan Ekonomi Masyarakat Pesisir Melalui Pemanfaatan Potensi Lokal Non-Perikanan Di Pulau Giligenting, Sumenep, Madura Chawa, Anif Fatma; Rozuli, Ahmad Imron; Nurdiani, Rahmi
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 4, No 4 (2020): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v4i4.1589

Abstract

Pemerintah Indonesia telah menetapkan beberapa program pengembangan masyarakat untuk mencapai kemajuan ekonomi masyarakat pesisir, khususnya kelompok nelayan. Sementara itu, kelompok masyarakat lain yang bermata pencaharian non-perikanan kurang mendapat perhatian. Menyikapi hal tersebut, artikel ini merupakan program intervensi berupa penguatan kelembagaan ekonomi non-perikanan yang telah dilakukan kepada masyarakat Pulau Giligenting, Desa Aenganyar, Kabupaten Sumenep, Madura. Sebagian besar dari mereka hidup dari mata pencaharian non-perikanan dengan membuat kue wafel dan gula aren. Dengan menggunakan Participatori Rural Apraisal (PRA), penelitian ini telah melibatkan masyarakat dalam program-program intervensi, mulai dari mengidentifikasi masalah, merancang program pembangunan hingga melaksanakan program-program tersebut. Untuk lebih jelasnya, program-program tersebut telah dilakukan dalam tiga langkah: pertama, mengidentifikasi potensi ekonomi lokal Pulau Giligenting dari mata pencaharian non-perikanan; kedua, mengenali berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang hidup dari mata pencaharian semacam ini serta menemukan strategi untuk mengatasi masalah tersebut; ketiga, implementasi dari strategi-strategi tersebut, salah satunya dengan melakukan program penguatan kelembagaan. Pelaksanaan program ini telah menghasilkan tujuan atau keluaran yang diharapkan antara lain peningkatan kapasitas dan produktivitas, serta pendapatan masyarakat yang hidup dari mata pencaharian non-perikanan.
The Suku Laut View of the Settlement Program in Lingga Regency Elsera, Marisa; Wisadirana, Darsono; Kuswandoro, Wawan Edi; Chawa, Anif Fatma; Anggaunitakiranantika, Anggaunitakiranantika; Syafitri, Rahma
Jurnal Sosiologi Andalas Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsa.10.2.79-94.2024

Abstract

Abstract: This research analyses the views of the Suku Laut on development policies that have resettled them from a nomadic life at sea to a sedentary life on land. The top-down development approach often does not actively involve the Suku Laut, leading to various responses. The research method used was descriptive qualitative, with in-depth interviews and observations of 10 informants of the Sea Tribe in the Riau Islands. Peter L. Berger's social construction theory analyzed how social change occurs through externalization, objectivation, and internalization. Based on the research results, two main views of the Suku Laut towards development policies resulted from social construction. Both views reflect the complex dynamics of identity, access, and interaction with the new social environment. Firstly, some felt that development was not inclusive because it threatened their cultural identity, access to resources, and lack of involvement in decision-making. Secondly, some Suku Laut consider the policy sufficient to fulfill their basic needs, such as education, health, and protection from extreme weather. These different views are influenced by their living patterns, whether they are still nomadic, settled on the coast, or land. This article shows that the change from nomadic to settled life results from social construction created through the interaction of the Suku Laut with external society
Social Capital, Institutional Change, and Rural Development in Transmigration Area, West Muna Regency, Indonesia Rozuli, Ahmad Imron; Afala, La Ode Machdani; Haboddin, Muhtar; Chawa, Anif Fatma
Masyarakat: Jurnal Sosiologi Vol. 29, No. 2
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the development process in transmigration areas, utilizing the social capital concept in the study of three transmigration villages: Mekar Jaya, Wapae, and Suka Damai. We interviewed stakeholders, made observations, and analysed documents to collect data. Our findings highlight the important role of social capital and institutional change in supporting village development. Three critical factors emerged: First, village development involves the transfer of skills from the area of origin to the area of migration endowed with strong work ethics (etos kerja), particularly in agricultural and business sectors. Second, strong networks formed through ethnic and religious ties facilitate information sharing and cooperation, aligning the interests of the community and the village govenrment. Third, institutional changes in village autonomy and regional expansion significantly influence the village development process, strengthening communities’ social capital while reshaping the state-society relationship to become more democratic. Despite some progress, the village transformation, however, has yet to have a significant impact on improving the community’s prosperity.
Students Sexual Behavior: Local Adultery Regulations and the Risk of Sexual Violence in Malang City Kumalasari, luluk Dwi; Maksum, Ali; Kriyantono, Rachmat; Chawa, Anif Fatma; Holqi, Fikri Gali Fernando
Journal of Local Government Issues Vol. 9 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/logos.v9i1.42117

Abstract

This study aims to investigate the authority of local government and policies regarding adultery and their implications on the risk of sexual violence by reflecting on the sexual behavior of students in Malang. This study uses a qualitative approach with a case study design. The technique for determining subjects uses purposive sampling. Data analysis uses thematic analysis through open coding, axial coding, and pattern coding. The result demonstrates that the Malang City government, through its autonomy function, in its efforts to take action on cases of sexual behavior in Malang City, carries out preventive and repressive measures. This includes the enforcement of regional regulations regarding night entertainment venues, prostitution, and the RPJMD. The jurisdictional boundaries between the campus and local government are often contested, resulting in a lack of synergy in creating public security and order. This is driven by environmental factors and economic needs, with no role for the wider community in prevention efforts, thus contradicting the recognition of legal accommodations that exist in society. The role of the government or relevant stakeholders is necessary in fulfilling aspects of cultural protection, economic fulfillment, and preventive measures through the social environment, so that the focus is not solely on the victims.              
PENERAPAN PROGRAM POSDAYA DALAM MEWUJUDKAN KESEHATAN MENTALPEREMPUAN KEPALA RUMAH TANGGA MISKIN Chawa, Anif Fatma
PALASTREN: Jurnal Studi Gender Vol 9, No 1 (2016): PALASTREN
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/palastren.v9i1.1747

Abstract

Artikel ini menyajikan hasil penelitian tentang peran program Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) dalam mewujudkan kesehatan mental perempuan kepala rumah tangga miskin anggotanya. Perempuan kepala rumah tangga miskin diasumsikan berpotensi mengalami stres karena beban peran ganda mereka di sektor publik dan domestik. Penelitian ini dilakukan di Posdaya Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dan observasi. Teknik purposive sampling digunakan untuk menentukan informan yang semua merupakan ibu-ibu kepala rumah tangga miskin, berusia produktif dan memiliki tanggungan anggota keluarga empat orang lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi ibu-ibu rumah tangga miskin dalam kegiatan pemberdayaan mampu meningkatkan keyakinan atau self-efficacy dan kepercayaan diri ibu-ibu rumah tangga miskin untuk melakukan kegiatan produktif. Aspek ini menjadi indikator kondisi kesehatan mental mereka untuk dapat hidup mandiri secara ekonomi dalam menafkahi dan mengurus keluarga serta berkontribusi pada ibu-ibu kepala rumah tangga miskin lainnya. This article presents empirical findings of research seeking to explore how family development center (Posdaya) program has been conducted to achieve mental health of women who headlow-income families. These women have been assumed live under stress and depression due to overburden of their public and domestic roles. Community development programs have been conducted to achieve economic betterment and mental health of community, including women who head poor households. This study was conducted in a Posdaya of Desa Ngroto, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. A case study approcah was ulitized, with data collection methods were depth interviews and observations. Pusposive samplings were conducted to choose five informants, including a leader and members of Posdaya. They are women who head low-income families with more than four family members. The members of Posdaya are grouped based on their profession, hobby or interest. The kind of economic development programs are also distributed based on these groups. Result studi found that the implementation of Posdaya’s development programs have improved income of its members as well as their self-efficacy and self-esteem to conduct these programs. This self-esteem indicates mental health of women who head low-income families to become bread winners of their families and contribute to others.