Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Model Pembelajaran Ahlus Shuffah Dalam Membentuk Karakter Santri Di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku: Studi Kasus di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku Qomaruddin; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v7i2.4462

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah di Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Maluku serta implikasinya terhadap pembentukan karakter santri. Pendidikan Ahlus Shuffah meneladani sistem pendidikan Rasulullah SAW yang menekankan keseimbangan antara penguatan spiritual, pengembangan intelektual, dan pembinaan sosial. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya penelitian yang mengkaji aktualisasi model pendidikan Rasulullah SAW dalam pendidikan pesantren modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus, teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap aktivitas pembelajaran dan kegiatan pesantren, wawancara mendalam dengan civitas akademika pesantren, pendidik, dan santri, serta dokumentasi program dan kegiatan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran Ahlus Shuffah diwujudkan melalui pembelajaran berbasis masjid, keteladanan guru (uswah ḥasanah), pembiasaan ibadah, internalisasi nilai kesederhanaan, serta keterlibatan santri dalam kegiatan pengabdian sosial. Implementasi model tersebut berkontribusi pada pembentukan karakter santri yang religius, disiplin, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial. Hal ini tercermin dalam konsistensi pelaksanaan salat berjamaah, kepatuhan terhadap tata tertib pesantren, serta kemampuan santri dalam mengelola aktivitas belajar dan kehidupan sehari-hari. Selain itu, penerapan model Ahlus Shuffah juga berkorelasi dengan capaian prestasi santri, yang ditunjukkan melalui keberhasilan memperoleh Beasiswa Pendidikan Santri Berprestasi (PBSB) serta partisipasi dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Musabaqah Qira’atul Kutub (MQK) tingkat nasional. Penelitian ini menegaskan relevansi model Ahlus Shuffah sebagai alternatif pengembangan pendidikan Islam di pesantren masa kini
PERAN PENDIDIK PAI DALAM MEMBANGUN KETAHANAN MORAL MAHASISWA PADA ERA GLOBALISASI Musfira Musfira; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v6i1.8848

Abstract

ABSTRAK Era globalisasi memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan sistem nilai mahasiswa. Arus informasi yang sangat cepat melalui media digital seringkali mempengaruhi moralitas generasi muda, termasuk mahasiswa di lingkungan kampus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidik Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membangun ketahanan moral mahasiswa STAI Al-Gazali Bulukumba dalam menghadapi tantangan globalisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik PAI berperan dalam tiga fungsi utama yaitu: (1) sebagai pendidik dan pembimbing moral, (2) sebagai teladan, dan (3) sebagai fasilitator pembelajaran berbasis nilai Islami dan karakter. Strategi yang digunakan pendidik PAI meliputi penguatan akidah, internalisasi nilai keagamaan melalui pembelajaran, pembinaan spiritual, dan integrasi kurikulum berbasis karakter. Kendala yang ditemukan antara lain pengaruh budaya digital, kurangnya kontrol diri mahasiswa, dan minimnya lingkungan pendukung religius. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidik PAI memiliki peran strategis dalam memperkuat moralitas mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan globalisasi dengan karakter Islami yang kuat. ABSTRACT Globalization has brought significant impact on the values, perspectives, and behavior of university students. Rapid access to information through digital platforms affects students’ moral attitudes and lifestyle choices. This research aims to examine the role of Islamic Education (PAI) lecturers in developing moral resilience among students at STAI Al-Gazali Bulukumba. This study applied a descriptive qualitative method through interviews, observation, and documentation. The findings indicate that Islamic education lecturers have three strategic roles: (1) as moral educators and mentors, (2) as role models in Islamic values and behavior, and (3) as facilitators in value-based and character-oriented learning. Strategies used include strengthening aqidah, internalizing Islamic values through curriculum integration, spiritual guidance, and character-based evaluation. The challenges faced include digital cultural influence, weak self-control among students, and limited religious supporting environments. This research concludes that Islamic education lecturers play a crucial role in strengthening the moral resilience of students to face globalization based on Islamic values and character development.
PENGEMBANGAN JIWA WIRAUSAHA ISLAM MELALUI PROGRAM MARKET DAY DI SEKOLAH DASAR Achri Priyono; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i1.8923

Abstract

ABSTRAK Rendahnya jumlah wirausahawan di Indonesia menunjukkan pentingnya penanaman jiwa kewirausahaan sejak usia dini sebagai bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Pada jenjang sekolah dasar, pengembangan kewirausahaan belum terakomodasi dalam mata pelajaran khusus sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran kontekstual yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa. Salah satu bentuk implementasi yang relevan adalah kegiatan market day, khususnya pada sekolah berbasis Islam yang menekankan internalisasi nilai-nilai kewirausahaan Islami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program market day serta perannya dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa di SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek siswa kelas V dan VI, guru kelas, penanggung jawab program, serta orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber, metode, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program market day berperan signifikan dalam mengembangkan karakter kewirausahaan Islami siswa, yang tercermin pada nilai kejujuran (shidiq), tanggung jawab (amanah), kerja keras (mujahadah), dan keadilan (‘adl) dengan tingkat ketercapaian berada pada kategori baik dan persentase di atas 80%. Temuan ini diperkuat melalui penyajian grafik ketercapaian nilai karakter, tabel persentase indikator, serta dokumentasi kegiatan sebagai bukti empiris. Dengan demikian, market day terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman dalam menanamkan karakter kewirausahaan Islami pada siswa sekolah dasar. ABSTRACT Indonesia’s abundant natural resources present significant potential for entrepreneurship development; however, the proportion of entrepreneurs remains relatively low, highlighting the importance of cultivating entrepreneurial character from an early age through education. This study focuses on analyzing the implementation of the market day program and its role in developing Islamic entrepreneurial character among elementary school students at SDIT Harapan Bunda 2 Purwokerto. The research employs a descriptive qualitative approach, with purposively selected subjects consisting of fifth- and sixth-grade students actively involved in market day activities, classroom teachers, program coordinators, and parents. Data were collected through observations, semi-structured interviews, and documentation, and analyzed using interactive data analysis techniques involving data reduction, data display, and conclusion drawing, with data validity ensured through source, method, and time triangulation. The findings indicate that the market day program is implemented in a structured manner through four main stages: planning, production, selling, and evaluation. These stages effectively facilitate the internalization of Islamic entrepreneurial values, including honesty (shidiq), responsibility (amanah), hard work (mujahadah), and justice (‘adl). The results also show that sixth-grade students demonstrate higher levels of Islamic entrepreneurial character achievement compared to fifth-grade students, reflecting character reinforcement through sustained participation and experience. Overall, the study concludes that market day functions not only as a contextual economic learning activity but also as an effective experiential learning strategy for strengthening Islamic entrepreneurial character holistically at the elementary school level, thereby contributing both theoretically and practically to the development of character-based Islamic entrepreneurship education.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN TAHFIDZ JUZ 30 MELALUI PENDEKATAN TALQIN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGHAFAL AL-QUR’AN ANAK USIA DINI Dewi Rosfita; Asmaji Muchtar; Toha Makhshun
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i1.8983

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran tahfidz Al-Qur’an pada anak usia dini memerlukan model pembelajaran yang dirancang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak, terutama pada aspek kognitif, bahasa, dan sosial-emosional. Anak usia dini memiliki kemampuan menghafal yang baik apabila proses pembelajaran dilakukan secara bertahap, berulang, dan menyenangkan. Pendekatan talqin merupakan salah satu pendekatan yang relevan dalam pembelajaran tahfidz karena menekankan pada proses mendengarkan, menirukan, dan mengulang bacaan secara konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin bagi anak usia dini di TK Izzatul Ummah Grobogan serta menganalisis tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas model yang dikembangkan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development). Tahapan penelitian meliputi analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan model pembelajaran, validasi ahli materi dan ahli pembelajaran, uji coba terbatas, serta revisi produk berdasarkan hasil uji coba. Subjek penelitian adalah anak usia dini kelompok B di TK Izzatul Ummah Grobogan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran tahfidz Juz 30 berbasis pendekatan talqin dinyatakan layak oleh para ahli, praktis digunakan oleh guru, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan hafalan surat-surat Juz 30 pada anak usia dini. Dengan demikian, model pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alternatif inovatif dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur’an di lembaga pendidikan anak usia dini. ABSTRACT Tahfidz learning for early childhood requires an instructional model that is designed in accordance with children’s developmental characteristics, particularly in cognitive, language, and socio-emotional aspects. Early childhood learners tend to have strong memorization abilities when learning activities are conducted gradually, repeatedly, and in an enjoyable manner. The talqin approach is considered relevant in tahfidz learning as it emphasizes listening, imitation, and consistent repetition of Qur’anic recitation. This study aims to develop a talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 for early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan and to analyze the feasibility, practicality, and effectiveness of the developed model. This research employed a Research and Development method. The research stages included learning needs analysis, instructional model design, validation by material and instructional experts, limited trials, and product revision based on trial results. The research subjects were group B early childhood students at TK Izzatul Ummah Grobogan. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. The results indicate that the talqin-based tahfidz learning model for Juz 30 is feasible according to expert judgment, practical for teachers to implement, and effective in improving early childhood students’ memorization of Juz 30 surahs. Therefore, the developed learning model can be used as an innovative alternative for tahfidz learning in early childhood education institutions.
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS NILAI DALAM MEMBANGUN NASIONALISME PESERTA DIDIK DI SMKN 1 MODAYAG KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Agus Triyana; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2635

Abstract

This study aims to describe the implementation of value-based Islamic Religious Education (PAI) learning strategies in building student nationalism at SMKN 1 Modayag, East Bolaang Mongondow Regency, identify supporting and inhibiting factors, and analyze their impact on students' nationalistic attitudes and behavior. This study uses a qualitative approach with data collection techniques through interviews, observation, and documentation. The results show that value-based PAI learning is implemented through the planning, implementation, and evaluation stages. Teachers integrate the values ​​of faith, morals, worship, honesty, responsibility, tolerance, cooperation, social concern, and love of the homeland in the learning process. The strategies used include storytelling, discussions, history learning, religious activities, social activities, and student involvement in school activities such as ceremonies, Scouts, and Paskibraka. Supporting factors include the principal's commitment, teacher quality, curriculum, facilities and infrastructure, the school environment, and parental and community support. Obstacles include low student motivation, limited time, lack of participation, and limited learning methods. The implementation of this strategy has a positive impact on increasing love for the homeland, tolerance, discipline, honesty, cooperation, and responsibility among students.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DI MADRASAH TSANAWIYAH MUHAMMADIYAH KOTAMOBAGU SULAWESI UTARA Anton Paputunga; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2637

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru di MTs Muhammadiyah Kotamobagu, menganalisis proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program peningkatan kompetensi guru, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dilaksanakan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan. Strategi yang diterapkan meliputi peningkatan kesejahteraan guru, sertifikasi guru profesional, supervisi akademik, MGMP, pelatihan daring dan luring, mentoring, serta penegakan tata tertib secara tegas. Kompetensi yang menjadi prioritas utama adalah kompetensi kepribadian karena dianggap sebagai dasar dalam membangun komunikasi, keteladanan, dan motivasi kerja guru. Proses perencanaan program dilakukan pada akhir tahun ajaran berdasarkan analisis kebutuhan melalui supervisi administrasi pembelajaran dan praktik mengajar. Evaluasi program dilakukan pada akhir tahun ajaran dengan melihat hasil belajar siswa dan antusiasme siswa terhadap pembelajaran. Faktor pendukung meliputi perencanaan, fasilitator, administrasi, fasilitas, dan evaluasi, sedangkan faktor penghambat utama adalah keterbatasan kesiapan pemateri dalam pelaksanaan program.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMPN 2 TUTUYAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Chandra Mokoginta; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2639

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter siswa di SMPN 2 Tutuyan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, menganalisis nilai-nilai karakter yang ditanamkan, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru Pendidikan Agama Islam yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembinaan karakter siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru PAI dalam pembentukan karakter dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui perencanaan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, pemberian nasihat, penerapan aturan kelas, konsekuensi logis, kegiatan keagamaan, serta kerja sama dengan kepala sekolah, wali kelas, dan orang tua. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi religius, jujur, disiplin, tanggung jawab, hormat, peduli sosial, empati, kerja sama, dan gotong royong. Faktor pendukung pembentukan karakter meliputi budaya sekolah yang positif, kegiatan keagamaan, keteladanan guru, dan dukungan pihak sekolah. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi siswa, pengaruh pergaulan, penggunaan media sosial, serta kurangnya keterlibatan orang tua.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DI SMKN NEGERI 2 NUANGAN KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Maharani Kairupan; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran edutainment terhadap motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMKN Negeri 2 Nuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada siswa sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis yang meliputi uji t dan uji F dengan bantuan program SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dan reliabel. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal serta tidak ditemukan gejala multikolinearitas maupun heteroskedastisitas, sehingga model regresi layak digunakan. Berdasarkan hasil uji t, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,05), yang menunjukkan bahwa model pembelajaran edutainment berpengaruh signifikan terhadap motivasi belajar siswa. Selain itu, hasil uji F menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti model pembelajaran edutainment secara simultan berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran edutainment mampu menciptakan suasana belajar yang menarik, menyenangkan, serta meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI).
STRATEGI GURU PAI DALAM IMPLEMENTASI NILAI-NILAI TOLERANSI DI SDN 1 LIBERIA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Fitriati Nggilu; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2643

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengimplementasikan nilai-nilai toleransi di SDN 1 Liberia Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasi nilai toleransi, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk sikap toleran peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari guru PAI dan beberapa peserta didik di SDN 1 Liberia. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI menerapkan strategi pembelajaran berbasis toleransi melalui integrasi nilai-nilai toleransi dalam RPP dan materi pembelajaran, penggunaan metode cerita, diskusi, cooperative learning, serta pembiasaan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Faktor pendukung implementasi toleransi meliputi dukungan warga sekolah, lingkungan yang harmonis, dan kurikulum pendidikan karakter. Adapun faktor penghambat berasal dari latar belakang keluarga dan pengaruh lingkungan luar. Guru PAI berperan sebagai pendidik, teladan, fasilitator, dan pembimbing dalam membentuk sikap toleran peserta didik sehingga tercipta lingkungan sekolah yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman.
STRATEGI PENGEMBANGAN NIIAI-NILAI BUDAYA RELIGIUS DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMPN 1 ATAP LANUT KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW TIMUR Zuzanna Ramlah Wua; Khoirul Anwar; Toha Makhshun
Indonesian Journal of Islamic Studies (IJIS) Vol. 2 No. 2 (2026): Vol. 2 No. 2 Edisi Juli 2026
Publisher : JCI Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/ijis.v2i2.2648

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pengembangan nilai-nilai budaya religius dalam membangun karakter peserta didik di SMPN 1 Atap Lanut Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi utama dalam pengembangan budaya religius dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Pembiasaan diterapkan melalui kegiatan doa bersama, BIMTAL setiap hari Jumat, PHBI, dan kegiatan bakti sosial keagamaan. Sementara itu, keteladanan guru diwujudkan melalui sikap disiplin ibadah, sopan santun, dan perilaku religius dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Program budaya religius yang diterapkan mampu memberikan dampak positif terhadap karakter peserta didik, seperti meningkatnya kedisiplinan, tanggung jawab, kepedulian sosial, serta berkurangnya perilaku negatif seperti bullying. Faktor pendukung pengembangan budaya religius meliputi dukungan kepala sekolah, guru, orang tua, dan lingkungan sekolah yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya adalah rendahnya motivasi sebagian siswa, pengaruh gadget, dan keterbatasan sarana ibadah. Dengan demikian, pengembangan budaya religius di sekolah terbukti efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang religius dan berakhlak mulia.