Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kelayakan Finansial Pengendara Nusa Mulya Travel Pekanbaru Taufik, Hendra; Sebayang, Mardani
SAINSTEK Vol. 13 No. 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v13i2.398

Abstract

Penelitian ini menganalisis kelayakan finansial operasional pengendara mobil travel Angkutan Kota Antar Provinsi pada trayek Pekanbaru–Padang untuk PT. Nusa Mulya Travel dengan menggunakan data survei driver dan parameter teknis kendaraan. Metode yang dipakai meliputi perhitungan Payback Period (PBP), Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Benefit Cost Ratio (BCR), serta analisis Break?Even Point. Data primer terdiri dari 10 responden driver yang mencakup harga kendaraan, pendapatan bersih tahunan, jarak tempuh harian, dan biaya operasional; asumsi umum meliputi umur ekonomis kendaraan delapan tahun dan tingkat diskonto 12% (berdasarkan BI Rate Desember 2025). Hasil utama menunjukkan bahwa tanpa nilai sisa mayoritas unit tidak layak secara finansial: NPV negatif, BCR <1, IRR di bawah tingkat diskonto, dan PBP melebihi masa pakai 8 Tahun. Setelah memasukkan nilai sisa sebesar 50% dari harga kendaraan pada akhir umur ekonomis, beberapa unit menunjukkan perbaikan indikator namun NPV tetap negatif pada tingkat diskonto 12% dan BCR masih di bawah satu untuk sebagian besar unit. Analisis Break?Even Point berdasarkan laba bersih/kilometer mengindikasikan titik impas berada pada jutaan kilometer, jauh melampaui jarak tempuh realistis kendaraan selama masa pakai. Temuan ini mengindikasikan bahwa model bisnis saat ini kurang menguntungkan kecuali terjadi peningkatan arus kas operasional atau pengurangan investasi awal. Rekomendasi meliputi peningkatan pendapatan melalui optimasi tarif dan okupansi, diversifikasi layanan, pengurangan modal awal melalui sewa atau kemitraan, serta perhitungan ulang dengan memasukkan pajak, cicilan kredit, dan skenario okupansi untuk evaluasi kebijakan yang lebih komprehensif.
Tinjauan Aspek Keselamatan pada Tikungan Rawan Kecelakaan di Jalan Raya Pekanbaru–Bangkinang KM 50: Studi Kasus: Jalan Raya Pekanbaru-Bangkinang KM 50 sepanjang 350 m Putra Iriandi, Farel; Putra, Benny Hamdi Rhoma; Sebayang, Mardani; Siswanto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2 (2025): VOL 4 NO 2 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.4.2.12-25

Abstract

The curve at Km 50 of the Pekanbaru-Bangkinang Highway is classified as a sharp and closely spaced compound curve and is identified as an accident-prone area, marked by accident-prone zone signs on one direction of the curve. Based on traffic accident data from 2019-2024, five accidents have occurred at this location. Non-compliance of the geometric design with current standards is a contributing factor to traffic accidents. This study aims to evaluate the geometric conditions of the curve and analyze safety-related issues based on the 2021 geometric road design guidelines and other safety aspects. The results show that Curve 1 (PI-1) is categorized as an SS curve, while Curve 2 (PI-2) is an SCS curve. Other geometric features such as radius, degree of curvature, transition curve, and sight distance on both curves do not meet the geometric road design standards. Additionally, the superelevation value of PI-1 exceeds the recommended maximum value. Safety issues are further compounded by pavement damage, including patches, alligator cracks, potholes, and aggregate wear. Traffic facilities at the curve lack complete warning signs, speed limit signs, road studs, street lighting, convex mirrors, and damaged road markings. If geometric improvements are not feasible, recommendations include installing warning signs for accident-prone areas, reduced speed, road damage, and slippery surface warnings. Other measures include installing street lighting, reflectors on guardrails, speed limit signs, road studs, convex mirrors, delineator, vegetation clearing, and repairing longitudinal road markings.
Evaluasi Kinerja dan Pemanfaatan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Kota Pekanbaru. Dandi, Dandi; Rhoma, Benny Hamdi; Sebayang, Mardani; Irana, Rian Trikomara
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 4 No. 2 (2025): VOL 4 NO 2 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.4.2.34-43

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan fasilitas penting yang dirancang untuk menjamin keselamatan pejalan kaki saat menyeberang jalan, khusus nya pada ruas dengan arus lalu lintas padat. Namun, di Kota Pekanbaru, tingkat pemanfaatan JPO masih relatif rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan tingkat pemanfaatan JPO berdasarkan Standar Bina Marga 1995, serta mengidenfikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaanya. Metode penelitian yang digunakan meliputi survei lapangan, observasi lansung, dan kuisioner kepada pejalan kaki di sekitar lokasi JPO. Responden dari penelitian ini adalah pejalan kaki yang mengunakan JPO. Data volume yang diperoleh dianalisis untuk menilai efektivitas JPO. Kemudian data presepsi responden diolah dengan mengunakan Index Performance Analysis (IPA) untuk mengetahui variabel yang perlu mendapat perhatian untuk diperbaiki. Hasil kajian menunjukan bahwa secara teknis sebagian besar JPO memenuhi kriteria kelayakan struktural dan fungsional, namun terdapat kekurangan pada aspek kenyamanan, aksesibilitas, dan estetika. Untuk nilai efektivitas pengguna JPO didapatkan pada lokasi Living World sebesar 84,55% dan RS Awal Bros Sudirman sebesar 82,25%, menjadi nilai efektivitas tertinggi dengan nilai range >80% dikategorikan efektif, dan pada lokasi Ramayana STC dengan nilai efektivitas sebesar 39,80% dan MTC Mall 54,54% dikategorikan cukup efektif dikarekan belum mencapai nilai range minimum 80%. Faktor seperti jarak tempuh tambahan, kondisi fisik JPO, serta perilaku pengguna jalan berpengaruh signifikan terhadap tingkat pemanfaatan. Rekomendasi yang diajukan meliputi perbaikan desain, penambahan fasilitas pendukung, dan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan JPO untuk keselamatan.