Claim Missing Document
Check
Articles

Analisa Kinerja Campuran AC-BC dengan Pemanfaatan Kombinasi Limbah Abu Serbuk Kayu dan Abu Bata Sebagai Filler Angelica Tinambunan; Alfian Malik; Mardani Sebayang
Sainstek (e-Journal) Vol. 8 No. 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapis pengikat aspal beton terletak di antara lapisan permukaan dan lapisan bawah perkerasan lentur jalan raya. Laston merupakan campuran dari agregat kasar, agregat halus dan bahan pengisi (filler). Semen portland, abu kapur dan abu terbang merupakan bahan pengisi yang sering digunakan pada perkerasan lentur jalan raya, namun bahan pengisi tersebut terbatas jumlahnya karena merupakan bahan yang tidak dapat diperbaharui. Pada penelitian ini dilakukan alternatif pengganti bahan pengisi yaitu limbah abu serbuk kayu dan abu bata yang memiliki senyawa kimia yang hampir menyerupai semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik Marshall terhadap campuran AC-BC. Penelitian ini dilakukan dengan mengkombinasikan limbah abu serbuk kayu dan abu bata dengan rasio 0:100, 3:97, 6:94. Setelah mendapatkan kadar aspal optimum untuk setiap rasio kombinasi bahan pengisi maka dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai VIM, VMA, VFA, stabilitas, kelelehan dan Marshall Quotient. Hasil uji karakteristik Marshall dari ketiga kombinasi telah memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018. Namun, stabilitas tertinggi dihasilkan oleh kombinasi bahan pengisi 6% abu serbuk kayu dan 94% abu bata, yaitu 1.187,45 kg. Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase abu serbuk kayu yang digunakan maka nilai stabilitas juga mengalami kenaikan.
PENGARUH SUBSTITUSI LIMBAH KARBIT TERHADAP KARAKTERISTIK BETON Hendra Taufik; Zulfikar Djauhari; Mardani Sebayang; Mahdi Muhandis
Sainstek (e-Journal) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah karbit merupakan sisa dari reaksi karbit terhadap air yang menghasilkan gas asitelin (C2H2) yangkemudian dibakar untuk menghasilkan panas yang diperlukan dalam pengelasan. Limbah karbit merupakan bahan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) yang jika tidak diolah akan sangat berbahaya bagi lingkungan. Indutri Bengkel Lasdi Kabupaten Bengkalis banyak menghasilkan B3 ini sehingga harus diolah dengan seksama. Penelitian ini bertujuanmengkaji pemanfaatan limbah karbit sebagai bahan substitusi semen pada campuran beton. Parameter yang dikajiadalah kuat tekan, porositas, absorpsi, dan permeabilitas beton. Persentase limbah karbit yang digunakan adalah sebesar5%, 10%, 15%, dan 20% dari berat semen. Selanjutnya dilakukan perbandingan terhadap beton yang tidakmenggunakan limbah karbit. Pengujian dilakukan menggunakan benda uji kubus berukuran 15×15×15 cm dengan totaljumlah sampel sebanyak 40 sampel. Delapan sampel digunakan untuk masing- masing variasi pengujian kuat tekan,porositas, absorpsi, dan permeabilitas dilakukan pada beton berumur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwapemakaian limbah karbit 5% memberikan peningkatan terhadap kuat tekan beton dan memperkecil porositas, absorpsi,dan kedalaman rembesan beton. Kuat tekan yang diperoleh pada umur 28 hari untuk variasi pemakaian limbah karbit0%, 5%, 10%, 15%, dan 20% masing-masing adalah sebesar 22,10 MPa; 25,08 MPa; 18,78 MPa; 18,08 MPa dan 16,01MPa. Pengujian porositas yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 7,48%; 6,81%; 8,09%; 8,80%;dan 10,72%. Pengujian absorpsi yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 3,38%; 3,10%; 3,73%;4,07%; dan 5,06%. Pengujian rembesan yang diperoleh untuk masing-masing variasi adalah sebesar 2,83 cm; 2,63 cm;3,43 cm; 3,47 cm; dan 8,50 cm.
Karakteristik Pengendara Sepeda Motor dan Penggunaan Helm di Kota Pekanbaru Provinsi Riau Resmi Arianti; Mardani Sebayang; Edi Yusuf Adiman
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 2 (2023): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i2.6451

Abstract

Helm digunakan sebagai alat pelindung kepala standar saat berkendara yang berfungsi untuk melindungi dan mengurangi dampak cidera kepala akibat kecelakaan yang melibatkan sepeda motor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan peluang penggunaan helm di Kota Pekanbaru. Data penggunaan helm diperoleh dari pengamatan langsung di lapangan dengan memberi kuesioner kepada pengendara yang melintas pada lokasi penelitian yaitu pada ruas Jalan HR.Suebrantas, Tuanku Tambusai, Riau dan Jendral Sudirman. Pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis regresi logistik. Dari hasil penelitian ini total pengendara sepeda motor menggunakan helm di Kota Pekanbaru pada lokasi penelitian yaitu sebanyak 185.879 kendaraan dengan persentase (91%), sedangkan pengendara yang tidak menggunakan helm saat berkendara sebanyak 18.661 kendaraan dengan persentase (9%). Pengendara sepeda motor tertinggi dalam menggunakan helm yaitu pada ruas Jalan Jendral Sudirman pada jam 07.00-09.00 WIB sebanyak 6.771 kendaraan. Berdasarkan karakteristik pengendara sepeda motor terdapat 12 variabel yang memiliki hubungan terhadap penggunaan helm yaitu: usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penggunaan helm SNI, alasan penggunaan helm, kapasitas penumpang, kepatuhan lalu lintas, tali pengikat, jarak tempuh, lama berkendara, alasan utama melanggar peraturan dan cedera kepala. Variabel yang paling berpengaruh terhadap penggunaan helm yaitu penggunaan helm SNI  dengan tingkat pengaruh 37,7% dan tingkat kepatuhan pengendara kepada peraturan lalu lintas dengan tingkat pengaruh sebesar 27,7%. Peluang penggunaan helm saat berkendara sepeda motor tertinggi berdasarkan nilai odds rassio yaitu variabel usia dengan nilai 8,101 kali dibandingkan dengan variabel lainnya. 
Pembangkitan Data Debit Daerah Aliran Sungai Rokan Menggunakan Metode Thomas Fiering Aqilla Aqilla; Manyuk Fauzi; Mardani Sebayang
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v3i1.35

Abstract

Data debit aliran sungai merupakan informasi yang penting bagi perencanaan, pengelolaan dan pengembangan sumber daya air. Namun sering menghadapi masalah ketersediaan data hidrologi. Ketersediaan data hidrologi yang dipergunakan dalam analisis hidrologi seringkali tidak lengkap dan sangat pendek, sehingga informasi yang didapat dari data tersebut juga amat sedikit. Pada kenyataannya data debit DAS Rokan masih sangat pendek. Pembangkitan data dapat digunakan untuk mencegah persoalan kurang panjangnya data hidrologi. Adapun metode yang digunakan untuk pembangkitan data adalah metode Thomas Fiering. Metode Thomas-Fiering digunakan untuk meramalkan debit pada masa mendatang. Untuk menguji keandalan metode Thomas fiering dibuat bebrepa skema, kemudian diuji hipotesis dan dilakukan penilaian kinerja model menggunakan uji korelasi, uji koefisien Nash dan root mean square error (RMSE), hipotesis. Hasil perhitungan dari uji korelasi terhadap semua skema data observasi dengan data bangkitan menunjukkan bahwa hasilnya sudah cukup bagus bahkan korelasinya sudah kuat. Skema terbaik terdapat pada skema VII dengan nilai korelasi 0,762, nilai Nash sebesar 0,458 dan nilai RMSE sebesar 40,460. Dari hasil uji-t diperoleh bahwa tidak terdapat beda nyata antara data historis dan data bangkitan. Nilai uji-t dari Januari 2017 hingga Desember 2017 semuanya kecil dari tc, dan nilai paling mendekati tc diperoleh untuk bulan September tahun 2017 sebesaar 1,578 sedangkan nilai tc sebesar 1,859. Berdasarkan nilai korelasi, nash dan RMSE metode Thomas Fiering dalam penelitian ini dapat dismpulkan kurang efektif untuk mebangkitkan data debit pada stasiun Pasir Pengaraian.
The Durability of Stone Matrix Asphalt (SMA) Mixtures Designed Using Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) Aggregates Against Floodwater Immersion Edi Yusuf Adiman; Mardani Sebayang; Ermiyati Ermiyati; Yenita Morena
Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS) Vol. 4 No. 2 (2023): Journal of Applied Engineering and Technological Science (JAETS)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/jaets.v4i2.1842

Abstract

The durability of asphalt mixtures against floodwater immersion can serve as a reference to anticipate potential road damage. Moreover, Reclaimed Asphalt Pavement (RAP) materials have been discovered as a substitute for aggregate materials in road pavement due to their environmental friendliness and cost-effectiveness. Therefore, this research aimed to assess the durability of asphalt mixtures produced using RAP aggregate materials against floodwater immersion for 1, 2, 4, and 8 days. The process involved using Stone Matrix Asphalt (SMA) mixtures with a proportion of 33% RAP aggregate as test specimens. The Marshall test conducted on the asphalt mixture produced an optimum asphalt content (OAC) value of 6.1%. Moreover, the durability of the mixture reduced up to the 8th day of immersion with a residual strength value of 86.29%. It was also discovered that the reduction in the durability value of the mixture produced using 33% RAP aggregate was almost similar to the application of 100% new aggregate (non-RAP). This means RAP aggregate materials are feasible as an environmentally friendly substitute in the mixture of road pavement.
Analisis Faktor Dominan Penyebab Terjadinya Pembengkakan Biaya (Cost Overrun) pada Proyek Konstruksi Gedung Pemerintah Kategori Kecil di Kota Pekanbaru Rian Tri Komara Iriana; Mardani Sebayang; Muhammad Rilly Aka Yogi
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 1 No. 1 (2022): VOL 1 NO 1 (JULI 2022)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.537 KB) | DOI: 10.56208/jtrs.v1.i1.hal37-43

Abstract

In organizing building construction especially in Pekanbaru, cost factor is a mainly considered factor due to its relation with the great number of investment for owner. Therefore, project`s cost needs to be well-managed in order to minimalize the possibility of overrun cost. The purpose of this research was to discover the rate of validation, and to analyze the most dominant factor which has triggered the overrun cost case on small categorized government building construction project in Pekanbaru. Data collection was thoroughly done by deploying questioners to small contractors in the city of Pekanbaru. The number of samples in this research was 14 respondents. The profile of those respondents were grouped according to their gender, age, position in occupation, experience, and education background. The collected data were analyzed by using validation and reliability test, factor analysis, classic assumption test, and multiple linear regression. The data processing was done by using SPSS software (Statistical Product and Service Solution) version 24. As a result, it was obtained that the most dominant factor which has triggered the overrun cost case on small categorized government building construction project in Pekanbaru consisted of: planning and construction department i.e. handling too many projects at the same time with the percentage of 92,0%, resource coordination department i.e. lack of labours with the percentage of 86%, control department i.e. payment delays with the percentage of 63,2%
Online Taxy Driver Financial Feasibility Analysis (Case Study Pekanbaru InDriver Motorcycle) Afdhal Saputra, Riski; Taufik, Hendra; Sebayang, Mardani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 2 No. 2 (2023): VOL 2 NO 2 (NOVEMBER 2023)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56208/jtrs.v2.i2.hal01-09

Abstract

Started from a group in a social network called Vkontakte, InDriver now has become international level information and technology company in online transport field. InDriver Entered Indonesia in 2019, and present in Pekanbaru in early 2020. InDriver accomodates the workers to become drivers and grows quite rapidly in Pekanbaru. This Study was purpose to analyze financial feasibility of InDriver drivers in Pekanbaru. The analytical method that used are BEP, PBP, IRR, NPV, and BCR. The averages results obtained from all five feasibility test for scenario 1 (main occupation) are BEP Rp. 110.000. PBP obtained is 2 years 7 month. IRR obtained is 6,52 %. NPV obtained is 41.845.193 and BCR obtained is 1,209. Meanwhile for the averages results obtained from all five feasibility test for scenario 2 (side occupation) are BEP Rp.99.600. PBP obtained is 3 years 0 month. IRR obtained is 6,8 %. NPV obtained is 6.634.452 and BCR obtained is 1,102. Based on the results of these five feasibility analytical methods, scenario 1 (main occupation) is feasible and scenario 2 (side occupation) of InDriver driver is not feasible based on UMK (City Minimum Wages).
ANALISIS KELAYAKAN POMPANISASI AIR IRIGASI DAERAH IRIGASI RAWA SEPOTONG KABUPATEN BENGKALIS Harry Dias Darmawan; Siswanto; Yohanna Lilis Handayani; Mardani Sebayang; Horas Saut Maringan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sipil Vol. 3 No. 2 (2024): VOL 3 NO 2 (NOVEMBER 2024)
Publisher : Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jtrs.3.2.01-10

Abstract

Kabupaten Bengkalis merupakan daerah luas persawahan 5.014 ha. Luasnya lahan persawahan merupakan potensi yang dapat mendukung tersedianya pangan guna mencukupi kebutuhan lokal maupun regional. Keseriusan dan komitmen Pemda Kabupaten Bengkalis dalam membangun ketahanan pangan diwujudkan dengan rencana membangun sistem irigasi guna mengairi 1500 ha lahan persawahan yang kekurangan air ketika musim kemarau. Salah satu daerah irigasi rawa di Kabupaten Bengkalis tentang kriteria dan penetapan status Daerah Irigasi, yaitu Daerah Irigasi Rawa Sepotong khususnya di Desa Langkat dengan luas 326 ha mengalami kekurangan air di musim kemarau. Hal ini disebabkan debit air hujan pada saat itu tidak mencukupi atau kecil sehingga tidak dapat mengairi daerah irigasi yang ada. Selain itu, elevasi muka air pada saat musim kemarau lebih rendah dibandingkan dengan elevasi sawah. Peneltian ini dilakukan dengan menggunakan berbagai data sekunder dan menganalisis kelayakan pembangunan pompanisasi irigasi di daerah Daerah Irigasi Rawa Sepotong. Berdasarkan analisa data yang dilakukan, didapat ketersediaan debit andalan (Q80) Sungai Siak Kecil dengan metode F.J Mock sebesar 58,315 m3/s dengan kebutuhan air irigasi terbesar pada bulan Agustus periode I sebesar 0,61 m3/s. Dengan tingkat ketersediaan air yang sangat tinggi dibandingkan dengan kebutuhan air irigasi daerah tersebut, maka secara teknis pembangunan pompanisasi irigasi ini layak dilaksanakan dan layak secara ekonomi, dengan nilai NPV = Rp. 5.960.314.848, IRR = 19,3%, dan BCR = 1,16.
Analisa Kelayakan Finansial Ojek Online (Studi Kasus Shopee Food Pekanbaru) Taufik, Hendra; Sebayang , Mardani
SAINSTEK Vol. 12 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/js.v12i2.283

Abstract

Pengantaran makanan di kota Pekanbaru dilakukan oleh beberapa ojek online, akan tetapi yang hanya khusus melakukan pengantaran makan yakni hanya Shopee Food. Ojek online lainnya melakukan 2 pekerjaan sekaligus, yakni sebagai pengantar makanan dan juga pengantaran penumpang. Hal ini membuat penelitian ini menarik untuk diteliti lebih lanjut. Penelitian dilakukan di kota Pekanbaru dengan melakukan studi pendahuluan untuk mendapatkan tempat pengendara yang paling banyak, setelah itu dilakukan survei detail untuk mendapatkan data dari pengendara. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kelayakan finansial dari pengendara Shopee Food secara finansial dengan indikator BEP, PBP, IRR, NPV dan BCR untuk pengendara sebagai Pekerjaan utama dan Pekerjaan sampingan. Hasil yang didapatkan untuk Pekerjaan utama yakni nilai BEP = 77km/hari, PBP rata-rata = 3-7 bulan, IRR= 31% dan 95%, NPV rata-rata = Rp. 264,480,536, BCR rata-rata = 2.92. Sedangkan untuk Pekerjaan sampingan didapatkan nilai BEP = 48km/hari, PBP = 2-7 tahun, IRR= 18%-35%, NPV rata-rata = Rp. 56,896,064, BCR rata-rata = 1.26. Dapat dikatakan bahwa pekerjaan utama sebagai pengantar Shopee Food layak untuk dijalankan karena 71% pendapatannya di atas dari Upah Minimum Kota Pekanbaru tahun 2024.
Studi Karakteristik Pengendara Sepeda Motor dan Penggunaan Helm di Kabupaten Kuantan Singingi Sudastin, Jennyfer; Alwinda, Yosi; Sebayang, Mardani
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 1 No. 01 (2021)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v1i01.5

Abstract

Penggunaan helm menjadi suatu hal yang sangat penting dalam berkendara, karena dengan menggunakan helm, kefatalan akibat suatu kecelakaan dalam berkendara dapat diminimalisir, serta melindungi kepala dari benturan saat terjadinya kecelakaan. Penelitian inibertujuanuntuk mengetahui bagaimana volume lalu lintas serta perilaku pengendara dan karakteristik pengendara sepeda motor di Kabupaten Kuantan Singingi. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dalam menganalisis data. Pengambilan data dilakukan dengan pengamatan (survei) langsung di ruas jalan Nasional di Kabupaten Kuantan Singingi (Jln. Perintis Kemerdekaan, jln. Ahmad Yani, jln. Diponegoro, jln. Tuanku Tambusai dan jln Proklamasi). Dari hasil penelitian ini, diperoleh volume dan karakteristik pengendara sepeda motor di kabupaten Kuantan singing. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu perilaku pengendara sepeda motor tertinggi di Kabupaten Kuantan Singingi terjadi pada jam 16:00-17:00 WIB yaitu pada pengemudi yang menggunakan helm (berkendara sendiri) dengan jumlah 242 kend/jam. Hal ini disebabkan pengendara sepeda motor pada jam tersebut sudah taat dalam menggunakan helm. Selain itu diperoleh juga perilaku pengendara sepeda motor terendah pada jam 10:00-11:00 WIB dengan jumlah 169 kend/jam pada pengemudi yang menggunakan helm (berkendara sendiri). Hal ini disebabkan karena pengendara sepeda motor pada jam tersebut masih banyak yang melakukan aktifitas didalam ruangan. Volume pengendara sepeda motor tertinggi di Kabupaten Kuantan Singingi terjadi pada hari Minggu di jam 16:00-17:00 dengan jumlah 825 kend/jam, volume pengendara sepeda motor terendah di terjadi pada hari Rabu pada jam 11:00-12:00 dengan jumlah sepeda motor 478 kend/jam. Volume rata rata tertinggi terjadi pada jam sibuk yaitu pada jam 07:00-08:00, 09:00-10:00, 14:00-15:00 dan jam 16:00-17:00.