Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Skrining Susu terhadap Mycobacterium bovis pada Peternakan Sapi Perah di Wilayah Tengah dan Timur Pulau Jawa, Indonesia Andi Eka Putra; Chaerul Basri; Etih Sudarnika; Santi Lestari
Jurnal Sain Veteriner Vol 41, No 3 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.82787

Abstract

Tuberkulosis adalah penyakit dengan tingkat kejadian kasus tinggi pada masyarakat di Indonesia. Bovine tuberculosis pada sapi perah disebabkan oleh bakteri M. bovis, diduga turut berperan dalam menyebabkan kasus tuberkulosis karena dapat menular ke manusia (zoonosis) melalui konsumsi susu. Wilayah tengah dan timur Pulau Jawa merupakan sentra peternakan sapi perah di Indonesia yang masih melaporkan tingginya kasus tuberkulosis pada manusia. Informasi mengenai keberadaan bakteri M. bovis pada susu yang dihasilkan di wilayah tersebut belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk skrining keberadaan M. bovis di susu pada peternakan sapi perah di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa. Sampel susu diambil dari 163 ekor sapi menggunakan metode cluster random sampling dari 3 provinsi yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta dan Jawa Timur. Sampel susu diuji dengan menggunakan PCR konvensional dengan metode multiplex PCR untuk mengidentifikasi M. bovis dan M. tuberculosis dalam waktu bersamaan. Skrining dengan uji PCR terhadap 163 sampel susu dari peternakan sapi perah di wilayah tengah dan timur Pulau Jawa menunjukkan bahwa susu yang dihasilkan oleh sapi perah yang dipelihara di wilayah ini tidak mengandung bakteri M. Bovis dan M. Tuberculosis.
Penilaian Pendedahan Kualitatif Virus Penyakit Mulut dan Kuku melalui Pemasukan Kulit Sapi Mentah Garaman dari Malaysia ke Indonesia di Pelabuhan Tanjung Priok, Indonesia Basri, Chaerul; Sekarsana, Disty Ayu; Lukman, Denny Widaya
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 12 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.12.1.65-75

Abstract

Penyakit mulut dan kuku (PMK) merupakan penyakit yang menjadi perhatian semua negara karena dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Penyakit ini sangat mudah menyebar antar negara atau wilayah sehingga dikategorikan sebagai transboundary animal disease. Salah satu penyebab penyebaran PMK adalah perdagangan hewan dan produk hewan antar negara atau wilayah. Lalu lintas kulit sapi mentah dapat membawa risiko penyebaran PMK. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan penilaian risiko pendedahan kualitatif terhadap masuk dan tersebarnya PMK dari kulit sapi mentah garaman ke Indonesia. Penilaian ini dilaksanakan dengan mengembangkan biological pathway terhadap likelihood pendedahan agen penyakit melalui kulit sapi mentah garaman dari negara asal Malaysia ke Indonesia. Tingkat likelihood (kemungkinan) kualitatif pada penilaian pendedahan (exposure assessment) didasarkan pada Biosecurity Import Risk Analysis Guidelines 2016, sedangkan tingkat ketidakpastian ditentukan berdasarkan pedoman yang diberikan oleh The European Food Safety Authority (EFSA). Penilaian akhir pendedahan virus PMK melalui kulit sapi mentah garaman dari Malaysia di Pelabuhan Tanjung Priok menunjukkan tingkat likelihood sedang, dengan tingkat ketidakpastian yang rendah. Tingkat likelihood sedang mengindikasikan bahwa peluang kemungkinan kejadian tersebarnya virus PMK melalui kulit sapi mentah garaman dari Malaysia memiliki peluang yang sama besar yaitu antara terbawa atau tidak terbawanya virus PMK melalui kulit sapi mentah garaman dari Malaysia. Penerapan biosekuriti sebagai tindakan mitigasi untuk mengurangi risiko penyebaran virus PMK perlu diterapkan pada tempat kedatangan kulit sapi mentah garaman dan di gudang penyimpanan kulit.
Kejadian Penyakit Surra pada Sapi Potong di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2015-2017 Syah, Alfiyan; Basri, Chaerul; Wicaksono, Ardilasunu
Jurnal Medik Veteriner Vol. 3 No. 2 (2020): October
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol3.iss2.2020.145-153

Abstract

Trypanosomiasis (Surra) merupakan salah satu penyakit yang menjadi kendala dalam pengembangan sapi potong di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. Penyakit Surra menyebabkan kematian dan kerugian ekonomi yang sangat besar bagi peternak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis data kejadian penyakit Surra dengan mengukur kecepatan distribusi, mengamati distribusi kasus dan memetakan area yang berisiko terkena penyakit Surra. Data kasus Surra digunakan pada studi ini berasal dari Dinas Peternakan Kabupaten Barru pada tahun 2015-2017. Informasi yang berkaitan dengan manajemen ternak dan cara-cara untuk mendiagnosis penyakit diperoleh dengan angket menggunakan kuesioner yang dikirim ke Dinas Peternakan Kabupaten Barru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka tertinggi penyebaran penyakit Surra adalah di Kecamatan Mallusetasi dengan rata-rata 7 kasus per 10.000 ekor per tahun. Tingginya angka kejadian ini menunjukkan perlu lebih banyak perhatian dari pemerintah daerah, seperti mengoptimalkan pengawasan lalu lintas ternak, membangun sistem pelaporan penyakit Surra untuk meningkatkan partisipasi publik dan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat secara teratur.
An Evaluation of Draminski Detector as an Early Detection Tool for Subclinical Mastitis in Dairy Cattle in Pondok Ranggon Farm Pisestyani, Herwin; Permana, Indra; Basri, Chaerul; Lukman, Denny Widaya; Sudarwanto, Mirnawati
Jurnal Medik Veteriner Vol. 6 No. 1 (2023): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol6.iss1.2023.6-14

Abstract

Subclinical mastitis is one of the main problems in the development of dairy farming in Indonesia. Several screening test tools have been developed to support of control program for this problem. This study aimed to assess the suitability of the Draminski detector as a screening tool for subclinical mastitis in dairy cows. Quaternary milk samples from 27 dairy cows during normal lactation in the Pondok Ranggon area, East Jakarta were collected to be evaluated for the possibility of coming from quarters suffering from subclinical mastitis. Each milk sample was tested with 3 types of tests, i.e. the Breed method (golden standard) which was based on the number of somatic cells, the device Milkchecker which was based on electrical conductivity, and the Draminski detector which was based on electrical resistance. The results showed that the Draminski detector had a poor level of compatibility with the Breed method as the golden standard (Kappa value 0,013) and the Milkchecker tool (Kappa value 0,036). This test method was also considered to have poor test performance in diagnosing cases of subclinical mastitis in dairy cattle with a sensitivity value of 3,5%, specificity 100%, positive predictive value 100%, negative predictive value 18,8%, estimated prevalence 2,9%, and the true prevalence was 81,7%. In conclusion, the Draminski detector cannot be used to replace the Breed method and Milkchchecker as a screening test tool in cases of subclinical mastitis in dairy farms in Indonesia which were generally reared in the dairy farms.
Detection of Foot and Mouth Disease Virus in Salted Raw Cowhide from Malaysia in Tanjung Priok Port, Indonesia Sekarsana, Disty Ayu; Basri, Chaerul; Lukman, Denny Widaya
Jurnal Medik Veteriner Vol. 7 No. 1 (2024): April
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jmv.vol7.iss1.2024.48-56

Abstract

Animal products such as raw salted cowhide are thought to have the potential to transmit the foot and mouth disease (FMD) virus from the infected zone. Indonesia imports raw salted cowhide from Malaysia, so it has the potential to transmit FMD to Indonesia which enters through Tanjung Priok Port. This study aimed to investigate the presence of the FMD virus in raw salted cowhide from Malaysia. The number of samples was collected from each container of raw salted cowhide imported through Tanjung Priok Port during August–December 2022. A total of 21 samples were obtained from 21 bulk containers containing raw salted cowhide. Real time q Polymerase Chain Reaction (RT-qPCR) was used to investigate foot and mouth disease virus in samples. The RT-qPCR screening test on 21 samples reported that salted raw cowhide was free from the FMD virus. Continuous monitoring and surveillance protocols for salted rawhide imported from non-free countries need to be carried out at other points of entry.
Studi Kasus: Pemalsuan Daging Sapi dengan Daging Babi Hutan di Kota Bogor Nida, Lailatun; Pisestyani, Herwin; Basri, Chaerul
JURNAL KAJIAN VETERINER Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Kajian Veteriner
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS NUSA CENDANA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jkv.v8i2.2326

Abstract

The adulteration of beef using wild boar meat in the city of Bogor has been a serious concern in the society. Monitoring and surveillance of beef products are needed to ensure the halal of animal products and to prevent the transmission risk of zoonotic diseases from wild boar meat to humans. The purpose of this study was to analyse the data of Dinas Pertanian Kota Bogor related to meat adulteration in 2013-2017. The case study approach was used in this research by conducting a collection of primary and secondary data. The primary data obtained from an indepth interview with the chief of veterinary public health, processing, and marketing of livestock products of Dinas Pertanian Kota Bogor. The secondary data were obtained from monitoring and surveillance report of Dinas Pertanian Kota Bogor in 2013-2017. The results showed that 7.86% (3/33 samples) of beef samples contained wild boar meat during the 2013-2017 period. The adulterated beef was found mainly from the meat kiosks in traditional markets. In conclusion, monitoring and surveillance related to meat adulteration problem is needed to be improved especially in the traditional market.
High Risk Period (HRP) Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Pasca Wabah pada Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Malang Basri, Chaerul; Widyadhari, Atsmarina; Sudarnika, Etih
Jurnal Sain Veteriner Vol 42, No 3 (2024): Desember
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.91219

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) merupakan penyakit ternak yang sangat merugikan secara ekonomi. Perhitungan periode berisiko atau high risk period (HRP) akan membantu otoritas veteriner untuk melakukan pelacakan secara efisien potensi wabah sekunder atau penyebaran virus dari kasus indeks. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis perhitungan HRP pada peternakan sapi perah di Kabupaten Malang berdasarkan variabel 1) pengetahuan peternak mengenali gejala klinis PMK, 2) waktu pelaporan peternak, 3) waktu petugas datang menangani pelaporan, dan 4) waktu yang dibutuhkan untuk konfirmasi uji laboratorium. Survei dilakukan pada 126 peternak pada bulan Juli-Agustus 2023. Ukuran sampel dihitung berdasarkan asumsi tingkat kepercayaan 95%, prevalensi dugaan 13%, tingkat kesalahan 6% menggunakan software WinEpiscope 2.0. Data dianalisis secara deskriptif. Peternak sapi perah di Kabupaten Malang memiliki pengetahuan yang baik tentang gejala klinis PMK meski ada beberapa ciri yang luput dan perlu ditingkatkan pemahamannya. Sebanyak 98% peternak segera melakukan pelaporan setelah mengamati adanya gejala klinis PMK pada ternaknya. Kecepatan petugas dalam menanggapi pelaporan sudah baik yakni seketika pada hari pelaporan dilaporkan dan pengujian laboratorium yang segera dilakukan untuk mengonfirmasi penyakit PMK dapat membuat probabilitas HRP 7 hari 91% (SK: 0,87-0,95),  HRP 14 hari 7% (SK: 0,04-0,11) dan HRP 21 hari 2% (SK: 0,01-0,05). Pengetahuan mengenai gejala klinis dan kesadaran peternak dalam melakukan pelaporan PMK di Kabupaten Malang sudah baik, namun perlu ditingkatkan. Upaya peningkatan peran peternak dalam deteksi dini dapat dilakukan dengan intervensi berupa penyuluhan dan membangun kedekatan dengan petugas lapangan.
Tingkat Pengetahuan tentang Penyembelihan Halal Ayam pada Pedagang Ayam Potong di Pasar Tradisional Kota Bogor Pratiwi, Sandrine Putri; Basri, Chaerul; Supratikno, Supratikno
Jurnal Sain Veteriner Vol 43, No 1 (2025): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.100891

Abstract

Bogor menjadi daerah dengan mayoritas penduduk muslim  di Jawa Barat yaitu 96,67% dari total penduduk. Konsumen muslim sangat mementingkan aspek halal, khususnya yang berkaitan dengan daging yang merupakan sumber utama protein.  Penyembelihan ayam yang dilakukan di pasar tradisional umumnya dilakukan oleh pedagang ayam yang tidak diketahui keabsahannya di bidang penyembelihan halal pada ayam. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat pengetahuan pedagang ayam yang melakukan penyembelihan mandiri di pasar tradisional Kota Bogor.  Penelitian dilakukan dengan survei melalui wawancara secara langsung pada pedagang ayam yang melakukan penyembelihan ayam mandiri dengan menggunakan kuesioner terstruktur.  Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu metode sensus.  Data hasil dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram.  Pedagang ayam memiliki pengetahuan yang masih masuk ke dalam kategori cukup terkait aspek kehalalan dalam penyembelihan ayam, yaitu sekitar 68,57%.  Pedagang dengan pengetahuan baik masih memiliki nilai yang cukup rendah yaitu sekitar 14,29%.  Tingkat pengetahuan paling rendah pedagang ayam berada pada aspek penanganan setelah penyembelihan yaitu pada waktu pengeluaran darah ayam.  Pedagang ayam potong masih memiliki pengetahuan yang salah terkait jenis pisau yang dapat digunakan untuk penyembelihan. Permasalahan dalam aspek teknik penyembelihan yang masih kurang yaitu penanganan leher ayam yang salah.  Pelatihan dapat mempersiapkan juru sembelih yang memiliki kompetensi dari segi aspek teknis kesehatan masyarakat veteriner, aspek kehalalan, dan kesejahteraan hewan.  Pengetahuan perlu ditingkatkan dengan pelatihan, pengawasan dan pendampingan untuk meningkatkan kesadaran pedagang ayam mengenai penyembelihan halal pada ayam.
Intervensi Dampak Penyakit Kaki Dan Mulut Berbasis Biaya Manfaat Basri, Chaerul; Sudarnika, Etih; Poetri, Okti Nadia; Widyadhari, Atsmarina; Apriana, Cut Desna; Indrawan, R. Dikky; Rakhmat, Asep; Pramuwidyatama, M. Gumilang
Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika Vol 5 No 3 (2023): Policy Brief Pertanian, Kelautan dan Biosains Tropika
Publisher : Direktorat Kajian Strategis dan Reputasi Akademik IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agro-maritim.0503.719-722

Abstract

Upaya pengendalian dan pemberantasan PMK di Indonesia jika dilaksanakan dengan program vaksinasi dengan kecepatan seperti yang berlangsung saat ini maka akan menyebabkan waktu pemberantasan yang lebih lama dan kerugian ekonomi yang besar. Perbaikan program vaksinasi dengan kecepatan yang ideal selain dapat memperpendek waktu pemberantasan juga akan memberikan dampak keuntungan ekonomi yang sangat besar. Berdasarkan hasil studi ini direkomendasikan agar upaya pengendalian dan pemberantasan PMK di Indonesia sebaiknya program yang dilaksanakan mengacu kepada skenario vaksinasi dengan kecepatan yang ideal. Dalam penyusunan dan pelaksaan program pengendalian di Indonesia dapat menggunakan program pengendalian yang dikembangkan di Filipina sebagai bahan pertimbangan karena sudah terbukti secara efektif berhasil memberantas PMK dari negara kepulauan seperti di Indonesia
Future Prediction of Foot-And-Mouth Disease (FMD): An Industrial Perspective Pahlevi, Muhamad Reza; Indrawan, Dikky; Basri, Chaerul
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 12 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i12.41803

Abstract

The global livestock industry is significantly threatened by foot-and-mouth disease (FMD). The re-emergence of FMD outbreaks in Indonesia is one example of the epidemiological cycle in a region. This study aimed to analyze the future industry of foot-and-mouth disease. This qualitative study used a secondary data processing that includes the collection, analysis, and interpretation of information to identify trends, challenges, and opportunities that may emerge by using the foresight industry analysis approach and the Generic Foresight Process (GFP) stage framework. Industry foresight analysis identified changing trends of technological, regulatory, geopolitical, demographic, and lifestyle. Several possibilities were identified through the GFP framework, which was conducted by identifying several possibilities based on looking and analyzing what is happening, what is really happening, what might happen in the future, what we would like to happen, and what we might need to do. The results of the industry foresight analysis showed that an FMD vaccine was essential for farmers to open international market access and as a sustainable disease control strategy. The technology aspect played a vital role as the key to competition in the industry in the future. The industry will compete to create an FMD vaccine that best suits the existing market challenges. The results of the GFP framework analysis showed that eradicating FMD worldwide still requires a long and extensive process and is predicted to continue until 2050.