Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : Zuriat

Ketahanan Padi Transgenik Db1 Terhadap Wereng Coklat (Nilaparvata lugens Stal.) Biotipe 3 (Resistance of Db1 Transgenic Rice to Biotype 3 of Brown Planthopper (Nilaparvata lugens Stal.) Nono Carsono; santika sari; danar dono; kinya toriyama
Zuriat Vol 30, No 1 (2019): Latest Issue (April 2019)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.159 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v30i1.23150

Abstract

Brown planthopper has been recognized as a primary pest of rice in Indonesia and most Asian countries. Developing rice lines resistant to this pathogen is an effective and environmentally friendly approach. Rice cv. Taichung 65 has been transferred with Db1 gene from yam tuber Dioscorea batatas, to improve its resistance to insect pathogen. The rice plant, however, is not been known yet of its resistance to biotype 3 of brown planthopper from Indonesia. The objective was to obtain resistance level of Db1 transgenic rice against biotype 3, the brownest planthopper attacking rice. The experiment was arranged in randomized block design, and some tests performed were screening resistance, honeydew test, and the oviposition preference. Results indicated that Db1 Taichung transgenic rice had improved resistance level as compared to its wild type; from very susceptible to susceptible. Db1 transgenic rice line had a lower resistance level compared to those of cv. PTB33, Rathu Heenati, Ciherang, Babawee, IR64, dan Cisadane. It could be seen from a higher amount of honeydew excreted and a number of an egg laid by brown planthopper compared to those of tested cultivars.  It is concluded that DB1 transgenic line is susceptible, then it is not sufficient to control brown planthopper specifically biotype 3.
Principal Component Analysis (PCA) Karakter-karakter Umbi Wortel (Daucus carota L.) Varietas Lokal Asal Sibayak Al Findy Yuhibba Fitriah; Meddy Rachmadi; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.19803

Abstract

Wortel merupakan salah satu tanaman sayuran yang populer dengan berbagai manfaat. Permintaan wortel dengan kualitas yang baik semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Varietas lokal Sibayak memiliki banyak keunggulan dengan beberapa karakter yang tidak diterima pasar modern.Upaya peningkatan kualitas wortel telah dilakukan dengan metode seleksi. Pada proses seleksi, banyak karakter yang harus diamati untuk efektifitas seleksi. Principal Component Analysis (PCA) dapat mengurangi sejumlah karakter. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi karakter penting yang dapat dijadikan sebagai karakter penciri wortel asal Sibayak berdasarka Principal Component Analysis (PCA). PCA memperoleh empat variabel baru berupa PC yang menggambarkan variasi populasi wortel lokal Sibayak. Keempat PC tersebut terdiri dari karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi. Variabel baru yang terbentuk mampu menjelaskan 72,376% variasi total pada populasi wortel lokal Sibayak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa efektifitas seleksi dapat dicapai dengan menseleksi karakter panjang umbi, bobot umbi, tipe umbi, diameter umbi bawah dan warna umbi.
Analisis Karakter Penting dan Skrining Marka-marka SSR yang Berasosiasi dengan Gen Ketahanan terhadap Wereng Coklat pada Lima Kultivar Padi Gigih Ibnu Prayoga; Danar Dono; Neni Rostini; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.967 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.20716

Abstract

 AbstrakHama wereng cokelat telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kaultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Penelitian ini meliputi upaya pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng coklat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur (kultivar lokal). Pengujian karakter penting pada kultivar PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang (antixenosis), dan kandungan protein yang lebih rendah (antibiosis) dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi pada delapan marka yang memperlihatkan bahwa RM8213 menunjukkan adanya polimorphisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorphisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter karakter penting tetua menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Kata kunci : gen bph, karakter penting, marka, visualisasi, wereng cokelat. AbstractBrown planthopper (Nilaparvata lugens Stal) is well-known as the major pest in rice cultivation in Indonesia and other countries in Asia. Developing resistant rice lines  is the ideal option for economic and effective management. The experiments were aimed to obtain the important traits between Brown planthopper (BPH) resistant and susceptible genotypes, to obtain SSR markers that can be used in Marker Assisted Selection (MAS) and association of SSR markers with important traits. In this study, characterization of important traits and screening of eight SSR markers were performed for five genotypes i.e. PTB-33 (resistant genotype), IR-64 (tolerant), Pandan Wangi (susceptible), Ciherang (susceptible), and Sintanur (susceptible). PTB-33 showed higher photosynthetic rate (tolerant ability), longer trichomes size (antixenosis ability), and lower protein content (antibiosis ability) compared with other cultivars. RM8213 exhibited visible polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, meanwhile RM586 and RM589 showed polymorphic bands between PTB-33 and other cultivars, except with cv. IR-64. Z-mantel test for correlation between physiological traits and SSR markers showed that Qbph4 and Bph17(t) genes highly correlated with photosynthetic rates and trichomes length, whereas Bph3 and bph4 genes showed a high level of correlation with protein content. Keywords : brown planthopper, important traits, marker, bph gene, visualization
Identification of Differentially Expressed Genes Using cDNA-AFLP During Six Days In Vitro Tuberization of Potato Nono Carsono; Christian Bachem
Zuriat Vol 14, No 1 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i1.6751

Abstract

Tuberization in potato is a complex developmental process resulting in the differentiation of stolon into the storage organ, tuber. During tuberization, change in gene expression has been known to occur. To study gene expression during tuberization over the time, in vitro tuberization system provides a suitable tool, due to its synchronous in tuber formation. An early six days axillary bud growing on tuber induction medium is a crucial development since a large number of genes change in their expression patterns during this period. In order to identify, isolate and sequencing the genes which displaying differential pattern between tuberizing and non-tuberizing potato explants during six days in vitro tuberization, cDNA-AFLP fingerprint, method for the visualization of gene expression using cDNA as template which is amplified to generate an RNA-fingerprinting, was used in this experiment. Seventeen primer combinations were chosen based on their expression profile from cDNA-AFLP fingerprint. Forty five TDFs (transcript derived fragment), which displayed differential expressions, were obtained. Tuberizing explants had much more TDFs, which developmentally regulated, than those from non tuberizing explants. Seven TDFs were isolated, cloned and then sequenced. One TDF did not find similarity in the current databases. The nucleotide sequence of TDF F showed best similarity to invertase ezymes from the databases. The homology of six TDFs with known sequences is discussed in this paper.
Seleksi Padi dengan Kandungan Amilosa Sedang Menggunakan Marka Molekuler dan Pengujian Fenotipik Whitea Yasmine Slamet; Anita Rachmasari S.W.; Santika Sari; Nono Carsono
Zuriat Vol 29, No 2 (2018): Zuriat Vol. 29 No. 2 (Desember 2018)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2066.446 KB) | DOI: 10.24198/zuriat.v29i2.15836

Abstract

Padi dengan kandungan amilosa sedang sangat diminati oleh masyarakat Asia dan Dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh individu keturunan F7 (yang berasal dari hasil persilangan Sintanur x PTB33 dan Pandanwangi x PTB33) dengan kandungan amilosa sedang. Alat yang digunakan untuk analisis kandungan amilosa yaitu spektrofotometer dengan panjang gelombang 625 nm, sedangkan marka molekuler menggunakan marka RM190, SSIIa dan Wx. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SP73-3-1-7 memiliki jumlah tanaman paling banyak yang mengandung amilosa yang sedang berdasarkan marka molekuler dan fenotipik. Kombinasi kedua pengujian ini akurat dalam menyeleksi karakter fisikokimia padi.
Gene Transfer to Rice Mediated by Agrobacterium tumefaciens: Transient Expression of sgfp in Rice Calluses of indica cv. Fatmawati and japonica cv. Nipponbare Tomohiko Yoshida; Nono Carsono
Zuriat Vol 19, No 1 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i1.6694

Abstract

Transient expression of synthetic green fluorescent protein (sgfp) mediated by Agrobacterium is rapid and useful approach for visual monitoring the genetic transformation event in transformed cells/tissues of examined genotype. The significant differences in transient expression of two genotypes (indica cv. Fatmawati and japonica cv. Nipponbare) were found with regard to the osmotic treatment (0.4 M mannitol), solid subcultured callus, and 10 min. air drying. While, no significant differences in sgfp expression were observed in two genotypes on without air-drying and 5 min. air-drying of calluses prior immersed in Agrobacterium suspension. Surprisingly, the sgfp expression could not be detected in suspension-subcultured callus of both cultivars. The highest sgfp expression was achieved in Nipponbare callus treated with 10 min. air drying. The level of green fluorescent spots was higher in Nipponbare than that in Fatmawati, however, plants regenerated from Fatmawati were considerably comparable with those of Nipponbare. Seventeen and 16 putative transgenic rice plants expressing sgfp transgene were obtained from Nipponbare and Fatmawati, respectively.
Uji Daya Hasil 15 Klon Ubi Kayu (Manihot esculenta) F1 Berdasarkan Karakter Hasil dan Komponen Hasil Di Jatinangor Wijaya, Wendy; Karuniawan, Agung; Carsono, Nono
Zuriat Vol 33, No 1 (2022): Mei, 2022
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v33i1.52969

Abstract

Jawa Barat merupakan salah satu provinsi terbesar di Indonesia penghasil ubi kayu yang beberapa tahun terakhir mengalami penurunan produksi yang disebabkan oleh konversi lahan. Dengan meningkatnya kebutuhan dan impor ubi kayu Indonesia maka diperlukan ubi kayu yang dapat berproduksi tinggi untuk memenuhi kebutuhan domestik. Penelitian ini merupakan salah satu tahapan pada program pemuliaan untuk mengembangkan varietas ubi kayu lokal pada lokasi Jatinangor yang memiliki produksi lebih tinggi dari varietas sebelumnya. Jatinangor dipilih karena memiliki agroekologi yang mirip dengan kabupaten – kabupaten produsen ubi kayu di Jawa Barat antara lain Garut, Sumedang, Tasikmalaya, dan Sukabumi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi genotipe yang berpotensi menjadi varietas unggul baru dan menyiapkan bahan tanam untuk penelitian selanjutnya. Kegiatan penelitian telah dilakukan pada Kebun Percobaan Ciparanje Unpad, Jatinangor, Sumedang dengan periode waktu dari Desember 2019 hingga November 2020. Pengidentifikasian genotipe yang berpotensi unggul dilakukan dengan membandingkan lima belas genotipe uji dengan tiga varietas cek. Pembandingan dilakukan dengan metode Least Significant Increase (LSI) pada lima belas karakter agronomi. Hasil dari penelitian ini adalah Genotipe 1, Genotipe 4, Genotipe 8, dan Genotipe 9 melebihi varietas cek pada satu karakter agronomi atau lebih. Genotipe 1 memiliki karakter panjang umbi yang melebihi ketiga cek dan berat umbi per tanaman melebihi Cek 2. Genotipe 4 memiliki diameter yang melebihi Cek 2. Genotipe 8 melebihi Cek 3 pada karakter indeks panen. Genotipe 9 melebihi Cek 2 dan Cek 3 pada karakter indeks panen.
Seleksi Toleransi Cekaman Kekeringan pada Delapan Genotipe Kacang Tanah (Arachis hypogaea L.) Lokal Damayanti, Farida; Fachrunnisa, Laras Sitta; Slamet, Whitea Yasmine; Carsono, Nono; Karuniawan, Agung
Zuriat Vol 35, No 2 (2024): September, 2024
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v35i2.59232

Abstract

Cekaman kekeringan merupakan salah satu permasalahan besar dalam bidang pertanian di Indonesia karena dapat mengakibatkan penurunan hasil yang signifikan. Penelitian dilakukan untuk memperoleh informasi tingkat toleransi cekaman kekeringan pada genotipe kacang tanah lokal koleksi Laboratorium Pemuliaan Tanaman Universitas Padjadjaran. Percobaan dilaksanakan pada bulan Juni - November 2014 di fasilitas rumah kaca kebun percobaan Ciparanje Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan split plot yang diulang tiga kali. Petak utama adalah perlakuan pemberian air/water availability (dua taraf) yaitu pemberian air optimal (100% water availability dan 25% water availability). Adapun anak petak adalah genotipe kacang tanah (sepuluh taraf), terdiri dari delapan genotipe kacang tanah lokal yaitu Soe Timur, Atambua, Kanonang Putih, Gorontalo C, Larantuka, Tondegesan Putih, Madura 2, Kinali Putih, serta varietas yang telah dilepas yaitu Singa dan Jerapah. Data dianalisis menggunakan uji Fisher taraf nyata 5%, uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT), dan Least Significant Difference (LSD) taraf nyata 5%. Pembobotan dan perangkingan untuk menentukan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki nilai Drought Tolerance Indeks (DTI) lebih baik dibandingkan varietas Singa dan Jerapah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipe Gorontalo C, Madura 2 dan Atambua merupakan genotipe kacang tanah lokal yang memiliki penampilan yang lebih baik dibandingkan genotipe Singa dan Jerapah berdasarkan nilai DTI untuk karakter morfologi, hasil dan komponen hasil, serta parameter toleransi cekaman kekeringan. Terdapat korelasi positif antara karakter hasil (bobot basah polong) dengan parameter LRWC 80, namun tidak terdapat korelasi antara karakter komponen hasil (jumlah polong) dengan parameter pengamatan toleransi cekaman kekeringan.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Afifah, Zulfa Agung Karuniawan Al Findy Yuhibba Fitriah Amalia Purdianty Amaliah, Lia Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Anggita Dewi Ani Apriani Anita R. S. Wardani Anita Rachmasari S.W. Arif Solehudin Baehaki S.E. Baehaki S.E. Bambang Sriyadi Bambang Sriyadi, Bambang Betty Natalie Fitriatin Christian Bachem Christian Bachem, Christian Citra Bakti, Citra Danar Dono Dedi Ruswandi Desy Lidiasari Dewi, Atri Prautama Dwi Ariyani Eldikara, Ranggi Ema Komalasari Ema Komalasari, Ema Fachrunnisa, Laras Sitta Fadli Kurnia Farida Damayanti Feliatra Fitri Utami Hasan Fitri Widiantini Gatut Bayuaji Gigih Ibnu Prayoga Hasan, Fitri Utami Hasan, Fitri Utami Hera Hera Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hersanti - Ibnu Dwi Buwono Ibrahim, Muhammad Yasser Inez Nur Indrayani Irma Mangatur Juniati, Atie Tri Kang, Seung Won kinya toriyama Leni Nurlaeli Irmayanti Lukman, Pradita N. M. Untung Kurnia Mahardhika, Dimas Kembara Mas Dadang Enjat Munajat Maulana, Haris Meddy Rachmadi Mitalo, Oscar W. Murdaningsih H. Karmana Nenet Susniahti Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nuryani Tinumbia, Nuryani Pradita N. Lukman Prayitno Prayitno Puji Syara Anggia Putra, Fitriansyah Rangga Jiwa Wibawa Ranggi Eldikara Reginawanti Hindersah Reisyi Rinola Tambunan Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami S Imam Wahyudi Safitri, Adam Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Sari, Santika Sari, Santika SATRIYAS ILYAS Slamet, Whitea Yasmine Soedarsono Soedarsono Solehudin, Arif Sri Nurlianti Syindy Raffini Nasihin Tomohiko Yoshida Tomohiko Yoshida, Tomohiko Tri Joko Santoso Untung Susanto Untung Susanto Veithzal Rivai Zainal Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Wendy Wijaya Whitea Yasmine Slamet Wieny H. Rizky Yoana Saragih Yuniar Mulyani Zubair, Anas Zulfa Afifah