Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Sensory Test and Molecular Marker Based-Selection for Aromatic Rice in the F3 Progenies Nono Carsono; Amalia Purdianty; Santika Sari; Citra Bakti
Agrikultura Vol 31, No 2 (2020): Agustus, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i2.27085

Abstract

Aromatic rice is a special type of rice that highly preferred by people in Asia due to the presence of aroma. Aroma in rice is determined by 2-acetyl-1-pyrroline (2AP) compound which is controlled by a recessive fgr gene. A hybridization between cv. Sintanur (aromatic rice) and PTB33 (non-aromatic, resistant to brown planthopper/BPH) has been done in order to develop aromatic rice lines that resistant to BPH. In the F2 progeny, molecular marker-based selection and bioassay for the brown planthopper resistant lines have been carried out; however selection for the aromatic trait has not been performed yet. The objective of this study was to obtain the F3 progeny’s individual with aromatic trait. Sensory test was conducted by KOH 1.7% solution, meanwhile molecular markers applied were ESP (External Antisense Primer), IFAP (Internal Fragrant Antisense Primer), INSP (Internal Non fragrant Sense Primer) and EAP (External Antisense Primer). Eighty-eight plants from two selected (SP#31 and SP#224) F3 lines progenies derived from cv. Sintanur and PTB33 have been evaluated in this study. Detection by molecular markers found seventy-five genotypes (85.23%) were homozygous recessive (aromatic rice) and one was heterozygous (non-aromatic). Eighty-five (96.59%) genotypes were aromatic as detected by sensory test alone. Seventy-two (81.82%) genotypes were categorized as aromatic rice based on sensory test and molecular markers. Due to inconsistency results from each method alone, it is advised both methods to be applied to ensure the reliability and the accuracy since aroma in rice is affected by genetic composition and environment conditions. Selected genotypes will be continued for breeding program in developing aromatic rice with improved agronomic traits.
Studi Kekerabatan Padi Hasil Piramidisasi Berbasis Marka Molekuler dan Fenotipik Reisyi Rinola Tambunan; Santika Sari; Yoana Saragih; Nono Carsono; Noladhi Wicaksana
Agrikultura Vol 30, No 3 (2019): Desember, 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.853 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v30i3.23882

Abstract

Piramidisasi gen adalah upaya untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua menjadi satu genotipe tunggal. Hasil tinggi, tahan terhadap wereng cokelat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa sifat yang diharapkan untuk digabungkan. Melalui teknik piramidsasi, telah diperoleh 28 genotip, namun analisis kekerabatan genetik, sebagai pertimbangan dalam pengambilan keputusan pada tahapan pemuliaan selanjutnya, belum dilakukan. Kombinasi gen ini dicapai dengan persilangan banyak genotipe tetua dengan karakter unggul yaitu Sintanur (aromatik), Pandan Wangi (aromatik), IR64 (kandungan amilosa sedang), PTB33 (tahan wereng coklat), Ciapus (hasil tinggi) dan KA (umur genjah). Tujuan percobaan ini adalah untuk memperoleh hubungan genetik genotip dalam sifat-sifat agro-morfologi dan marka molekuler. Analisis hubungan kekerabatan antara tetua dan 28 genotip piramidisasi dilakukan menggunakan software XLSTAT2016 untuk membentuk matrik similarity shared allele distance dengan koefisien Jaccard sebagai pembentuk jarak genetik untuk marka molekuler dan koefisien korelasi pearson untuk marka fenotipik. Kemudian dilakukan pengelompokan atau clustering dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Hasil pengelompokan berdasarkan marka molekuler dengan menggunakan 11 marka yang terkait erat dengan tujuh karakter target, diperoleh koefisien kemiripan sebesar 41,3% dan terbentuk dua kelompok, sedangkan hasil pengelompokan berdasarkan marka fenotipik dengan 14 karakter agro-morfologi terbentuk tiga kelompok dengan tingkat kemiripan 22,2%. Genotipe SPxCAKA1B, SPxPP3B dan PPxIP4B   dapat dimanfaatkan sebagai tetua atau genotipe harapan karena memiliki jarak kekerabatan yang paling jauh diantara genotip lainnya.
Karakterisasi Mutu Fisik Bulir 30 Genotipe Padi Generasi F5 Hasil Seleksi dari Persilangan Sintanur X PTB33 dan Pandanwangi X PTB33 Nono Carsono; Nita Fitria; Santika Sari; Dedi Ruswandi
Agrikultura Vol 31, No 3 (2020): Desember, 2020
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v31i3.29779

Abstract

Perbaikan genetik padi saat ini tidak hanya mengarah pada peningkatan produktivitas saja, namun juga ke arah perbaikan mutu terutama karakter mutu beras yang disukai konsumen, seperti, ukuran, bentuk, dan penampilan butir beras. Dalam rangka mengembangkan karakter mutu fisik yang baik, telah dilakukan beberapa persilangan dari tetua-tetua yang terpilih, seperti Sintanur, Pandanwangi, dan PTB33. Hasil persilangan tersebut telah mencapai generasi F5, akan tetapi pengujian mutu fisik bulir belum dilakukan, sebelum galur-galur harapan tersebut dilepas. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh genotipe padi unggul yang memiliki karakter mutu fisik bulir terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 34 genotipe (termasuk 4 varietas cek) dan dilakukan sebanyak 3 ulangan. Penampilan genotipe-genotipe padi yang diuji dibandingkan dengan varietas ceknya dievaluasi dengan menggunakan Least Significant Increase (LSI). Berdasarkan uji LSI, seluruh genotipe hasil persilangan varietas Pandanwangi X PTB33 (PP) dan SP87-25-29 memiliki mutu fisik bulir yang lebih baik dibandingkan tetuanya. Genotipe-genotipe yang telah terseleksi akan dilanjutkan guna pengujian adaptabilitas dan stabilitas.
Ketahanan Padi Transgenik DB1 terhadap Penggerek Batang Padi Kuning Scirpophaga incertulas Walker (Lepidoptera: Pyralidae) Nono Carsono; Irma Mangatur; Fitri Utami Hasan; Santika Sari; Nenet Susniahti; Hersanti Hersanti; Baehaki S.E. Baehaki S.E.
Agrikultura Vol 28, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.053 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v28i2.14954

Abstract

ABSTRACTResistance of DB1 transgenic rice to the yellow rice stem borer (Scirpophaga incertulas Walker) (Lepidoptera: Pyralidae)Decrease in rice production in Indonesia can be fulfilled by improving quality and quantity of rice. Rice stem borer (Scirpophaga incertulas) is an important pest that considered being detrimental to rice. The aim of this study was to determine resistance level of DB1 transgenic rice which compared to cv. Taichung-65 (wild-type), Ciherang and IR64 to the pest. Experiments were arranged in Completely Randomized Design and Randomized Block Design. The result showed that DB1 transgenic rice, Taichung-65, IR64 and Ciherang were susceptible with scale 9. The mortality of DB1 transgenic rice was not significantly different with Taichung-65, IR64 and Ciherang. The low levels of resistance in DB1 transgenic rice, Taichung-65, IR64 and Ciherang were also seen in development and growth time of S. incertulas. There was no disruption on development and growth of S. incertulas. DB1 genes were still not enough to provide maximum resistance to S. incertulas and still need to discover information of other genes that can be inserted and increase the resistance of rice to S. incertulas.Keywords: Transgenic rice, DB1 transgene, Yellow rice stem borerABSTRAKSerangan hama telah menurunkan produksi beras, salah satu hama utama di Indonesia adalah penggerek batang padi kuning (Scirpophaga incertulas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketahanan padi transgenik DB1 dibanding dengan padi Taichung-65 (padi originnya), Ciherang dan IR64 terhadap penggerek ini. Pada penelitian ini dilakukan pengujian tingkat ketahanan terhadap S. incertulas pada padi yang diuji. Percobaan ditata dengan Rancangan Acak Lengkap dan Rancangan Acak Kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa padi transgenik DB1, Taichung-65, IR64 dan Ciherang tergolong padi berketahanan rentan dengan skala 9. Mortalitas padi transgenik DB1 tidak berbeda nyata dengan padi Taichung-65, IR64 dan Ciherang. Rendahnya tingkat ketahanan pada padi transgenik DB1, Taichung-65, IR64 dan Ciherang juga terlihat pada lama perkembangan dan pertumbuhan S. incertulas yang relatif sama, tidak tampak gangguan perkembangan dan pertumbuhan S. incertulas. Gen DB1 masih belum cukup untuk memberikan ketahanan maksimal terhadap S. incertulas. Perlu dicari sumber gen lain guna meningkatkan ketahanan tanaman padi terhadap S. incertulas.Kata Kunci: Padi transgenik, Gen DB1, Penggerek batang padi kuning
Penggunaan Putresin Alami dan Sintetik untuk Induksi Kalus dan Regenerasi Kultur Anter Empat Genotipe Padi Nono Carsono; Desy Lidiasari; Santika Sari; Noladhi Wicaksana
Agrikultura Vol 32, No 3 (2021): Desember, 2021
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v32i3.36784

Abstract

Teknik kultur antera sering digunakan untuk memperoleh galur-galur murni double haploid (DH) yang homozigot dalam waktu singkat, yang umumnya dicapai melalui proses induksi kalus. Putresin sebagai salah satu zat pengatur tumbuh dari poliamin diketahui sangat penting bagi perkembangan embriogenesis kalus. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh plantlet dari penggunaan putresin sintetik dan alami pada media induksi dan regenerasi kalus kultur antera secara in vitro terhadap empat genotip-genotip F3 padi hasil persilangan (Oryza sativa L.). Eksplan yang digunakan adalah antera padi generasi F3 terseleksi hasil persilangan Caka, SP, Sair dan IRPW. Hasil penelitian menunjukan bahwa induksi kalus berhasil terbentuk hanya dari genotip Caka pada media N6 dengan penambahan putresin sintetik 10-3 M, persentase pembentukan kalus sebesar 16,1%. Kalus yang terbentuk dari genotip Caka memiliki struktur remah, kompak dan berwarna putih krem. Regenerasi menggunakan media dasar MS dengan penambahan putresin sintetik konsentrasi 10-3 M belum berhasil. Penambahan putresin sintetik lebih efektif dalam pembentukan kalus dibandingkan putresin ekstrak alami.
Seleksi Berbasis Marka Molekuler pada Padi Generasi F2 Guna Merakit Galur Padi Harapan Tahan Wereng Coklat Nono Carsono; Gigih Ibnu Prayoga; Neni Rostini; Danar Dono
Agrikultura Vol 27, No 1 (2016): April, 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.511 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v27i1.8471

Abstract

ABSTRACTMolecular Marker-based Selection on F2 Progeny for Development of Promising Rice Lines Resistant to Brown PlanthopperBrown planthopper (BPH) is the major insect pest of rice and accounts for significant yield loss. This experiment was aimed to develop BC1F1 and F3 brown planthopper resistant rice lines. Selection on the basis of SSR markers can be done by using two polymorphic SSR markers, i.e., RM586 dan RM8213, which screened from eight SSR markers for BPH resistant. Sixty-three F2 genotypes from IP-1 (derived from IR-64 x PTB-33) population and twenty F2 genotypes from PP-11 (derived from Pandan Wangi x PTB-33) population were selected and will be used for further research by selfed and backcrossed to recipient parents. Chi-squares test for segregation of DNA bands in F2 generation showed that RM8213 fitted with 1:2:1 Mendelian ratio for controlling photosynthetic rates and trichomes length in IP-1 population. This information could be used in programs to develop a durable brown planthopper resistant rice cultivar.Keywords: BPH, F2 population, Moleculer marker, SSRABSTRAKWereng coklat merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang mampu menurunkan produksi padi secara nyata. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh galur-galur padi F2 yang memiliki marka-marka yang berasosisasi dengan ketahanannya terhadap wereng coklat. Seleksi pada galur padi F2 hasil persilangan telah dilakukan melalui teknik marka molekuler Simple Sequence Repeat (SSR) menggunakan dua marka SSR yang menunjukkan polimorphisme yaitu RM586 dan RM8213 dari delapan marka yang diskrining. Sebanyak 63 genotip dari populasi IP-1 (hasil persilangan IR-64 x PTB-33) dan 20 genotip dari populasi PP-11 (hasil persilangan Pandan Wangi x PTB-33) untuk disilangkan sendiri maupun disilang balik dengan tetua recipient. Selain itu, hasil analisis Chi-Kuadrat untuk segregasi pita DNA menunjukkan bahwa primer RM8213 memiliki rasio 1:2:1 (dominasi tidak sempurna) dalam mengontrol karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma terhadap wereng coklat pada populasi IP-1. Informasi yang diperoleh dari penelitian ini nantinya dapat digunakan untuk program perakitan kultivar padi tahan wereng coklat yang durable.Kata Kunci: Marka molekuler, Populasi F2, SSR, Wereng coklat
Pengujian Kemurnian Genetik Benih Padi Galur F3 (Pandanwangi x PTB33) Terseleksi Menggunakan Marka Molekuler Simple Sequence Repeats (SSR) Syindy Raffini Nasihin; Wieny H. Rizky; Nono Carsono
Agrikultura Vol 26, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.44 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v26i2.8462

Abstract

ABSTRACTSeed Purity Testing of F3 Progeny of Rice Lines Derived from a Cross between Pandanwangi x PTB-33 Estimated by Simple Sequence Repeat MarkersSeeds with high purity is required to produce maximum crop yield. Genetic purity of selected F3rice seed progenies derived from a cross between Pandanwangi x PTB33 was estimated by SSR(simple sequence repeats) molecular markers. Objective of current experiment was to obtain riceseed with high genetic purity (100%) in terms of homogeneity of alleles. The experiment wasconducted at Laboratory of Plant Analysis and Biotechnology, meanwhile field experiment wasperformed at Ciparanje Experimental Station, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran.Based on primer designed by Bradbury (aromatic trait) and primers RM589 and RM586 (supposedto correlate with brown planthopper resistance gene), seeds of F3 selected had 100% geneticpurity. SSR markers applied for each offspring were able to demonstrate the purity of the seed.Genotypes with 100% genetic purity can be continued for propagating their seeds.Keywords: F3, seed purity, seed rice, SSR markersABSTRAKBenih dengan kemurnian genetik tinggi sangat diperlukan untuk produksi tanaman yangmaksimal. Kemurnian genetik padi generasi F3 hasil persilangan Pandanwangi x PTB-33 diestimasidengan menggunakan marka molekuler SSR. Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan generasiF3 yang memiliki kemurnian genetik 100%. Penelitian dilaksanakan di Kebun PercobaanCiparanje, Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran dan Laboratorium Analisis dan BioteknologiTanaman. Hasil analisis menggunakan primer Bradbury menunjukkan 100% benih murniberdasarkan karakter aromatik, begitupun berdasarkan karakter ketahanan terhadap wereng(primer RM589 dan RM586) menunjukkan 100% benih murni. Marka molekuler SSR yangdigunakan untuk verifikasi kemurnian mampu menunjukkan kemurnian genetik benih padi yangtinggi. Genotip PP dapat dilanjutkan untuk pengujian dan atau perbanyakan benih sumber.Kata kunci: benih padi, F3, marka SSR, uji kemurnian genetik
Deteksi Transgen (Glu-1Dx5) pada Populasi Padi (Oryza sativa L.) Putative Transgenik Kultivar Fatmawati Nono Carsono; Sri Nurlianti; Inez Nur Indrayani; Ade Ismail; Tri Joko Santoso; Murdaningsih H. Karmana
Agrikultura Vol 21, No 1 (2010): April, 2010
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.146 KB) | DOI: 10.24198/agrikultura.v21i1.985

Abstract

Transformasi gen Glu-1Dx5, pengendali utama karakter elastisitas dan daya mengembang adonan dari gandum, telah berhasil ditransfer ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dengan menggunakan penembakan partikel, dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas adonan tepung beras. Galur-galur harapan telah diperoleh, tetapi karena telah mengalami penyerbukan sendiri selama 1-2 generasi yang menyebabkan transgen mengalami segregasi, maka diperlukan upaya pendeteksian transgen pada populasi putative transgenik ini. Upaya ini dapat dilakukan, antara lain dengan menggunakan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR) yang memungkinkan perbanyakan fragmen DNA yang spesifik (gen) secara cepat dalam jumlah banyak.  Percobaan ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman padi transgenik yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada dua generasi yang sedang bersegregasi. DNA genom dari 149 tanaman padi (generasi T1 sebanyak 14 tanaman, generasi T2 sebanyak 134 tanaman, dan satu tanaman non-transgenik) telah diekstraksi menggunakan Genomic DNA Purification Kit dari Fermentas. Plasmid pK+Dx5 digunakan sebagai positif kontrol, selain itu digunakan juga enzim Taq DNA polymerase dari Go Green Taq® Master Mix (Promega) dan 2 primer spesifik yang mengamplifikasi coding region dari Glu-1Dx5 (2,5 kb). Hasil percobaan menunjukkan, tanaman padi yang memiliki gen Glu-1Dx5 pada generasi T2-7 sebanyak 26 tanaman, T2-11 : 12 tanaman, T2-12 : 3 tanaman, T2-40 : 3 tanaman dan T2-45 : 5 tanaman. Seluruh tanaman generasi T1 tidak memiliki insert. Hasil ini menunjukkan bahwa gen Glu-1Dx5 sudah terintegrasi ke dalam genom tanaman padi kultivar Fatmawati dan diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Analisis Korelasi Marka Simple Sequence Repeats Molecular Markers dengan Karakter Ketahanan terhadap Wereng Cokelat pada Lima Kultivar Padi Prayoga, Gigih Ibnu; Sari, Santika; Dono, Danar; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41024

Abstract

Hama wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Riset ini meliputi pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng cokelat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur. PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang, dan kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi marka RM8213 menunjukkan adanya polimorfisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorfisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter penting genotipe uji menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Ketiga karakter tersebut diduga berperan penting dalam mekanisme pertahanan terhadap hama wereng cokelat pada padi.
Karakterisasi Molekuler dan Keragaman Genetik Populasi Padi Generasi F4 Hasil Piramidisasi pada Beberapa Karakter Agronomi Prayitno, Prayitno; Ibrahim, Muhammad Yasser; Anas, Anas; Sari, Santika; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.60592

Abstract

Piramidisasi gen adalah salah satu teknik pemuliaan yang dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua ke dalam satu genotipe tanaman. Daya hasil tinggi, tahan terhadap wereng coklat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa karakter yang diharapkan untuk digabungkan untuk memenuhi keinginan petani dan konsumen. Penelitian bertujuan memperoleh genotipe yang memiliki marka molekuler yang terkait dengan karakter agronomis, mendapatkan informasi keragaman genetik dan mengetahui hubungan kekerabatan 115 genotipe padi generasi F4 hasil piramidisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2021 di Kebun Percobaan Ciparanje dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Analisis molekuler dilakukan dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR) yaitu IFAP/ESP terpaut gen (fgr/fragrance), SSIIa (waxy), RM586 (Bph3 dan bph4), RM8213 (Qbph4 dan bph17(t)), RM259 (qPN1), RM7601 (Hd2/heading date), RM19414 (Hd3/heading), RM3701 (SP1/short panicle), RM3600 (LP1/long panicle), dan RM282 (GW3/grain weight). Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians molekuler (AMOVA), sedangkan untuk analisis klaster dilakukan menggunakan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Diperoleh sebanyak enam puluh genotipe yang teridentifikasi memiliki marka molekuler terkait beberapa karakter agronomis. Keragaman genetik secara molekuler genotipe hasil piramidisasi didapatkan variasi genetik sebesar 36% di dalam genotipe, 63% antar genotipe dan 1% antar populasi. Berdasarkan analisis cluster dengan 10 marka molekuler menunjukkan 64%  ketidakmiripan antar tetua dan genotipe hasil piramidisasi dan mengelompok dalam dua kelompok. Jauhnya jarak genetik menunjukkan bukti keberhasilan piramidisasi gen, yang ditunjukkan dengan besarnya variasi alel yang berasal dari tetua yang beragam. Genotipe-genotipe yang terpilih akan dievaluasi lebih lanjut karakter agronominya  untuk mengkonfirmasi potensi galur-galur tersebut sebagai galur unggul pada beberapa karakter.
Co-Authors Abd. Rasyid Syamsuri Ade Ismail Adilah Nurul Fitrah Afifah, Zulfa Agung Karuniawan Al Findy Yuhibba Fitriah Amalia Purdianty Amaliah, Lia Anas Anas Anas Anas, Anas Anas Zubair, Anas Anggita Dewi Ani Apriani Anita R. S. Wardani Anita Rachmasari S.W. Arif Solehudin Baehaki S.E. Baehaki S.E. Bambang Sriyadi Bambang Sriyadi, Bambang Betty Natalie Fitriatin Christian Bachem Christian Bachem, Christian Citra Bakti, Citra Danar Dono Dedi Ruswandi Desy Lidiasari Dewi, Atri Prautama Dwi Ariyani Eldikara, Ranggi Ema Komalasari Ema Komalasari, Ema Fachrunnisa, Laras Sitta Fadli Kurnia Farida Damayanti Feliatra Fitri Utami Hasan Fitri Widiantini Gatut Bayuaji Gigih Ibnu Prayoga Hasan, Fitri Utami Hasan, Fitri Utami Hera Hera Heri Syahrian Heri Syahrian, Heri Hersanti - Ibnu Dwi Buwono Ibrahim, Muhammad Yasser Inez Nur Indrayani Irma Mangatur Juniati, Atie Tri Kang, Seung Won kinya toriyama Leni Nurlaeli Irmayanti Lukman, Pradita N. M. Untung Kurnia Mahardhika, Dimas Kembara Mas Dadang Enjat Munajat Maulana, Haris Meddy Rachmadi Mitalo, Oscar W. Muhamad Kadapi Murdaningsih H. Karmana Nenet Susniahti Neni Rostini Neni Rostini Neni Rostini Nita Fitria Noladhi Wicaksana Nuryani Tinumbia, Nuryani Pradita N. Lukman Prayitno Prayitno Puji Syara Anggia Putra, Fitriansyah Rangga Jiwa Wibawa Ranggi Eldikara Reginawanti Hindersah Reisyi Rinola Tambunan Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Riski Gusri Utami Rofiuddin, Muhammad M. A. S Imam Wahyudi Safitri, Adam Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Santika Sari Sari, Santika Sari, Santika SATRIYAS ILYAS Slamet, Whitea Yasmine Soedarsono Soedarsono Solehudin, Arif Sri Nurlianti Syindy Raffini Nasihin Tomohiko Yoshida Tomohiko Yoshida, Tomohiko Tri Joko Santoso Untung Susanto Untung Susanto Veithzal Rivai Zainal Vitria Puspitasari Rahadi Vitria Puspitasari Rahadi Wendy Wijaya Whitea Yasmine Slamet Wieny H. Rizky Yoana Saragih Yuniar Mulyani Zubair, Anas Zulfa Afifah