Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Agrikultura

Analisis Korelasi Marka Simple Sequence Repeats Molecular Markers dengan Karakter Ketahanan terhadap Wereng Cokelat pada Lima Kultivar Padi Prayoga, Gigih Ibnu; Sari, Santika; Dono, Danar; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 33, No 3 (2022): Desember, 2022
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v33i3.41024

Abstract

Hama wereng cokelat (Nilaparvata lugens Stal.) telah lama menjadi masalah utama dalam budidaya padi di Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya. Merakit tanaman yang memiliki ketahanan terhadap hama ini, dipandang sebagai pendekatan yang lebih efektif dan ramah terhadap lingkungan dan manusia. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh perbedaan pada karakter penting padi antara kultivar padi tahan dengan kultivar rentan wereng cokelat, selain itu juga untuk mendapatkan marka-marka SSR yang bisa digunakan untuk Marker Assisted Selection (MAS) dan hubungannya dengan karakter penting. Riset ini meliputi pengamatan karakter penting dan skrining delapan marka SSR yang diduga berkaitan dengan gen bph (ketahanan terhadap wereng cokelat) pada lima kultivar padi tetua yaitu PTB-33 (genotipe tahan), IR-64, Pandan Wangi, Ciherang, dan Sintanur. PTB-33 memiliki laju fotosintesis yang lebih tinggi (toleran), trikoma yang lebih panjang, dan kandungan protein yang lebih rendah dibandingkan kultivar lainnya yang diuji. Hasil visualisasi marka RM8213 menunjukkan adanya polimorfisme pita DNA pada genotipe tahan PTB-33 dengan kultivar lainnya. Selain itu, marka RM586 dan RM589 juga menunjukkan adanya polimorfisme pada kultivar PTB-33 dengan kultivar lainnya kecuali dengan kultivar IR-64. Hasil analisis Z-Mantel antara marka SSR dengan karakter penting genotipe uji menunjukkan bahwa gen Qbph4 dan Bph17(t) mempunyai korelasi yang sangat tinggi dengan karakter laju fotosintesis dan panjang trikoma, sedangkan gen gen Bph3 dan bph4 berkorelasi tinggi dengan kandungan protein. Ketiga karakter tersebut diduga berperan penting dalam mekanisme pertahanan terhadap hama wereng cokelat pada padi.
Karakterisasi Molekuler dan Keragaman Genetik Populasi Padi Generasi F4 Hasil Piramidisasi pada Beberapa Karakter Agronomi Prayitno, Prayitno; Ibrahim, Muhammad Yasser; Anas, Anas; Sari, Santika; Carsono, Nono
Agrikultura Vol 36, No 3 (2025): Desember, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i3.60592

Abstract

Piramidisasi gen adalah salah satu teknik pemuliaan yang dapat digunakan untuk menggabungkan beberapa gen yang menguntungkan dari banyak tetua ke dalam satu genotipe tanaman. Daya hasil tinggi, tahan terhadap wereng coklat, kandungan amilosa sedang, umur genjah dan aromatik adalah beberapa karakter yang diharapkan untuk digabungkan untuk memenuhi keinginan petani dan konsumen. Penelitian bertujuan memperoleh genotipe yang memiliki marka molekuler yang terkait dengan karakter agronomis, mendapatkan informasi keragaman genetik dan mengetahui hubungan kekerabatan 115 genotipe padi generasi F4 hasil piramidisasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2021 di Kebun Percobaan Ciparanje dan Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Analisis molekuler dilakukan dengan menggunakan marka Simple Sequence Repeats (SSR) yaitu IFAP/ESP terpaut gen (fgr/fragrance), SSIIa (waxy), RM586 (Bph3 dan bph4), RM8213 (Qbph4 dan bph17(t)), RM259 (qPN1), RM7601 (Hd2/heading date), RM19414 (Hd3/heading), RM3701 (SP1/short panicle), RM3600 (LP1/long panicle), dan RM282 (GW3/grain weight). Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians molekuler (AMOVA), sedangkan untuk analisis klaster dilakukan menggunakan Unweighted Pair Group Method with Arithmetic Averages (UPGMA). Diperoleh sebanyak enam puluh genotipe yang teridentifikasi memiliki marka molekuler terkait beberapa karakter agronomis. Keragaman genetik secara molekuler genotipe hasil piramidisasi didapatkan variasi genetik sebesar 36% di dalam genotipe, 63% antar genotipe dan 1% antar populasi. Berdasarkan analisis cluster dengan 10 marka molekuler menunjukkan 64%  ketidakmiripan antar tetua dan genotipe hasil piramidisasi dan mengelompok dalam dua kelompok. Jauhnya jarak genetik menunjukkan bukti keberhasilan piramidisasi gen, yang ditunjukkan dengan besarnya variasi alel yang berasal dari tetua yang beragam. Genotipe-genotipe yang terpilih akan dievaluasi lebih lanjut karakter agronominya  untuk mengkonfirmasi potensi galur-galur tersebut sebagai galur unggul pada beberapa karakter.