Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Penerapan Teknologi Briket pada Pengusaha Arang Tempurung Kelapa Tradisional Anak Agung Alit Triadi; Arif Arif Mulyanto; I Wayan Joniarta; Made Wijana; I Made Nuarsa
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1751.037 KB)

Abstract

Arang yang diproduksi oleh masyarakat pemanfaatannya terbatas untuk pembakaran sate dan pemanasan setrika. Harga jual per kg sebesar Rp. 3000. Arang yang dibuat masih banyak kelemahannya diantaranya umumnya berdebu, jika dipegang tangan menjadi hitam, dan nilai ekonomis masih rendah. Pemanfaatan arang dapat ditingkatkan melalui diversifikasi produk menjadi briket. Sifat-sifat umum briket arang yang dilihat secara kualitatif diantaranya adalah : bersih tidak berdebu, cukup keras, tidak terlihat adanya retak atau pecah, mengeluarkan sedikit asap dan tidak berbau, abu sisa pembakaran kecil, menghasilkan kalor panas yang tinggi dan konstan serta menyala terus tanpa dikipas. Arang tempurung kelapa yang diperoleh dari hasil proses pengarangan dihancurkan dengan mesin penghancur tepung (disk mill) dengan kombinasi ayakan jagung dan ayakan kopi sehingga diperoleh serbuk arang dengan ukuran mesh 20 – 40. Selanjutnya arang serbuk dicampur dengan perekat kanji (3 - 4% berdasarkan berat). Serbuk arang dan lem kanji diaduk sampai rata menjadi adonan yang bisa dikepalkan. Fungsi lem adalah untuk merekatkan antar butir serbuk arang sehingga memudahkan proses pembuatan briket. Briket arang yang dihasilkan masih basah, maka dilakukan pengeringan udara, bila ada oven dapat dikeringkan dalam oven pada suhu 600C, selama 4 jam. Dari kegiatan ini, masyarakat sudah mampu untuk membuat bahan bakar briket dari arang tempurung kelapa, khususnya sisa-sisa hasil sortiran. Dimensi briket berbentuk silinder dengan diameter 1,25 inchi dan panjang 2,25 inchi.
Pemanfaatan energy baru terbarukan di SMAN 1 Taliwang Arif - Mulyanto; N. - Nurchayati; Nasmi Herlina Sari; Achmad - Zainuri
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.898 KB)

Abstract

Energy source of fossil decrease while population , development and technology growth increase, so its important to seek and use renewable energy. The tipically renewable sources for west Nusa Tenggara are solar energy and wind energy. Thess energy are cheap and amount that can developt dan use to reduce of oil demand. Sosialisaton of solar energy dan wind energy is needed. The student, who is continue to developt the nation, will be target as member of sosialisation, especially SMAN 1 Taliwang. The students respon are good and fun indicate that the ssialisation is success. The helpful factor are school contribution and student curiosity to get knowledge of renewable energy. Keywords : renewable energy, solar energy, wind energy
Peningkatan Hasil Produksi Pengrajin Tempe Gembus Desa Telagawaru Dengan Menggunakan Mesin Pres Sederhana Agus Dwi Catur; I Made Adi Sayoga; Arif Mulyanto; I . G.N.K Yudhyadi; N.H. Sari; Nurchayati Nurchayati; E.D. Sulistiowati; Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.443 KB)

Abstract

Pengrajin tempe gembus di Desa Telagawaru memeras ampas tahu dengan tangan di dalam memproduksi tempe gembus.  Hal tersebut sangatlah tidak efisien baik waktu dan tenaga.  Pengoptimalan produksi dilakukan pada industri kecil rumahan penghasil tempe gembus dengan penggunaan alat pres ampas tahu sederhana. Kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi: perancangan dan pembuatan alat pres sederhana, pelatihan penggunaan dan perawatan alat pres, serta evaluasi penggunaan alat pres.  Dengan penggunaan alat pres dapat mempersingkat waktu produksi dan tenaga produksi. Transfer teknologi dapat berjalan dengan baik, pengrajin tempe gembus antusias untuk menerima teknologi yang diberikan oleh tim pelaksana.  Perajin tempe gembus memiliki ketrampilan baru dan dapat melakukan produksi tempe gembus dengan menggunakan alat pres. 
Pengering Hybrid Dodol Nangka rudy sutanto; Arif mulyanto; Nurchayati .; Agus dwi catur; Made Wirawan
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.829 KB)

Abstract

Dodol nangka merupakan makanan semi basah yang terbuat dari campuran karbohidrat, protein dan sedikit lemak sebagai kandungan utama, serta dengan tekstur kenyal yang pengolahannya didasarkan pada penurunan kadar air. Selain itu, dodol nangka mempunyai nilai gizi yang cukup tinggi, karena banyak mengandung gula, provitamin A, vitamin C dan mineral kalsium. Untuk mendapatkan kualitas dodol nangka yang cukup baik maka diperlukan proses pengeringan yang mencukupi dan dalam lingkungan yang higienis sehingga produk yang dihasilkan dapat siap dalam waktu yang relatif cepat dan dalam keadaan bersih serta higienis. Akibat rendahnya pengetahuan mitra terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sampai saat ini mitra masih menggunakan atap-atap rumah sebagai tempat menjemur produk, disamping hasilnya yang kurang begitu memuaskan juga produk yang dihasilkan kurang bersih serta waktu yang dibutuhkan untuk pengeringan relatif. Berangkat dari keinginan untuk meningkatkan industri kecil dodol nangka dari segi kapasitas dan kualitas khususnya dalam proses kecepatan pengeringan dodol nangka, maka perlu dipikirkan untuk memanfaatkan dan mengembangkan suatu teknologi tepat guna yaitu oven pengering tenaga surya – syngas (hybrid solar dryer). Adapun kelebihan oven pengering tenaga surya – syngas adalah : tidak memerlukan daya listrik sehingga otomatis ongkos produksi bisa dihemat, mudah perawatan, bisa dioperasikan pada musim hujan atau pada malam hari (menggunakan bahan bakar alternatif syngas atau syntesis gas yang diperoleh dari proses gasifikasi biomassa sekam padi) dan disaat panas terik menggunakan kolektor surya.
Penyuluhan Penghancur sampah Daun di Lingkungan Gomong Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat Arif Mulyanto; Pandri Pandiatmi; Paryanto Dwi Setyawan; Agus Dwi Catur; IMade Adi Sayoga; Khairil Anwar Fajrie; Dimi Frasepta Ilhami
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 5 No. 1 (2023): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v5i1.147

Abstract

Gomong sebagai desa di perkotaan mempunyai permasalahan sampah. Salah satu pengelolaan sampah yang bisa dilakukan oleh pedesaan di perkotaan adalah dengan mendaur ulang sampah. Sampah yang berasal dari tumbuhan sering kali dibuang ke tempat pembuangan akhir atau dibakar. Sampah tumbuhan dapat dibedakan antara sampah daun dan batang. Sampah yang berupa batang dapat diolah menjadi bahan bakar, sedang sampah yang berupa daun dapat diolah menjadi pupuk kompos. Metode yang digunakan adalah perancangan, pembuatan alat kemudian dilanjutkan pelatihan dan penyuluhan alat penghancur sampah dedaunan tipe vertikal. Produk akhir berupa cacahan sampah daun berukuran 1 cm atau lebih kecil. Cacahan daun ini kemudian dibasahi dengan air yang telah diberi zat EM4 untuk membantu penghancuran secara biologis. Setelah ditiriskan cacahan sampah dedaunan lalu dikemas dimasukan ke dalam plastic sekitar 3 kg dan disimpan. Setelah 2 minggu cacahan sampah yang sudah dibasahi dengan larutan EM4 tersebut siap untuk digunakan sebagai pupuk kompos.
Relationship Long Time Storage of Trunk Fish (Euthnymus Affinis) Smoke With The Presence Of Staphylococcus Aureus Bacteria At Bobotsari Traditional Market Zakiyatudin Anduko Romadhon; Arif Mulyanto; Ikhsan Mujahid; Oei Stefani Yuanita Widodo
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 10, No 2 (2023): JURNAL ANALIS MEDIKA BIOSAINS (JAMBS)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jambs.v10i2.325

Abstract

Fresh fish can experience spoilage due to the activity of enzymes and microorganisms contained in the body of the fish itself due to the oxidation process in body fat by air. The body of the fish contains water which is quite high, namely 60-80% and has a pH of 7.2 so that it can be a good medium for the growth of putrefactive bacteria. Preservation methods are carried out to reduce the presence of spoilage alternatif preservation can be done, among others, by salting, cooling, drying, and smoking. Excess fumigation contains phenol which can function as an anti-microbial so that microbes will die and not develop. The purpose of this study was to determine the relationship between long storage of smoked tuna (Euthynmus affinis) and the presence of Staphylococcus aureus bacteria. The sample in this study were 12 samples of smoked cob fish which were sold in the traditional markets of the ballpark and the sampling technique used was random sampling. This type of research was experimentally analyzed using the Kruskall Wallis test. The results of the study of 12 samples of tuna that contained Staphylococcus aureus bacteria concluded that there was a relationship between storage duration of smoked tuna (Euthynmus affinis) and the presence of Staphylococcus aureus bacteria.
PENINGKATAN PEMAHAMAN MASYARAKAT WARGA MUHAMMADIYAH DESA KARANGSOKA, BANYUMAS, TENTANG PENTINGNYA PRODUK HALAL Ika Yuni Astuti; Regawa Bayu Pamungkas; Arif Mulyanto
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 6 No 3 (2024): DedikasiMU September 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v6i3.8337

Abstract

Latar Belakang: Warga Muhammadiyah desa Karangsoka umumnya masih kurang mempraktekkan ajaran agama terkait halal haram, dan terbatas pada ritual saja. Kepedulian terhadap produk halal belum mendalam, hanya sekedar "tidak haram" tanpa mengantisipasi bahan yang diragukan. Perkembangan desa yang pesat dengan banyak tempat makan dan rumah potong hewan meningkatkan kebutuhan akan kesadaran produk halal. Jika kesadaran ini meningkat, akan berdampak positif bagi penduduk dan konsumen Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan warga Muhammadiyah ranting Karangsoka tentang pentingnya memproduksi dan menggunakan produk halal. Fokus pengabdian adalah memberikan penyuluhan terkait pentingnya produk halal, dari aspek agama dan kesehatan. Metode kegiatan: Metode pengabdian masyarakat meliputi penyuluhan, diskusi, dan evaluasi. Promosi kesehatan dilakukan selama 1 hari dengan penyuluhan tentang produk halal, haram, dan dampaknya terhadap keberagamaan dan kesehatan. Penyuluhan diberikan menggunakan modul dan bookle. Diskusi diadakan untuk mempertajam pemahaman dan mengetahui respon peserta. Kegiatan praktik dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui teori, tetapi juga cara sederhana menyediakan dan pengurusan sertifikasi halal. Peserta diajarkan mengenali produk haram dan yang diragukan kehalalannya. Hasil pengabdian masyarakat: Dari evaluasi terhadap hasil pretest dan postest peserta selama kegiatan penyuluhan, skor pengetahuan tentang produk halal meningkat dari rata-rata 61 menjadi 70, sehingga ada peningkatan pengetahuan.
Pelatihan Penggunaan Geogebra untuk Meningkatkan Pemahaman Matematika Pada Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Mesin Unram Nurchayati, Nurchayati; Hendry Sakke Tira; Yesung Allo Padang; Nurpatria, Nurpatria; Arif Mulyanto
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 7 No. 1 (2025): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jkp.v7i1.209

Abstract

Some mathematical objects are abstract. Psychological studies state that children learn concrete things more easily than abstract things. The problem of lack of understanding of mathematical material, especially geometry, both two-dimensional and three-dimensional, also occurs among students. For this reason, the solution offered is training in using Geogebra software to display two- and three-dimensional geometry visually and more realistically. So it can be easier to understand. And this needs to be given to new students as preparation for taking the next lecture at Mechanical Engineering, Mataram University. The implementation of this service is divided into several stages. The first is the preparation of practical instructions for operating Geogebra and questionnaires. Provide tests to measure understanding of basic mathematical concepts, both before and after training. Provide a questionnaire to determine learning motivation before participating in training. Next, provide training on using the Geogebra application/software in solving mathematical problems to participants. Apart from that, participants were also given a questionnaire to find out whether this training was useful for participants and whether this training could motivate participants to learn after attending the training. From the results of observations during the training, the participants were very enthusiastic about taking part, as evidenced by the responses from the participants, both those who asked questions and those who answered the instructor's questions regarding the answers to the questions given. The results of the questionnaire showed that by using Geogebra software it was easier and faster for participants to solve the questions. geometry questions, and there was also an increase in scores before and after training.
Optimasi Konsentrasi Primer dan Suhu Annealing untuk Deteksi Gen mecA pada Bakteri Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) dari Rumah Sakit Sabda Astra Fanila; Kurnia Ritma Dhanti; Kurniawan; Arif Mulyanto
Jurnal Analis Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): JURNAL ANALIS KESEHATAN
Publisher : Department of Health Analyst, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jak.v14i1.5063

Abstract

Abstrak   Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan bakteri S.aureus yang resisten terhadap antibiotik β-laktam dan berperan penting dalam infeksi nosokomial di rumah sakit. Gen mecA berfungsi sebagai penanda molekuler untuk strain MRSA yang dapat dideteksi menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), di mana efisiensi amplifikasi dipengaruhi oleh konsentrasi primer dan suhu annealing. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi primer dan suhu annealing yang optimal dalam mendeteksi gen mecA pada bakteri MRSA udara di ruangan rumah sakit. Metode pada penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Suhu annealing divariasikan menjadi 53°C, 55°C, 57°C, dan 59°C, serta konsentrasi primer divariasikan menjadi 5 µM dan 10 µM. Analisis pita DNA dilakukan secara visual menggunakan UV transluminator dan luas area pita DNA menggunakan aplikasi imageJ. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suhu annealing 53°C menghasilkan amplifikasi gen mecA yang lebih optimal dibandingkan suhu annealing 55°C, 57°C, dan 59°C. Selain itu, penggunaan konsentrasi primer 10 µM memberikan hasil amplifikasi yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi primer 5 µM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suhu annealing 53°C dan konsentrasi primer 10 µM merupakan kombinasi yang optimal dalam mendeteksi gen mecA pada bakteri MRSA, baik secara visual maupun kuantitatif.  
Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik untuk Pembuatan Paving Block di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ahmad Akromul Huda; Arif Mulyanto; Agustono Setiawan; Syarif Hidayatullah; Maptuh Bustami
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 7 No. 2 (2025): December Edition
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STKIP Nurul Huda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30599/2azyjb27

Abstract

Permasalahan limbah plastik menjadi tantangan lingkungan yang signifikan, terutama di wilayah desa wisata seperti Desa Seruni Mumbul, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan dan kesadaran masyarakat dalam mengolah limbah plastik menjadi paving block melalui pelatihan berbasis pendekatan partisipatif. Metode pelatihan dilaksanakan melalui demonstrasi langsung mulai dari pemilahan, pencacahan, pelelehan menggunakan oli panas, pencampuran dengan komposisi 30% plastik dan 70% pasir, hingga proses pencetakan, pengepresan, pendinginan, dan pengeringan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memahami proses teknis dan menerapkannya secara mandiri. Selain menghasilkan produk paving block ramah lingkungan, program ini juga mendorong terbentuknya model ekonomi sirkular dan membuka peluang usaha berbasis daur ulang plastik. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta aktif, terampil, dan mampu menghasilkan produk yang seragam. Kegiatan ini berhasil menjadi langkah awal dalam penguatan kapasitas masyarakat dan mendukung keberlanjutan destinasi wisata Denda Seruni melalui pengelolaan limbah plastik yang lebih efektif.