p-Index From 2021 - 2026
5.862
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Nurse Media Journal of Nursing Jurnal Kedokteran Diponegoro Jurnal NERS Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat CENDEKIA UTAMA WMJ (Warmadewa Medical Journal) Journal Of Nursing Practice SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Hearty : Jurnal Kesehatan Masyarakat Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Kreativitas PKM Surya Abdimas JURNAL NERS LENTERA Jurnal Keperawatan Respati Yogyakarta Journal of Health Sciences Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sang Pencerah: Jurnal Ilmiah Universitas Muhammadiyah Buton Medical and Health Science Journal Community Development Journal Community Service Journal of Indonesia Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Jurnal Peduli Masyarakat Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Madaniya Indonesia Berdaya Jurnal Abdimas Sangkabira Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas (Journal Of Community Health Service) Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research JUKESHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat JINTAN : Jurnal Ilmu Keperawatan Nurse and Holistic Care Journal of Current Health Sciences Bhakti Nagori (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat SWARNA Prosiding Seminar Nasional Hasil-hasil Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat SWARNA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Ners dan Kebidanan (Journal of Ners and Midwifery) Joong-Ki Strada Jurnal Ilmiah Kesehatan (SJIK) Jurnal Ners Lentera
Claim Missing Document
Check
Articles

PENDIDIKAN KESEHATAN SADARI PADA WUS DI MASYARAKAT PONDOK PESANTREN AL HIDAYAH KECAMATAN KENDAL KABUPATEN NGAWI Erika Martining Wardani; Eppy Setiyowati
Community Development Journal Vol 1 No 2 (2018): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.03 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v1i2.353

Abstract

Kanker payudara merupakan penyebab kematian kedua akibat kanker pada wanita setelah kanker mulut rahim. Tingginya angka kematian akibat kanker payudara dikarenakan para penderita datang ke pelayanan kesehatan sudah dalam stadium lanjut atau sudah sulit disembuhkan, padahal pemeriksaan secara dini terhadap kemungkinan adanya gejala kanker payudara dapat dilakukan sendiri dan tanpa biaya. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang SADARI terhadap pengetahuan dan perilaku wanita usia subur di masyakarat sekitar pondok pesantren Al Hidayah Kendal Kabupaten Ngawi agar dapat meningkatkan wawasan,peningkatan pengetahuan dan pemahaman pada masyarakat tentang bahayanya penyakit kanker payudara dan deteksi dini kanker payudara dengan SADARI. Metode yang dilakukan adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang SADARI menggunakan metode ceramah dengan tanya jawab demonstrasi. Pengetahuan WUS akan diukur dengan memberikan kuesioner pre test sebelum pendidikan kesehatan diberikan dan post test setelah pendidikan kesehatan telah dilakukan. Berdasarkan hasil pre test yang diikuti oleh 50 responden dapat dinyatakan bahwa hasil pre test tentangkanker payudara sebesar 10 responden (20 %) mengerti tentang kanker payudara sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 42 responden (84 %) yang mengerti tentang kanker payudara. Proporsi berdasarkan hasil pre test tentang pencegahan kanker payudara sebesar 5 responden (10 %) mengerti tentang pencegahan kanker payudara sedangkan berdasarkan hasil post test terdapat 38 responden (76 %). Pemberian pendidikan kesehatan tentang SADARI berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan wanita.
Pendidikan Kesehatan tentang Menarche pada Santri di Yayasan Nurul- Haqq Sidoarjo Yurike Septianingrum; Erika Martining Wardani
Community Development Journal Vol 2 No 1 (2018): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.096 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v2i1.716

Abstract

Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masadewasa yang ditandai dengan munculnya menstruasi pertama kali atau menarchepada remaja perempuan. Perubahan-perubahan fisik ini seperti menarche akanmengakibatkan kecemasan pada remaja putri, sehingga perlu diberikan pendidikankesehatan yang tepat untuk mengatasi kecemasan tersebut. Pendidikan kesehatantidak selalu identik dengan ceramah dan tanya jawab, saat ini banyak metodependidikan kesehatan yang lebih menarik dan tidak monoton misalnya melaluipermainan. Salah satu bentuk permainan yang dapat digunakan adalah bermainkartu kwartet. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkanpengetahuan santriwati tentang menarche. Metode pendidikan kesehatanmenggunakan permainan kartu kwartet menarche. Pengetahuan santriwati diukurdengan melakukan pre test dengan mengisi kuesioner sebelum penyuluhan dan posttest setelah penyuluhan. Tingkat pengetahuan santriwati dapat diukur denganmembandingkan hasil pre test dan post test. Hasil luaran dari pengabdianmasyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan santriwati mengenaimenarche (pada pre test 62,5% tingkat pengetahuan sedang, 37,5% tingkatpengetahuan kurang) menjadi (post test 50% tingkat pengetahuan sedang, 50%tingkat pengetahuan baik). Hasil pengabdian masyarakat ini diharapkan dapatmeningkatkan status kesehatan santriwati di Yayasan Nurul-Haqq Sidoarjo
Manajemen Stres pada Ibu Bekerja selama Pandemi Covid-19 di Desa Sidokumpul, Bungah, Kabupaten Gresik Yurike Septianingrum; Lono Wijayanti; Erika Martining Wardani
Community Development Journal Vol 5 No 1 (2021): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.138 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v5i1.1874

Abstract

The dual role of being a mother and a worker gives stress to women who live it. The demand to work at home becomes a burden for them because they have to optimize their roles both as mothers and as workers, especially in conditions of imbalance in the work environment due to the current Covid-19 pandemic. The mother's inability to cope with the stressors received has the risk of causing depression in the mother. This community service aims to increase the knowledge of mothers about stress management in working mothers during the Covid-19 pandemic. The activities are carried out within 1 month. The method used is education and demonstration of positive thinking virtually via YouTube. This community service activity was attended by 17 mothers. Mother's knowledge was measured using a questionnaire via a google form. The results of community service show that there is an increase in knowledge of mothers after being given virtual counselling
STUDI PERILAKU SEKS MENYIMPANG TERHADAP KEJADIAN HIV FASE LATEN PADA KOMUNITAS LELAKI SEKS LELAKI (LSL) DI LSM KOMPEDA SURABAYA Erika Martining Wardani; Arif Helmi Setiawan; Difran Nobel Bistara
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 9, No 1 (Maret 2020) : Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jcu.v9i1.519

Abstract

Perilaku seksual menyimpang untuk mendapatkan kenikmatan seksual salah satunya adalah LSL. Hubungan seks anal (melalui dubur) paling berisiko terjadinya infeksi HIV karena lapisan dubur sangat tipis, sangat mudah dirusak saat berhubungan seks. Seseorang yang terinfeksi oleh virus HIV pada saat diperiksa antibodinya akan terdeteksi pada fase laten sekitar 1-20 bulan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran perilaku seks menyimpang terhadap kejadian HIV fase laten pada komunitas LSL. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif survey. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 responden, dengan kriteria inklusi yaitu responden yang bergabung dalam LSM Kompeda Surabaya dan berada dalam fase laten (dibuktikan dengan titer antibodi positif HIV). Teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Analisa data menggunakan univariat. Penelitian ini menunjukan bahwa terbanyak adalah usia remaja akhir berusia 17-25 tahun (58,5%) dengan pendidikan SMA (55,4%) dan mayoritas sudah disirkumsisi (97%). Studi perilaku menyimpang pada kelompok ini diantaranya : melakukan hubungan seksual dengan lebih satu orang/thereesome (52,%), penggunaan kondom (40%); seksual anal (53,8%), mengeluarkan sperma didalam anus (52,3%); seksual oral (47,7%), mengeluarkan sperma di dalam mulut (50,8%); bergantian memasukan jari ke anus responden (52,3%) dan pasanganya (50,8%); rimming pada dirinya sendiri tidak pernah (53,8%) dan kadang-kadang ke pasanganya (61,5%); interfemoral coitus, responden (53,8%) dan pasanganya (52,3%); tidak pernah bergantian menggunakan alat bantu seks (87,7 %). Perilaku seksual kelompok LSL di LSM Surabaya tergolong beresiko menularkan HIV/AIDS. Penting memberikan pelayanan kesehatan secara proaktif dalam peningkatkan pengetahuan tentang perilaku beresiko HIV/AIDS. Kata Kunci : Studi perilaku, fase laten, LSL, HIV/AIDS.
Diabetic Foot Spa Implementation in Early Neuropathy Diagnosis Based on Blood Glucose Levels, Foot Sensitivity and the Ankle Brachial Index in Patients with Diabetes Mellitus Erika Martining Wardani; chilyatiz zahroh; nur ainiyah
Jurnal Ners Vol. 14 No. 1 (2019): APRIL 2019
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.994 KB) | DOI: 10.20473/jn.v14i1.9950

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus (DM) is a cause of morbidity mainly due to vascular complications. The prevention of diabetic foot problems can be done through metabolic control and foot exercises. The purpose of this study was to determine the effect of diabetes foot spa measures on blood glucose levels, foot sensitivity and the ankle brachial index.Methods: This research was a pre-experimental design. The population totaled 170 DM patients and the sample was finalized at 30 respondents. The independent variable was diabetic foot spa, while the dependent variables were blood glucose levels, blood sensitivity and the ankle brachial index. The data was analyzed using a t-test and Wilcoxon rank test.Results: Diabetic foot spa in early neuropathy detection testing has a blood glucose level of t=9.523 and a p value=0.000. Diabetic foot spa also significantly affects foot sensitivity with a ρ <α (0.001<0.05) and an ankle brachial index of (ABI) ρ<α (0.008 < 0.05).Conclusion: Diabetic foot spa conducted regularly and independently can reduce the level of complications in Diabetes Mellitus patients. Furthermore, the tingling and pain in the feet can be reduced or even disappear as well as preventing complications such as foot ulcers that can often become amputations.
Pendidikan Gizi Melalui Pemberian Tambahan Makanan Lokal Bagi Ibu Hamil Dan Balita Di Kecamatan Pakusari Kabupaten Jember: Nutrition Education Through Provision of Additional Local Food for Pregnant Women and Toddlers in Pakusari District, Jember Regency Riezky Faisal Nugroho; Erika Martining Wardani
Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jpkk.Vol2.Iss1.1136

Abstract

Salah satu faktor yang menyebabkan masalah gizi balita di Indonesia adalah konsumsi makanan ibu pada masa kehamilan atau bahkan saat remaja yang tidak sesuai dengan prinsip gizi seimbang. Hasil Riskesdas 2013 menunjukkan prevalensi Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada wanita hamil usia 15-49 tahun sebesar 24,2% dan meningkat sebesar 17,3% tahun 2018. Survei Diet Total (SDT) tahun 2014 sebesar 55,7% balita mempunyai asupan energi yang kurang dari Angka Kecukupan Energi (AKE) yang dianjurkan. Salah satu Kabupaten di Jawa Timur yang mengalami peningkatan stunting adalah Jember. Jumlah penderita stunting di Kabupaten Jember meningkat dari 17.344 pada tahun 2018 menjadi 19.870 pada tahun 2019. Masalah stunting yang paling banyak terjadi di wilayah Puskesmas Jember bagian utara, salah satunya Puskesmas Pakusari. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan perubahan perilaku sikap dan keterampilan ibu dalam memberikan makanan pada anaknya. Metode kegiatan melalui edukasi Gizi dan intervensi makanan tambahan (PMT). Lokasi kegiatan adalah wilayah kerja Puskesmas Pakusari. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat, yaitu: menambah pengetahuan, sikap, perilaku dan asupan dalam mempersiapkan dan menyediakan menu gizi seimbang makanan lokal untuk ibu hamil dan balita.  Abstract One of the factors that cause nutritional problems for children under five in Indonesia is the consumption of maternal food during pregnancy or even during adolescence which is not in accordance with the principle of balanced nutrition. The results of Riskesdas 2013 showed the prevalence of Chronic Energy Deficiency (KEK) in pregnant women aged 15-49 years was 24.2% and increased by 17.3% in 2018. The Total Diet Survey (SDT) in 2014 was 55.7% of children under five who had energy that is less than the recommended Energy Adequacy Ratio (AKE). One of the districts in East Java that experienced an increase in stunting is Jember. The number of stunting sufferers in Jember Regency increased from 17,344 in 2018 to 19,870 in 2019. The most stunting problems occurred in the northern part of the Jember Community Health Center, one of which was the Pakusari Health Center. The Surabaya Ministry of Health Poltekkes Service Team has service activities to the community by providing solutions in dealing with nutritional intake for toddlers and pregnant women and nutritional status through additional food interventions (PMT) and nutrition education. The location of the activity is the work area of ​​the Pakusari Health Center. The results of community service, namely: increasing knowledge, attitudes, behavior and intake in preparing and providing a balanced nutritional menu of local food for pregnant women and toddlers
Habit of Consumption of Tea, Coffee and Fe Tablets With The Incidence of Anemia In Pregnant Women in Sidoarjo Riezky Faisal Nugroho; Erika Martining Wardani
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 2 No 1 (2022): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v1i3.321

Abstract

Salah satu perubahan fisiologis wanita saat hamil adalah perubahan pada sistem sirkulasi darah. Gangguan eritrosit yang masih sering pada saat hamil yaitu anemia. Tujuan penelitian untuk mengetahui kebiasaan Konsumsi Teh, Kopi dan Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil di Sidoarjo. Penelitian ini adalah analitik, dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian sebanyak 40 responden dengan sampel sebanyak 36 responden yang diperoleh dengan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah dengan kuesioner dengan google form. Data yang terkumpul kemudian diuji dengan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh hubungan antara kebiasaan Konsumsi teh (p = 0,000), kopi (p = 0,000), dan tablet Fe (p = 0,000) dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Sidoarjo. Perlu upaya preventif dengan secara berkala memeriksakan kehamilan ke petugas kesehatan guna mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil.
PROMOSI KESEHATAN PENTINGNYA GIZI SEIMBANG DAN VAKSIN DI ERA PANDEMI Riezky Faisal Nugroho; Erika Martining Wardani
Jukeshum: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jukeshum.v2i1.222

Abstract

During the COVID-19 pandemic, people are encouraged to adopt a healthy lifestyle. Several ways can be done to prevent transmission, including the consumption of balanced nutrition and vaccines. Health promotion is important. The purpose of the service is to promote health about the importance of balanced nutrition and vaccines in the pandemic era in Surabaya. The method in this service is by providing health promotion webinars. Participants in this service were 66 participants. Before and after the provision of health promotion in the form of education, an evaluation was carried out by distributing questionnaires via a google form link containing pre and post test questions. The results of this community service show that the majority of participants aged 30-39 years (63%), participants who know about balanced nutrition have a pre-test result of 24.2%, and post-test results are obtained as much as 78.8%, participants who know about vaccines get pre-test results. test 21.2%, and post test 81.8%, while the statistical test results obtained p = 0.001, meaning that there is a significant difference between public knowledge before and after being given health promotion through webinars. It is important to give health promotion as a preventive effort about balanced nutrition and vaccines on a regular basis so that people know and apply the knowledge that has been obtained so that people stay healthy in the midst of this covid-19 pandemic
Pengaruh Edukasi Melalui Webinar Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Napza dan Gizi Bagi Remaja Riezky Faisal Nugroho; Erika Martining Wardani
JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari 2022
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jintan.v2i1.215

Abstract

Remaja merupakan masa yang kritis saat untuk berjuang melepaskan ketergantungan kepada orang tua dan usaha mencapai kemandirian sehingga dapat diterima dan diakui sebagai orang dewasa. Masalah gizi remaja juga perlu mendapatkan perhatian. Edukasi yang tepat untuk masa pandemi sallah satunya dengan webinar. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh edukasi melalui webinar terhadap tingkat pengetahuan tentang Napza dan gizi bagi remaja. Penelitian ini adalah penelitian quasy eksperimental, populasi dalam penelitian ini sebanyak 113 responden dengan jumlah sampel 88 responden. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Instrumen penelitian dengan kuesioner melalui google form. Data dianalisis dengan wilcoxon test. Hasil penelitian menunjukan bahwa setelah mendapatkan edukasi dengan webinar terdapat peningkatan pengetahuan tentang Napza (p value = 0,001) dan gizi (p value = 0,000). Edukasi melalui webinar sangat efektif dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang Napza dan gizi bagi remaja. Perlu diberikan edukasi secara berkala guna meningkatkan pengetahuan terutama Napza dan gizi sehingga remaja dapat hidup sehat.
TINGKAT STRES DENGAN PENINGKATAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS: Level of Stress with Increasing Blood Sugar Concerning Diabetes Mellitus Difran Nobel Bistara; Chilyatiz Zahroh; Erika Martining Wardani
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 5 No. 1 (2019): JIKep | Maret 2019
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.696 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v5i1.213

Abstract

P ABSTRAK Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronik yang memerlukan waktu perawatan lama, pembiayaan perawatan yang sangat mahal, selain itu prevalansi diabetes milletus juga meningkat. Keharusan penderita diabetes mellitus dalam mengubah pola hidupnya agar gula darah dalam tubuh tetap seimbang dapat mengakibatkan mereka rentan terhadap stress. Stress pada penderita diabetes mellitus dapat mengakibatkan gangguan pada pengontrolan kadar gula darah. Tujuan penelitian untuk mengetahui adanya hubungan tingkat stress dengan kadar gula darah pada penderita Diabetes Mellitus. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dengan sampel berjumlah 45 responden penderita Diabetes Melitus di wilayah RW 7 Kelurahan Simokerto Kecamatan Simkerto Surabaya yang diambil dengan teknik simple random sampling. Pengukuran tingkat stress menggunakan kuesionar. Kadar gula darah diperoleh dari observasi menggunakan glucometer secara acak. Data dianalisis dengan menggunakan uji korelasi spearman rank. Hasil uji korelasi spearman rank didapatkan nilai p=0,00 dan r=0,909. Hal ini semakin tinggi tingkat stress yang dialami akan semakin tinggi pula nilai kadar gula darah. Saran untuk peniliti selanjutnya adalah dapat meniliti factor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah, serta untuk melakukan observasi perilaku stress agar hasil lebih valid.