Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Pendugaan Emisi CO2 dari Lahan Gambut dengan Menggunakan Model Artificial Neural Network (ANN) Anna Farida; Satyanto Krido Saptomo; Yudi Chadirin; Budi Indra Setiawan; Kazutoshi Osawa
Jurnal Keteknikan Pertanian Vol. 7 No. 2 (2019): JURNAL KETEKNIKAN PERTANIAN
Publisher : PERTETA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1314.385 KB) | DOI: 10.19028/jtep.07.2.121-128

Abstract

Abstract Peatlands are the most efficient carbon sinks in large volumes. Peatland clearance makes CO2 emissions released into the air. a reference of Carbon emission had a great value compared with the results of carbon emissions measurement conducted by Indonesian researchers and academics. This study aims to Conduct a continuous estimation of CO2 emissions from peatlands over a long period of time, analyze the influence of the biophysical environment on CO2 emissions and obtain CO2 emissions based on measurements of biophysical environmental parameters using ANN model. The CO2 emissions measurements were performed by closed chamber method using Licor LI-8100 for 60 days. Biophysical environmental parameter measurements are also installed simultaneously. Biophysical environmental parameters measured include soil temperature, soil moisture and water table depth. The results showed that CO2 emissions reached 59.82 TonCO2 / ha / year with carbon emissions of 16.314 TonC / ha / year. Peatland CO2 emissions are influenced by environmental parameters of peat biophysics. Calculations using the ANN model obtained the highest correlation of R2 = 0.5545 which shows that the calculation of ANN model with measurement Emission has a high enough correlation and can be used as a reference to estimated peat CO2 peatland in Padang Island. Abstrak Lahan gambut merupakan penyimpan karbon yang paling efisien dalam jumlah besar. Pembukaan lahan gambut mengakibatkan emisi CO2 terlepas ke udara. Data emisi karbon yang menjadi rujukan memiliki nilai yang lebih besar daripada hasil pengukuran emisi karbon yang dilakukan oleh peneliti dan akademisi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk Melakukan estimasi emisi CO2 dari lahan gambut secara kontinyu dalam periode waktu panjang, Menganalisis pengaruh lingkungan biofisik terhadap emisi CO2 dari lahan gambut dan Mendapatkan dugaan emisi CO2 dari lahan gambut berdasarkan hasil pengukuran parameter lingkungan biofisik dengan menggunakan model ANN. Pengukuran emisi karbon dilakukan dengan metode closed chamber menggunakan Licor LI-8100 selama 60 hari. Pengukuran parameter lingkungan biofisik juga diinstal secara bersamaan dengan pengukuran emisi CO2. Parameter lingkungan biofisik yang diukur meliputi temperatur tanah, kelembaban tanah, kedalaman water table. Hasil penelitian menunjukkan bahwa emisi CO2 lahan gambut mencapai 59.82 TonCO2/ha/tahun dengan emisi karbon adalah 16.314 TonC/ha/tahun . Emisi CO2 dipengaruhi oleh parameter lingkungan biofisik gambut yaitu suhu tanah, kelembaban tanah dan kedalaman water table. Perhitungan menggunakan model ANN diperoleh korelasi tertinggi sebesar R2 = 0.5545 yang menunjukkan bahwa hasil perhitungan model ANN dengan Emisi pengukuran memiliki korelasi yang cukup tinggi dan bisa dijadikan sebagai acuan dalam mengestimasi CO2 lahan gambut Pulau Padang.
Evaluasi Aspek Green Building Pada Gedung Andi Hakim Nasoetion Rektorat IPB Erizal .; Yudi Chadirin; Iriani Mustika Furi
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.302 KB) | DOI: 10.12962/j26151847.v3i2.5888

Abstract

Saat awal pembangunan Gedung AHN Rektorat IPB pada tahun 1995, lembaga untuk menyelenggarakan kegiatan sertifikasi atau penilaian bangunan hijau belum ada. Green Building Council Indonesia baru didirikan tahun 2009. Hal tersebut menjadi dasar dalam penelitian ini untuk mengevaluasi gedung AHN berdasarkan GREENSHIP yang merupakan program dari GBCI untuk kegiatan sertifikasi bangunan hijau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penerapan green building di gedung AHN dengan melakukan assessment atau penilaian aspek green building berdasaarkan GREENSHIP GBCI untuk gedung terbangun versi 1.0, kemudian memberikan suatu rekomendasi perbaikan pada aspek green building yang belum tercapai dan terpenuhi, tanpa merubah struktural dan arsitektural gedung. Metode penelitian yang digunakan adalah metode assesment dengan melakukan pengukuran penilaian berdasarkan kriteria green building yang mengacu pada standar nasional GREENSHIP GBCI dengan sistem rating untuk gedung terbangun ver. 1.0. Hasil assessment terhadap enam aspek pada kriteria green building  berdasarkan GREENSHIP GBCI untuk gedung terbangun ver. 1.0, gedung AHN berhasil mendapatkan total 55 poin nilai atau 47% dari maksimal 117 poin nilai. Sesuai dengan peringkat GREENSHIP GBCI, gedung AHN Rektorat IPB mendapatkan peringkat Perak.
Estimasi Gas Rumah Kaca pada Berbagai Macam Pengelolaan Air Menggunakan Model Denitrifikasi-Dekomposisi (DNDC) Arif Rahmat; Chusnul Arif; Yudi Chadirin
Jurnal Irigasi Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Irigasi
Publisher : Balai Teknik Irigasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.156 KB) | DOI: 10.31028/ji.v13.i1.11-20

Abstract

Escalation of the scarcity in water resources has stimulated the development of a different method to preserve water in the paddy field. Several studies have been carried out simultaneously to observed the effectiveness of various water regimes on sustaining water, mitigating greenhouse gases (GHG), and maintaining rice yields. Irrigation management is a critical factor in controlling Methane (CH4) and Nitrous oxide (N2O) emission in the paddy field. The aim of this research is to evaluate the Denitrification-Decomposition (DNDC) Model in estimated greenhouse gas from various water regime management. This research conducted from January until May 2018, in plot experiment used SRI method under three different water regimes: flooding regime (RT), wet regime (RB), and dry regime (RK). DNDC Model was created to predicted CH4 and N2O emission in the agricultural ecosystem. This model already used and evaluated in subtropical land, but the ability of this model still needs to evaluate for soil in the tropical area such as Indonesia. The emission result showed a different pattern between the simulation model and observation model. The coefficient of determination (R2) from CH4 and N2O emission simulation with actual fluxes are 0.123 and -0.237. The finding in this study indicated that the simulation model needed improvement to be able to estimate the CH4 and N2O emissions from Indonesia’s environmental condition.
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Siswa di SDN Gerendong 1 dan SDN Gerendong 2, Kecamatan Keroncong, Kabupaten Pandeglang Dian Hestiyantari; Yudi Chadirin; Heriansyah Putra; Bella Yuliani; Fauzan Subeantoro; Moch Ridwan Widiansyah; I Wayan Wirya Aristyana; Mochammad Izzudin Ma’mun; Abdul Malik; Angie Irmajulianna; Layla Alifani Ekrep
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 3 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.82 KB)

Abstract

Health is an important factor in efforts to develop Human Resources (HR), including education. This is due to the large amount of disease data that occur in school-age children (ages 610) such as intestinal worms (60-80%) based on data from the Indonesian Ministry of Health and dental caries (74%). Based on the results of observations that have been made at SDN Gerendong 1 and SDN Gerendong 2, most students are still littering due to the unavailability of rubbish bins, in addition to the unavailability of school canteens and a place to wash hands, making the PHBS activities in the school has not been carried out properly. PHBS is a strategy used to create independence in creating and achieving health and is a behavior that is applied based on awareness. This study aims to provide knowledge about PHBS in Gerendong 1 SDN and Gerendong 2 SDN Koroncong District. The study population was students in grades 3 and 4 elementary schools with a total of 120 students. Data analysis used the results of the pretest and posttest and the percentage statistical method. The results showed that as many as 111 students or 93% were able to sort waste properly and as many as 113 students or 94% were able to wash their hands properly and correctly from the total number of students. Based on these data all students both SDN 1 Gerendong and SDN 2 Grerendong can already understand the material that has been given and can practice it correctly. Keywords: PHBS, SDN Gerendong 1, SDN Gerendong 2, student
Desain Instalasi Mandi, Cuci, dan Kakus di Cipapais, Kelurahan Kadumerak, Kabupaten Pandeglang Fikha Raihani; Yudi Chadirin; Heriansyah Putra; Triyogo Aleksandria; Shahilla Larasaty; Risma Amelia; Giri Rasyidpradana Ganda; Nurul Chairunnisa; Devya Meisnnehr; Fazrina Andriani Sakinah Lubis; Muhammad Adhiragil Kandyas
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 2 No. 3 (2020): Juni 2020
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.373 KB)

Abstract

Bathrooms and toilets are very much needed by the community. Cipapais is located at the end of Kadumerak Village, Pandeglang Regency which does not yet have good sanitation facilities. Residents around still doing bathing, washing, and toilet facilities in the river. The river used for these activities has been polluted by domestic waste water and garbage. In addition, many residents practice latrines in the irrigation stream. These things can cause disease. The design of MCK installation design is done by calculation according to SNI. The MCK planning procedure is actually standardized and there are three important facilities, bathroom facilities, washing facilities, and latrine facilities. The purpose of this community service activity is the design of the Toilet Washing Toilet (MCK) in Cipapais Village, Kadumerak Village, Karangtanjung District, Pandeglang Prefecture. This research was conducted in July 2019 in Kadumerak Village, Karang Tanjung District, Pandeglang Prefecture.This calculation assumes that the needs of people for MCK are 400 people with an average of 40 liters / person / year of sludge generated and waste water produced is 10 liters / person / day. The capacity for collecting mud is 32,000 liters. The minimum holding time requirement for precipitation is 0.42. The need for holding water capacity is 1,680 m3. The volume of communal septic tanks produced 33.68 m3. From these results, the height, width and length of the septic tank are 2 meters high, 2.9 meters wide and 5.8 meters long. Keywords: MCK, river cleanliness, septic tank design
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM FORTIKASI PANGAN ORGANIK BERBASIS PANGAN LOKAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Tria Astika Endah Permatasari; Yudi Chadirin; Titiek S. Yuliani; Sutrisno Koswara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik Vol 4, No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jpmt.4.1.1-10

Abstract

Pandemi Covid-19 dapat meningkatkan prevalensi stunting pada balita. Penurunan tingkat perekonomian masyarakat berdampak terhadap rendahnya penyediaan pangan di tingkat rumah tangga baik secara jumlah maupun kualitas gizinya.  Jika tidak dilakukan upaya strategis secara lintas sektor, maka kondisi ini dapat mengancam keberhasilan target penurunan prevalensi balita stunting (pendek) di Indonesia yaitu  dari 30,8% (2018) menjadi 14% (2024). Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Dinas Ketahanan Pangan, Kabupaten Bekasi yang menggerakaan kader posyandu di berbagai kecamatan di Kabupaten Bekasi. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pemberdayaan terhadap kader posyandu dalam fortifikasi pangan organik berbasis pangan lokal untuk mencegah terjadinya stunting pada balita. Metode kegiatan dilakukan melalui pemberdayaan kader posyandu di Kabupaten Bekasi sebanyak 16 orang.  Kegiatan dilakukan pada bulan Juni 2021, yaitu terdapat 2 (dua) sessi: 1) pemberian edukasi mengenai stunting dan fortifikasi pangan organik, dan 2) pemberian keterampilan dalam membuat produk fortifikasi pangan organik dengan menggunakan bahan baku lokal yang tersedia secara berlimpah di Kabupaten Bekasi yaitu ikan lele untuk pangan hewani, dan tepung singkong untuk pangan nabati. Saat pemberian keterampilan, kader posyandu dibagi menjadi 4 (empat) kelompok kecil. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatknya rata-rata skor pengetahuan kader posyandu secara signfikan (p-value=0,001) yaitu dari 67.1 menjadi 80.4. Keterampilan kader posyandu dapat dinilai dari keberhasilan produk fortifikasi pangan organic berbasis pangan lokal dihasilkan yaitu dengan membuat abon lele dan cireng isi (abon lele). Fortifikasi pangan berbasis pangan lokal perlu dilakukan dengan memberdayakan masyarakat secara luas dan melibatkan multisektor untuk menurunkan prevalensi balita stunting.
Analisis Sebaran SO2 pada Musim Wabah Covid-19 Menggunakan Satelit Aura di Wilayah Jabodetabek: Analysis of SO2 Distribution in The Covid-19 Outbreak Season Using The Aura Satellite In The Greater Jakarta Area Emir Aulia; Yudi Chadirin; Andik Pribadi
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 7 No. 2: Agustus 2022
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.7.2.113-128

Abstract

Wilayah Jabodetabek merupakan kawasan dengan mobilitas penduduk tertinggi di Indonesia. Tingginya mobilitas tersebut mempengaruhi kualitas udara wilayah Jabodetabek. Salah satu sebab terjadinya perubahan kualitas udara adalah banyaknya penggunaan energi fosil untuk transportasi dan industri yang menghasilkan polutan pencemar udara seperti SO2. Sejak diumumkan pada 2 Maret 2020, jumlah kasus masyarakat terpapar Covid-19 terus meningkat. Hal tersebut mendorong pemerintah daerah di wilayah Jabodetabek untuk melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan kenaikan jumlah kasus Covid-19. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan konsentrasi SO2 sebelum dan pada saat pemberlakuan kebijakan PSBB berdasarkan data tangkapan Satelit Aura tahun 2019 dan tahun 2020. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penurunan konsentrasi SO2 sejak Januari 2019 sebesar 36,918 μg/m3 dan pada saat kebijakan PSBB diberlakukan konsentrasi SO2 bergerak secara konstan. Hal ini dapat terjadi akibat kenaikan jumlah transportasi umum pada saat kebijakan PSBB belum diberlakukan. Berkurangnya aktivitas masyarakat pada saat kebijakan PSBB diberlakukan berdampak menurunkan penggunakan bahan bakar fosil yang menghasilkan polutan SO2.
Pembuatan Hand-Sanitizer Alami sebagai Upaya Peningkatan Pola Hidup Sehat Masyarakat Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo Achmad Yopi Suyitno Pribawanto; Rafi Hanif Mudzaky; Nani Tri Utami; Hasna Farah Salsabella; Nur Faizi; Muhammad Syarif Hidayatullah; Yudi Chadirin
Jurnal Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) Vol. 4 No. 1 (2022): April 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4239.98 KB) | DOI: 10.29244/pim.4.1.17-25

Abstract

Perkembangan pandemi Covid-19 memberikan dampak yang signifikan pada kesehatan, lingkungan, dan ekonomi masyarakat. Tingginya pengetahuan masyarakat tidak selalu disertai dengan kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Kewaspadaan masyarakat desa dalam menghadapi pandemi juga berpotensi mengalami penurunan akibat efek jenuh pada masyarakat. Sosialisasi dan pembinaan bersama masyarakat dalam upaya menghadapi pandemi dapat dilakukan dengan pelatihan pembuatan hand-sanitizer alami. Pelatihan ini dilakukan di Desa Sukorejo, Kabupaten Wonosobo pada tanggal 6 Agustus 2021 dihadiri oleh 16 warga. Pelatihan ini diawali dengan sosialisasi bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat hand-sanitizer dilanjutkan dengan praktik pembuatannya. Kegiatan ini menghasilkan tingginya antusias masyarakat dalam mengikuti program dan pemahaman yang baik mengenai pembuatan hand-sanitizer alami dari total 16 responden peserta. Berdasarkan tes pemahaman yang dilakukan setelah kegiatan, 93,75% peserta mampu menjawab pertanyaan dengan benar atau 15 peserta dari 16 peserta menjawab dengan benar dan hanya satu peserta yang tidak tepat dalam menjawab. Pada pertanyaan terkait komposisi bahan yang digunakan 86,77% peserta menjawab dengan benar atau 14 dari 16 peserta menjawab dengan benar. Hasil ini menunjukkan masyarakat telah memahami dengan baik materi pelatihan. Keberlanjutan program dilaksanakan melalui pembagian produk hasil kegiatan dan resep pembuatan hand-sanitizer melalui grup percakapan sehingga dapat diproduksi ulang oleh masyarakat.
Rancang Bangun Alat Ukur Kenyamanan Ruangan (Termal dan Visual) Berbasis Arduino Uno Marhabsyah Zhaki; Yudi Chadirin; Satyanto Krido Saptomo
Jurnal Teknik Sipil dan Lingkungan Vol. 8 No. 1: April 2023
Publisher : Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jsil.8.1.57-66

Abstract

Kenyamanan ruang dapat mempengaruhi perilaku dan psikologis penggunanya. Kenyamanan ruang yang perlu untuk diperhatikan diantaranya adalah kenyamanan termal dan kenyamanan visual. Masyarakat terbiasa menggunakan alat ukur suhu berupa termometer dan alat ukur intensitas cahaya berupa lux meter untuk mengetahui kondisi ruang. Alat ukur tersebut menghasilkan besaran suhu dan intensitas cahaya yang terukur tanpa disertai justifikasi apakah memenuhi baku mutu atau tidak. Tanpa mengetahui pemenuhan baku mutu, tingkat kenyamana termal dan visual tidak dapat ditentukan. Untuk itu diperlukan alat ukur yang dapat mengukur suhu dan intensitas cahaya sekaligus menentukan tingkat kenyamanannya berdasarkan kesesuian dengan baku mutunya. Pada penelitian ini dilakukan perancangan alat ukur kenyamanan termal dan visual ruangan dengan menggunakan mikrokontroller arduino uno, yang dilengkapi dengan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban relatif udara, sensor BH1750 untuk mengukur intensitas cahaya. Penentuan tingkat kenyamanan termal berdasarkan baku mutu yang tertera dalam SNI-03-6572-2001 dan baku mutu kenyamanan visual berdasarkan SNI-03-6575-2001. Hasil kalibrasi antara sensor dengan alat ukur standar yakni environment meter diperoleh hasil rata-rata persentase error yang berada dalam batasan wajar. Nilai rata-rata persentase error pembacaan sensor parameter suhu, kelembaban relatif dan intensitas pencahayaan tanpa cover berturut-turut bernilai 1.56%, 2.95%, dan 0.76%. Pada penggunaan tutup pada sensor menghasilkan nilai error berturut-turut 1.74%, 2.73%, 1.31%. Prototype ini membagi tingkat kenyamanan termal menjadi tig akelas yakni Sejuk Nyaman (SN), Nyaman Optimal (NO) dan Hangat Nyaman (HN). Jika suhu udara yang terbaca kurang dari 20.5 oC atau lebih tinggi dari 27.1 oC maka alat akan menampilkan sebagi kondisi Tidak Nyaman (TN). Kenyamanan visual terbagi menjadi 2 yakni Nyaman (NM) jika hasil pengukuran pada rentang 120 – 250 lux, di luar rentang niali tersebut ditampilkan sebagai kondisi Tidak Nyaman (TN). Hasil tersebut menunjukkan alat monitoring yang dibangun dapat beroperasi dengan baik karena nilai pembacaan mendekati sebenarnya.
Analysis of four categories of environmentally friendly building assessment (case study: Ministry of Energy and Mineral Resources, Jakarta) Nurul Asmarani Damayanti Rahardjo; Yudi Chadirin; Lina Karlinasari
Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management) Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan (JPSL)
Publisher : Pusat Penelitian Lingkungan Hidup, IPB (PPLH-IPB) dan Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, IPB (PS. PSL, SPs. IPB)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jpsl.13.2.222-236

Abstract

The Chairul Saleh Building or the Secretariat General Office Building has implemented the Energy Management Program since 2016. In this study, an assessment was carried out based on the GBCI environmental assessment tool, especially for aspects of land use, energy efficiency and conservation, water conservation, and building environmental management aspects. The requirement analysis to get a green predicate is provided by points assessment which fullfillment the standard. Chairul Saleh building has implemented 10 of the 16 points in Appropriate Site Development category. Energy efficiency and conservation, Chairul Saleh building has implemented 29 of the 36 maximum points. Water Conservation category managed to get 5 out of 20 maximum points, while Building Environmental Management managed to get 11 out of 13 points, Material Resource and Cycle get 8 out of 12 points, Indoor Health and Comfort, get 9 out of 20 points, which was determined in the GBCI greenship rating tools for existing building. The result revealed that in the total value of Chairul Saleh Building was 72 points, it meants achived the Gold certification. Based on the rating set by the GBCI greenship, the Chairul Saleh building is currently awarded a Gold rating for its ability to apply the green building standard.
Co-Authors . Rudiyanto Achmad Yopi Suyitno Pribawanto Adi Novriansyah, Adi Agus Eko Handoko Allen Kurniawan Anas Dinurrohman Susila Andik Pribadi Andriyani Andriyani Andriyani Andriyani Angie Irmajulianna Anisa Nurul Syafitri Anisa Nurul Syafitri Anna Farida Ardina Ulya Arief Sabdo Yuwono Arif Rahmat Aris Purwanto Bella Arinda Putri Bella Yuliani Budi Indra Setiawan Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chairunnisa Chusnul Arief Chusnul Arif Devina Alifia Fadhilah Devya Meisnnehr Dian Hestiyantari Efrian Pratiwi, Della Elviana Elviana Elviana Elviana, Elviana Emir Aulia Emir Aulia Endro Priherdityo Erizal , Ernirita Fauzan Subeantoro Fazrina Andriani Sakinah Lubis Feby Elvira Fikha Raihani Fredinan Yulianda Giri Rasyidpradana Ganda Gumilang Agus Gozali Hadi Nasbey Hasna Farah Salsabella Herlina, Lily Hernani Djarir Hernani Djarir, Hernani Herry Suhardiyanto I Wayan Wirya Aristyana Joana Febrita Kazutoshi Osawa Kazutoshi Osawa Layla Alifani Ekrep Lily Herlina Lina Karlinasari Manik, Ayu Sartika Imia Marhabsyah Zhaki Moch Ridwan Widiansyah Mochammad Izzudin Ma’mun Mohamad Solahudin Muhammad Adhiragil Kandyas Muhammad Ryan Natasaputra Muhammad Ryan Natasaputra, Muhammad Ryan Muhammad Syarif Hidayatullah Munaya Fauziah Munaya Fauziah Nani Tri Utami Nur Azizah, Jihan Nur Faizi Nurul Asmarani Damayanti Rahardjo Nurul Chairunnisa Prastowo Prastowo Prastowo Prastowo Pribadi, Andik Priherdityo, Endro Putra, Heriansyah Rafi Hanif Mudzaky Risma Amelia Roh Santoso B Waspodo Satyanto Krido Saptomo Shahilla Larasaty Siti Komariah Slamet Susanto Sumini . Syamsul Arifin TAKAHISA MATSUOKA Titiek S. Yuliani Titin Nuryawati Titin Nuryawati Tri Suryani Tria Astika Endah Permatasari Triyogo Aleksandria WINDU NUR AZZUKHRUF SIADARI Yayu Romdhonah Zhaki, Marhabsyah