Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

GERAKAN BENGKEL LITERASI MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN E-POPUP BAGI GURU SEKOLAH DASAR Ronald Fransyaigu; Bunga Mulyahati; Asnawi Asnawi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2023): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.12256

Abstract

Bengkel literasi merupakan strategi pengembangan keterampilan literasi yang menekankan pengoptimalan keterampilan literasi yang telah dimiliki siswa. Bengkel literasi dibangun atas dua aktivitas utama yakni membaca dan menulis. Keterampilan berbahasa baik tulis maupun lisan bertujuan agar siswa dapat berkomunikasi secara efektif, mengekspresikan diri dengan cara yang dapat dipahami oleh orang lain. Menurut hasil dari observasi dan wawancara yang telah dilakukan kepada guru- guru dan pihak terkait di SD kota Langsa, anak-anak yang duduk di bangku sekolah dasar di Kota Langsa menunjukkan angka literasi yang sangat rendah. Keadaan tersebut disinyalir diakibatkan oleh kondisi sekolah dan sarana prasarana yang ada di sekolah tersebut tidak mendukung budaya literasi. Salah satunya adalah terbatasnya media pembelajaran yang menarik untuk mendukung program literasi berjalan sebagaimana mestinya. Solusi yang direncanakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah 1) Membuat pelatihan kepada guru SD untuk melaksanakan startegi bengkel literasi bagi siswa SD. 2) Memberikan pelatihan kepada guru SD untuk melaksanakan pengembangan media pembelajaran E- Pop Up bagi siswa SD. 3) Membuat E- Pop Up dalam mengoptimalkan literasi baca tulis anak. Media Pembelajaran yang dimaksud berupa Pop Up Book untuk guru SD. Hasil kegiatan ini adalah sebagian besar guru belum pernah mendapatkan pelatihan media pembelajaran Pop Up Book. Para guru memberikan respon yang positif terhadap kegiatan yang dilakukan. Kreativitas guru dalam membuat media pembelajaran berupa E-PopUp meningkat. Dengan adanya pop up book guru dapat memberikan konsep real berupa gambar 3D kepada siswa di tingkat dasar. Selain itu, literasi dasar terutama pada keterampilan membaca siswa SD juga meningkat.
Tantangan Penanaman Karakter Rasa Cinta Tanah Air di Sekolah Dasar Ronald Fransyaigu; Suhirda Reski; Sahudra Muhammad Tengku
Journal of Civic Education Vol 5 No 4 (2022): Journal of Civic Education
Publisher : Jurusan Ilmu Sosial Politik, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jce.v5i4.781

Abstract

This research aims to describe what are the challenges of how the internalization the values of love for motherland in the lower grades in elementary school. The background of this study is the phenomenon of decadence of the love for motherland character in Class III.A SDN 2 Kebun Lama, Langsa, Aceh. This research presents a portrait of school policies and how teachers cultivate the love for motherland character in children's attitudes. This research is using a qualitative descriptive approach. Informants were determined by purposive sampling techniques, namely the principal, class teacher, school guard, and students. Data were collected through observation supplemented by interviews and documentation studies. Then the data is tested using triangulation techniques, that is, the data is tested on the same source but with different techniques. The same and different data were found, so the data were tested on different sources. The data were analyzed by Miles and Huberman namely data reduction, data presentation, and conclusion. The findings of this research are the love for motherland characters in Class III.A SDN Kebun Lama, Langsa has been implemented. However, the results have not been seen optimally as can be seen in student activities at school. Then the implementation of the love for motherland character is also hampered due to the Covid-19 pandemic.
Pelatihan Penerapan Pembelajaran Blended learning untuk Guru Sekolah Dasar Arwin Arwin; Yesi Anita; Yullys Helsa; Ary Kiswanto Kenedi; Ronald Fransyaigu
Dedication : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 1 (2022)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/dedication.v6i1.664

Abstract

Kegiatan ini dilatarbelakangi banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh guru SD dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran tatap muka terbatas. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksanakan proses blended learning pada proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Kegiatan ini dilaksanakan untuk guru SD kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar sebanyak 30 orang. Kegiatan ini meliputi seminar hakikat pembelajaran Blended learning dan pelatihan penerapan pembelajaran blended learning untuk pembelajaran pada masa pandemi covid-19. Hasil kegiatan ini adalah terjadinya peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam melaksankan proses blended learning pada proses pembelajaran tatap muka terbatas pada masa pandemic covid-19. Implikasi pengabdian ini dapat dijadikan sebagai landasan bagi praktisi pendidikan untuk meningkatkan kualitas guru dalam menghadapi pembelajaran pada masa pandemic covid-19 ini.
Inovasi Instrumen Penilaian Digital untuk Meningkatkan Digital Skill Guru Sekolah Dasar Ronald Fransyaigu; Rapita Aprilia; Siska Rita Mahyuny; Maisarah Maisarah
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v6i1.9907

Abstract

Digital skill merupakan pondasi dari literasi digital. Mitra masyarakat pada PKM ini adalah guru-guru KKG Gugus IV Cut Meutia Kota Langsa. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa guru-guru masih menggunakan penilaian konvensional karena digital skill guru masih tergolong rendah. Di sekolah mitra telah mempunyai fasilitas lengkap seperti chrome book namun belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk membantu guru-guru memanfaatkan dan berinovasi pada instrumen penilaian digital. Kegiatan ini dilakukan selama dua minggu yang dimulai hari Selasa tanggal 1 Agustus 2023 sampai dengan hari Senin tanggal 14 Agustus 2023. Rincian kegiatan yang dilakukan, yaitu: sosialisasi, bimbingan teknis, pelatihan, dan pendampingan inovasi instrumen penilaian digital. Dari kegiatan ini dihasilkan bahwa terjadi peningkatan digital skill guru-guru KKG Gugus IV Cut Meutia Kota Langsa setelah menerima materi pelatihan terkait inovasi instrumen penilaian digital yang disampaikan oleh narasumber. Peningkatan terlihat dari persentase rerata skor pretes menggunakan baamboozle sebesar 69,79%, dan persentase rerata skor postes menggunakan kahoot! sebesar 86,81%. Selain itu, guru-guru juga terbukti inovatif dalam menghasilkan instrumen penilaian digital menggunakan liveworksheets yang akan diimplementasikan di sekolahnya masing-masing sebagai tindak lanjut dari kegiatan PKM. Dari temuan disampaikan rekomendasi dan saran kepada guru-guru untuk meningkatkan digital skill dalam menghadapi era digitalisasi, salah satunya dengan berinovasi pada instrumen penilaian digital menggunakan platform seperti baamboozle, kahoot!, dan liveworksheets.Digital skill is the foundation of digital literacy. The community partners in this community service activity were KKG Cluster IV Cut Meutia teachers in Langsa City. The preliminary observations show that teachers still use conventional assessment because their digital skills are still relatively low. Partner schools already have complete facilities such as chrome books but have not been used optimally. This activity is carried out to help teachers use and innovate digital assessment instruments. This activity was carried out for two weeks, starting from Tuesday, 1 August 2023, to Monday, 14 August 2023. The details of the activities are socialization, technical guidance, training, and assistance with digital assessment instrument innovation. The activities resulted in an increase in the digital skills of KKG Cluster IV Cut Meutia teachers in Langsa City after receiving training materials related to digital assessment instrument innovations delivered by resource persons. The increase can be seen from the average percentage of pre-test scores using Baamboozle of 69.79% and post-test scores using Kahoot! of 86.81%. In addition, teachers have also proven to be innovative in producing digital assessment instruments using live worksheets, which will be implemented in their respective schools as a follow-up to PKM activities. From the PKM findings, recommendations and suggestions were made to teachers to improve their digital skills in facing the digitalization era, one of which is by digital assessment instrument innovations using platforms such as bamboozle, Kahoot! and live worksheets.
Profil Kemampuan Guru Sekolah Dasar dalam Penggunaan Chroomebook di Kota Langsa Mulyahati, Bunga; Ayudia, Inge; Juliati, Juliati; Fransyaigu, Ronald
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 2 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i2.18391

Abstract

Pemanfaatan teknologi yang benar dan tepat dapat memperkaya suasana pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi dapat menyusun pola interaktif yang dapat meningkatkan daya tangkap siswa. Pembelajaran berbasis teknologi merupakan ranah baru yang berkembang pesat dalam teknologi pembelajaran. Kemajuan dan peran teknologi dalam pendidikan sudah begitu menonjol. Sehingga penggunaan alat-alat, perlengkapan pendidikan, dan pengajaran disekolah mulai disesuaikan dengan kemajuan penggunaan alat-alat bantu mengajar serta perlengkapan sekolah lainnya yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi, Chromebook adalah perangkat untuk memberikan pengalaman web yang lebih baik kepada pengguna yang dikembangkan oleh google dan pada saat ini dijadikan alat dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data yang dapat dijadikan acuan oleh akademisi dan praktisi terkait sebagai bahan referensi dalam pengembangan pembelajaran dengan menggunakan berbasis chromebook , sehingga bisa dilakukan tindak lanjut berupa pelatihan dan pelatihan bagi guru-guru sekolah dasar yang belum memahami implementasi penggunaan chromebook dalam pembelajaran
PENDAMPINGAN GURU SEKOLAH DASAR MELALUI PROGRAM 5T + 1 A UNTUK MENINGKATKAN ANGKA LITERASI SISWA SEKOLAH DASAR Ronald Fransyaigu, Ronald; ., Asnawi; Mulyahati, Bunga
Jurnal Vokasi Vol 2, No 2 (2018): Oktober
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.78 KB) | DOI: 10.30811/vokasi.v2i2.726

Abstract

Kompetensi literasi dasar (menyimak-berbicara, membaca-menulis, berhitung-memperhitungkan, dan mengamati- menggambar) sudah selayaknya ditanamkan sejak pendidikan dasar, lalu dilanjutkan pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi agar peserta didik dapat mengingkatkan kemampuan untuk mengakses informasi dan pengetahuan. Selain itu, peserta didik mampu membedakan informasi yang bermanfaat dan tidak bermanfaat. Hal itu karena literasi mengarahkan seseorang pada kemampuan memahami pesan yang diwujudkan dalam berbagai bentuk teks (lisan, tulis, visual). Metode kegiatan ini berupa pendampingan pemahaman dan keterampilan peningkatan literasi kepada para g uru S D di Kota Langsa. Setelah diberi pendampingan, selanjutnya mereka didampingi dan dibimbing untuk menerapkan program 5T + 1A dalam rangka meningkatkan literasi anak sekolah SD. Dari hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, terlihat program 5T + 1A bisa dijadikan salah satu program yang membantu guru dalam meningkatkan angka literasi siswa sekolah dasar apabila program tersebut dilakukan secara berkesinambungan. Peningkatan angka literasi yang diharapkan dalam pengabdian ini terukur dari meningkatnya ketrampilan yang mendukung literasi meliputi menyimak, berbicara, membaca dan menulis yang cukup signifikan.Kata kunci : Literasi, Program 5t+1A, Pendampingan Guru, Angka Literasi Siswa SD
Digitizing Aceh's Historical Heritage: Exploring the Role of Technology in Cultural Preservation Rahman, Aulia; Riyani, Mufti; Prasetyo, Okhaifi; Fransyaigu, Ronald; Asnawi, Asnawi; Shamadiyah, Nurasih
JURNAL GEOGRAFI Vol. 17 No. 2 (2025): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v17i2.64532

Abstract

Aceh is a region that has a rich historical and cultural heritage, which reflects its civilization and identity from time to time. However, the threat to the preservation of these historical relics is increasing over time, especially due to natural factors, urbanization, and social changes. Digitalization has emerged as a potential solution to address these challenges. The digitization of historical and cultural heritage offers a new way to preserve, access, and promote Aceh's cultural heritage more broadly. This research aims to explore the role of digital technology in the preservation of Aceh's cultural heritage, as well as its impact on local and global communities. This study uses a qualitative approach with a case study on the Aceh Historical Trail Map (acehhistorytrailmap.id). Data were collected through in-depth interviews with stakeholders, document analysis, and observation of platform usage. The analysis was conducted thematically to identify the benefits of digitalization, the technology used, and challenges in preserving cultural heritage. The study focuses on historical sites in East Aceh, such as Perlak and Idi, as the research locus. Through the analysis of case studies from the historical heritage digitization project in Aceh, this study examines the effectiveness of digital devices such as digital imaging, virtual tours, and online platforms in documenting and disseminating important elements of Acehnese culture, such as: artifacts and historical sites. The results of this research are expected to provide insight into effective strategies for cultural heritage preservation through technology, as well as the potential for collaboration between stakeholders in realizing sustainable digital transformation for the preservation of Aceh's historical heritage.
PENGEMBANGAN MEDIA E-COMIC PADA PEMBELAJARAN IPAS UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS V SD NEGERI SUKAREJO Sihombing, Miduk Buah Cintya; Fransyaigu, Ronald; Ayudia, Inge
EDUTECH : Jurnal Inovasi Pendidikan Berbantuan Teknologi Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/edutech.v5i3.6911

Abstract

This research is motivated by the low learning interest of fifth-grade students at SDN Sukarejo in the science subject, which is identified as stemming from the lack of utilization of interactive and engaging digital-based learning media. To address this problem, this study aims to develop a learning media product in the form of an e-comic (electronic comic) and systematically test its level of validity, practicality, and effectiveness. The research method used is Research and Development (R&D) by adopting a structured ADDIE model, including the stages of Analysis (needs analysis), Design (concept design), Development (product development), Implementation (trial), and Evaluation (impact evaluation). Data collection was carried out comprehensively through observation, interviews, and questionnaires. The results of product validation by experts showed a "very valid" category, with a perfect score of 100% from material experts and language experts, and 94.28% from media experts. In terms of practicality, the implementation of e-comics received a "very practical" response from teachers (93.84%) and students (94.87%). Ultimately, the effectiveness test proved that this media significantly increased students' learning interest, as indicated by an average N-Gain score of 0.88 (88.34%). Therefore, it can be concluded that this e-comic media is a highly valid, practical, and effective learning solution for fostering students' learning interest in science. ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa kelas V SDN Sukarejo pada mata pelajaran IPAS, yang diidentifikasi bersumber dari kurangnya pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital yang interaktif dan menarik. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan mengembangkan sebuah produk media pembelajaran berupa e-comic (komik elektronik) serta menguji secara sistematis tingkat kevalidan, praktikalitas, dan efektivitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan mengadopsi model ADDIE yang terstruktur, mencakup tahapan Analysis (analisis kebutuhan), Design (perancangan konsep), Development (pengembangan produk), Implementation (uji coba), serta Evaluation (evaluasi dampak). Pengumpulan data dilakukan secara komprehensif melalui observasi, wawancara, serta penyebaran angket. Hasil validasi produk oleh para ahli menunjukkan kategori "sangat valid", dengan perolehan skor sempurna 100% dari ahli materi dan ahli bahasa, serta 94,28% dari ahli media. Dari sisi praktikalitas, implementasi e-comic mendapatkan respon "sangat praktis" dari guru (93,84%) dan siswa (94,87%). Puncaknya, uji efektivitas membuktikan bahwa media ini berhasil meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan, yang ditunjukkan oleh skor rata-rata N-Gain sebesar 0,88 (88,34%). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media e-comic ini merupakan solusi pembelajaran yang sangat valid, praktis, dan efektif untuk menumbuhkan minat belajar siswa dalam pembelajaran IPAS.
“Guree Inklusi” sebagai Sarana Berbagi Praktik Baik Guru-Guru Inklusi di Kota Langsa Mulyahati, Bunga; Fransyaigu, Ronald; Ramadhani, Dini; Aprilia, Rapita
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 3 No. 3 (2023): Journal Of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v3i3.320

Abstract

Pendidikan inklusi menjadi salah satu bentuk pelaksanaan pendidikan tanpa diskriminasi. Melalui implementasi pendidikan inklusi, diharapkan dapat menciptakan generasi bangsa yang dapat berpikir secara inklusi terhadap segala bentuk perbedaan. Konsep inklusi yang memberikan kesempatan peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar bersama dengan peserta didik tidak serta merta menggabungkan mereka dalam satu kelas ataupun dalam satu sekolah. Saat ini Indonesia belum memiliki data yang akurat dan spesifik tentang berapa banyak jumlah anak penyandang disabilitas. Tujuan pengabdian kepada masnyarakat di Gugus IV Cut Mutia Kota Langsa adalah: (a) Melakukan kegiatan sosialisasi dan pelatihan implementasi pelaksanaan Pendidikan inklusi bagi guru – guru di Sekolah dasar kota Langsa Khususnya guru dalam PKM Gugus IV Cut Mutia Lota Langsa sebagai wujud implementasi peningkatan IKU 3, yaitu dosen berkegiatan diluar kampus dan IKU 5 yaitu hasil kerja dosen digunakan oleh masyarakat. (2)Meningkatkan pengetahuan guru- guru di Gugus IV Cut Mutia Lota Langsa terhadap implementasi pelaksanaan Pendidikan inklusi bagi guru – guru di Sekolah dasar kota Langsa Khususnya guru dalam PKM Gugus IV Cut Mutia Lota Langsa, serta terbentuknya platform untuk berbagi praktik baik guru-guru dikelas inklusi. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini guru-guru sekolah dasar dalam KKG Gugus IV Cut Mutia memiliki ketertarikan serta peningkatan keterampilan dalam penggunaan media berbasis Virtual reality dalam kelas inklusi sebagi bentuk kegiatan berbagi praktik baik dalam lingkup KKG.
Pemanfaatan Kearifan Lokal Aceh Melalui Penyusunan Modul Ajar Kurikulum Merdeka Asnawi, Asnawi; Mulyahati, Bunga; Ayudia, Inge; Fransyaigu, Ronald; Kenedi , Ary Kiswanto
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 5 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i5.1633

Abstract

Perangkat pembelajaran yang digunakan dalam kurikulum ini disebut modul ajar. Modul ajar berbasis kearifan lokal diharapkan dapat memudahkan siswa dalam memahami materi selama proses pembelajaran. Berbicara tentang kearifan lokal tidak terlepas dari nilai-nilai yang dikandung dan sulit untuk dibatasi dalam berpandangan. Kearifan lokal adalah pandangan dan pengetahuan hidup yang diimplementasikan dalam kelompok masyarakat tertentu yang bertujuan memenuhi aspek-aspek kehidupan. Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam kearifan lokal dapat sebagai untuk mempertahankan diri. Penyampaian materi pelajaran hendaknya menggunakan bahan ajar dan bahan pendamping. Salah satu bentuk dari bahan ajar adalah modul. Modul dikemas dan disesuaikan dengan materi pelajaran sehingga dalam membuatnya harus dikaitkan dengan keadaan sekitar tempat tinggal dan sekolah. Keadaan sosial budaya di lingkungan tempat tinggal dan sekolah siswa dapat mendukung dalam penyampaian materi. Dengan demikian, modul ajar berbasis kearifan lokal Aceh dapat diartikan sebagai modul ajar yang memiliki makna dan relevansi tinggi bagi pengembangan pemberdayaan hidup siswa secara nyata dan sesuai dengan realitas tinggi bagi pengembangan pemberdayaan hidup siswa secara nyata dan sesuai dengan realitas tinggi bagi pengembangan pemberdayaan hidup siswa yang dihadapi.