Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENJAMINAN MUTU PERGURUAN TINGGI DI ERA DISRUPSI PENDIDIKAN TINGGI MELALUI DIGITALISASI AKREDITASI Nugroho, Kandung Sapto
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (JISIP) Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tungga Dewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/jisip.v12i2.2607

Abstract

This article is a conceptual study to ensure higher education quality through higher education accreditation at the level of study programs and higher education institutions while there is disruption in the field of education. The purpose of this study is to find out the urgency of quality assurance by identifying challenges to develop a quality assurance strategy. The method used in this conceptual study is a juridical study of applicable laws and regulations (positive law) in the higher education system in Indonesia combined with a systematic literature review on related references. The results of the study show that disruption in the education system will continue towards a new establishment. Digitization of accreditation services needs to be carried out due to changes in user characteristics and the challenges of the rapid development of information technology. The quality assurance strategy through accreditation can be carried out by integrating several information systems and databases, then replicating SISTER into a measurable and transparent accreditation service system, increasing digital skill competencies, and encouraging collaboration to accelerate the establishment of Independent Accreditation Institutions so that it requires strengthening at the policy, managerial, and operations to create effective, efficient, equal and equity services.Artikel ini merupakan kajian konseptual dalam upaya penjaminan mutu perguruan tinggi melalui akreditasi perguruan tinggi pada tingkat program studi dan institusi perguruan tinggi di saat bersamaan terjadi disrupsi di bidang pendidikan. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui urgensi penjaminan mutu dengan mengidentifikasi tantangan untuk menyusun strategi penjaminan mutu. Metode yang digunakan dalam kajian konseptual ini adalah kajian yuridis peraturan perundang-undangan yang berlaku (hukum positif) dalam sistem pendidikan tinggi di Indonesia dengan dipadukan dengan systematic literatur review pada referensi yang terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa disrupsi di bidang sistem pendidikan masih akan terus berlangsung menuju kemapanan baru. Digitalisasi pelayanan akreditasi perlu untuk dilakukan karena perubahan karakteristik user dan tantangan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat. Strategi penjaminan mutu melalui akreditasi bisa dilakukan dengan mengintegrasikan beberapa sistem informasi dan pangkalan data, kemudian mereplikasi SISTER menjadi sistem layanan akreditasi yang terukur dan transparan, peningkatan kompetensi digital skill, dan mendorong kerjasama percepatan pendirian Lembaga Akreditasi Mandiri sehingga membutuhkan penguatan pada level kebijakan, manajerial, dan operasional untuk menciptakan layanan yang efektif, efisien, equal, dan equity.
The Effectiveness of the Thematic Village Program in Women Farmers' Groups: A Comparative Study of Two Villages in Tangerang Regency Hilva Zakiatul Rahmatian; Kandung Sapto Nugroho
Ambidextrous Journal of Innovation Efficiency and Technology in Organization Vol. 5 No. 01 (2026): Ambidextrous: Journal of Innovation, Efficiency and Technology in Organization
Publisher : Takaza Innovatix Labs Ltd.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61536/ambidextrous.v5i01.577

Abstract

The Thematic Village Program is a local government strategy to foster village self-reliance by empowering Women Farmer Groups (Kelompok Perempuan Tani/KWT), yet its outcomes vary considerably across localities. This study measures and compares the effectiveness of the Thematic Village Program implemented by the KWT of Sodong Village and the KWT of Bojong Renged Village, Tangerang Regency, using Campbell's five program-effectiveness indicators. A comparative-descriptive quantitative approach was applied through total sampling of the entire population of 28 KWT members (13 respondents from Sodong and 15 from Bojong Renged), using a 26-item Likert-scale questionnaire that had passed validity (r count > 0.374), reliability (Cronbach's Alpha > 0.70), normality (Shapiro-Wilk, p > 0.05), and homogeneity (Levene, p > 0.05) tests. The actual-score calculation showed program effectiveness of 78.40 percent in Sodong and 71.15 percent in Bojong Renged, both falling into the good category yet short of the very-good threshold. An Independent Samples t-Test revealed statistically significant differences in three of the five indicators—satisfaction with the program, input-output level, and overall goal attainment (p < 0.05)—with Sodong consistently outperforming. These findings indicate that harvest-revenue management and administrative mentoring are the principal factors differentiating program effectiveness between areas with otherwise similar socio-economic characteristics.
Efektivitas Program Selaras Ecosystem di Kampung Cicayur Desa Pagedangan Kecamatan Pagedangan Kabupaten Tangerang Tami Masfufah; Kandung Sapto Nugroho
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/snsv0823

Abstract

The Selaras Ecosystem Waste Bank Program is a community-based initiative that promotes sustainable waste management and environmental awareness. This study aims to evaluate the effectiveness of the program in Kampung Cicayur, Pagedangan Village, Tangerang Regency. A quantitative descriptive method was employed using questionnaires distributed to 98 program members. Data were analyzed based on Campbell's program effectiveness theory, covering Program Success, Target Achievement, Program Satisfaction, Input and Output Levels, and Overall Goal Achievement. The program achieved an actual score of 9,832 out of an ideal score of 11,760 (83.61%), indicating an effective category. Program Satisfaction recorded the highest percentage (86.31%), while Target Achievement showed the lowest (79.59%). Overall, the program effectively achieved its objectives and contributed to community-based sustainable waste management.
MANAJEMEN BENCANA OLEH BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM PENANGGULANGAN BENCANA BANJIR DI KABUPATEN SERANG: DISASTER MANAGEMENT BY THE REGIONAL DISASTER MANAGEMENT AGENCY (BPBD) IN FLOOD DISASTER RESPONSE IN SERANG REGENCY Ganendra Pradpypta Ganendra; Kandung Sapto Nugroho; Fat'Chatus Chanifa Jikhan
PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy Vol. 2 No. 1 (2026): PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy
Publisher : PATRIOT: Journal of Public Administration and Policy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir merupakan salah satu permasalahan yang berulang di Kabupaten Serang dan menuntut kapasitas pemerintah daerah dalam mengelola penanggulangan bencana secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang memiliki peran penting dalam penyelenggaraan manajemen bencana mulai dari tahap pra bencana, saat bencana, hingga pasca bencana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen bencana oleh BPBD dalam penanggulangan bencana banjir di Kabupaten Serang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data mengacu pada model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis manajemen bencana menggunakan tahapan pra bencana, saat bencana, dan pasca bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen bencana banjir oleh BPBD Kabupaten Serang telah dilaksanakan pada seluruh tahapan, tetapi belum sepenuhnya optimal. Pada tahap pra bencana, keterbatasan jumlah Desa Tangguh Bencana (Destana), belum tuntasnya legalisasi Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB), belum meratanya penyampaian peringatan dini, serta belum menyeluruhnya pelaksanaan mitigasi menjadi kendala utama. Pada tahap tanggap darurat, BPBD telah melaksanakan assessment, evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, penyaluran logistik, dan koordinasi lintas instansi dengan cukup baik, meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Sementara itu, rehabilitasi dan rekonstruksi masih menghadapi keterbatasan jangkauan pemulihan serta kendala anggaran. Temuan tersebut menunjukkan perlunya penguatan kapasitas kesiapsiagaan, optimalisasi sistem peringatan dini, pemerataan mitigasi, serta penguatan dukungan sumber daya dalam pemulihan pascabencana.