Claim Missing Document
Check
Articles

PERBANDINGAN KUALITAS DNA DENGAN MENGGUNAKAN DUA METODE BOOM MODIFIKASI PADA ISOLAT Mycobacterium tuberculosisP10 DI BALI Mirawati N.K.W.; Wirajana I.N.; Yowani S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.191 KB)

Abstract

Isolasi DNA bakteri merupakan salah satu metode penunjang yang dapat digunakan untuk mendeteksi bakteri penyebab infeksi. Metode yang umum digunakan dalam mengisolasi DNA Mycobacterium tuberculosis adalah metode Boom. Metode ini masih perlu mengalami modifikasi agar pelepasan DNA menjadi lebih optimal serta mengurangi inhibitor pada proses PCR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan kualitas DNA yang dihasilkan dari masing-masing metode Boom modifikasi dalam mengisolasi DNA M. tuberculosis. Hasil isolasi ini nantinya akan diamplifikasi dengan teknik PCR sehingga bakteri dapat terdeteksi dengan cepat.Visualisasi produk PCR akan dianalisis dengan menggunakan 1,5 % gel agarosa. Dalam penelitian ini, dibandingkan 2 metode Boom yang telah dimodifikasi. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa pita DNA produk PCR terlihat tebal pada masing-masing metode. Kemudian dilanjutkan analisis untuk mengetahui ketebalan pita yang dihasilkan dengan menghitung area pita. Hasil yang diperoleh diketahui bahwa metode Boom modifikasi yang dikerjakan di Laboratorium Biomolekular FK Unud lebih baik dibandingkan dengan metode Boom modifikasi yang dikerjakan oleh Traore.
Identifikasi Mutasi Gen rpoB Pada Daerah Hulu RRDR Mycobacterium Tuberculosis Multidrug Resistent Isolat P10 M. A. Pratiwi; K. Ratnayani; S.C. Yowani
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 4, No. 1, Tahun 2015
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.754 KB)

Abstract

Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) merupakan tuberculosis yang disebabkan oleh strain M.tuberculosis yang resistan sekurang-kurangnya terhadap obat antituberculosis lini pertama yaitu rifampisin dan isoniazid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutasi dan perubahan asam amino pada isolat MDR-TB P10 fragmen daerah hulu RRDR (Rifampisin Resistance Determining Region) (125-421) Gen rpoB. Amplifikasi dilakukan dengan menggunakan metode Multiplex Polymerase Chain Reaction (Multiplex PCR) dengan menggunakan sepasang primer FrL2 5’CTAAGCTGC GCGAACCACTTGA3’ dan RevL2 5’TGATGAACTCGGCGGTGAC GAA3’. Produk PCR, disekuensing untuk mendapatkan urutan nukleotida. Analisis mutasi dilakukan dengan menggunakan program MEGA4. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan bahwa metode multiplex PCR telah berhasil mengamplifikasi fragmen target yang berukuran 0,3kb dan 0,5kb. Proses sekuensing yang dilakukan menghasilkan pembacaan nukleotida sebanyak 254 basa. Analisis mutasi nukleotida menunjukkan bahwa ternyata pada isolat P10 tidak terdapat mutasi pada daerah hulu RRDR.
SKRINING KANDUNGAN KIMIA EKSTRAK ETANOL 80% KULIT BATANG Michelia champaca L. Dwicandra, N.M.O.; Astuti, M.A.P.; Ariantari, N.P.; Yowani, S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.242 KB)

Abstract

Michelia champaca L. telah digunakan secara tradisional dalam pengobatan berbagai penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui golongan kandungan kimia yang terdapat pada ekstrak etanol 80% kulit batang Michelia champaca L. Serbuk kulit batang M. champaca L. diekstraksi dengan metode digesti menggunakan etanol 80%. Ekstrak cair yang diperoleh kemudian diuapkan untuk mendapatkan ekstrak kental. Skrining fitokimia dilakukan terhadap ekstrak untuk mendeteksi golongan kandungan kimia minyak atsiri, alkaloid, sterol dan terpenoid, saponin, polifenol, flavonoid, serta glikosida. Hasil uji menunjukkan bahwa ekstrak etanol 80% kulit batang M. champaca L. mengandung golongan minyak atsiri, triterpenoid, polifenol, dan flavonoid.
PROSES AMPLIFIKASI DAERAH PROMOTER inhA PADAISOLAT P11Mycobacterium tuberculosis MULTIDRUG RESISTANCE DI BALI DENGAN TEKNIK POLYMERASE CHAIN REACTION Asmara A. A. R.; Yustiantara P. S.; Yowani S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 3, No. 1, Tahun 2014
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.492 KB)

Abstract

Saat ini, Multidrug resistance Mycobacterium tuberculosis (MDR-TB) menjadi salah satu masalah kesehatan di dunia. Resistensi terhadap isoniazid dapat dipengaruhi oleh mutasi pada daerah promoter inhA. Untuk memperoleh titik mutasi di daerah promoter inhA maka terlebih dahulu dilakukan amplifikasi fragmen DNA target. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui suhu annealing optimum primer yang dapat mengamplifikasi fragmen target daerah promoter inhA. Fragmen target diamplifikasi dengan teknik PCR menggunakan sepasang primer yaitu primer forward (mabA-inhA-promoter-FS) dengan urutan 5’ACATACCTGCTGCGCAAT3’ dan primer reverse (mabA-inhA-promoter-R) dengan urutan 5’CTCCGGTAACCAGGACTGAA3’. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sepasang primer yang digunakan pada suhu annealing 54º telah dapat mengamplifikasi fragmen 0,3 kb daerah promoter inhA.
OPTIMASI PCR (Polymerase Chain Reaction) FRAGMEN 724 pb GEN katG MULTI DRUG RESISTANCE TUBERCULOSIS UNTUK MENINGKATKAN PRODUK AMPLIFIKASI Deniariasih, N.W.; Ratnayani, K.; Yowani, S.C.
Jurnal Farmasi Udayana Vol. 2, No. 3, Tahun 2013
Publisher : Departement of Pharmacy, Faculty of Mathematics and Natural Science, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.324 KB)

Abstract

Deteksi adanya mutasi pada gen katG MDR-TB (Multi Drug Resistance Tuberculosis) yang bertanggung jawab terhadap resistensi isoniazid (INH) dapat dilakukan dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). Pada penelitian ini metode PCR digunakan untuk mengamplifikasi fragmen berukuran 724 pb gen katG. Telah dilakukan percobaan pendahuluan, di mana proses PCR berhasil mengamplifikasi fragmen berukuran 724 pb namun masih menghasilkan pita yang sangat tipis yang menunjukkan bahwa proses amplifikasi belum optimal. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi proses PCR agar mampu meningkatkan produk amplifikasi sehingga diperoleh pita yang tebal. Produk PCR yang tebal ini cukup memadai untuk proses sekuensing. Tahap optimasi yang dilakukan dalam  proses PCR meliputi penambahan jumlah templat DNA pada formula PCR, variasi suhu annealing, penambahan waktu annealing dan waktu ekstensi. Hasil optimasi menunjukkan penambahan jumlah templat DNA menjadi 1 µL, suhu annealing 56ºC, waktu annealing 1 menit 20 detik, dan waktu ekstensi 2 menit memberikan amplifikasi terbaik karena menghasilkan pita yang tebal dan tidak terjadi mispriming.
Optimasi Suhu Annealing Tiga Regio Berbeda Isolat Multidrug Resistance Mycobacterium Tuberculosis dengan Metode Multiplex Polymerase Chain Reaction (ANNEALING TEMPERATURE OPTIMIZATION ON THREE DIFFERENT REGIONS OF MYCOBACTERIUM TUBERCULOSIS MULTIDRUG RESI Indra Juana Adikara; I Nengah Wirajana; Sagung Chandra Yowani
Jurnal Veteriner Vol 17 No 4 (2016)
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Udayana University and Published in collaboration with the Indonesia Veterinarian Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.677 KB)

Abstract

Multiplex PCR is a method used to amplify more than one target sequences simultaneously. The aimof this research was to optimize PCR on the region of inhA promoter, inhA gene and katG gene usingMultidrug Resistance Tuberculosis (MDR-TB) Isolate. Isolation of DNA was done by using High Pure PCRTemplate Preparation Kit. Amplification process was done by Multiplex PCR usingthree pairs primers i.e.mabA-inhA-promoter-FS and mabA-inhA-promoter-R,inhA (F) and inhA (R) and KG24F and KG60R.Amplification process started by predenaturation at 95°C for 15 minutes, followed by 45 cycles consistingof denaturation at 94°C for 1 minute, annealing at 56°C, 57°C and 58°C for 1 minute and 20 seconds andextension at 72°C for 2 minutes. Then it is finished by postextension at 72°C for 10 minutes. PCR productwas detected by electrophoresis and visualized under UV Transiluminator. Annealing temperature of56°C resulted in a thicker, clearerandaccording to the desired size as compared to that of with 57°C and58°C. Conclusion that obtained was annealing temperature 56°C was optimum annealing temperatureon inhA promoter, inhA gene and katG gene region of Mycobacterium tuberculosis Multidrug Resistanceisolate using Multiplex Polymerase Chain Reaction.
PENGARUH STEROID ANABOLIK METHANDIENONE TERHADAP KUANTITAS SPERMATOZOA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) Nurul Marfu'ah; I Wayan Kasa; Sagung Chandra Yowani
Jurnal Biologi Udayana Vol 18 No 1 (2014): Jurnal Biologi
Publisher : Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.2 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh steroid anabolik methandienone terhadap kuantitas spermatozoa tikus putih (Rattus norvegicus). Pemeriksaan kuantitas spermatozoa dilakukan pada testis dan epididimis kauda. Testis dibuat sebagai sediaan preparat dengan metode parafin dan pewarnaan Hematoxylin-Eosin kemudian dilakukan penghitungan jumlah spermatogonia, spermatosit, dan spermatid. Penghitungan jumlah spermatozoa epididimis kauda dilakukan berdasarkan prosedur WHO dalam Syamrizal (1995). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata kuantitas spermatozoa antara kelompok kontrol dan kelompok perlakuan secara statistik tidak berbeda nyata (P>0,05). Meskipun demikian, rerata kuantitas spermatozoa menunjukkan kecenderungan menurun. Hal ini ditunjukkan oleh rerata jumlah spermatogonia yang mengalami kecenderungan menurun pada dosis 6 dan 12 mg/kg bb. Rerata jumlah spermatosit antar kelompok perlakuan juga menunjukkan kecenderungan menurun. Begitu pula rerata jumlah spermatid dan spermatozoa juga menunjukkan kecenderungan menurun.
WHO ICD-10 BASED ONLINE DISEASE DIAGNOSIS FOR GENERATING DIGITAL MEDICAL RECORD APPLICATION DEVELOPMENT I Gusti Ngurah Lanang Wijayakusuma; Sagung Chandra Yowani
SINTECH (Science and Information Technology) Journal Vol. 5 No. 1 (2022): SINTECH Journal Edition April 2022
Publisher : Prahasta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/sintechjournal.v5i1.1040

Abstract

Medical Record is a medical document that contain history of patient’s disease also information about given treatments and medicines. Diagnosis of patient’s disease is one of content in Medical Record. Public health office recommends medical facility to write diagnosis into ICD-10 WHO standard. However, there are many of medical facility translate diagnosis into ICD-10 WHO standard manually. This manual way will make a lot of mistake or wrong translate result. This research will develop an online application to help the doctor to write patient’s disease diagnosis into ICD-10 WHO automatically. Doctors need to type the keyword of diagnosis name then selected diagnosis will automatically write into ICD-10 WHO standard. This application also can generate Digital Medical Record that can help medical facility to reopen or save Medical Record Data in a long time.
Writing Guidance and Cover Belakang Sagung Chandra Yowani
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 2 (2017): JHSM (September 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1811.001 KB)

Abstract

DNA Probe Design for Detection Mutation at Codon 315 In katG Gene of Mycobacterium Tuberculosis to Real-Time Polymerase Chain Reaction I Gusti A. A. Santhi Rahmaryani; Ni Kadek Ariani; Dyah Subadrika Warma Dewi; Ni Komang Sasi Ani; Ade Ari Sundari; Kadek Widya Yuli Hartati; Sagung Chandra Yowani
Journal of Health Sciences and Medicine Vol 1 No 2 (2017): JHSM (September 2017)
Publisher : Institute for Research and Community Services Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (773.559 KB) | DOI: 10.24843/JHSM.2017.v01.i02.p08

Abstract

High-level resistance to isoniazid as a first-line tuberculosis drugs can be caused by mutations in codon 315 katG Mycobacterium tuberculosis . Mutation at codon 315 is the most frequent mutation with the highest amino acid variation, compared to other codons in the Mycobacterium tuberculosis katG gene. Therefore, a specific probe is required for rapid and proper detection of mutations at codon 315. In this study, the design of a nucleotide sequence probe with TaqMan labeling was performed using Clone Manager Suite 6 software . The mutant probe obtained was analysed in two stages. The initial analysis is based on the length of the probe (22-30 bases), Tm (70ºC), %GC (35-65%), not in hairpin form, dimer (< 5 bases), runs and repeat (? 4 for base A, T, C, and < 3 for base G). Furthermore the final analysis was carried out with no G base in 2 bases at the end of the 5’ probe and the amount of base C ? G. The study resulted in 260 probe mutants. After the initial analysis, 11 mutant probes were obtained to recognize mutations in the codon of 315 katG Mycobacterioum tuberculosis genes. The probe consists of 2 probes for the S315T mutation, 6 probes for S315N mutation, and 3 probes for S315V mutation. The criteria of the 11 mutant probes are 22-23 bases long, Tm 70ºC, % GC 56-63%, 4 dimer , 2 runs , and does not have repeats and does not form hairpin at a temperature of 56ºC. Based on the final analysis, 3 mutant probes were obtained fulfilling the TaqMan probe labeling criteria, namely K315MT1 for specific detection of mutation S?T and K315MN5, then K315MN23 for specific detection of mutation S?N. The conclusion of this study shows that the best mutant nucleotide sequence probes for the detection of mutations at codon of 315 KatG Mycobacterium tuberculosis genes are 5’-FAM-CC ACC GGC ATC GAG GTC GTA TG-TAMRA-3’; 5’FAM-ATC ACC AAC GGC ATC GAG GTC G-TAMRA-3’; dan 5’FAM-C ACC AAC GGC ATC GAG GTC GTA T-TAMRA-3’. The design of the mutant probe according to the TaqMan probe criterion for real-time PCR was obtained by 3 probes from the 11 selected mutant probes in the initial analysis.
Co-Authors A. W. Dwiputri Ade Ari Sundari Ade Ari Sundari Amelia Putri, Ni Luh Dian Saptari Arifani Siswidiasari Asmara A. A. R. Astuti, M.A.P. Ayu Nyoman Chandra Yustiana Ayu Putu Chika Iswari Anjani, Sang Cista Dewi, Ni Putu Fiona Dek Pueteri Dewi Suryani Deniariasih, N.W. Devi, Ni Wayan Antika Sri Devita Kusdianingrum Dewa Ayu Swastini Dewi Andayani Farmawati Dwicandra, N.M.O. Dyah Subadrika Warma Dewi Endang Kumolosasi Gede Bayu Surya Ekayana, I Heni Pujiastuti I Gede Ketut Sajinadiyasa I Gusti A. A. Santhi Rahmaryani I Gusti Ayu Agung Septiari I Ketut Juniarta I Ketut Tunas I Made Dira Swantara I Nengah Wirajana I Nyoman Gede Budiana I Wayan Kasa Ida Ayu Gendari Ida Ayu Ratih Dwi Nugraha Putri Ida Bagus Nyoman Putra Dwija Indra Juana Adikara Jennifer Tamara Jennifer Tamara Kadek Ratna Sari Dewi Kadek Widya Yuli Hartati Ketut Ratnayani Ketut Widyani Astuti Liangky Syane S Luh Vida Sasmitha Luk Ketut Budi Maitriani M. A. Pratiwi Made Dharmesti Wijaya Made Rai Dwitya Wiradiputra Marfu'ah, Nurul Marlia Singgih Wibowo Mirawati N.K.W. Ni Kadek Ari Cipta Pratiwi Ni Kadek Ariani Ni Ketut Sri Anggreni Ni Komang Sasi Ani Ni Made Febrianti Ni Made Yustikarini Ni Nyoman Pradnya Utari Ni Putu Ariantari Ni Putu Intan Satya Dewi Ni Putu Monica Rosdiana Dewi Paramitha Ni Wayan Sukma Pramitha Sari1 Osamu Iitsuka Pradnyaniti, D.G Putri, Ni Kadek Sri Adnyani Alit Putu Ayu Indrayathi Putu Lita Astriani Rasmaya Niruri Ratna Sari Dewi, Kadek Rini Noviyani Sang Ayu Putu Chika Iswari Anjani Saputra, Gusti Nyoman Oka Sari Dewi, Kadek Ratna Sudarma, I Wayan Ari Syamsul Arifin Tasya Pramiswari Tirtawati, Ni Putu Ayu Wijayakusuma, I Gusti Ngurah Lanang Yayanasri Yustiantara, Putu Sanna