Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Kemampuan Regulasi Emosi Siswa Melalui Konseling Kelompok Dengan Teknik Coping di SMK Sakti Gemolong Nur Afifah Hilmy; Muya Barida; Niken Susilowati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.17 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5903

Abstract

Tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas yang berfokus dalam layanan Bimbingan dan Konseling atau PTBK ini adalah upaya meningkatkan kemampuan regulasi emosi siswa melalui konseling kelompok dengan teknik Coping di SMK Sakti Gemolong. Penelitian ini berawal dari keprihatinan peneliti melihat masih banyak siswa yang masih kurang dalam mengontrol emosi. Dikuatkan berdasarkan penyebaran angket kebutuhan peserta didik yang hasilnya diketahui masalah regulasi pada siswa tergolong tinggi, yaitu mencapai 69,7%. Artinya masalah ini masuk kategori hambatan yang perlu segera ditemukan solusinya. Kemudian, berbagai cara diusahakan untuk membantu mencari solusi yang efektif dan dapat diterima oleh para siswa sekarang. Peneliti berupaya membantu para siswa ini membentuk regulasi emosi dalam diri agar mampu memenuhi salah satu tugas perkembangannya, yaitu mencapai kemandirian emosi. Sehingga kedepannya para siswa ini bisa melanjutkan tugas perkembangan dengan maksimal dan tanpa hambatan. Karena itu, peneliti memberikan opsi teknik konseling yang bisa membantu siswa untuk membentuk regulasi emosi, yakni menggunakan teknik coping dari konseling kognitif-behavior. Teknik ini merupakan salah satu teknik konseling yang prosesnya melibatkan aktivitas kognisi dan perilaku. Penelitian yang menguatkan salah satunya penelitian yang sudah dilakukan oleh Bettis dkk (2017), mengenai strategi coping merupakan salah satu strategi konseling yang bisa digunakan untuk mengurangi penekanan dalam emosi.
Pengaruh Layanan Bimbingan Belajar Terhadap Sikap Kebiasaan Belajar Yang Baik Bagi Peserta Didik Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Tolitoli Diaz Gathan Ansrangi; Niken Susilowati; Muya Barida
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.361 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.5916

Abstract

Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah meningkatkan sikap kebiasaan belajar yang baik pada siswa. Tujuan utama penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh bimbingan belajar terhadap peningkatan sikap kebiasaan belajar yang baik pada siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Alat pengumpulan data menggunakan angket kebiasan belajar, dan dokumentasi. Sampel penelitian ini berjumlah 20 siswa. Data diolah dan dianalisis secara deskriptif dan inferensial. Pengujian hipotesis dilakukan melalui analisis statistik menggunakan rumus Wilcoxon Sign Rank Test pada taraf kepercayaan 95% ( =0,05). ). Hasil analisis deskriptif sesudah mengikuti layanan bimbingan belajar bahwa 10% siswa memiliki sikap kebiasaan belajar yang baik klafikasi sangat tinggi, 75% siswa memiliki sikap kebiasaan belajar yang baik klafikasi tinggi. Hasil analisis inferensial uji Wilcoxon Sign Rank Test memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 > 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan ada pengaruh layanan bimbingan belajar terhadap peningkatan sikap kebiasaan belajar yang baik bagi peserta didik siswa kelas VIII A di SMP Negeri 3 Tolitoli
Upaya Meningkatkan Identitas Vokasional Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Experiential Learning Pada Siswa Kelas XII SMK Negeri 1 Gombong Mei Rosita Sari; Muya Barida; Niken Susilowati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.365 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i4.6064

Abstract

Hasil AKPD sebanyak 35 peserta didik menunjukkan bahwa 31 peserta didik atau 88,6% memilih poin pernyataan “Cita-cita atau rencana karir saya masih selalu berubah-rubah”. Hasil tersebut menunjukkan bahwa identitas vokasional peserta didik masih sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan idenitas vokasional peserta didik menggunakan layanan bimbingan kelompok dengan experiential learning pada peserta didik kelas XII SMK Negeri 1 Gombong. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas. Sampel terdiri dari 8 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada identitas vokasional peserta didik yang dibuktikan dengan hasil pretest 0% kategori tinggi, kemudian pada siklus I meningkat menjadi 25%, dan dilanjutkan pada siklus II menjadi 87,5%.
Upaya Mengurangi Nomophobia Melalui Layanan Konseling Kelompok Pendekatan Realita Siswa Kelas 8 SMP Negeri 3 Petarukan Anindita Dwi Kusti Aprilia; Muya Barida; Niken Susilowati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6623

Abstract

kelas 8I melalui konseling kelompok pendekatan realita. Populasi dalam penelitian ini adalah 31 siswa kelas 8I SMP N 3 Petarukan di Kabupaten Pemalang. Nomophobia siswa kelas 8I termasuk dalam kategori tinggi. Namun dari 16 siswa yang termasuk kategori tinggi, peneliti hanya mengambil 8 siswa untuk dijadikan sample penelitian. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala nomophobia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nomophobia dapat dikurangi dengan konseling realita. Hal ini dibuktikan dari 8 siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok realita pada siklus I terdapat 5 siswa yang mengalami penurunan dari kategori tinggi ke kategori sedang pada perilaku nomophobia. Artinya 62,5% siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok realita pada siklus I berhasil menurunkan nomophobia, sedangkan pada siklus II dari 8 siswa yang mengikuti layanan konseling kelompok terdapat 7 siswa yang mengalami penurunan dari kategori tinggi menjadi kategori rendah. Artinya 87,5% siswa yang mengikuti konseling kelompok pada siklus II berhasil menurunkan nomophobia. Berdasarkan hasil tersebut, peneliti menganggap konseling kelompok realita sebagai salah satu pendekatan yang efektif dalam menurunkan nomophobia siswa.
Upaya Mengurangi Gadget Addiction Melalui Konseling Kelompok Pendekatan Solution Focus Brief Counseling Pada Siswa Kelas VIII SMP 4 Pangkalpinang Annisa Dwi Rahmadesti; Muya Barida; Niken Susilowati
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6709

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK). Penelitian tindakan pada hakikatnya merupakan rangkaian “riset-tindakan” yang dilakukan dalam rangkaian guna memecahkan masalah. Penelitian ini mengkaji masalah gadget addiction peserta didik yang masih tinggi. Selanjutnya diberikan tindakan berupa penerapan layanan konseling kelompok pendekatan Solution Focus Brief Counseling (SFBC). Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 4 Pangkalpinang. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII G yang berjumlah 30 siswa mengalami masalah terkait kecanduan gadget. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu diperoleh peningkatan keberhasilan yang signifikan, dengan hasil siklus I: 50 %, siklus II: 88%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan konseling kelompok pendekatan Solution Focus Brief Counseling (SFBC) dalam upaya mengurangi gadget addiction peserta didik kelas VIII D SMP Negeri 4 Pangkalpinang terdapat adanya pengurangan gadget addiction peserta didik
Efektivitas Layanan Bimbingan Klasikal dengan Teknik Modeling Simbolik Dalam Meningkatkan Self Efficacy Karir Siswa SMA Negeri 1 Rumbio Jaya Ilham Muharam; Niken Susilowati; Muya Barida
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 5 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpdk.v4i5.6908

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen dengan pola the one group pre test dan post test design. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gambaran self efficacy karir siswa sebelum diberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik, mendeskripsikan gambaran self efficacy karir siswa sesudah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik, mengetahui apakah layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik efektif meningkatkan self efficacy karir siswa SMAN 1 Rumbio Jaya. Penelitian ini dilakukan terhadap siswa SMAN 1 Rumbio Jaya Tahun pelajaran 2022/2023 dengan populasi sebanyak 136 siswa. Subjek penelitian ini adalah 33 orang siswa yang merupakan penelitian sampel dengan mengambil sebagian dari populasi sebagai subjek penelitian. Uji validitas menggunakan SPSS 21.0 for windows. Adapun untuk analisis data, peneliti menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa self efficacy karir siswa sebelum diberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik berada dikategori sedang dengan rata-rata 68,57 dan setelah diberikan layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik mengalami peningkatan tinggi dengan rata-rata 89,57, maka dapat dikatakan adanya perbedaaan pre test dan post test. Jadi dapat disimpulkan layanan bimbingan klasikal dengan teknik modeling simbolik efektif meningkatkan self efficacy karir siswa yang dilihat dari analisis data bahwa > 71,411>2,00 sehingga Ho ditolak.
Pelatihan Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi: Upaya Mendukung Kebijakan Education For All Muya Barida; Dian Ari Widyastuti
Bagimu Negeri Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v3i1.785

Abstract

The development of the inclusive education system in schools programmed by the Government demands changes in teacher competencies in identifying students including special need children (SNC). In fact, the teacher's ability to identify SNC is still minimal. Therefore, planned training was carried out regarding the identification of SNC. The implementation of this training can improve the ability of teachers to identify special need children. This can be known based on the values of the pretest and posttest. At the pretest the average value was 62, while at the posttest the average score was 79, it can be concluded that the training for identifying children with special needs is still very necessary for all teachers in Indonesia.
 KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK DIALECTICAL BEHAVIOR THERAPY UNTUK MENINGKATKAN SOCIAL WELLNESS SISWA SMP  muya barida
Psikodidaktika Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Psikodidaktika
Publisher : Guidance and counseling the university of Prof. Dr. Hazairin. SH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32663/psikodidaktika.v11i1.5403

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji sejauh mana konseling kelompok dengan pendekatan Dialectical Behavior Therapy (DBT) efektif dalam meningkatkan social wellness pada siswa SMP. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre – eksperimen one group pretets-posttest. Subjek penelitian berjumlah lima siswa (n=5) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Proses pengumpulan data menggunakan skala social wellness untuk mengukur tingkat social wellness siswa. Efektivitas konseling kelompok Dialectical Behavior Therapy dalam meningkatkan social wellness siswa dapat dilihat dari perbedaan hasil uji sample t-test dengan nilai sig. 0,03 lebih kecil dari 0,05 (0,03 < 0,05). Perbedaan nilai rata – rata sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata – rata dari 53 pada pretest menjadi 57 pada posttets (57 > 53). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa konseling kelompok Dialectical Behavior Therapy (DBT) efektif.
Enhancing Student Emotional Intelligence with Ludo Emosi: An Effective Experiential Learning Model for Group Guidance Fauziah Fauziah; Siti Partini Suardiman; Dody Hartanto; Akhmad Fajar Prasetya; Alif Muarifah; Wahyu Nanda Eka Saputra; Muya Barida; Agus Ria Kumara
Journal of Education and Counseling (JECO) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Ma'soem University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Low emotional intelligence is a significant problem that hinders the social and academic development of high school students, where conventional guidance methods often fail to engage students effectively. This study aims to evaluate the effectiveness of an innovative group guidance intervention model that uses the Ludo Emosi game media in the Experiential Learning framework to improve students' emotional intelligence. This study used a pre-experimental, one-group pretest-posttest design involving eight 11th-grade students with low to moderate levels of emotional intelligence. The intervention was carried out in three structured sessions following Kolb's learning cycle, namely concrete experience, reflective observation, abstract conceptualization, and active experimentation. The results showed a statistically significant increase in participants' emotional intelligence scores from before (pretest, M=19.12) to after (posttest, M=51.75), as evidenced by the Paired Samples t-test (t(7) = -15.76, p < 0.001). Furthermore, the N-Gain Score analysis produced a value of 0.80, indicating that the intervention had a practical effectiveness level classified as “High.” These findings demonstrate that a game-based experiential learning approach can effectively improve students' emotional skills and provide a practical, validated intervention model for guidance and counseling teachers.
Literature Review: Implementation of Digital Comics-Assisted Peace Guidance to Prevent Bullying in High School Students Maulana Ichsan Kurniawan; Wahyu Nanda Eka Saputra; Irvan Budhi Handaka; Muya Barida; Alif Muarifah
EMPATI: Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/empati.v12i2.82

Abstract

This study aims to examine the implementation of digital comic-assisted peace guidance in preventing bullying among high school students. The method used is a literature study with a qualitative approach. Data was collected through a review of scientific articles and books from 2014 to 2025 relevant to the keywords peace, comics, violence, and bullying. The results of the study show that peace guidance with a group guidance model using discussion strategies, role play, and visual media such as film and photography are effective in shaping students' peaceful mindset. Digital comics that contain peace values based on local culture, religion, and inspirational figures, both fiction and non-fiction, have proven to be able to be an educational medium that strengthens students' understanding of the importance of peace and reduces the tendency to violent behavior. This study recommends the use of digital comics as an innovative medium in guidance and counseling services in schools to create a safe and bullying-free learning environment.