Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Implementasi Coretax Sebagai Administrasi Perpajakan Di Sektor Perkebunan Kelapa Sawit Agus Wijayanto; Elok Heniwati; Khristina Yunita; Nina F Dosinta
Jurnal Akuntansi Manajerial Vol 10, No 2 (2025): Journal Akuntansi Manajerial
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jam.v10i2.8797

Abstract

Penelitian ini menganalisis implementasi Core Tax Administration System (CoreTax) sebagai instrumen administrasi perpajakan pada sektor perkebunan kelapa sawit yang memiliki kompleksitas fiskal tinggi. Dengan pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Manajer Keuangan, Staf Akuntansi serta analisis laporan keuangan dan dokumen perpajakan perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi CoreTax berada pada tahap transisi dimana sebagian kewajiban perpajakan seperti PPN, PPh Badan dan withholding tax telah terintegrasi, namun masih terdapat proses paralel dengan sistem manual. Hambatan utama yang teridentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur teknologi di wilayah Perkebunan kelapa sawit, rendahnya literasi digital pegawai akuntansi serta gangguan sistem yang mengakibatkan keterlambatan pelaporan. Perusahaan merespons hambatan tersebut melalui strategi adaptasi bertahap termasuk pelatihan internal, pendampingan konsultan pajak dan penerapan pencatatan ganda. Meskipun menghadapi kendala, penerapan CoreTax memberikan manfaat signifikan berupa peningkatan efisiensi waktu, akurasi pelaporan fiskal serta transparansi administrasi perpajakan. Temuan ini menegaskan bahwa digitalisasi perpajakan bukan sekadar perubahan teknis, melainkan proses sosio-teknis yang membutuhkan kesiapan organisasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. Secara akademis penelitian ini memperkaya literatur akuntansi perpajakan dengan perspektif sektoral pada industri kelapa sawit, sedangkan secara praktis hasilnya memberikan rekomendasi bagi perusahaan dan pembuat kebijakan dalam mengoptimalkan pemanfaatan CoreTax untuk meningkatkan kepatuhan dan efektivitas administrasi fiskal di Indonesia.
Profil Motivasi di Pembelajaran Bahasa Kedua (L2): Menjelajahi Interaksi Motivasi Intrinsik dan Ekstrinsik: Studi Kasus di Salah Satu Madrasah Diniyah di Surakarta. Anita A. Cahyanti; Malikatul Laila; Agus Wijayanto
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol 2 No 2 (2024): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Juli-Desember 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/w957cz32

Abstract

This study investigates and explores the multifaceted interplay between the intrinsic and extrinsic motivations in second language learning (L2) contexts among senior Islamic high school students (MA) learning English as a foreign language in one Islamic Boarding School in Surakarta. Since student achievement is correlated with motivation, it is important in an educational setting. This study employs a qualitative methodology, allowing the researcher to use interviews and observation as two methods of gathering data. Intrinsic motivation among high school students in English language learning and comprehension is the crucial thing although extrinsic motivation has an influence on learning English. Factors influencing intrinsic motivation included are related to their understanding that English is crucial for achieving higher educational goals and their desire to apply English in daily conversations, enjoyment of learning experiences, positive, and supportive classroom environment. Although extrinsic motivation is also essential for students to appreciate their personal growth gaining proficiency in English helps one find an acceptable employment opportunity, importance of good grades in exams, and the Language Task Force (SATGAS BAHASA) also plays a significant role as an extrinsic motivator for both students and the institution in one of Islamic modern boarding school. A balanced interplay between intrinsic and extrinsic motivation is complex but is essential for successful language learning. Extrinsic rewards can initially boost motivation, but intrinsic interest sustains long-term commitment in second language learning.