Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Upaya Meningkatkan Perkembangan Agama dan Moral dalam Kegiatan Solat Dhuha Berjemaah Dewi Pusparini; Syilvana Rohmawati Dewi; Nur Aini; Ifrohatul Hasanah; Nurul Fitriyah; Sulistyawati
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v6i2.19571

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan perkembangan agama dan moral anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan salat Dhuha berjemaah dengan pendekatan kreatif di TK Usman Al Farsy. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus pada 22 anak. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif berdasarkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada aspek kognitif (55% menjadi 82%), afektif (64% menjadi 91%), dan psikomotorik (68% menjadi 77%) setelah pelaksanaan kegiatan salat Dhuha berjemaah secara rutin dan kreatif. Dengan demikian, kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan perkembangan agama dan moral anak usia dini, khususnya pada ketiga aspek tersebut di TK Usman Al Farsy.
Implementation of Group Picture Guessing Learning Method to Improve Children's Language Skills Dewi Pusparini; Hotimatul Hosna; Mediyana
Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/service.v2i1.18

Abstract

This study aims to describe the implementation of the method of learning language skills in children in group guessing games through group guessing games in improving children's language skills at PAUD An-Nawawi, Larangan Slampar Village, Tlanakan District, Pamekasan Regency. The background of this study is the importance of developing language skills at an early age as a basis for the subsequent learning process in the development of their language skills. The method used in this study is a qualitative approach with a type that is implemented in two cycles. Each cycle consists of the planning, implementation, observation, and reflection stages. The subjects in this study were children in group A at PAUD An-Nawawi totaling 15 children. The results of the study showed that the application of the method of learning children's language skills in group guessing games can improve children's language skills, both in terms of the ability to name objects, or animals to compose simple sentences, and in children's courage to speak in front of peers. This increase is shown through the results of observations that show a significant increase in aspects of language development after the method was implemented. Thus, it can be concluded that group guessing games are an effective method for improving the language skills of early childhood.  
Implementation of Dakon Game in Stimulating the Development of Numeracy Literacy in Children Aged 5-6 Years at RA At-Thohiriyah Qurrotul Uyun; Siti Farida; Dewi Pusparini
Public Service: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : Penerbit Hellow Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61166/service.v2i1.19

Abstract

This study aims to explore how the traditional game dakon can support the development of numeracy literacy in children aged 5–6 years at RA At-Thohiriyah. Numeracy literacy refers to the ability to understand numbers, count, and think logically in simple ways—skills that should be developed from an early age. The research used a descriptive qualitative method with observation, interviews, and documentation. The subjects were children aged 5–6 years. Initially, only a few children showed progress in numeracy. After using dakon with various number and pattern-related activities, more children showed improvement. The results show that dakon is a fun and engaging tool to stimulate numeracy skills. It encourages children to be more active and interested in learning because it matches their developmental stage. The use of dakon effectively improves young children's numeracy literacy and can be an enjoyable alternative learning tool.
Movement and Song as a Multisensory Strategy to Enhance Hadith Memorization in Early Childhood Pusparini, Dewi; Musayyadah, Musayyadah; Ismaiyah , Nurul; Fitriyah, Nurul
JURNAL PENDIDIKAN USIA DINI Vol 20 No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Usia Dini Volume 20 Number 1 April 2026
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jpud.v20i1.55196

Abstract

Hadith memorization in early childhood education is still largely dominated by repetitive and teacher-centered instructional practices that limit children’s engagement and holistic learning development. Although previous studies have reported positive effects of movement-based or song-based strategies, most investigations have examined these approaches separately. Empirical evidence that integrates movement and song as a unified multisensory instructional strategy in early childhood hadith learning remains limited, indicating the need for further investigation. This study aims to examine the effectiveness of integrating movement and song as a multisensory strategy in enhancing early childhood hadith memorization across cognitive, affective, and psychomotor domains. A Classroom Action Research design was employed involving 22 children aged 4–5 years and conducted over two instructional cycles. The learning intervention integrated simple body movements and rhythmic songs aligned with the meaning and sequence of selected short hadiths. Data were collected through structured observation sheets assessing memorization accuracy, learning engagement, and movement coordination, and analyzed using percentage-based achievement indicators supported by descriptive qualitative analysis. The results indicate consistent improvement across all domains. Cognitive achievement increased from 23% to 77%, affective engagement improved from 68% to 86%, and psychomotor performance increased from 64% to 82%. The novelty of this study lies in its empirical evidence that the integration of movement and song functions as a coherent multisensory pedagogical framework rather than as separate instructional techniques, offering a developmentally appropriate alternative to conventional rote memorization practices in early childhood Islamic education.
Implementasi Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Karakter dalam Pembelajaran Anak Usia Dini Dewi Pusparini; Barrotul Kamilia; Maulida Hidayati; Lin Istianah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8220

Abstract

Pembelajaran anak usia dini memerlukan pendekatan yang tidak hanya mengembangkan aspek kognitif, tetapi juga mengintegrasikan pendidikan karakter secara bermakna dalam aktivitas sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan media pembelajaran interaktif berbasis kegiatan bermain clay dalam mendukung penguatan karakter anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi pembelajaran, wawancara dengan kepala sekolah dan guru, serta telaah dokumentasi perencanaan, pelaksanaan, dan hasil karya anak. Data dianalisis secara tematik melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain clay mampu meningkatkan keterlibatan aktif anak, mengembangkan kreativitas dan keterampilan motorik halus, serta memfasilitasi internalisasi nilai tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, kesabaran, dan ketekunan melalui pembiasaan dan keteladanan guru. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi sistematis nilai karakter dalam penggunaan clay sebagai media interaktif, bukan sekadar sebagai sarana stimulasi motorik atau kreativitas. Temuan ini memberikan implikasi bahwa media berbasis aktivitas konkret dapat menjadi strategi efektif dalam memperkuat pendidikan karakter di PAUD.
Implementasi Permainan Ular Tangga Berbasis Experiential Learning dalam Pembentukan Karakter Sabar Anak Usia 5–6 Tahun di Raudhatul Athfal Ulfatun Nisa; Dewi Pusparini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8362

Abstract

Permainan ular tangga dipilih sebagai salah satu metode karena selain sederhana, juga menyenangkan dan fleksibel untuk dimodifikasi. Permainan ini mampu menstimulasi kerja otak kiri dan kanan, mendorong anak untuk berinteraksi, serta membiasakan mereka untuk menunggu giliran dengan sabar. Penelitian ini bertujuan Menganalisis efektivitas permainan ular tangga dalam menumbuhkan sikap sabar pada anak usia 5-6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian meliputi anak kelompok B, guru kelas, dan kepala sekolah di RA Nurul Hikmah Lenteng Proppo Pamekasan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan catatan, serta dianalisis menggunakan model interaktif Miles & Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi permainan ular tangga di RA Nurul Hikmah Lenteng secara signifikan mampu membentuk karakter sabar pada anak usia 5–6 tahun. Keberhasilan ini didasarkan pada proses pembelajaran experiential learning, di mana anak tidak sekadar menerima instruksi verbal, tetapi mengalami langsung proses pengolahan emosi melalui media bermain yang konkret. Penelitian ini menegaskan bahwa media permainan tradisional yang dimodifikasi secara edukatif memiliki potensi besar sebagai sarana stimulasi perkembangan afektif sekaligus sebagai media penanaman nilai karakter yang kuat di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Implementasi Kegiatan Seni Lukis Kering dalam Pembentukan Kerakter Anak Usia Dini Fariqotul Mahtubah; Dewi Pusparini
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8380

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan seni lukis dalam pembentukan karakter anak usia dini di TK PKK Melati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek anak usia 4–6 tahun dan guru kelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan seni lukis yang dilaksanakan melalui tahapan pembelajaran terstruktur mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti kemandirian, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan percaya diri. Anak menunjukkan partisipasi aktif serta mampu mengekspresikan ide dan perasaan melalui kegiatan melukis. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana dan pendekatan pembelajaran yang cenderung bersifat instruksional. Kesimpulannya, kegiatan seni lukis merupakan metode pembelajaran yang efektif untuk mendukung perkembangan karakter anak usia dini secara holistik.
Internalisasi Karakter Tanggung Jawab Anak Usia Dini Melalui Pembiasaan Kegiatan Harian di TK Plus Usman Al- Farsy Dewi Pusparini; Ismatud Diniyah; Wardatul Hamro’; Nawal Widad Ramadani; Lin Istianah
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.23979

Abstract

The most effective way for schools to foster early childhood character development is through habituation activities, which represent the initial stage in shaping children’s character. Children’s perceptions and behaviors can develop and change through continuous stimulation. This study aims to examine how habituation activities support the internalization of children’s character. The research employed a descriptive qualitative method involving 25 group B students at TK Plus Usman Al-Farsy, along with one principal and one assistant teacher as supporting informants. The study was conducted during the first semester of 2025 and lasted for one month. Data were collected through documentation, interviews, and observations, and were analyzed using the Miles and Huberman interactive model. The findings indicate that character internalization was fostered through habitual practices such as cleaning up toys, storing personal belongings, and lining up before and after activities. Consistent implementation, parental support, and teacher role modeling were key contributing factors. This study provides a comprehensive understanding of the processes, stages, and components influencing the successful internalization of responsibility character in early childhood education institutions.
Peningkatan Fisik Motorik dan Stmulus Anak Usa 4-5 Tahun melalui Permainan Boxlus Herlina Hadiyati Safariyah; Dewi Pusparini; Musayyadah Musayyadah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i1.7487

Abstract

Masih banyak anak usia dini yang mengalami hambatan dalam perkembangan motorik halus akibat kurangnya stimulasi yang tepat dan terbatasnya penggunaan media pembelajaran yang sesuai di lingkungan PAUD. Salah satu upaya inovatif untuk mengatasi masalah ini adalah melalui penggunaan Alat Permainan Edukatif (APE) Boxlus. Boxlus merupakan media bermain yang dirancang untuk menstimulasi keterampilan motorik halus anak melalui berbagai permainan seperti memasang kancing, meronce, serta menebali garis putus-putus. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas alat permainan edukatif Boxlus dalam meningkatkan perkembangan fisik motorik dan stimulasi anak usia 4-5 tahun di TK Aisyiyah Bustanul Athfal 2 Waru.  Penelitian ini menggunakan metode tindakan kelas dengan fokus pada pengembangan kemampuan motorik halus anak melalui alat permainan edukatif Boxlus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatkan perkembangan fisik motorik anak usia 4-5 tahun dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi guru, orang tua, dan lembaga TK dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, dan bermakna.
Penggunaan Buku Cerita Bergambar Interaktif untuk Meningkatkan Kemampuan Empati Anak Usia 5–6 Tahun Nur Afifah; Medi Yana; Dewi Pusparini
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2025): Desember
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v6i2.1725

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan buku cerita bergambar dalam meningkatkan kemampuan empati peserta didik usia dini di RA Miftahul Ulum Jarin Pademawu. Kegiatan penelitian dilaksanakan selama satu minggu, 20 Agustus 2025 - 23 September 2025, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak, guru kelas, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan buku cerita bergambar mampu menstimulasi perkembangan empati secara signifikan. Peserta didik menunjukkan peningkatan perilaku sosial positif seperti berbagi, membantu teman, dan menanggapi perasaan tokoh dalam cerita dengan ekspresi emosional yang sesuai. Guru berperan penting dalam memberikan bimbingan reflektif dan mengaitkan nilai-nilai dalam cerita dengan pengalaman sehari-hari anak. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi aktivitas refleksi terarah dalam kegiatan membaca cerita yang dirancang untuk menguatkan empati melalui pengalaman emosional dan sosial langsung. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa buku cerita bergambar dapat dijadikan sebagai media strategis dalam pembelajaran berbasis karakter, khususnya untuk menanamkan nilai empati di lingkungan PAUD.