Claim Missing Document
Check
Articles

INNOVATION AND CREATIVITY IN GAMELAN MANDOLIN Mawan, I Gede; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
Proceeding Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference Vol. 4 (2024): Proceedings Bali-Bhuwana Waskita: Global Art Creativity Conference
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31091/bbwp.v4i1.586

Abstract

Gamelan Mandolin is a type of traditional Balinese music that is played by plucking. The Mandolin gamelan, which is thought to have originated from China, is still preserved by the people of Pupuan Village, Tabanan. One form of application of creativity and innovation in the world of music is in the development of the mandolin gamelan. Gamelan mandolin is a form of musical experiment that combines Balinese gamelan instruments with the mandolin, a musical instrument originating from China. In the creation process, the mandolin gamelan presents new challenges in terms of playing techniques, harmony and timbre which are different from gamelan in general. This article aims to examine the creativity of musicians in designing and processing gamelan mandolin instruments, as well as how these innovations have had an impact on the development of traditional and contemporary Balinese music. Using a composition and performance analysis approach, this research shows that the mandolin gamelan is not just a musical experiment, but also a means of enriching the Indonesian musical repertoire through mixing different cultural elements. Through creativity and innovation in the development of the mandolin gamelan, space is created for the evolution of traditional music that remains relevant amidst global musical developments.
Study of The Implementation of the Regional Art Lovers Community Program at SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan Dewi, Ni Putu Rahayu Mas Ruscita; Karja, I Wayan; Mawan, I Gede
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 4 No. 2 (2025): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v4i2.5673

Abstract

The background of this research stems from the importance of arts education as a foundation for developing children's emotional and social intelligence amid the challenges of globalization. Arts education not only serves as a vehicle for artistic expression but also as an effective medium for instilling values such as character, cooperation, empathy, and love for local and national culture. In the context of formal education, art is an important instrument for building children's adaptive, creative, and cultured personalities. This study aims to examine in depth the implementation of the Regional Art Lovers Community Program (Kopi Sianida) at SMP Negeri 1 Pupuan Tabanan and analyze its impact on students emotional and social development. The study employs a descriptive qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation techniques. Analysis is conducted comprehensively to identify patterns of the program's impact on students, including emotional, social, and cultural preservation aspects. The research findings indicate that the Kopi Sianida program significantly enhances students artistic skills, communication, cooperation, discipline, and emotional management. Art activities based on local wisdom, such as dance, music, and dharma gita, not only strengthen cultural identity but also shape the character of the younger generation to be virtuous and resilient in facing the dynamics of the times. This program serves as a relevant and applicable model for art education that can be implemented in other schools.
EFEKTIVITAS METODE DRILL DALAM PEMBELAJARAN BERNYANYI PADUAN SUARA DI SMP NEGERI 2 DENPASAR Uttama, Putu Gde Chaksu Raditya; Ardini, Ni Wayan; Mawan, I Gede
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Public
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.42203

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya pembelajaran seni musik, khususnya pembelajaran bernyanyi paduan suara. Lagu Mars dan Hymne menjadi materi yang esensial karena berfungsi sebagai media pembentukan karakter, dan kekompakan vokal. Meskipun demikian, urgensi penelitian ini terletak pada kondisi proses pembelajaran bernyanyi paduan suara di kelas VIII SMP Negeri 2 Denpasar yang masih cenderung bersifat konvensional, kurang terstruktur, dan belum mampu menjamin pemerataan kualitas vokal peserta didik. Kondisi ini berpotensi menghambat pencapaian tujuan pembelajaran paduan suara sehingga diterapkan metode drill, yang menekankan latihan terarah, dan konsistensi latihan untuk meningkatkan kualitas suara kelompok. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan implementasi metode drill dalam pembelajaran bernyanyi paduan suara, (2) menguji efektivitas metode drill terhadap peningkatan keterampilan vokal peserta didik, dan (3) mengidentifikasi faktor pendukung serta penghambat dalam penerapannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods, dengan data kualitatif untuk menggambarkan proses pembelajaran dan data kuantitatif untuk mengukur peningkatan keterampilan bernyanyi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode drill efektif dalam meningkatkan keterampilan bernyanyi paduan suara. Rata-rata nilai peserta didik meningkat dari 71,46 pada pre-test menjadi 83,58 pada post-test, dengan hasil uji-t menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05) yang berarti terdapat peningkatan yang nyata pada kualitas bernyanyi paduan suara setelah penerapan drill. Selain itu, penerapan metode drill juga berdampak positif terhadap kekompakan kelompok berdasarkan pengorganisasian peserta didik melalui empat formasi vokal yakni sopran, alto, tenor, dan bass untuk memaksimalkan penyeragaman warna suara. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi guru seni budaya dalam mengembangkan strategi pembelajaran paduan suara yang lebih efektif serta menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan di bidang pendidikan seni musik.
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso Dafid Septyan Nur Fadholi; Ni Luh Sustiawati; I Gede Mawan
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna.