Claim Missing Document
Check
Articles

Gamelan Palegongan Desa Adat Pemogan Kajian Organologi, Musikalitas, dan Fungsi Baskara, I Gede Teguh Jati; Sudirga , I Komang; Mawan , I Gede
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v5i2.2824

Abstract

Seni karawitan Bali memiliki peran penting dalam kehidupan religius dan sosial masyarakat Bali. Gamelan Palegongan, yang awalnya diciptakan sebagai pengiring tari Legong Keraton, mengalami pergeseran fungsi signifikan seiring perubahan zaman. Kini, Palegongan lebih banyak digunakan dalam pelawatan seperti Telek, Barong, dan Rangda. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Gamelan Palegongan di Desa Adat Pemogan secara mendalam melalui tiga aspek utama: organologi, musikalitas, dan fungsi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, serta studi pustaka. Melalui pendekatan etnomusikologis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran holistik tentang bagaimana Gamelan Palegongan diposisikan dalam struktur budaya masyarakat Pemogan saat ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gamelan Palegongan di Desa Adat Pemogan memiliki organologis dengan struktur laras pelog lima nada. Secara musikal, terdapat teknik permainan yang mengedepankan estetika meditatif. Namun secara fungsional, gamelan ini mulai tersisih oleh jenis barungan lain yang dianggap lebih “sakral” dan energik oleh masyarakat. Temuan ini mempertegas perlunya strategi pelestarian yang tidak hanya bersifat dokumentatif, tetapi juga adaptif terhadap dinamika sosial dan spiritual masyarakat Bali.
Tabuh Pat Lelambatan Pari Anom in the Karawitan Composition and Its Psychological Influence on Gamelan Players Yoga, I Nyoman Wiradarma; Yudarta, I Gede; Mawan, I Gede
Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Creativity and Art Management
Publisher : Institut Seni Indonesia Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/jacam.v3i1.3705

Abstract

This study aims to explore Tabuh Pat Lelambatan Pari Anom within the framework of musical composition and the psychological influence on gamelan musicians. Tabuh Lelambatan is a form of musical system that exists in the Gong Gede gamelan in its classical form. As a system, the tabuh of the lelambatan accommodates various types of tabuh, one of which is the Tabuh Pat Lelambatan. In this research, the Tabuh Pat Lelambatan Pari Anom was used as the research subject because this tabuh has fluctuating dynamics in its compositional presentation which results in an influence on the psychology of gamelan players when playing it. This was the background for this research which was then carried out using qualitative methods. The transcription of Tabuh Pat Lelambatan Pari Anom notation was used as a scalpel in detailing the data and interviews were also used as a data collection technique. This tabuh which can reach the realm of psychology is an opportunity to become an additional point in achieving the aim of this research, namely as academic information related to the psychological role of the performance of Tabuh Pat Lelambatan, in this case, Tabuh Pat Lelambatan Pari Anom.
PEMBINAAN GENDING BOPONG GAYA KAYUMAS DENPASAR DI SANGGAR TABUH KEMBANG WARU DENPASAR Ni Putu Hartini; I Nyoman Mariyana; I Gede Mawan
Abdi Seni Vol. 15 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/abdiseni.v15i1.5506

Abstract

This community service activity aims to preserve one of the intangible heritage assets, namely Gending BopongGaya Kayumas Denpasar. Gending Bopong is one of the Petangkilan Gendings in the Balinese Wayang (shadowpuppet) show scene. Recently, there has been a phenomenon that Gending Bopong is rarely presented anymorebecause this game has a long structure, making it difficult to master it. This is why it is feared that this gending willbecome extinct, so coaching is needed regarding mastering drumming skills and practical mastery of the Boponggending material. The methods used are lecture, demonstration, and imitation. This coaching process goes throughseveral stages, namely: (1) socialization, (2) implementation stage, (3) stabilization phase, (4) evaluation stage,and (5) presentation of coaching results. As a result of this service activity, training participants at the SanggarTabuh Kembang Waru were able to enrich their knowledge and skills in drumming Gender Wayang and foster prideand love in the effort to maintain and develop the traditional artistic heritage.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING DALAM PEMBELAJARAN PIANIKA DI SMP NEGERI 2 TEJAKULA, KABUPATEN BULELENG Yasa, I Kadek Eva Merta; Seramasara, I Gusti Ngurah; Mawan, I Gede
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1709

Abstract

Penelitian ini membahas Penerapan Model Pembelajaran Quantum Teaching dalam Pembelajaran Pianika Di SMP Negeri 2 Tejakula, Kabupaten Buleleng. Pianika merupakan salah satu alat musik bertuts yang memiliki wilayah nada 2,5 oktaf yang dimainkan dengan cara ditiup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk, proses, hasil, faktor pendukung, dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran Quantum Teaching dalam pembelajaran pianika. Kajian sumber penelitian ini dengan menggunakan beberapa buku dan skripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah teori belajar, dan teori estetika. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Quantum Teaching yaitu model pembelajaran yang memberikan kesempatan secara nyaman, luas, dan menyenangkan kepada peserta didik untuk berperan aktif dalam proses belajar mengajar. Model pembelajaran Quantum Teaching menggunakan enam tahapan yang dikenal dengan istilah TANDUR, dengan tahapan penelitian yang dilakukan seperti menentukan lokasi penelitian, rancangan penelitian, instrument penelitian, dan jenis sumber data. Selanjutnya teknik pengumpulan data-data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, observasi, dan studi kepustakaan. Selanjutnya teknik analisis data disajikan dengan analisis informal, sedangkan hasil analisis data disajikan dalam betuk skripsi. Hasil penelitian ini yaitu bentuk penerapan model pembelajaran terbagi menjadi 6 tahap, hasil yang diperoleh yaitu pada 8 orang siswa yang diteliti, sebanyak 5 orang mendapat nilai A, dan 3 orang mendapat nilai B. dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan berhasil. Penelitian ini memiliki beberapa faktor pendukung seperti minat siswa, motivasi belajar, guru, dan lingkungan sosial. Selain faktor pendukung terdapat juga beberapa faktor penghambat seperti karakteristik siswa, kebiasaan belajar, sarana, dan cuaca.
PEMBELAJARAN TEKNIK DASAR KENDANG KRUMPUNGAN GAYA PELIATAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DI SANGGAR GAMELAN SULING GITA SEMARA Purwanto, Made Windu Agung; Mawan, I Gede; Putra, I Wayan Diana
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 1 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - Juni 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i1.1716

Abstract

Penelitian ini membahas Pembelajaran Teknik Dasar Kendang Krumpungan Gaya Peliatan Dengan Model Pembelajaran Kooperatif di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Kendang krumpungan gaya Peliatan merupakan salah satu kesenian klasik yang memiliki ciri khas atau karakteristik. Rumusan masalah dalam penelitian mengenai karakteristik permainan kendang krumpungan gaya Peliatan, proses dan hasil pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan serta faktor-faktor pendukung dan penghambat selama proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan karakteristik kendang krumpungan gaya Peliatan, untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan, serta untuk mengatahui dan mendeskripsikan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw di Sanggar Gamelan Suling Gita Semara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu menentukan rancangan penelitian, lokasi penelitian, instrumen penelitian, serta jenis dan sumber data. Selanjutnya pada teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu teknik observasi, wawancara, studi kepustakaan dan dokumentasi. Teknik analisis data disajikan dengan teknik analisis data kualitatif dan hasil analisis data disajikan dalam bentuk naratif berupa skripsi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kendang krumpungan gaya Peliatan memiliki karakteristik yang dapat dikaji melalui bentuk permainan, cara kerja pola permainan, dan sifat permainannya. Proses pembelajaran pada teknik dasar kendang krumpungan gaya Peliatan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw. Adapun 4 tahapan pembelajarannya yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan hasil (performance). Faktor pendukung dan penghambat berasal dari dari faktor internal dan faktor eksternal peserta didik dan lingkungan.
PEMBELAJARAN GAMELAN SELONDING STYLE BEBANDEM DI SANGGAR SARATI SVARA BANJAR PANDE TUNGGAK DESA BEBANDEM Surananggana, Agus; Mawan, I Gede; Putra, I Wayan Diana
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1813

Abstract

Sanggar Sarati Svara merupakan salah satu sanggar seni yang aktif di bidang seni Karawitan Bali khususnya pada gamelan golongan tua seperti gamelan Selonding yang ada di desa Bebandem. Gamelan Selonding merupakan seni musik tradisional yang diperkirakan hidup sejak zaman Bali kuno dan merupakan peninggalan dari kegiatan berkesenian nenek moyang di masa silam dan merupakan salah satu contoh peninggalan dari leluhur. Sanggar Sarati Svara berupaya melestarikan seni budaya Bali dan memperkenalkan kesenian tersebut melalui pembelajaran praktek Gamelan Selonding kepada peserta didik yang dalam hal ini ditunjukkan kepada generasi muda yang masih awam dengan kesenian yang ada di Bali serta menjadikan cambuk semangat dalam mengembangkan potensi intelegensi peserta didik terhadap seni budaya Bali. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tiga aspek, yaitu proses pembelajaran, metode pembelajaran dan faktor pendukung dan penghambat pembelajaran. Pada pengumpulan data mengunakan metode atau teknik penelitian yang meliputi observasi, wawancara, dekumentasi dan studi kepustakaan. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan demikian hasil analisis data akan disajikan dengan cara naratif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa proses pembelajaran Gamelan Selonding syle Bebandem di Sanggar Sarati Svara menggunakan empat tahapan meliputi tahap persiapan (preparatio), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice) dan tahap penampilan (performance). Dalam pendukung dan penghambat dalam pembelajaran Gamelan Selonding syle Bebandem dipengaruhi oleh dua faktor meliputi faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal: tingkat intelegensi peserta didik, emosi, bakat, motivasi. Faktor eksternal: pendidik, lingkungan.
PEMBELAJARAN IRINGAN TARI GABOR STYLE DESA BATUBULAN DI SANGGAR ANGGA NATA BATUBULAN Switrama, I Made Egar; Mawan, I Gede; Putra, I Made Dwi Andika
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 2 No 2 (2022): Pensi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni - September 2022
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v2i2.1820

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, serta bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang sudah dilaksanakan oleh para leluhur dan sangat penting dipelajari untuk generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang membahas tiga aspek yakni, karakteristik iringan tari Gabor, proses pembelajaran serta faktor penghambat dan pendukung dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, menggunakan empat tahapan pembelajaran, yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap pelatihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Metode yang digunakan dalam pembelajaran iringan tari Gabor yaitu, metode ceramah, demonstrasi, latihan bersama teman dan diskusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, yakni adanya faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung internal yang meliputi minat siswa, motivasi belajar, dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor dari guru, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor penghambat, yaitu faktor siswa juga dapat menghambat terjadi proses pembelajaran, dimana siswa membuat peneliti tidak bisa mengatasi melaksanakan proses pembelajaran pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan kurungarya disiplin saat proses belajar mengajar menjadi faktor penghambat dalam penelitian.
PEMBELAJARAN SENI TARI NUSANTARA (TARI TIBA MEKA) DI SANGGAR PARIPURNA BONA GIANYAR Amat, Michelin Gaudilia; Mawan, I Gede; Kandiraras, Tudhy Putri Apyutea
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i1.3160

Abstract

Sanggar Paripurna merupakan salah satu sanggar seni yang ada di Bali. Sanggar Paripurna dengan kemampuan dan kualitasnya telah mengantar mereka sampai pada panggung internasional serta banyak prestasi dalam negeri dimana sanggar ini ikut dalam menjadi bagian dari itu. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk melaksanakan kegiatan program MBKM Asistensi Mengajar pada Sanggar Paripurna. Sanggar ini menjadi tujuan penulis untuk mencari sebuah pengalaman mengajar menjadi seorang pendidik pada satuan pendidikan non formal melalui pembelajaran seni tari nusantara khususnya pada tarian Tiba Meka yang berasal dari daerah Manggarai kepulauan Flores-NTT. Melalui pembelajaran seni tari nusantara, peserta didik akan mengetahui bahwa ternyata ada banyak keberanekaragaman kesenian serta kebudayaan yang ada di ranah Nusantara. Pembelajaran tari nusantara khususnya tari Tiba Meka di Sanggar Paripurna menggunakan metode drill dan metode demonstrasi, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, motivasi, dan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Tahap pembelajaran seni tari Tiba Meka di Sanggar Paripurna menggunakan 4 tahapan, yaitu: tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap latihan (practice), dan tahap penampilan (performance). Hasil dari kegiatan program MBKM Asistensi Mengajar dengan materi Pembelajaran Seni Tari Nusantara (Tari Tiba Meka) di Sanggar Paripurna adalah kemajuan para peserta didik yang pesat didalam proses belajar mengajar yang dipengaruhi oleh metode dan juga model belajar yang diterapkan oleh mahasiswa. Dengan penerapan metode pembelajaran yang dikomparasikan dengan strategi mengajar yang menarik, dapat berguna dalam memperkaya model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik. Sehingga para peserta didik terlihat lebih aktif saat kegiatan pembelajaran berlangsung dan para peserta didik lebih rajin untuk mengembangkan bakat mereka.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK ANSAMBEL PADA SISWA KELAS VII DI SMP SANTO YOSEPH DENPASAR Kaningsi, Skolastika Natalia; Mawan, I Gede; Kusuma, Putu Sandra Devindriati
PENSI : Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/pensi.v4i2.4532

Abstract

Sasaran pokok yang dicapai dalam pelajaran Seni Musik terutama musik ansambel adalah penanaman rasa musikalitas, mengembangkan sikap dan kemampuan berkreasi, menghargai seni, dan meningkatkan kreativitas. Proses pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar sangat baik dan memiliki sarana dan prasarana yang dapat mendukung pembelajaran musik ansambel. Rumusan masalah yang diangkat terkait dengan konsep pembelajaran, tahapan pembelajaran, capaian pembelajaran dan kontribusi pembelajaran musik ansambel pada kelas VII di SMP Santo Yoseph Denpasar. Metode yang digunakan dalam pembelajaran ini yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, metode demonstrasi, dan metode Cooperative Learning Tipe Jigsaw. Hasil menunjukan bahwa pembelajaran musik ansambel di SMP Santo Yoseph Denpasar dibagi menjadi empat tahap yaitu tahap persiapan (preparation), tahap penyampaian (presentation), tahap pelatihan (practice) dan tahap penampilan (performance). Tahap persiapan (preparation) yaitu pendidik mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri atas silabus, modul ajar, dan materi pelajaran. Tahap penyampaian (presentation) yaitu tahapan pemberian materi kepada peserta didik untuk membantu peserta didik mendapatkan materi atau pembelajaran yang baru. Tahap pelatihan (practice) yaitu kegiatan inti dari pembelajaran dimana peserta didik berlatih dalam kelompok kecil. Tahap penampilan (presentation) yaitu tahap akhir dari pembelajaran, dimana peserta didik menampilkan pertunjukan kelompok musik ansambel.
Manajemen Pembelajaran Seni Berbasis Proyek : Studi Kasus Pada Pameran Seni Lukis di SMP Negeri 2 Bondowoso Septyan Nur Fadholi, Dafid; Sustiawati, Ni Luh; Mawan, I Gede
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v6i7.7250

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi manajemen pembelajaran seni berbasis proyek dalam konteks pameran seni lukis di SMP. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru seni budaya dan siswa, serta dokumentasi kegiatan pameran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis proyek dalam seni lukis mampu meningkatkan kreativitas, kerja sama, dan rasa tanggung jawab siswa. Proses pembelajaran melibatkan beberapa tahapan, yaitu perencanaan proyek, pelaksanaan, evaluasi, dan pameran karya seni sebagai produk akhir. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam mengembangkan ide, teknik melukis, dan manajemen waktu. Kegiatan pameran memberikan pengalaman autentik kepada siswa dalam mempresentasikan hasil karya mereka kepada khalayak, sekaligus membangun rasa percaya diri. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, fasilitas, dan anggaran, namun dapat diatasi melalui kolaborasi antara guru, siswa, dan pihak sekolah. Dengan demikian, manajemen pembelajaran seni berbasis proyek efektif dalam mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Studi ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran berbasis proyek pada mata pelajaran seni lainnya untuk mendorong pengalaman belajar yang lebih bermakna.