Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS PADA LEVEL BERBEDA ( 0; 7,5; 15 DAN 22,5 TON/HA) TERHADAP PERTUMBUHAN KEMBALI RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) Yizrael Kamara Praing; I Made Adi Sudarma
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 11: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i11.1294

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi sludge biogas padalevel 0; 7,5; 15; dan 22,5 ton/ha terhadap pertubuhan kembali rumput Odot. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan setiap perlakuan masing – masing memiliki 4 ulangan, dimana dalam setiap ulangan rumput Odot terdiri dari 9 stek/anakan sehingga total 144 unit percobaan. Perlakuan yang di gunakan yakni P0: Rumput Odot tanpa menggunakan pupuk, P1: Rumput Odot dengan menggunakan pupuk bokashi sludge biogas pada level 7,5 ton/ha, P2: Rumput Odot dengan menggunakan pupuk bokashi sludge biogas pada level 15 ton/ha, P3: Rumput Odot dengan menggunakan pupuk bokashi sludge biogas pada level 22,5ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk bokashi sludge biogas pada level yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman dan panjang daun. Pemberian pupuk bokashi sludge biogas dengan level 22,5 ton/ha memberikan pengaruh nyata terhadap produksi berat segar rumput Odot pada pertumbuhan kedua. Disimpulkan bahwa penggunaan pupuk Bokashi hingga 22,5 ton/ha mampu memberikan hasil yang terbaik.
PERTUMBUHAN KEMBALI RUMPUT ODOT YANG DI BERIKAN PUPUK BOKASI SLUDGE BIOGAS DENGAN LEVEL 0, 10 DAN 20 TON/HEKTAR DI KABUPATEN SUMBA TIMUR Ningsihyani Kuku Yowa; I Made Adi Sudarma
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 2 No 11: April 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jip.v2i11.1299

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dari pemberian penggunaan pupuk sludge biogas dengan level 0, 10 dan 20 ton/ha terhadap pertumbuhan kembali rumput Odot. Penelitian ini dilaksanakan di Kelurahan Kawangu Kecamatan Pandawai Kabupaten Sumba Timur. Penelitian ini menggunakan alat dan bahan berupa pupuk sludge biogas, bedengan tanah ukuran 160 x 160 cm, EM4, gula, sekam, dedak, air, parang, linggis, sabit, terpal, pita ukur, timbangan, sekop, karung, ember, alat tulis, pengukur suhu lingkungan dan plat drum. Adapun Rancangan yang di pakai untuk penelitian ini ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan dimana setiap ulangan (bedengan) terdiri dari 9 anakan/stek rumput Odot sehingga total terdapat 108 rumpun tanaman rumput odot. Perlakuan yang diberikan adalah P0 (kontrol/tanpa pupuk), P1 (pupuk sludge biogas dengan dosis 10 ton/ha) dan P2 (pupuk biogas dengan dosis 20 ton/ha). Data dianalisis menggunakan analisis of varians dengan tingkat kepercayaan 95%. Pengukuran tingkat signifikansi antar perlakuan dilakukan dengan uji jarak berganda Duncan menggunakan program SPSS 18.0 for windows. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) pada variabel produksi berat segar dan panjang daun rumput Odot namun tidak terdapat perbedaan nyata pada variabel tinggi tanaman rumput Odot. Disimpulkan bahwa penggunaan pupuk bokashi sludge biogas pada tanaman rumput Odot pada pemberian level 20 ton/ha mampu memberikan hasil terbaik.
PBB, EFISIENSI PAKAN DAN IOFC PADA PENGGEMUKKAN TERNAK ITIK YANG DIBERIKAN RANSUM DENGAN LEVEL KONSENTRAT YANG BERBEDA Suryanta U. Radandima; I Made Adi Sudarma; I. P. Sirappa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 5, No 3 (2022): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i1.4753

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui PBB, efisiensi ransum dan IOFC pada ternak itik yang diberikan ransum dengan level konsetrat yang berbeda dengan masa pemeliharaan 8 minggu. Penelitian dilakukan di Kalu Kelurahan Prailiu- Kec. Kambera dimulai dari bulan Desember 2020 sampai Februari 2021. Penelitian menggunakan itik umur 2 minggu sebanyak 36 ekor ditempatkan dalam kandang 1x1 m dimana masing-masing kandang terdiri dari 3 ekor ternak itik. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah: pakan komersial BR2 100% (P0); pakan komersial BR2 50% + pakan rekayasa penggemukan ternak itik 50% (P1); dan pakan rekayasa penggemukan ternak itik 100% (P2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan rekayasa penggemukan ternak itik (P2) tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan total ternak itik namun memberikan dampak potensi pendapatan efisiesi pakan dan income offer feed cost yang jauh lebih besar. Ransum (P2) dapat dijadikan ransum penggemukan ternak itik dengan pemberian 100% untuk pemeliharaan umur 2-10 minggu.
PENGARUH PUPUK BOKASHI FESES KAMBING DENGAN LEVEL YANG BERBEDA TERHADAP PRODUKTIVITAS RUMPUT RAJA (Pennisetum purpureophoides) Muhammad Safuad; I Made Adi Sudarma; Marselinus Hambakodu
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 5, No 3 (2022): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i1.4914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokasi feses kambing dengan level yang berbeda terhadap produktivitas rumput raja (Pennisetum   purpureophoides). Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan yakni P0= kontrol, P1= pupuk bokasi feses kambing50 g/polybag, P2= pupuk bokasi feses kambing 100 g/polybag,  P3= feses kambing 150 g/polybag dan P4 = feses kambing 200 g/polybag. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, produksi berat segar, produksi berat kering, dan produksi bahan kering. Hasil penelitian menunjukan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah anakan, produksi berat segar, produksi berat kering, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan produksi bahan kering rumput raja (Pennisetum   purpureophoides). Kesimpulan, penggunaan dosis pupuk bokasi feses kambing 200 gram / polybag lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi rumput raja (Pennisetum   purpureophoides).
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN LAMTORO DENGAN LEVEL YANG BERBEDA (0, 250, 500, 750, DAN 1000 GRAM/POLYBAG) PADA TANAMAN LAMTORO TARRAMBA I Made Adi Sudarma; Lukas Lowu Dawa
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i2.7280

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun lamtoro dengan level yang berbeda terhadap pertambahan tinggi tanaman lamtoro, diameter batang lamtoro dan jumlah helai daun lamtoro tarramba. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yaitu dengan 4 perlakuan 5 ulangan, adapun perlakuan P0= tanpa pemberian pupuk bokashi, P1= pemberian pupuk bokashi (250) gram, P2= pemberian pupuk bokashi (500) gram, P3= pemberian pupuk bokashi (750) gram, dan P4= (1000) gram pupuk. Adapun variabel yang di teliti yaitu tinggi tanaman lamtoro, diameter batang lamtoro dan jumlah helai daun majemuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata (P<0,05) pada pertumbuhan awal tanaman lamtoro yang diberikan pupuk bokashi daun lamtoro untuk setiap variabel. Pertumbuhan tanaman lamtoro Tarramba dengan pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun lamtoro pada perlakuan level terbaik P2(500) gram/polybag pada minggu ke 6 dimana ditemukan tinggi tanaman sebesar 48,00 cm, diameter batang 3,4 cm, dan jumlah helai daun 144 helai. Disimpulkan bahwa pemberian pupuk sludge biogas daun lamtoro pada dosis 500 gram/polybag sudah cukup memberikan hasil pertumbuhan awal yang baik bagi tanaman lamtoro tarramba.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASHI SLUDGE BIOGAS DAUN KALIANDRA DENGAN LEVEL YANG BERBEDA (0, 200, 400, 600, DAN 800 GRAM/POLYBAG) PADA PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN LAMTORO TARRAMBA I Made Adi Sudarma; Hendrik Adu Nara
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i2.7281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk bokashi sludge biogas daun kaliandra dengan level yang berbeda 0, 200, 400, 600 dan 800 gram/polybag pada tanaman lamtoro Tarramba (Leucaena Leucacephala cv Tarramba). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 20 unit anakan lamtoro tarramba. Adapun perlakuan yang diberikan yaitu P0 (kontrol) atau tanpa pemberian pupuk, pemberian pupuk P1(200)gram/polybag, pemberian pupuk P2 (400) gram/polybag, pemberian pupuk P3 (600) gram/polybag, pemberian pupuk P4 (800) gram/polybag.  Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, diameter batang, dan jumlah daun (helai). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan nyata (P<0,05) pemberian pupuk dibandingkan tanpa pemberian pupuk pada pertumbuhan awal tanaman lamtoro. Perlakuan level P4 (800) gram memperlihatkan data tertinggi pada minggu ke 10 baik pada tinggi tanaman 84,00cm, diameter batang 5,40 dan jumlah daun 162,33 helai. Disimpulkan bahwa semakin banyak pupuk yang diberikan maka menghasilkan pertumbuhan yang semakin baik.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK BOKASI SLUDGE BIOGAS DAUN GAMAL DENGAN LEVEL BERBEDA (0, 200, 400, 600 DAN 800 GRAM/POLYBAG) PADA PERTUMBUHAN AWAL TANAMAN LAMTORO TARRAMBA I Made Adi Sudarma; Umbu Aron Praimajangi
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Peternakan ( Jurnal Of Animal Science )
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jac.v6i2.7282

Abstract

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA PETERNAKAN SAPI DI DESA PALAKAHEMBI KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR Yohanis Frans Ratu Pada; I Made Adi Sudarma
Jurnal Ilmiah Maju Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Maju Vol.5 No.1 Januari - Juni 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor umur, pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan keluarga dan jumlah kepemilikan terhadap pendapatan usaha ternak sapi di Desa Palakahembi Kecamatan Pandawai. Metode penelitian yang digunanakan adalah metode sensus dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner yang berisi pertanyaan kepada peternak sebanyak 48 responden di Desa Palakahembi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya terdapat 1 faktor yang mempengaruhi pendapatan usaha ternak sapi yaitu factor kepemilikan ternak, sedangkan faktor lainnya seperti umur, pendidikan, pengalaman beternak dan tanggungan keluarga tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pendapatan usaha ternak sapi. Berdasarkan hasil analisis pendapatan, usaha ternak sapi mampu memberikan pendapatan sebesar Rp13.531.458/tahun/peternak dengan rasio B/C sebesar 24,52.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENDAPATAN USAHA TERNAK KAMBING DI DESA PALAKAHEMBI KECAMATAN PANDAWAI KABUPATEN SUMBA TIMUR Riven Afrianto Manafe; I Made Adi Sudarma
Jurnal Ilmiah Maju Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Maju Vol.5 No.1 Januari - Juni 2022
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan peternak kambing di Desa Palakahembi Kecamatan Pandawai. Penelitian ini dilaksanakan dengan cara wawancara langsung dengan responden menggunakan kuesioner yang telah disiapkan. Jumlah responden yang diwawancarai sebanyak 48 peternak yang berasal dari Desa Palakahembi. Peternak kambing di Desa Palakahembi memiliki pendapatan penjualan ternak sebesar Rp 196.680.000 /tahun dari total responden, dimana pendapatan dari masing-masing responden tergantung pada jumlah ternak yang dijual dengan rataan Rp 4.097.500/ tahun/ peternak. Dari faktor-faktor pendapatan peternak yang memberikan pengaruh yang nyata adalah jumlah kepemilikan dan lama beternak sedangkan faktor umur, tingkat pendidikan, dan jumlah tanggungan tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap pendapatan peternak kambing di Desa Palakahembi.
Nilai VFA dan NH3 Rumput Alam Padang Penggembalaan Kecamatan Haharu Kabupaten Sumba Timur Marselinus Hambakodu; Elvis Pati Ranja; Made Adi Sudarma
Jurnal Ilmu Peternakan Terapan Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan Terapan
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/jipt.v5i1.2588

Abstract

This study aims to determine the value of volatile fatty acids (VFA) and ammonia (NH3) of natural grass in grazing fields in vitro. The study used a direct survey method in the field. Natural grass was tested in vitro using Bali cattle rumen fluid. The data obtained were analyzed using descriptive analysis based on the mean and standard deviation. Natural grass consisted of Heteropogon insignis, Bracharia decumbens, Bothriochloa ischaemum. The measurement of the value of VFA uses steam distillation, while the method of measuring the value of NH3 uses Conway micro diffusion. The results showed that Bracharia decumbens grass had a total VFA value of 74.48 mM and an NH3 value of 8.50 mM which was higher than Heteropogon insignis grass (total VFA 65.79 mM and NH3 6.67 mM), and Bothriochloa ischaemum grass (total VFA 60.64 mM and NH3 5.34 mM). The conclusion of this study was based on the value of VFA and NH3, Bracharia decumbens grass was a natural grass that may be cultivated for ruminants.
Co-Authors A. Kaka Abdullah, Muhammad Al- Ihsan Adrianus U. Sugi Agrianto Meharangga Agus Jawa Hamalinda Alberth Nugrahadi Ndun Aldoin Clinton Urland Aloysius Marawali Anderius Remi Andung Andronikus Kahumbu Nggiku Arfandi K. Loyang Aris Umbu Hina Pari Arwati Ata Linda Asmisari Danga Kori Avid, Frita F. A. Babang, Ruth Noti Banju, Gerson N. H. Bertho Nduka Ndapalewa Boku, Melvianus T. Bulu, Lewi Cristensen, Jeri Daniel Dandi Weo Kana Dendris U. Jaya Deniastro Bobo Denisius U. Pati Denisius Umbu Pati Desy Asnath Sitaniapessy Diana A. Djoh Djoh, Diana A. Edeltrudis Milo Watu Edirius Luta Dapakamang Elvis Pati Ranja Firda J. Katehu Frita F. A. Avid Gerson N. H. Banju Gian D. D, Putra H Jawa, Arni Hambakodu, Marselinus Hami, Evan Haru Hamu, Melania Loda Ana Henderiana Belli Hendrik Adu Nara Herdian Katanga Langga I. P. Sirappa Iven Patu Sirappa Iven Patu Sirappa Jaya, Dendris U. Jemis Jaiwu Langu Junesius Opang Maramba Njara Kanjangar, Setiyawan Reku Kareri, Ondri R. Katehu, Firda J. Katrina L. Mbaya Killa, Yonce Melyanus Krispinus Jayance Taso Tawa Kupang, Yuningsih Mura Lambu Emu Lendimbani, Kanserinus Limu, Aldy May Loyang, Arfandi K. Lukas Lowu Dawa Malo, Soningsih Maramba, Marsel U. L. A. Marten U. Nganji Marten Umbu Nganji Marten Umbu Nganji Matias Peli Kadu Amah Maulana Bahasuan Mbaya, Katrina L. Melvianus T. Boku Melvin Ndena Mbani Mercy R. Tawunga Mila, Jintonius Rihi Muhammad Safuad Nanchy Rambu Leki Ndapalewa, Bertho Nduka Nganji, Marten U. Nganji, Marten Umbu Nggau Mila Meha Nggeding, Srilus L. Ngguna, Konda Ningsihyani Kuku Yowa Ondri R. Kareri Ospensius K. Taranau Ospensius K. Taranau Pari, Aris U. H. Pari, Aris Umbu Hina Pati, Denisius U. Putra, Gian D. D, R Hana, Tria R. R. Depawole Rambu Luba Kata Respati Nugrohowardhani Ramu, Meriyana Ata Reni Ratni Dapawole Riven Afrianto Manafe Simon Edison Mulik Stevani Rambu Ledy Sugi, Adrianus U. Sulkarnain Sulkarnain Suryanta U. Radandima Taranau, Ospensius K. Tawunga, Mercy R. Uli, Reynaldy D.P. Umbu Aron Praimajangi Wilmientje Marlene Mesang Nalley Windi, Rano K.K. Yizrael Kamara Praing Yohanis Frans Ratu Pada Yohanis Nara Yonce Melianus Killa Yuningsih Mura Kupang Yustina Tonda Bitu