Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Pemanfaatan Irigasi Air Tanah Dangkal Sebagai Sumber Air Irigasi Tanah Pertanian pada Musim Kemarau Sitompul, Mizanuddin; Pasaribu, Hadianti Muhdinar; Harahap, Muhammad Ari Subhan
Jurnal Ilmiah Madiya (Masyarakat Mandiri Berkarya) Vol. 3 No. 1 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/madiya.v3i1.717

Abstract

Pada sektor pertanian, air adalah salah satu unsur yang sangat penting. Agar tanaman pertanian bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun, air harus terjamin ketersediannya. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi tim kegiatan pengabdian kepada masyarakat untuk mengaplikasikan ilmunya kepada petani yang masih memanfaatkan irigasi tadah hujan seperti di Desa Pantai Gemi, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Hal utama dan prioritas yang menjadi permasalahan pada Desa Pantai Gemi khususnya Kelompok Tani Setia Kawan yang menjadi mitra pengabdian adalah tidak tersedianya air pada saat musim kemarau untuk mengairi sawah/tanaman holtikultura. Tidak tersedianya air mengurangi produktivitas petani. Dibutuhkan sumber air alternatif sebagai penyedia air pada musim kemarau. Solusi yang ditawarkan pada kegiatan ini berupa pemanfaatan air tanah dangkal sebagai sumber air irigasi melalui pembangunan irigasi air tanah dangkal. Metode ini memanfaatkan air tanah dangkal dengan bantuan mesin pompa air yang mengalirkan air tanah yang sudah di bor sebelumnya untuk kemudian dialirkan langsung ke areal pertanian. Water is one of the most important elements in the agricultural sector. The availability of water must be guaranteed so that plants can grow well throughout the year. This is the background for the community service activity team to apply their knowledge to farmers who still use rain-fed irrigation, such as in Pantai Gemi Village, Stabat District, Langkat Regency. The main thing and priority that becomes a problem in Pantai Gemi Village, especially the Setia Kawan Farmer Group which is a service partner is the unavailability of water during the dry season to irrigate rice fields/horticultural crops. The unavailability of water reduces the productivity of farmers. An alternative water source is needed as a water provider in the dry season. The solution offered in this activity is the use of shallow groundwater as a source of irrigation water through the construction of shallow groundwater irrigation. This method utilizes shallow groundwater with the help of a water pump machine that drains groundwater that has been drilled previously and then flows directly to agricultural areas.
Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Sebagai Air Irigasi Pertanian Di Desa Sambirejo Pasaribu, Hadianti Muhdinar; Samiran, Samiran; Delisma Siregar; Palghe Tobing; Sitompul, Mizanuddin
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2023): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v1i2.1438

Abstract

Salah satu unsur yang sangat penting pada sektor pertanian adalah air. Tersedianya air harus terjamin agar tanaman pertanian bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Pada lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Suka Tani tidak memiliki jaringan irigasi teknis. Petani menjadikan air hujan sebagai sumber utama air irigasi. Kelompok tani sering mengalami kekurangan bahkan tidak tersedianya air pada saat persiapan/pembajakan lahan, persemaian, maupun pada masa tanam terutama dengan kondisi cuaca yang tidak menentu (ekstrim) seperti saat ini. Ketersediaan air selalu menjadi masalah utama yang dihadapi oleh petani terutama saat musim tanam tiba. Solusi yang ditawarkan adalah penyediaan air irigasi pertanian dengan memanfaatkan air tanah dangkal melalui pembangunan sistem irigasi perpompaan sebanyak 1 unit pada lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Suka Tani yang menjadi mitra. Pemanfaatan air tanah dangkal dengan melakukan pengeboran sumur pada titik lokasi air tanah dangkal di lahan pertanian mitra, kemudian dengan bantuan mesin pompa air, mengalirkan air tanah langsung maupun melalui selang buang ke areal pertanian. Dengan penyediaan air irigasi melalui pembangunan irigasi perpompaan ini bisa menjadi sumber air irigasi tambahan tanaman pangan dan holtikultura bagi kelompok tani sehingga bisa meningkatkan produktifitas usaha tani mitra dan bisa mencegah terjadinya gagal panen.
Evaluasi Ketersediaan Air DAS Deli Terhadap Kebutuhan Air (Water Balanced) Sitompul, Mizanuddin; Efrida, Rizki
Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand) Vol. 14 No. 2 (2018)
Publisher : Civil Engineering Departement, Andalas University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jrs.14.2.121-130.2018

Abstract

Kebutuhan terhadap sumber daya  air  pada  saat  ini  cenderung  meningkat  seiring  dengan bertambahnya jumlah penduduk dan perkembangan pembangunan industri sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam memenuhi kebutuhan di  sektor  pertanian  dan  kebutuhan  air  baku.  Daerah Aliran Sungai  Deli adalah  salah  satu  sumber daya air  yang  digunakan  untuk memenuhi kebutuhan air di Daerah Irigasi Namorambe dan kebutuhan air  baku domestik  dan  non  domestik  di  Kabupaten  Deli Serdang dan Kota Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi neraca air yaitu jumlah ketersediaan air dengan kebutuhan air di DAS Deli yang didasarkan kepada jumlah alokasi air. Penelitian ini mempunyai 3 tujuan khusus yaitu menganalisis ketersediaan air di DAS Deli, menganalisis kebutuhan air di DAS Deli, dan mengevaluasi neraca air antara ketersediaan air dengan kebutuhan air di masa mendatang. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data curah hujan bulanan dengan klimatologi, jumlah penduduk, kebutuhan air Daerah Irigasi Namorambe, dan alokasi air di DAS Deli. Data curah hujan dan klimatologi digunakan sebagai analisis data ketersediaan air di DAS Deli sementara jumlah penduduk dan data kebutuhan air irigasi dianalisis untuk menghitung jumlah kebutuhan air yang memanfaatkan air dari DAS Deli. Hasil analisis menunjukan bahwasanya jumlah ketersediaan air terhadap kebutuhan air di DAS Deli dapat dikatakan surplus dalam kurun waktu satu tahun. Potensi defisit atau kekurangan air terjadi pada Bulan Maret pertengahan pertama sehingga perlu dilakukan penanganan dalam menanggulangi defisit air tersebut oleh stakeholder atau pemerintah.
Analisis Struktur Baja pada Bangunan Industrial Ester pada Proyek Newland Oleochemical dengan Menggunakan Aplikasi ETABS Dzikra, Muhammad Ammar; Nasution, Muammar Zacky; Sitompul, Mizanuddin
Jurnal Informatika, Multimedia dan Teknik Vol 2 No 1 (2025): Juli-Desember 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jimt.v2i1.1574

Abstract

Perkembangan industri oleokimia di Indonesia mendorong kebutuhan akan bangunan industri yang memiliki struktur kuat, efisien, dan sesuai dengan standar perencanaan teknik sipil. Penelitian ini membahas analisis struktur baja pada bangunan Industrial Ester yang merupakan bagian dari Proyek Emerald Newland Oleochemical.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kinerja struktur baja terhadap beban yang bekerja, serta memastikan bahwa desain memenuhi ketentuan dalam SNI (Standar Nasional Indonesia) dan standar internasional yang relevan, seperti AISC dan ASCE. Pendekatan analisis dilakukan dengan mengumpulkan data teknis dari proyek, memodelkan struktur menggunakan perangkat lunak bantu analisis struktur (ETABS), serta melakukan pengecekan elemen-elemen utama bangunan termasuk balok, dan kolom. Evaluasi dilakukan terhadap aspek kekuatan, dan simpangan elemen struktur. Hasil dari kajian menunjukkan bahwa desain struktur baja yang diterapkan mampu menahan beban kerja dengan baik, dan berada dalam batas aman yang ditetapkan oleh standar perencanaan. Semua elemen utama menunjukkan performa struktural yang memadai, sehingga bangunan dinyatakan layak secara teknis untuk mendukung operasional fasilitas industri yang dirancang.
Analisis Clash Detection Pekerjaan Struktur Menggunakan Building Information Modelling Pada Proyek Konstruksi X Nofriadi; Mizanuddin Sitompul; Rhini Wulan Dary; Citra Utami; Harfa Sakri
Jurnal Konstruksi Vol 24 No 1 (2026): Jurnal Konstruksi
Publisher : Institut Teknologi Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33364/konstruksi/v.24-1.3132

Abstract

Conventional Quantity Take-Off (QTO) methods face several significant challenges, particularly in structural projects with complex details and a high variety of elements (columns, beams, slabs, foundations). The limitations of 2D drawing visualization make it difficult to interpret structural details and ensure that no elements are omitted or double-counted. One of the common issues in construction projects is the occurrence of clashes between different work elements, such as structural, architectural, mechanical, electrical, and plumbing (MEP) systems. If not detected early, these clashes can lead to project delays, cost overruns (rework), and even a decline in building quality. The construction project under study is a two-story building designed as an office building. As a case study in this research, this building is expected to provide a realistic picture of potential clashes and how BIM is implemented. Based on BIM-based QTO calculations that account for the impact of clashes at beam-column intersections, the resulting values are lower than those from BIM-based QTO calculations that do not account for such clashes. There is a significant difference in concrete work for column and beam elements. The total cost savings amount to Rp14,126,400.00 when accounting for the impact of clashes at the intersections of columns and beams.
Peningkatan Kualitas Ruang Belajar Dengan Perbaikan Atap Dan Plafond Pada TK ABA Cabang Teladan Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara Citra Utami; Rhini Wulan Dary; Dina Tri Septiningtyas; Muhammad Ari Subhan Harahap; Mizanuddin Sitompul
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v4i1.2887

Abstract

TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Cabang Teladan yang terletak di Jalan Santun no. 19 Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan. Provinsi Sumatera utara berjarak sekitar 7,2 km dari Politeknik Negeri Medan. TK ABA Cabang Teladan didirikan dengan tujuan untuk memberikan pendidikan berupa pengetahuan umum dan ilmu agama bagi anak-anak usia dini. TK ABA Cabang Teladan digunakan sebagai sarana belajar mengajar oleh guru dan murid. Adapun masalah prioritas utama yaitu salah satu ruang belajar yang terdapat pada gedung sekolah mengalami kebocoran pada atapnya sehingga apabila terjadi hujan maka ruangan belajar tersebut akan tergenang air. Kebocoran atap ini juga mengakibatkan plafon rusak dan tumbuhnya jamur hitam yang dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan anak-anak pada saat belajar ataupun bermain. Pelaksanaan Pekerjaan perbaikan kebocoran pada deck atap dilakukan dengan pembuatan pipa paralon yang menyambung langsung ke saluran drainase, serta penambahan floor drain untuk mempercepat keluarnya air pada saat hujan. Perbaikan plafond dilakukan dengan mengganti plafond yang bocor dan pengecatan ulang. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini masalah yang dialami oleh mitra sudah dapat diselesaikan.
Pemanfaatan Air Tanah Dangkal Untuk Sumber Air Irigasi Pada Kelompok Tani Tani Abadi Desa Sambirejo Provinsi Sumatera Utara Mizanuddin Sitompul; Nofriadi Nofriadi; Rhini Wulan Dary; Delisma Siregar; Dina Tri Septiningtiyas
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51510/komposit.v4i1.3370

Abstract

Salah satu unsur yang sangat penting pada sektor pertanian adalah air. Tersedianya air harus terjamin agar tanaman pertanian bisa tumbuh dengan baik sepanjang tahun. Pada lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Tani Abadi tidak memiliki jaringan irigasi teknis. Petani menjadikan air hujan sebagai sumber utama air irigasi. Kelompok tani sering mengalami kekurangan bahkan tidak tersedianya air pada saat persiapan/pembajakan lahan, persemaian, maupun pada masa tanam terutama dengan kondisi cuaca yang tidak menentu (ekstrim) seperti saat ini. Ketersediaan air selalu menjadi masalah utama yang dihadapi oleh petani terutama saat musim tanam tiba. Solusi yang ditawarkan adalah penyediaan air irigasi pertanian dengan memanfaatkan air tanah dangkal melalui pembangunan sistem irigasi perpompaan sebanyak 1 unit pada lahan pertanian yang dikelola oleh Kelompok Tani Tani Abadi yang menjadi mitra. Pemanfaatan air tanah dangkal dengan melakukan pengeboran sumur pada titik lokasi air tanah dangkal di lahan pertanian mitra, kemudian dengan bantuan mesin pompa air, mengalirkan air tanah langsung maupun melalui selang buang ke areal pertanian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah 1 unit sistem irigasi perpompaan.
Penerapan Teknologi pada Kelompok Tani Karya Tani Desa Sambirejo Kecamatan Binjai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara Mizanuddin Sitompul; Hadianti Muhdinar Pasaribu; Muhammad Anhar Pulungan
JURPIKAT Vol 6 No 4 (2025)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v6i4.2739

Abstract

Kelompok Tani Karya Tani merupakan khalayak sasaran program pengabdian kemitraan ini. Pertanian di Desa Sambirejo merupakan pertanian dengan sistem tadah hujan. Petani memanfaatkan air hujan sebagai sumber utama air irigasi. Fokus permasalahan pada kegiatan ini adalah kekurangan sarana produksi terutama power thresher dan tidak tersedianya bangunan bendung untuk menaikkan elevasi muka air pada saluran. Dari hasil survei tim pelaksana, diketahui bahwa muka air irigasi yang ada pada saluran yang melintasi areal pertanian memiliki elevasi yang lebih rendah dari areal pertanian. Hal ini menyebabkan air irigasi yang ada pada saluran tersebut tidak bisa mengalir ke areal pertanian poktan. Untuk menaikkan elevasi air irigasi ini poktan membendung dengan tumpukan tanah, goni, kayu, dan material seadanya yang lain. Selain itu, poktan memiliki kendala saat panen raya. Dengan luas lahan yang dikelola 30 Ha yang hanya didukung oleh ketersediaan sarana power thresher sebanyak 1 unit, untuk panen bisa menghabiskan waktu 30 hari. Hal ini kadang memicu konflik antar petani. Melalui kegiatan ini terjadi peningkatan level keberdayaan mitra dalam: a) Aspek Produksi, dengan tambahan 1 unit power thresher masa produksi gabah bisa menjadi lebih singkat; dan b) Aspek Manajemen, dengan adanya bangunan bendung, air pada saluran yang bersumber dari air hujan bisa dimanfaatkan menjadi sumber air tambahan untuk air irigasi. Selain itu, keberadaan bangunan ini juga bisa menjadi akses lalu lintas ke lahan pertanian, mobilitas alat mesin pertanian, sarana produksi dan mengangkut hasil produk pertanian dari dan ke lahan pertanian.
EVALUASI DAKTALITAS STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT PENGARUH DINDING PENGISI BATA MERAH Mizanuddin Sitompul
Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil Vol. 3 No. 2 (2017): Educational Building: Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan dan Sipil
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/eb.v3i2.8252

Abstract

Dinding pengisi bata merah sangat jarang diperhitungkan keberadaannya dalam perencanaan suatu struktur beton bertulang. Hal ini mengakibatkan pengaruh kekuatan dan kekakuan dinding pengisi tidak diperhitungkan dalam perencanaan suatu bangunan. Sering sekali dalam perencanaan bangunan diasumsikan sebagai struktur open frame dengan dinding bata non struktural hanya sebagai beban gravitasi yang bekerja pada balok. Padahal  pada berbagai kasus gedung dengan pengaruh gempa, ternyata dinding bata ikut memikul beban lateral. Hal ini dapat dilihat dengan terjadinya pola retakan pada dinding bata yang menunjukkan terjadi transfer beban dari portal ke dinding bata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perubahan daktilitas struktur akibat pengaruh dinding bata merah Kata Kunci : daktilitas, dinding pengisi, equivalent diagonal strut, analisis pushover, performance point  ABSTRACT The clay brick infill panels are seldom included in design analysis of reinforced concrete structural systems. So that it influences the strength and stiffness of the infill panels not considered in planning building construction. Usually, in designing, the structural system is assumed as an open frame structure with non structural clay brick panels considered as gravity loads on the beam. In facts, in many earthquake cases,  the panels  participates in carry on the lateral load. The crack pattern on panels show that the load transfering from frame to panels. The aim of this study was to find out the influence of the clay brick panels on structure ductility. Keywords: clay brick infill panel, ductility, equivalent diagonal strut, performance point, pushover analysis 
Analisis Kebutuhan dan Ketersediaan Air Bersih di Kota Padangsidimpuan Hasanul Arifin Purba; Fahri Hambali; Azmyn Yusri; Mizanuddin Sitompul
Impression : Jurnal Teknologi dan Informasi Vol. 3 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jti.v3i1.1064

Abstract

Kota Padangsidimpuan merupakan salah satu kota yang sedang mengalami pertumbuhan penduduk yang cukup signifikan. Dengan laju pertumbuhan penduduk serta pesatnya pembangunan perkotaan, PDAM dituntut untuk mampu mengantisipasi lonjakan permintaan air bersih yang semakin meningkat. Penelitian ini melakukan analisis terhadap kebutuhan air bersih berdasarkan proyeksi pertumbuhan penduduk dan dibandingkan dengan kapasitas ketersediaan air dari PDAM Tirtanadi Kota Padangsidimpuan. Proyeksi jumlah penduduk dengan pendekatan geometrik maupun aritmatika digunakan untuk menentukan berapa jumlah penduduk yang menggunakan air bersih di masa yang akan datang. Dari hasil perhitungan, diketahui kebutuhan air bersih di Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan dari sebesar 0,38161 m3/detik pada tahun 2025 menjadi sebesar 0,45286 m3/detik pada tahun 2035. Proyeksi jumlah produksi dan distribusi air bersih di Kota Padangsidimpuan mengalami peningkatan dari sebesar 0,13085 m3/detik pada tahun 2025 menjadi sebesar 0,21012 m3/detik pada tahun 2035. Neraca air menunjukkan kondisi defisit setiap tahunnya dari tahun 2025 hingga 2035. PDAM Tirtanadi perlu merencanakan peningkatan kapasitas penyediaan air bersih, baik melalui pembangunan sumber air baku maupun peningkatan kapasitas instalasi distribusi air, terutama ke wilayah yang selama ini belum terlayani dengan baik   Padangsidimpuan City is experiencing significant population growth. With this rapid population growth and rapid urban development, the Regional Water Company (PDAM) is required to anticipate the increasing demand for clean water. This study analyzes clean water needs based on population growth projections and compares them to the water capacity of the Tirtanadi PDAM in Padangsidimpuan City. Population projections using geometric and arithmetic approaches are used to determine the number of residents using clean water in the future. From the calculation results, it is known that the need for clean water in Padangsidimpuan City has increased from 0.38161 m3/second in 2025 to 0.45286 m3/second in 2035. The projection of the amount of production and distribution of clean water in Padangsidimpuan City has increased from 0.13085 m3/second in 2025 to 0.21012 m3/second in 2035. The water balance shows a deficit condition every year from 2025 to 2035. PDAM Tirtanadi needs to plan to increase the capacity of clean water supply, both through the construction of raw water sources and increasing the capacity of water distribution installations, especially to areas that have not been well served.