p-Index From 2021 - 2026
9.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Komunikator Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya Jurnal Orasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Arty: Jurnal Seni Rupa Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal SOLMA Abdimas Dewantara specta: Journal of Photography, Arts, and Media Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Acintya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Profetik Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Avant Garde Communications International Journal of Communication and Society International Journal of Visual and Performing Arts Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Mimesis MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi Borobudur Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Mavis: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS ISI HUBUNGAN IBU DAN ANAK DALAM SERIES INDUK GAJAH Kariska U Marasabessy, Maulidya; Ardy Wibowo, Arif
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1859-1870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu dan anak digambarkan dalam seri Induk Gajah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berfokus pada analisis isi (content analysis) dan pesan (massege) dari seri "Induk Gajah". Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pengamatan, dan menonton berulang seri untuk mendapatkan informasi tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam serial Induk Gajah, Mamak Uli berperan sebagai figur ibu yang memberikan peraturan dan tuntutan kepada anaknya, dan Ira berperan sebagai figur anak yang berusaha memenuhi semua tuntutan ibunya. Seorang ibu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental keluarga, merawat dan mengurus mereka dengan sabar dan konsisten, dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Dalam hubungan mereka, ibu dan anak mereka dapat mengalami perasaan keterikatan (sense of connection) dan keakraban (intimacy).. Hubungan ini, bagaimanapun, tidak terbatas pada jarak geografis antara keduanya.. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dan anak akan saling mengandalkan dan membutuhkan satu sama lain. Ini berkaitan dengan mencapai keseimbangan antara kebutuhan kelompok dan individualitas seseorang.
REPRESENTASI GANGGUAN KESEHATAN MENTAL DALAM FILM “KEMBANG API” ANALISIS SEMIOTIKA JOHN FISKE Suryani Purba, Ika; Ardy Wibowo, Arif
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 10, No 7 (2023): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v10i7.2023.3181-3191

Abstract

Gangguan Kesehatan Mental merupakan individu yang memiliki kriteria standar untuk didiagnosis oleh dokter, penderita gangguan mental kerap disalahartikan sebagai sosok yang cenderung berbuat negatif seperti melakukan tindakan kekerasan, pemberontakan, berjiwa bebas, kriminal, tidak bisa mengurus diri, bodoh, dsb. Meskipun kini masyarakat mulai aware terhadap isu pada kesehatan mental dibuktikan dengan banyaknya gerakan sosial, namun masih saja beberapa masyarakat beranggapan bahwa gangguan kesehatan mental adalah hal yang tabu dan remeh. Salah satu media yang dapat dijadikan akses untuk memenuhi kebutuhan informasi dan hiburan masyarakat adalah Film. Film juga mendekatkan cerita dengan realita yang ada atau bahkan ikut membentuk realita yang berkembang ditengah masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis Film Kembang Api. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analisis film tersebut menggunakan metode yang digunakan yakni semiotika John Fiske. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori semiotika dengan kode televisi John Fiske dengan 3 level, yaitu level realitas menjelaskan bahwa Fahmi, Raga, Sukma, dan Anggun mengalami gangguan kesehatan mental akibat trauma masa lalu yang membentuk mereka menjadi perilaku yang tidak biasa pada orang lain hadapi. Lalu pada level representasi penggunaan set hanya dipakai satu tempat yaitu gudang kosong, dan pengambilan gambar dalam film Kembang Api ini antara lain: Long shot, medium shot, close up, high angle, low angle, eye level, dan slanted. Dan pada level Ideologi terdapat ideologi kelas dan pesimisme. Bahwa keempat pemeran utama ini Fahmi, Raga, Sukma, dan Anggun memiliki karakter dan pengalaman masa lalu yang buruk sehingga membentuk perilaku tidak biasa atau gangguan kesehatan mental.
ANALISIS VISUAL HERO DENGAN SKIN COLLECTOR PADA GAME MOBILE LEGEND BANG-BANG Shofia, Resa; Ardy Wibowo, Arif
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1871-1880

Abstract

Game Online Mobile Legend : Bang-Bang merupakan salah satu game online yang sampai sekarang masih dalam masa kejayaannya digemari oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Mobile Legend memiliki banyak karakter menarik. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis visual karakter salah satu hero di Mobile Legend, Angela Skin Collector Floral Elf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ciri fisik dan makna visual hero Angela Skin Collector Floral Elf. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan model semiotika Roland Barthes dengan menganalisis makna konotasi,denotasi, dan mitos pada karakter Angela Skin Collector Floral Elf itu sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang merupakan dokumentasi dalam game dan data sekunder berupa studi literatur dari buku-buku dan penelitian terdahulu. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah reduksi dan identifikasi data. Analisis ini akan dilakukan mengikuti pendekatan tinjauan desain dengan 4 langkah yaitu deskriptif, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa hero Angela Skin Collector Floral Elf terinspirasi dari tokoh mitologi peri. Hero Angela Skin Collector Floral Elf mencitrakan sosok peri dari mitologi yang terkenal sebagai sosok yang selalu menjaga kedamaian dan kelestarian alam dengan sikap dan visual anggun dan lembut. Namun dibalik sisi femininnya terdapat sisi garang yang akan ditunjukkan ketika dibutuhkan.
Canting and communication: Women’s role in preserving traditional batik culture in Kampung Batik Giriloyo, Yogyakarta Az-Zahra, Alifia Wanda; Wibowo, Arif Ardy; Tur, Ajar Pradika Ananta
NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Vol. 7 No. 2 (2025): NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/notion.v7i2.13631

Abstract

This study examines the dual role of women in Kampung Batik Giriloyo as housewives and cultural practitioners who preserve the tradition of hand-drawn batik. Using a qualitative case study approach combined with Standpoint Theory, this study argues that batik making for women is not merely an economic activity, but also a medium for cultural transmission and challenging patriarchal norms. The role of the Sido Mukti batik group emerges as an important mediator in communication and economic aspects, with the process of intergenerational knowledge transfer beginning in childhood, and the specific challenges of competition from printed batik being an important point in this study. Data obtained from interviews and observations show how women transform their domestic identities into cultural leadership in the public sphere, despite being hindered by systematic gender barriers. It is hoped that the results of this study can provide a comprehensive interpretation of women’s contributions to the preservation of hand-drawn batik culture. These findings are intended as a reference for efforts to empower women and preserve traditional culture in Indonesia.
Representasi Konflik Ekonomi dalam Film Agak Laen: Analisis Semiotika Roland Barthes Azmi, Mohammad Ardya Noor; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dinamika.v11i2.5976

Abstract

The film Agak Laen (2024) achieved remarkable commercial success with 9.13 million viewers by blending humor with portrayals of unemployment, poverty, and socioeconomic inequality that mirror contemporary Indonesian realities. This study analyzes the representation of economic conflict and the underlying ideology embedded in the film’s narrative using Roland Barthes’ semiotic approach. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through documentation, literature review, and scene observation. Analysis of seven representative scenes through Barthes’ three levels of meaning—denotative, connotative, and mythical—reveals the coexistence of contradictory economic myths. The film simultaneously naturalizes structural inequality through the myths “every job is a blessing” and “entrepreneurship as a universal solution,” while critiquing contemporary economic exploitation through “viral equals success” and “entertainment is innocent.” The findings demonstrate that popular cinema operates as a contested ideological terrain that both reproduces and challenges structural inequality. Practically, this study underscores the importance of critical media literacy and the potential of cinema as a pedagogical medium for fostering reflective and transformative understanding of economic realities.
Women as Objects of Sexual Harassment on Social Media X (A Case Study of Account X @amndzahra) Dwi Shadillah Talentania Putri Wiyono; Arif Ardy Wibowo; Roziani Nasir
INJECT (Interdisciplinary Journal of Communication) Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : FAKULTAS DAKWAH UIN SALATIGA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/inject.v9i2.2404

Abstract

The phenomenon of digital and social media has increasingly raised attention to sensitive social issues, including the case of Amanda Zahra who became a victim of sexual harassment. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study analysis method to examine the phenomenon of sexual harassment that occurs on X @amndzahra's social media account using Muted Group Theory as the theoretical basis for this research. The data collection techniques used include non-participatory observation and documentation. The results showed that Amanda Zahrah as a victim of sexual harassment faced difficulties to articulate their discomfort caused by the existence of language dominated by masculine views and social structures that limit women's participation can affect their ability to voice traumatic experiences effectively.
Representasi Toxic Relationship Tokoh Aurora Pada Film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang Ega Arfiansyah; Arif Ardy Wibowo
MAVIS : Jurnal Desain Komunikasi Visual Vol 6 No 02 (2024): Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual
Publisher : LPPM STIKI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/mavis.v6i02.1331

Abstract

This research aims to describe the representation of the toxic relationship of the character Aurora in the film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang using John Fiske's semiotic analysis method, The Codes of Television theory. This theory has three level classifications, including the reality level, representation level and ideology level. This research uses a qualitative descriptive approach method using observation, documentation and literature study as data collection techniques. The formulation of this research problem is as follows; What is the reality level of Aurora's character's toxic relationship in the film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang? What is the level of representation of Aurora's toxic relationship in the film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang? What is the ideological level of Aurora's toxic relationship in the film Jalan Yang Jauh Jangan Lupa Pulang?. The results of this research describe that the level of reality, level of representation, and level of ideology in the character Aurora have similarities with the current social reality. Where the gestures and expressions of each film actor highlight this side, such as the characteristic of not caring or being indifferent to the existence of people in the surrounding environment, in other words, the egoism side is more prominent in the character of Aurora as a character who experiences a toxic relationship.
Semiotika Peirce dalam Analisis Visual Sampul Majalah Tempo Edisi 14 Januari 2024 Budi, Audita Dwi Prasetyoning; Wibowo, Arif Ardy
JURNAL PARADIGMA : Journal of Sociology Research and Education Vol. 6 No. 1 (2025): JUNI 2025 JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education
Publisher : Labor Program Studi Pendidikan Sosiologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53682/jpjsre.v6i1.11525

Abstract

Penelitian ini menganalisis makna visual yang terkandung dalam sampul Majalah Tempo Edisi 14 Januari 2024 dengan fokus pada representasi politik di Indonesia Sampul majalah ini menampilkan karikatur Presiden Joko Widodo dalam konteks pemilihan umum yang memicu interpretasi tentang dinamika politik dinasti dan keterlibatan presiden dalam kampanye Metode semiotika Peirce digunakan sebagai kerangka analisis untuk mengurai tanda tanda visual pada sampul yang terdiri dari representamen objek dan interpretan Analisis ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana elemen elemen visual tersebut menyampaikan pesan tentang isu isu politik yang berkembang termasuk politik dinasti pengaruh kekuasaan dan persepsi publik terhadap peristiwa politik terkini Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampul majalah Tempo tidak hanya mencerminkan peristiwa politik yang sedang berlangsung tetapi juga berperan dalam membentuk opini publik dan memicu diskusi tentang isu isu penting dalam masyarakat Karikatur sebagai bentuk komunikasi visual digunakan untuk menyampaikan kritik atau sindiran terhadap fenomena politik dengan cara yang menarik perhatian dan memprovokasi pemikiran kritis Penelitian ini memberikan wawasan tentang bagaimana media massa khususnya majalah dapat mempengaruhi persepsi politik dan dinamika kekuasaan di Indonesia < p>
Representasi Gaya Hidup Gen Z dalam Iklan Good Day x Rizky Febian x Mahalini Ramadani, Destian Agung; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 26 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.26.1.47-55

Abstract

Seiring berjalannya waktu, iklan telah berkembang menjadi media yang lebih kompleks yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan audiens. Terutama yang ditujukan kepada Generasi Z, pendekatan yang lebih kreatif dan interaktif menjadi sangat penting. Generasi ini cenderung membeli produk yang dipromosikan oleh influencer atau melalui konten yang mereka anggap sesuai dengan nilai-nilai pribadi atau gaya hidup mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis terhadap konstruksi representasi gaya hidup Gen Z dalam iklan Good Day "Ini Cara dan Dunia Kita," yang menggunakan strategi soft selling dan melibatkan Rizky Febian dan Mahalini. Dengan metode kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, studi ini mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos, yang kemudian dikaji secara kritis menggunakan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini tidak secara langsung menjual produk, melainkan mengonstruksi sebuah mitos tentang "gaya hidup ideal Gen Z." Mitos ini menampilkan Gen Z sebagai individu yang kreatif, kolaboratif, dan multidimensi, di mana produk Good Day berperan sebagai elemen naratif yang esensial. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa representasi ini berfungsi sebagai stereotipe aspirasional yang secara halus menaturalisasi ideologi konsumerisme, sehingga efektif dalam mencapai tujuan komersial merek.
The Resistance of Women Victims of Domestic Violence in the Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (Sara Mills' Critical Discourse Analysis) Annabila, Nadia Nasywa; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v9i1.1551

Abstract

Domestic violence represents a form of gender inequality that continues to persist in patriarchal societies, placing women in vulnerable and oppressive positions within the domestic sphere. As a medium, film functions not only as entertainment but also as a site that reflects power relations and social representations shaping public perceptions of gender and violence. This study aims to analyze how the resistance of women who experience domestic violence is constructed in the film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. The research employs a descriptive qualitative method with Sara Mills’ Critical Discourse Analysis to examine the concepts of subject position, object position, and reader position in constructing the meaning of resistance. The findings indicate that the film portrays women not merely as objects of violence but as subjects who engage in both verbal and nonverbal forms of resistance, offering a critical reading of patriarchal power relations within the family.
Co-Authors Abraz, Firza El Widad Agy Firda Sandi Ahmad, Nani Hartina Ajar Pradika Ananta Tur Akbar, M. Aditya Zuhri Akhsan, Rifai Nur Aldairasyah Aldairasyah Ana Nadhya Abrar Ananda, Dhea Citra Ananda, Tiara Wirman Annabila, Nadia Nasywa Annisa Ishlahtus Shohwah Annisya, Ika Rizna Apriyani, Tristanti Ardian Indro Yuwono Ariantini, Tiyas Arliananda, Diva Aisha Az-Zahra, Alifia Wanda Azmi, Mohammad Ardya Noor Bai Long Bambang Kasatriyanto Bambang Kasatriyanto Bambang Robi'in Bambang Robiin Bambang Robi’in Bambang Robi’in Budi, Audita Dwi Prasetyoning Budiman, Arif Imam Dani Fadillah Dina Astuti Dina Astuti Dinda Destiana Fahma Ayu Dwi Shadillah Talentania Putri Wiyono Ega Arfiansyah Erviana, Vera Yuli Gibbran Prathisara Hadi, Khaiqal Hamumpuni, Laksono Bintang Ida Puspita Iis Suwartini Iis Suwartini Ika Suryani Purba Kariska U Marasabessy, Maulidya kusuma, nala tri Luo Zhenglin Maheswari, Anindya Izza Maulana, Thoriq Muhammad Rasikh Noor ‘Alim Muhammad Zaffwan Idris Muhammad Zaffwan Idris, Muhammad Zaffwan Nasir, Roziani Nasir, Roziani Mat Nashir @ Mohd Novi Rahmawati Nugrahani, Rahina Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Aji Santoso Nunik Hariyati Oscar Samaratungga Pangestu, Putra Dwi Peter Ardhianto Pratishara, Gibbran Probosiwi, Probosiwi Putri Sekar Diani Qirom, Rizqi Latiful Rachim, Ilmiawan Noor Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani Rahmah, Rizka Fatchur Ramadani, Destian Agung Rasikh Noor ‘Alim, Muhammad Ratih Ayu Pratiwinindya Roziani Mat Nashir Roziani Mohd Nasir Roziani Nasir Samsuddin, Mat Redhuan Samsudin, Mat Redhuan Sari, Syifa Naurah Shofia, Resa Suryani Purba, Ika Syahani, Isfiya Syfa Amelia Ulaya Ahdiani Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wandah Wibawanto Wijayanti, Annisa Alifiana