p-Index From 2021 - 2026
10.679
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Komunikator Jurnal Orasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Arty: Jurnal Seni Rupa Al Ishlah Jurnal Pendidikan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Abdimas Dewantara specta: Journal of Photography, Arts, and Media Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Acintya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Profetik Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Avant Garde Communications International Journal of Communication and Society International Journal of Visual and Performing Arts Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Mimesis MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi Borobudur Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Mavis: Jurnal Desain Komunikasi Visual Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Resepsi pada Gangguan Mental Bipolar dalam Film Ku Kira Kau Rumah Ilmiawan Noor Rachim; Arif Ardy Wibowo
Communications Vol. 6 No. 1 (2024): COMMUNICATIONS
Publisher : Prodi S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/communications.6.1.2

Abstract

A mental health issue that has been of concern to the public in recent years is bipolar mental disorder. The disorder has an impact on increasing mortality rates, especially death by suicide. One of the Indonesian movies that raised the theme of bipolar mental disorder is the movie Ku Kira Kau Rumah. This research aims to find out how the audience perceives the content of the message, especially regarding Bipolar mental disorder in the movie Ku Kira Kau Rumah. This research uses a descriptive qualitative approach with the method of reception analysis by Stuart Hall based on three categories namely Dominant Hegemonic Position, Negotiate Position and Oppositional Position using primary data sources as the main source. The data collection techniques used were interviews with eight informants and documentation. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model including data reduction, data display and conclusion drawing and the data validation technique is source triangulation. Based on the results of the research data analysis, it was concluded that two informants were in the dominant hegemonic position, meaning that the two informants approved the message conveyed. Then three informants are in a positive negotiated position, meaning that the informant tends to agree with the message conveyed in the film and the last three informants are in an oppositional position, which means that the informant who is in the positive position does not agree with the message conveyed in the film.
Representasi Gaya Hidup Gen Z dalam Iklan Good Day x Rizky Febian x Mahalini Destian Agung Ramadani; Arif Ardy Wibowo
Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Vol. 26 No. 1 (2026): JANUARY 2026
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/nirmana.26.1.47-55

Abstract

Seiring berjalannya waktu, iklan telah berkembang menjadi media yang lebih kompleks yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun hubungan emosional dengan audiens. Terutama yang ditujukan kepada Generasi Z, pendekatan yang lebih kreatif dan interaktif menjadi sangat penting. Generasi ini cenderung membeli produk yang dipromosikan oleh influencer atau melalui konten yang mereka anggap sesuai dengan nilai-nilai pribadi atau gaya hidup mereka. Penelitian ini berfokus pada analisis terhadap konstruksi representasi gaya hidup Gen Z dalam iklan Good Day "Ini Cara dan Dunia Kita," yang menggunakan strategi soft selling dan melibatkan Rizky Febian dan Mahalini. Dengan metode kualitatif dan analisis semiotika Roland Barthes, studi ini mengidentifikasi makna denotasi, konotasi, dan mitos, yang kemudian dikaji secara kritis menggunakan teori representasi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklan ini tidak secara langsung menjual produk, melainkan mengonstruksi sebuah mitos tentang "gaya hidup ideal Gen Z." Mitos ini menampilkan Gen Z sebagai individu yang kreatif, kolaboratif, dan multidimensi, di mana produk Good Day berperan sebagai elemen naratif yang esensial. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa representasi ini berfungsi sebagai stereotipe aspirasional yang secara halus menaturalisasi ideologi konsumerisme, sehingga efektif dalam mencapai tujuan komersial merek.
Stigmatisasi Perempuan dalam Budaya Patriarkal: Analisis Semiotika Poster Film Pangku Athaya Ghina Sekar Pratiwi; Arif Ardy Wibowo
MIMESIS Vol. 7 No. 2 (2026): JULI 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/mms.v7i2.16688

Abstract

Poster film merupakan media komunikasi visual yang bukan hanya memiliki fungsi sebagai sarana promosi, tapi juga mengandung tanda-tanda yang merepresentasikan budaya dan realitas sosial. Namun, kajian pada poster film Indonesia yang mengaitkan patriarki, kemiskinan dan stigma sosial sebagai satu kesatuan masih sangat terbatas. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dan metode analisis semiotika Roland Barthes, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengungkap makna denotasi, konotasi, serta mitos yang terdapat dalam poster film Pangku, juga melihat bagaimana poster tersebut merepresentasikan budaya dan persoalan sosial. Objek dari penelitian ini adalah Official Poster film Pangku yang diunggah melalui akun Instagram resmi @filmpangku. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan studi pustaka dengan sumber data primer berupa poster film serta data sekunder dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanda-tanda visual dalam poster bekerja secara bersama-sama merepresentasikan fenomena kopi pangku sebagai bagian dari realitas sosial, di mana patriarki, kemiskinan, dan stigma sosial hadir sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang menganalisis poster tanpa mengaitkan isu sosial, representasi patriarki melalui film, maupun poster yang berfokus pada perlawanan dan emansipasi perempuan, penelitian ini mengungkap bagaimana patriarki, kemiskinan, dan stigma sosial membentuk representasi fenomena kopi pangku pada poster film. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian semiotika poster film Indonesia, termasuk penerapan konsep peran gender dan konsep komodifikasi media pada ranah baru, dengan menunjukkan bahwa poster film sebagai media visual tidak bersifat netral melainkan ikut membentuk gambaran budaya dan realitas sosial dalam masyarakat.
The Resistance of Women Victims of Domestic Violence in the Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis (Sara Mills' Critical Discourse Analysis) Nadia Nasywa Annabila; Arif Ardy Wibowo
Jurnal Riset Komunikasi (JURKOM) Vol. 9 No. 1 (2026): February 2026
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komuniasi (ASPIKOM) Wilayah Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38194/jurkom.v9i1.1551

Abstract

Domestic violence represents a form of gender inequality that continues to persist in patriarchal societies, placing women in vulnerable and oppressive positions within the domestic sphere. As a medium, film functions not only as entertainment but also as a site that reflects power relations and social representations shaping public perceptions of gender and violence. This study aims to analyze how the resistance of women who experience domestic violence is constructed in the film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. The research employs a descriptive qualitative method with Sara Mills’ Critical Discourse Analysis to examine the concepts of subject position, object position, and reader position in constructing the meaning of resistance. The findings indicate that the film portrays women not merely as objects of violence but as subjects who engage in both verbal and nonverbal forms of resistance, offering a critical reading of patriarchal power relations within the family.
ANALISIS VISUAL HERO DENGAN SKIN COLLECTOR PADA GAME MOBILE LEGEND BANG-BANG Resa Shofia; Arif Ardy Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1871-1880

Abstract

Game Online Mobile Legend : Bang-Bang merupakan salah satu game online yang sampai sekarang masih dalam masa kejayaannya digemari oleh orang-orang dari berbagai belahan dunia. Mobile Legend memiliki banyak karakter menarik. Dalam penelitian ini peneliti akan menganalisis visual karakter salah satu hero di Mobile Legend, Angela Skin Collector Floral Elf. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana ciri fisik dan makna visual hero Angela Skin Collector Floral Elf. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan model semiotika Roland Barthes dengan menganalisis makna konotasi,denotasi, dan mitos pada karakter Angela Skin Collector Floral Elf itu sendiri. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data primer yang merupakan dokumentasi dalam game dan data sekunder berupa studi literatur dari buku-buku dan penelitian terdahulu. Teknik pengolahan data dalam penelitian ini adalah reduksi dan identifikasi data. Analisis ini akan dilakukan mengikuti pendekatan tinjauan desain dengan 4 langkah yaitu deskriptif, analisis formal, interpretasi, dan evaluasi. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa hero Angela Skin Collector Floral Elf terinspirasi dari tokoh mitologi peri. Hero Angela Skin Collector Floral Elf mencitrakan sosok peri dari mitologi yang terkenal sebagai sosok yang selalu menjaga kedamaian dan kelestarian alam dengan sikap dan visual anggun dan lembut. Namun dibalik sisi femininnya terdapat sisi garang yang akan ditunjukkan ketika dibutuhkan.
ANALISIS ISI HUBUNGAN IBU DAN ANAK DALAM SERIES INDUK GAJAH Maulidya Kariska U Marasabessy; Arif Ardy Wibowo
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 11, No 5 (2024): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v11i5.2024.1859-1870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu dan anak digambarkan dalam seri Induk Gajah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif yang berfokus pada analisis isi (content analysis) dan pesan (massege) dari seri "Induk Gajah". Dalam penelitian ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, pengamatan, dan menonton berulang seri untuk mendapatkan informasi tambahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam serial Induk Gajah, Mamak Uli berperan sebagai figur ibu yang memberikan peraturan dan tuntutan kepada anaknya, dan Ira berperan sebagai figur anak yang berusaha memenuhi semua tuntutan ibunya. Seorang ibu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan fisik dan mental keluarga, merawat dan mengurus mereka dengan sabar dan konsisten, dan menjadi contoh yang baik bagi orang lain. Dalam hubungan mereka, ibu dan anak mereka dapat mengalami perasaan keterikatan (sense of connection) dan keakraban (intimacy).. Hubungan ini, bagaimanapun, tidak terbatas pada jarak geografis antara keduanya.. Selain itu, penelitian ini menunjukkan bahwa ibu dan anak akan saling mengandalkan dan membutuhkan satu sama lain. Ini berkaitan dengan mencapai keseimbangan antara kebutuhan kelompok dan individualitas seseorang.
Satir sebagai Komunikasi Politik Populer: Retorika Pandji Pragiwaksono dalam Mens Rea Talitha Shofi Rashida; Arif Ardy Wibowo
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2626

Abstract

Perkembangan media digital memengaruhi praktik komunikasi politik yang sebelumnya hanya dilakukan oleh aktor politik formal, kini publik figur seperti komedian juga dapat melakukan komunikasi politik dalam ranah budaya populer melalui berbagai media baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi retorika satir politik yang digunakan oleh Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand-up comedy Mens Rea di Netflix dengan menggunakan teori Modes of Persuasion Aristoteles yang meliputi ethos, pathos, dan logos. Penellitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis retorika terhadap segmen penampilan Pandji yang membahas dinamika pemerintahan Prabowo-Gibran. Data dikumpulkan dengan observasi non-partisipatif terhadap tayangan dan dianalisis secara deskriptif berdasarkan klasifikasi ethos, pathos, dan logos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pandji membangun ethos melalui pemosisian dirinya sebagai bagian dari rakyat dan keberaniannya dalam menyebut aktor politik, pathos dibangun melalui humor satir, ironi, dan hiperbola yang memancing respons emosional audiens, serta logos dibangun melalui hubungan sebab-akibat dan perumpamaan rasional terhadap suatu isu poliltik. Temuan ini menunjukkan bahwa satir dalam stand-up comedy dapat berfungsi sebagai bentuk komunikasi politik populer yang efektif dalam menyampaikan kritik politik kepada publik.
Co-Authors Abraz, Firza El Widad Agy Firda Sandi Ahmad, Nani Hartina Ajar Pradika Ananta Tur Akbar, M. Aditya Zuhri Akhsan, Rifai Nur Aldairasyah Aldairasyah Ana Nadhya Abrar Ananda, Dhea Citra Ananda, Tiara Wirman Anindya Izza Maheswari Annisa Ishlahtus Shohwah Annisya, Ika Rizna Apriyani, Tristanti Ardian Indro Yuwono Ariantini, Tiyas Arliananda, Diva Aisha Athaya Ghina Sekar Pratiwi Az-Zahra, Alifia Wanda Azmi, Mohammad Ardya Noor Bai Long Bambang Kasatriyanto Bambang Kasatriyanto Bambang Robi'in Bambang Robiin Bambang Robi’in Bambang Robi’in Budi, Audita Dwi Prasetyoning Budiman, Arif Imam Dani Fadillah Destian Agung Ramadani Dhea Citra Ananda Dina Astuti Dina Astuti Dinda Destiana Fahma Ayu Dwi Shadillah Talentania Putri Wiyono Ega Arfiansyah Erviana, Vera Yuli Faidzin, Rotala Dzikri Gibbran Prathisara Hadi, Khaiqal Hamumpuni, Laksono Bintang Ida Puspita Iis Suwartini Iis Suwartini Ika Suryani Purba Ilmiawan Noor Rachim kusuma, nala tri Luo Zhenglin Maheswari, Anindya Izza Maulana, Thoriq Maulidya Kariska U Marasabessy Muhammad Rasikh Noor ‘Alim Muhammad Zaffwan Idris Muhammad Zaffwan Idris, Muhammad Zaffwan Nadia Nasywa Annabila Nasir, Roziani Nasir, Roziani Mat Nashir @ Mohd Novi Rahmawati Nugrahani, Rahina Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Aji Santoso Nunik Hariyati Oscar Samaratungga Peter Ardhianto Pratishara, Gibbran Probosiwi, Probosiwi Putra Dwi Pangestu Putri Sekar Diani Qirom, Rizqi Latiful Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani Rahmah, Rizka Fatchur Rasikh Noor ‘Alim, Muhammad Ratih Ayu Pratiwinindya Resa Shofia Roziani Mat Nashir Roziani Mohd Nasir Roziani Nasir Samsuddin, Mat Redhuan Samsudin, Mat Redhuan Sari, Syifa Naurah Suryani Purba, Ika Syahani, Isfiya Syfa Amelia Talitha Shofi Rashida Ulaya Ahdiani Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wandah Wibawanto Wijayanti, Annisa Alifiana