p-Index From 2021 - 2026
10.137
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Komunikator Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya Jurnal Orasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Arty: Jurnal Seni Rupa Al Ishlah Jurnal Pendidikan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia Jurnal SOLMA Abdimas Dewantara specta: Journal of Photography, Arts, and Media Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Acintya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Profetik Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Avant Garde Communications International Journal of Communication and Society International Journal of Visual and Performing Arts Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Mimesis MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi Borobudur Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Mavis: Jurnal Desain Komunikasi Visual Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi
Claim Missing Document
Check
Articles

INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSPRESI FOTOGRAFI MASA KINI WIBOWO, ARIF ARDY
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2015): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v5i1.11797

Abstract

Fotografi pada kemunculannya yaitu sekitar abad ke-19 sedikit banyak telah memperkaya serta mempengaruhi perkembangan seni visual, bertujuan untuk membantu dalam pembuatan karya seni rupa khususnya pada karya seni lukis. Media Fotografi difungsikan sebagai alat bantu dalam dunia seni lukis pada waktu dulu, namun kini media tersebut menjadi sebuah fenomena baru yang hadir di dalam dunia seni. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi sedikit banyak berpengaruh dalam dunia fotografi, hadir membawa banyak perubahan yang dinamakan dengan revolusi. Revolusi menjadikan sebuah fenomena baru pada fotografi hanya dengan menggunakan telepon seluler. Media ekspresi pada fotografi yang praktis akan mendorong siapa saja tanpa terkecuali menjadi lebih tanggap terhadap berbagai fenomena yang menarik, sehingga memerlukan media yang dapat menampungnya agar informasi yang diperoleh dapat tersalurkan pada khalayak masyarakat luas secara umum.Instagram merupakan jejaring sosial sebagai media untuk mengunggah foto-foto yang diperoleh para fotografer, bertujuan agar hasil dari foto-foto mereka dapat diinformasikan dan dinikmati oleh pengguna Instagram lainnya pada fitur smartphone. Instagram adalah aplikasi untuk berbagi foto yang dapat dilihat oleh Followers (pengikut) dari pengunggah foto yang di dalamnya dapat saling memberikan komentar antara sesama pengunanya. Dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat, hadir dengan format fotonya berbentuk persegi sehingga terlihat seperti hasil foto dari kamera Polaroid dan kodak Instamatic. Disebut sebagai salah satu jejaring sosial pada tingkat papan teratas. Seni merupakan hasil dari pengekspresikan gejolak dari hati sang seniman yang mengebu-ngebu dan mengelora yang memberontak untuk diekspresikan melalui banyak media seni sebut saja pada fotografi sebagai sarana ungkapan perasaan serta keeksistensi sang diri yang berjalan berdampingan dengan kreatifitas untuk menghasilkan makna tertentu, dengan melalui mengunakan  Instagram  yang menjadi salah satu indikasi jejaring sosial yang telah menjadi media ekspresi yang paling populer pada masyarakat dimasa kini.
Ethnic Stereotypes in the Film Kaka Boss: Representation of Eastern Indonesians Putra Dwi Pangestu; Arif Ardy Wibowo
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v11i1.16148

Abstract

ABSTRACT Purpoese − This study aims to examine how stereotypes toward people from Eastern Indonesia are represented in the film Kaka Boss and the role of the film in reinforcing or challenging stereotypes that circulate in society. Method − This research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis, focusing on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth, as applied to selected scenes in the film, with the concepts of stereotype and representation theory serving as the interpretive framework. Findings − The findings indicate that stereotypes related to violence, harsh behavior, and criminal tendencies are not portrayed as inherent traits of the main character, but rather as social constructions imposed by the surrounding environment. Through the responses of the character Kaka Boss in various conflict situations, the film presents a reversal of meaning toward social myths that associate assertiveness and the physical appearance of people from Eastern Indonesia with violence. Thus, Kaka Boss tends to offer a deconstruction of stereotypes by presenting representations of people from Eastern Indonesia that are more humanistic, complex, and dialogical.
Representasi Kekerasan Seksual terhadap Perempuan dalam Film Women from Rote Island 2023 Faidzin, Rotala Dzikri; Wibowo, Arif Ardy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v11i4.64098

Abstract

Kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, metaforis, atau institusional, adalah jenis kekerasan yang paling umum dan rumit. Dengan menggunakan tujuan penelitian ini adalah untuk menggunakan teknik semiotik Roland Barthes untuk melihat bagaimana kekerasan seksual terhadap perempuan ditampilkan dalam film Jeremias Nyangoen “Women From Rote Island” Film ini tentang Martha, seorang wanita dari Pulau Rote, yang mengalami pelecehan seksual di banyak bagian kehidupannya, seperti di keluarganya, di tempat umum, dan di lembaga sosial. Penelitian ini menggunakan metode analisis semiotik Barthes, yang melihat makna denotatif, konotatif, dan mitos, untuk menggambarkan berbagai hal secara kualitatif. Penelitian ini memperoleh data dengan mengamati secara dekat tujuh sekuens penting dalam film dan mengambil gambarnya. Penelitian ini juga membaca beberapa buku tentang film tersebut. Analisis menunjukkan bahwa film tersebut menunjukkan kekerasan seksual dengan cara yang jelas dan juga mengkritik sistem patriarki menggunakan simbol dan cerita visual bahkan disiksa oleh laki-laki menunjukkan bagaimana perempuan disakiti oleh sistem yang membuat mereka diam. Penelitian ini menunjukkan betapa pentingnya untuk melihat secara kritis bagaimana media menggambarkan kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana film dan bentuk media lainnya dapat mengembangkan dan mempertahankan norma-norma yang berbahaya. Jadi, “Women From Rote Island” merupakan film penting untuk mempelajari tentang kekerasan terhadap perempuan dalam konteks masyarakat Indonesia.
CITRA KULINER LOKAL IKLAN KECAP BANGO SERI MEAT DIAGRAM: KAJIAN SEMIOTIKA PEIRCE Arif Ardy Wibowo; Ulaya Ahdiani; Rahina Nugrahani
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 12 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v12i2.7831

Abstract

Kecap Bango sebagai salah satu produk yang memakai iklan yang unik, selalu berupaya untuk mengedepankan budaya lokal sebagai unsur yang harus ada dalam iklan mereka. Budaya lokal ini dikemas menggunakan media kuliner sehingga akan lebih menarik sekaligus mengkampanyekan budaya lokal asli Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna dibalik visual dengan membaca tanda yang tersaji dalam sebuah iklan. Proses yang dilakukan yaitu analisis data diuraikan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian meliputi pengumpulan berbagai data dari subjek penelitian dan sumber yang relevan. Kemudian data dianalisis untuk mendapatkan pemahaman tentang objek kajian yang dihadapi. Beberapa kegiatan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data dengan cara observasi. Kemudian memilah dan menganalisa data. Kemudian diakhiri dengan membuat kesimpulan dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini dengan penguatan citra budaya lokal yang disampaikan oleh iklan Kecap Bango seri Meat Diagram. Analisis menggunakan kajian semiotika C.S Pierce mengerucut pada bagian indeks, ikon dan simbol pada iklan. Dengan analisi ini diharapkan dapat mengungkap konsturksi tanda yang ada dibalik visual sebuah iklan, khususnya yang terkait dengan budaya kuliner lokal yang ada pada iklan Kecap Bango seri Meat Diagram.
ANALISIS SEMIOTIKA: REPRESENTASI KETIDAKADILAN KORBAN PERPELONCOAN PADA FILM PENYALIN CAHAYA Dhea Citra Ananda; Arif Ardy Wibowo
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 13 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v13i2.11062

Abstract

Film adalah salah satu media komunikasi massa, yang menggunakan suatu media untuk menghubungkan komunikator dengan komunikan dengan jumah yang banyak, tersebar dimana-mana dan untuk menimbulkan efek tertentu. Film yang dibuat dapat mewakili segala kejadian yang pernah terjadi di kehidupan masyarakat. Banyaknya berita yang menginformasikan tentang kasus Perpeloncoan atau Kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan dibeberapa kampus yang tersebar di perguruan tinggi. Salah satunya adalah film Penyalin Cahaya yang menceritakan tentang seorang mahasiswa beasiswa yang sedang mencari keadilan karena telah menjadi korban perpeloncoan atau kekerasan seksual di grup teater kampus. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis yang ada pada film Penyalin Cahaya. Menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan analisis semiotika model John Fiske. Hasil penelitian menunjukkan tanda-tanda realita yang terdapat pada level realitas yang menjelaskan pada aspek penampilan, aspek lingkungan dan aspek perilaku. Pada level representasi menjelaskan pada aspek kamera, aspek pencahayaan dan aspek suara atau musik yang digunakan dalam film. Selanjutnya, pada level Ideologi penggambaran nilai-nilai ketidakadilan dan perjuangan perempuan yang dapat disimpulkan adalah ideologi emansipasi wanita dan feminisme.
ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILLS PADA PROGRAM TALKSHOW KICK ANDY CHILDFREE DI METRO TV Anindya Izza Maheswari; Arif Ardy Wibowo
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 14 No. 1 (2023): Juli 2023
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/orasi.v14i1.13454

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis dan mendeskripsikan wacana kritis pada program talkshow Kick Andy berjudul childfree dengan pendekatan Sara Mills. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Objek penelitian yaitu representasi childfree yang terdapat dalam program talkshow Kick Andy berjudul Childfree. Hasil penelitian ini adalah posisi sebagai subjek di dalam tayangan program talkshow Kick Andy berjudul Childfree ditempati oleh narasumber yang menyampaikan narasi tentang childfree. Sedangkan posisi pembaca ditempati oleh penonton tayangan program tersebut. Representasi childfree yang muncul dalam talkshow adalah terdapat beberapa latar belakang seseorang memutuskan untuk childfree yaitu adanya pengalaman traumatis di masa lalu yang pernah dialami seseorang di keluarganya, menganggap keberadaan anak sebagai beban, tidak memiliki kesiapan mental, dan pelaku childfree sudah merasa cukup Bahagia dengan pasangannya.
Co-Authors Abraz, Firza El Widad Agy Firda Sandi Ahmad, Nani Hartina Ajar Pradika Ananta Tur Akbar, M. Aditya Zuhri Akhsan, Rifai Nur Aldairasyah Aldairasyah Ana Nadhya Abrar Ananda, Dhea Citra Ananda, Tiara Wirman Anindya Izza Maheswari Annabila, Nadia Nasywa Annisa Ishlahtus Shohwah Annisya, Ika Rizna Apriyani, Tristanti Ardian Indro Yuwono Ariantini, Tiyas Arliananda, Diva Aisha Az-Zahra, Alifia Wanda Azmi, Mohammad Ardya Noor Bai Long Bambang Kasatriyanto Bambang Kasatriyanto Bambang Robi'in Bambang Robiin Bambang Robi’in Bambang Robi’in Budi, Audita Dwi Prasetyoning Budiman, Arif Imam Dani Fadillah Dhea Citra Ananda Dina Astuti Dina Astuti Dinda Destiana Fahma Ayu Dwi Shadillah Talentania Putri Wiyono Ega Arfiansyah Erviana, Vera Yuli Faidzin, Rotala Dzikri Gibbran Prathisara Hadi, Khaiqal Hamumpuni, Laksono Bintang Ida Puspita Iis Suwartini Iis Suwartini Ika Suryani Purba Kariska U Marasabessy, Maulidya kusuma, nala tri Luo Zhenglin Maheswari, Anindya Izza Maulana, Thoriq Muhammad Rasikh Noor ‘Alim Muhammad Zaffwan Idris Muhammad Zaffwan Idris, Muhammad Zaffwan Nasir, Roziani Nasir, Roziani Mat Nashir @ Mohd Novi Rahmawati Nugrahani, Rahina Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Aji Santoso Nunik Hariyati Oscar Samaratungga Peter Ardhianto Pratishara, Gibbran Probosiwi, Probosiwi Putra Dwi Pangestu Putri Sekar Diani Qirom, Rizqi Latiful Rachim, Ilmiawan Noor Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani Rahmah, Rizka Fatchur Ramadani, Destian Agung Rasikh Noor ‘Alim, Muhammad Ratih Ayu Pratiwinindya Roziani Mat Nashir Roziani Mohd Nasir Roziani Nasir Samsuddin, Mat Redhuan Samsudin, Mat Redhuan Sari, Syifa Naurah Shofia, Resa Suryani Purba, Ika Syahani, Isfiya Syfa Amelia Ulaya Ahdiani Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wandah Wibawanto Wijayanti, Annisa Alifiana