p-Index From 2021 - 2026
9.464
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Rekam : Jurnal, Fotografi, Televisi Animasi Jurnal Kawistara : Jurnal Ilmiah Sosial dan Humaniora Jurnal Ilmu Komunikasi Channel : Jurnal Komunikasi Komunikator Harmoni: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Seni Budaya Jurnal Orasi Masyarakat, Kebudayaan dan Politik Arty: Jurnal Seni Rupa Al Ishlah Jurnal Pendidikan Jurnal SOLMA Abdimas Dewantara specta: Journal of Photography, Arts, and Media Tuturrupa : Bertutur Apik, Berkata Rupa An-Nida : Jurnal Komunikasi Islam NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Acintya Gelar : Jurnal Seni Budaya Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Profetik Jurnal Ilmiah LISKI (Lingkar Studi Komunikasi) Jurnal Riset Komunikasi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEMBANGUN NEGERI Jurnal Ilmu Komputer dan Desain Komunikasi Visual NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Avant Garde Communications International Journal of Communication and Society International Journal of Visual and Performing Arts Citradirga : Jurnal Desain Komunikasi Visual dan Intermedia Jurnal Komunikasi Nusantara Jurnal Komunikasi Nusantara Mimesis MEDIASI Jurnal Kajian dan Terapan Media, Bahasa, Komunikasi Jurnal Dakwah dan Komunikasi Borobudur Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu komunikasi Media dan Cinema Mavis : Jurnal Desain Komunikasi Visual Journal of Pragmatics and Discourse Research Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Jurnal Desain Komunikasi Visual Nirmana Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Aurelia: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia JURNAL PARADIGMA: Journal of Sociology Research and Education Lektur, Jurnal Ilmu Komunikasi Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Jurnal Kawistara CHANNEL: Jurnal Komunikasi INJECT Interdisciplinary Journal of Communication Mavis: Jurnal Desain Komunikasi Visual
Claim Missing Document
Check
Articles

INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA EKSPRESI FOTOGRAFI MASA KINI WIBOWO, ARIF ARDY
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 5 No 1 (2015): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jh.v5i1.11797

Abstract

Fotografi pada kemunculannya yaitu sekitar abad ke-19 sedikit banyak telah memperkaya serta mempengaruhi perkembangan seni visual, bertujuan untuk membantu dalam pembuatan karya seni rupa khususnya pada karya seni lukis. Media Fotografi difungsikan sebagai alat bantu dalam dunia seni lukis pada waktu dulu, namun kini media tersebut menjadi sebuah fenomena baru yang hadir di dalam dunia seni. Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya teknologi sedikit banyak berpengaruh dalam dunia fotografi, hadir membawa banyak perubahan yang dinamakan dengan revolusi. Revolusi menjadikan sebuah fenomena baru pada fotografi hanya dengan menggunakan telepon seluler. Media ekspresi pada fotografi yang praktis akan mendorong siapa saja tanpa terkecuali menjadi lebih tanggap terhadap berbagai fenomena yang menarik, sehingga memerlukan media yang dapat menampungnya agar informasi yang diperoleh dapat tersalurkan pada khalayak masyarakat luas secara umum.Instagram merupakan jejaring sosial sebagai media untuk mengunggah foto-foto yang diperoleh para fotografer, bertujuan agar hasil dari foto-foto mereka dapat diinformasikan dan dinikmati oleh pengguna Instagram lainnya pada fitur smartphone. Instagram adalah aplikasi untuk berbagi foto yang dapat dilihat oleh Followers (pengikut) dari pengunggah foto yang di dalamnya dapat saling memberikan komentar antara sesama pengunanya. Dengan menggunakan jaringan internet, sehingga informasi yang ingin disampaikan dapat diterima dengan cepat, hadir dengan format fotonya berbentuk persegi sehingga terlihat seperti hasil foto dari kamera Polaroid dan kodak Instamatic. Disebut sebagai salah satu jejaring sosial pada tingkat papan teratas. Seni merupakan hasil dari pengekspresikan gejolak dari hati sang seniman yang mengebu-ngebu dan mengelora yang memberontak untuk diekspresikan melalui banyak media seni sebut saja pada fotografi sebagai sarana ungkapan perasaan serta keeksistensi sang diri yang berjalan berdampingan dengan kreatifitas untuk menghasilkan makna tertentu, dengan melalui mengunakan  Instagram  yang menjadi salah satu indikasi jejaring sosial yang telah menjadi media ekspresi yang paling populer pada masyarakat dimasa kini.
Ethnic Stereotypes in the Film Kaka Boss: Representation of Eastern Indonesians Pangestu, Putra Dwi; Wibowo, Arif Ardy
Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 11 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jdk.v11i1.16148

Abstract

ABSTRACT Purpoese − This study aims to examine how stereotypes toward people from Eastern Indonesia are represented in the film Kaka Boss and the role of the film in reinforcing or challenging stereotypes that circulate in society. Method − This research employs a qualitative approach using Roland Barthes’ semiotic analysis, focusing on three levels of meaning: denotation, connotation, and myth, as applied to selected scenes in the film, with the concepts of stereotype and representation theory serving as the interpretive framework. Findings − The findings indicate that stereotypes related to violence, harsh behavior, and criminal tendencies are not portrayed as inherent traits of the main character, but rather as social constructions imposed by the surrounding environment. Through the responses of the character Kaka Boss in various conflict situations, the film presents a reversal of meaning toward social myths that associate assertiveness and the physical appearance of people from Eastern Indonesia with violence. Thus, Kaka Boss tends to offer a deconstruction of stereotypes by presenting representations of people from Eastern Indonesia that are more humanistic, complex, and dialogical.
Co-Authors Abraz, Firza El Widad Agy Firda Sandi Ahmad, Nani Hartina Ajar Pradika Ananta Tur Akbar, M. Aditya Zuhri Akhsan, Rifai Nur Aldairasyah Aldairasyah Ana Nadhya Abrar Ananda, Dhea Citra Ananda, Tiara Wirman Annabila, Nadia Nasywa Annisa Ishlahtus Shohwah Annisya, Ika Rizna Apriyani, Tristanti Ardian Indro Yuwono Ariantini, Tiyas Arliananda, Diva Aisha Az-Zahra, Alifia Wanda Azmi, Mohammad Ardya Noor Bai Long Bambang Kasatriyanto Bambang Kasatriyanto Bambang Robi'in Bambang Robiin Bambang Robi’in Bambang Robi’in Budi, Audita Dwi Prasetyoning Budiman, Arif Imam Dani Fadillah Dina Astuti Dina Astuti Dinda Destiana Fahma Ayu Dwi Shadillah Talentania Putri Wiyono Ega Arfiansyah Erviana, Vera Yuli Gibbran Prathisara Hadi, Khaiqal Hamumpuni, Laksono Bintang Ida Puspita Iis Suwartini Iis Suwartini Ika Suryani Purba Kariska U Marasabessy, Maulidya kusuma, nala tri Luo Zhenglin Maheswari, Anindya Izza Maulana, Thoriq Muhammad Rasikh Noor ‘Alim Muhammad Zaffwan Idris Muhammad Zaffwan Idris, Muhammad Zaffwan Nasir, Roziani Nasir, Roziani Mat Nashir @ Mohd Novi Rahmawati Nugrahani, Rahina Nugroho Heri Cahyono Nugroho, Aji Santoso Nunik Hariyati Oscar Samaratungga Pangestu, Putra Dwi Peter Ardhianto Pratishara, Gibbran Probosiwi, Probosiwi Putri Sekar Diani Qirom, Rizqi Latiful Rachim, Ilmiawan Noor Rahina Nugrahani Rahina Nugrahani Rahmah, Rizka Fatchur Ramadani, Destian Agung Rasikh Noor ‘Alim, Muhammad Ratih Ayu Pratiwinindya Roziani Mat Nashir Roziani Mohd Nasir Roziani Nasir Samsuddin, Mat Redhuan Samsudin, Mat Redhuan Sari, Syifa Naurah Shofia, Resa Suryani Purba, Ika Syahani, Isfiya Syfa Amelia Ulaya Ahdiani Vera Yuli Erviana Vera Yuli Erviana Wandah Wibawanto Wijayanti, Annisa Alifiana