Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KARAKTERISTIK DAN PENGETAHUAN HIGIENE SANITASI PEDAGANG DAGING AYAM DI PASAR TRADISIONAL DI KOTA JAKARTA Sidabalok, Hasudungan A; Widaya Lukman, Denny; Purnawarman, Trioso
Jurnal Kedokteran Hewan Vol 9, No 1 (2015): March
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21157/j.ked.hewan.v9i1.2794

Abstract

Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pedagang daging ayam (umur, tingkat pendidikan, pengalaman berjualan, pelatihan, dan statuskepegawaian) di pasar tradisional di Kota Jakarta dan hubungan antara karakteristik tersebut dengan pengetahuan terkait higiene dan sanitasiketika berjualan daging ayam. Sebanyak 217 pedagang daging ayam di pasar tradisional di DKI Jakarta digunakan sebagai responden. Metodepenentuan sampel dengan cluster random sampling dan penentuan sampel pasar dengan probability proportional to size (PPS). Data dianalisissecara deskriptif dan hubungan antara peubah diuji dengan uji Gamma. Hasil yang diperoleh adalah hampir seluruh responden (n= 216; 99,5%)berumur di atas 21 tahun, sebagian besar responden (n= 105: 52,3%) lulus SMP dan SMA, dan kebanyakan responden memiliki pengalamanberjualan 3 tahun. Tingkat pengetahuan responden termasuk dalam kategori sedang sampai dengan baik (n= 209; 96,3%). Hasil analisis datamenunjukkan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) dengan kekuatan korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) dengan terdapat hubungan nyata antara pendidikan dengan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi sedang (r= 0,357), serta antara pengalaman dan pengetahuan (P0,05) mempunyai korelasi lemah (r= 0,296).
Praktik Kesejahteraan Hewan di Tempat Pemotongan Itik di Pasar Tradisional di Kota Bogor Farrah Nadhira, Ivania Farrah Nadhira; Purnawarman, Trioso; Basri, Chaerul
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 13 No. 3 (2025): November 2025
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.13.3.199-208

Abstract

Kesejahteraan hewan menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan dan diterapkan dalam pemotongan hewan ternak, termasuk pemotongan pada itik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat praktik kesejahteraan hewan pada proses penyembelihan itik di pasar tradisional di Kota Bogor. Pemotongan itik di Kota Bogor hanya dilakukan di tiga pasar dengan total keseluruhan terdapat tujuh pemotongan sehingga seluruhnya dijadikan sampel dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan penilaian terhadap praktik kesejahteraan hewan dengan menggunakan checklist yang terdapat dalam Pedoman Pembinaan Kesrawan Pada Unit Usaha Produk Hewan Tahun 2023. Aspek kesejahteraan hewan yang dinilai meliputi aspek kedatangan, istirahat, pra-penyembelihan, penyembelihan, sumber daya manusia, dan rencana darurat. Kategori penilaian tingkat praktik kesejahteraan hewan dikategorikan menjadi baik, sedang, dan buruk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 71% pemotongan itik di pasar tradisional di Kota Bogor berkategori sedang, sementara 29% berkategori buruk, dan tidak ada pemotongan berkategori baik. Penyimpangan ini banyak terjadi pada aspek kedatangan, pr-penyembelihan, sumber daya manusia, dan rencana darurat. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan praktik kesejahteraan melalui program Edukasi, Informasi, dan Komunikasi serta perlu dilakukan pemantauan pemotongan itik secara berkala oleh instansi terkait.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK DEMOGRAFI, PENGETAHUAN, DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK HIGIENE SANITASI PEKERJA RUMAH POTONG HEWAN-UNGGAS DI DKI JAKARTA Whardani, Vivien Kusuma; Sudarnika, Etih Etih Sudarnika; Purnawarman, Trioso
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.114947

Abstract

Peningkatan konsumsi daging ayam sebagai pangan asal hewan menuntut penerapan higiene dan sanitasi yang baik di Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU) untuk menjamin keamanan pangan dan kesehatan masyarakat veteriner. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dan praktik higiene sanitasi pekerja RPHU di Provinsi DKI Jakarta. Penelitian dilaksanakan pada enam RPHU dengan melibatkan 90 pekerja area bersih. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan, sikap, dan praktik serta observasi lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif dan menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap pekerja umumnya berada pada kategori sedang hingga baik, sedangkan praktik higiene sanitasi masih didominasi kategori sedang. Analisis jalur menunjukkan bahwa pendidikan berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan, pengetahuan berpengaruh signifikan terhadap sikap, serta pengetahuan dan sikap berpengaruh signifikan terhadap praktik kebersihan sanitasi, sedangkan umur berpengaruh negatif terhadap praktik. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan praktik higiene sanitasi di RPHU memerlukan penguatan pengetahuan dan sikap pekerja melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, disertai pengawasan yang konsisten dan dukungan sarana sanitasi yang memadai guna menurunkan risiko kontaminasi dan meningkatkan keamanan pangan asal hewan. 
Biosecurity Levels Related to Transmission of Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) in Live Bird Markets in Bogor Miftahurridho, Zoelva; Purnawarman, Trioso; Basri, Chaerul
Jurnal Sain Veteriner Vol 44, No 1 (2026): April
Publisher : Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.117188

Abstract

Live bird markets serve as aggregation points for various types of poultry originating from different geographic areas. That condition makes live bird market as a potential hotspot for disease transmission. High levels of human and live poultry movement, low awareness of hygiene and sanitation, and inadequate implementation of biosecurity practices can substantially increase the risk of disease transmission in live bird market. This study aimed to evaluate the implementation level of biosecurity among traders in live bird markets in Bogor City and Bogor Regency. A total of 15 traders were selected and assessed using a checklist adapted from Biosecurity Guide for Live Poultry Markets published by Food and Agriculture Organization (FAO). The assessment focused on three main components of biosecurity: movement control, isolation, and sanitation. Biosecurity levels were categorized as good, moderate, and poor level based on result from assessment. The result showed that biosecurity level among traders in live bird markets was moderate (100%). However, a relatively high degree of non-compliant was still observed across all biosecurity components. Therefore, improvements in biosecurity implementation are necessary, both through enhancing traders’ knowledge and awareness, improving market management by market authorities, and establishing clear and enforceable regulations by government.