Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Policy and Legal Analysis on Electronic Information and Transaction Laws Muhammad Andi Septiadi
Khazanah Hukum Vol. 4 No. 2 (2022): Khazanah Hukum Vol 4, No 2 August (2022)
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kh.v4i2.25051

Abstract

After the passage of the Information and Electronic Transaction law in Indonesia, there is a policy in the form of certain restrictions on conveying rights and aspirations through social media, of course highlighting the problem of hate speech. The purpose of this research is to add insight and application of the ITE Law in solving various problems ranging from hate speech to hate speech on social media. The method used in conducting research is the research method of Inductive qualitative data analysis techniques. This technique is used because it is considered to be able to support and assist us in facilitating the search for data and facts because this method is based on the data obtained and the ITE Law also requires many respondents so that the results of the research do not favor one party. The results of this study can be a reference whether the ITE Law is in line with the 1945 Constitution as a source of law in force in Indonesia. However, in practice there are still multiple interpretations of articles such as 27, 28 and 29 of the ITE Law. This article seems to be a scary thing for critics who are active on social media, or it can be misused as a tool to silence the truth and a political weapon, because there are still some powerful individuals who use this for personal gain. Our suggestion is that the government can review and revise the articles which still have multiple interpretations so that the possibility of having a negative connotation, and the community's stigma towards UU ITE itself can change.
Dampak Covid-19 Terhadap Sistem Pendidikan Muhammad Andi Septiadi; Nafhan Hariz Prawira; Saepul Aepudin; Via Ayu Lestari
Khazanah Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2022): Khazanah Pendidikan Islam
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kp.v4i2.19478

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan melalui pernapasan virus ini juga bisa mengakibatkan kematian. Virus ini menyebar secara cepat keseluruh dunia salah satunya Indonesia. Sebagai tindakan prevensi penyebaran virus ini masyarakat melakukan segala kegiatan di rumah masing secara online, Dan pengamatan kami membahas efektivitas pembelajaran online. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa dampak yang dihasilkan dari pendidikan online tidak bisa lebih diminimalisir lagi, menimbang pilihan selain ini adalah kluster-kluster penyebaran virus covid-19. Namun kami rasa pembelajaran online tidak efektif meski efisien. Dan maka moderasi kami rasa dibutuhkan untuk menjaga efektivitas pendidikan bangsa yang sayangnya belum dapat terpenuhi. : Covid-19, pendidikan, online.
Salafi Puritanism in Indonesia Ahmad Syamsir; Muhammad Andi Septiadi; Muhamad Ilham Nurhakiki; Muhammad Ihsan al-Habsy; Muhammad Rizal Arifin Hidayah
International Journal of Islamic Khazanah Vol. 11 No. 2 (2021): IJIK
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/ijik.v11i2.13199

Abstract

Salafis are known for their puritanical attitudes and thoughts. They strongly desire to purify Islamic teachings by inviting people to avoid shirk, heresy, and superstition. This makes them trapped in these stigmas, thus making them often come into conflict with groups that are opposite to them. Especially when this Salafi understanding came to Indonesia, when they began to spread his puritanical teachings, they were immediately rejected. This study aims to understand the theological instructions adopted by Salafi figures both abroad and domestically. This type of research is qualitative by using secondary data sources and using the Geisteswissenschaften analysis technique developed by Wilhelm Dilthey, which is often used to analyze religious texts of puritan groups using an interpretative approach. In addition, we also conducted observations using non-participatory methods in communities that claim to be Salafi. This study states that Salafis's theology is very rigid and tends only to understand the text according to personal interpretation. This study also finds that people do not really understand the teachings of Salafis as a whole but only take refuge behind the name of Salafis. This research encourages the Ministry of Religion and MUI to be more active in maintaining unity in Islam, although there are some differences of opinion. And also encourage the public to enrich Islamic literature more to be more tolerant in understanding differences.
KEKUATAN POLITIK DALAM PEMBENTUKAN SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Muhammad Andi Septiadi
Khazanah Multidisiplin Vol. 2 No. 2 (2021): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v2i2.15514

Abstract

Setiap kebijakan pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan proses pembelajaran, harus diarahkan untuk kepentingan terbaik siswa dan masyarakat umum. Namun, para pembuat kebijakan merasa sulit untuk memasukkan kepentingan siswa dan publik ke dalam kebijakan pendidikan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa proses pembuatan kebijakan hampir tidak pernah bebas nilai, dan oleh karena itu berbagai kepentingan akan terus mempengaruhi proses tersebut. Pada tataran ini, kepentingan mahasiswa dan masyarakat umum seringkali terabaikan, dan pemerintah lebih mengutamakan kepentingan masyarakat kapitalis di atas kepentingan masyarakat secara keseluruhan dalam pengambilan kebijakan. Kaitan antara pendidikan dan politik sangat erat, dan dapat diamati dalam keadaan ini bahwa politik negara memainkan peran penting dalam menentukan jalur pertumbuhan pendidikan suatu negara. Kaitan antara pendidikan dan politik sangat erat, dan dapat diamati dalam keadaan ini bahwa politik negara memainkan peran penting dalam menentukan jalur pertumbuhan pendidikan suatu negara. 
PERSPEKTIF MAHASISWA TERHADAP KEBIJAKAN PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA Muhammad Andi Septiadi; Abdullah Afif Thaifury; Fachri Khairan Ganda Sasmita; Irlani Alifah Kusyaeri
Khazanah Multidisiplin Vol. 3 No. 2 (2022): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v3i2.22129

Abstract

Maraknya kasus narkoba di kalangan remaja yang terus meningkat setiap tahunnya sehingga bersifat urgent untuk dipersoalkan. Tujuan penelitian ini untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang lebih baik dan bebas narkoba. Metode kuantitatif dan teknik analisis deskriptif yang digunakan dalam penelitian ini. Pentingnya sosialisasi narkoba pada remaja dapat membantu mengedukasi remaja untuk tidak terjerumus kedalamnya juga peran mahasiswa dalam upaya pencegahan narkoba di kalangan remaja. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber referensi literasi masyarakat mengenai edukasi tentang bahaya narkoba dalam struktur masyarakat untuk mewujudkan karakter generasi muda yang berkualitas. 
Pola Budaya Politik Gen Z Dalam Kontestasi Pemilu 2024 Chika Briliantina Emerald Mustafa; Dhiya Juni Rahman; Muhamad Fadillah Akbar; Muhammad Andi Septiadi
Khazanah Multidisiplin Vol. 4 No. 2 (2023): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v4i2.29409

Abstract

Kultur politik merujuk pada segala aktivitas, keyakinan, dan nilai-nilai yang terbentuk dalam tatanan sosial dan mampu memengaruhi individu dalam politik. Terdapat beberapa pola perilaku politik yang telah berkembang dalam masyarakat sebagai bukti partisipasi komunitas dalam negara dan pemerintahannya. Peran pemuda dalam politik memiliki pengaruh besar dalam pembentukan kultur politik suatu negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola kultur politik yang sedang berkembang di kalangan pemuda di kota Bandung dengan tujuan untuk memahami bagaimana pemuda memaksimalkan hak-hak politik mereka dalam pemilihan 2024 mendatang.
Public Policy, Educational Quality, and Digital Culture: A Mixed-Methods Analysis of Indonesia’s Intellectual and Technological Gap Nabila Marsha Safitri; Rizky Wahyu Hijazy; Syaisa Ayurid Mihrain; Muhammad Andi Septiadi; Muhammad Fadhil Hadziq
Tunjuk Ajar: Journal of Education and Culture Vol. 2 No. 1 (2026): JUNE
Publisher : Tuah Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64929/ta.v2i1.42

Abstract

Indonesia faces two intertwined structural problems: low Programme for International Student Assessment (PISA) scores and slow technological innovation reflected in heavy reliance on imported goods. These are compounded by uneven education-budget distribution and persistent gaps in internet access between Java and the frontier, outermost, and underdeveloped (3T) regions. This study examines how public policy shapes educational quality, digital culture, and technological dependence in Indonesia, and tests whether these problems originate from policy design alone or from interconnected systemic factors. A sequential explanatory mixed-methods design was used. Quantitative data came from 392 respondents across major Indonesian regions (purposive-quota sampling; minimum size benchmarked via Slovin's formula at a 5% error margin), and qualitative data from six semi-structured interviews with students, a teacher, a community member, and a regional parliament member. Content validity was established using Aiken's V (0.81–0.86) and reliability with Cronbach's alpha (0.79–0.84). Analysis applied Thomas R. Dye's Public Policy Theory, linking socio-economic conditions, institutions and processes, and policy outputs. Findings show that low PISA scores, inequitable budgeting, import dependence, and digital inequality are direct consequences of political and policy failures: weak transparency, lax import regulation, and corruption, reinforced by institutional weakness and socio-economic inequality, especially in 3T regions. The study contributes to public policy and education literature by positioning political dynamics as the root cause shaping educational quality and digital culture, and offers targeted instruments for reforming pedagogy, budget governance, and digital inclusion.
Co-Authors Abdullah Afif Thaifury Afifah, Zaidiah Nur Aharits Saputra Ahmad Dimas Dimas Ahmad Muhajir Ahmad Muhajir, Ahmad Ahmad Syamsir Akbar, Muhamad Fadillah al-Habsy, Muhammad Ihsan Alfarisi, Elsyam Alfiansyah, Yanuar Ali, Andi alia, siti Alifa Salsabilla Arlingga, Delfan Athoillah, Mohamad Bima Bernadib Chika Briliantina Emerald Mustafa Delfan Arlingga Devy, Happy Sista Dhiya Juni Rahman Dimas, Ahmad Dimas Elisa Susanti Fachri Khairan Ganda Sasmita Fahlevi, Muhammad Ichsan Fahrurozi, Gifar Fajri, Rully Reinali Felisa, Nayla Firdaus, Aep Syaefudin Gallant, Muhammad Hanifa, Silma Heldi Heldi heryanti, adila sani Hidayah, Muhammad Rizal Arifin HIDAYAT, SAJIDAH ASYAMI Idah Wahidah Irlani Alifah Kusyaeri Jang Yaris Joharudin, Agus Khendra, Muhammad Kiki Muhamad Hakiki Kusyaeri, Irlani Alifah Lestari, Nadia Ginan Luthfie Nugraha M. Choerul Adlie Rafqie Mahaba, Latifa Sufi Mar'atusholihah, Risya Muhamad Fadillah Akbar Muhammad Benito Muhammad Fadhil Hadziq Muhammad Ihsan al-Habsy Muhammad Khendra Muhammad Rizal Arifin Hidayah MUMTAZ, MUHAMMAD ARIYO Mustafa, Chika Briliantina Emerald Mustapa, Hasan Nabila Marsha Safitri Nadia Ginan Lestari Nafhan Hariz Prawira Nanang Suparman Nazdwa Fadlah Safitri Nazwa Putri Arti Kusnaedi Nazzira Gahitsya Sofa Novemberiaani, Riska Leiza noveriza supryatna, keyra syifa Nur Fitria Salsabila Hartono Nur'aeni, Melya Nurhakiki, Muhamad Ilham Nurmawati, Tri Haura Nurwahyuningsih Nurwahyuningsih Pratama, Satryo Putra Purwoko, Agus Putra, Rizky Utama Putri, Salsabila Nuraulia rahayu , yayu Rahman, Ahmad Syaeful Rahman, Dhiya Juni Rahman, Maulana Ali Raihan Athallah Rita Rahmawati Rizky Wahyu Hijazy Rohimah, Nur Siti Rrayyan, Shaka Umar Ruhenda Ruhenda Rully Reinali Fajri Saepul Aepudin Saputra, Aharits Sasmita, Fachri Khairan Ganda SEFTHIYAN, MUHAMMAD FARIED Sephia Maharani Shinta Dewi Rismawati Siti Alia Siti Alia Siti Syarah Sule, Babayo Sutayo, Rafli Rahman Syaisa Ayurid Mihrain Syamsir, Ahmad Tarisma Ditya Aisi Thaifury, Abdullah Afif Thoha, Silvia Milady Azkiya Via Ayu Lestari Wahyu, Fitri Pebriani Wanda Shakira Zahra Zakkiyah Zulmi Ramdani