Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

STRUKTUR FISIK DALAM ANTOLOGI PUISI AKU HENDAK PINDAH RUMAH KARYA AAN MANSYUR SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA DI SMA Apriani, Vina; D, Yusra; Wini, Lusia Oktri
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i2.9037

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menjadi bahan ajar Bahasa Indonesia dengan mendeskripsikan unsur fisik puisi dalam antologi puisi Aku Hendak Pindah Rumah. Pendekatan penelitian berupa kualitatif dengan metode formal dan deskriptif analisis. Data berasal dari antologi puisi Aku Hendak Pindah Rumah karya AAN Mansyur. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka. Data diuji valid dan reliabilitas menggunakan ketekunan pengamatan. Teknik analisis data yang dilakukan yakni, (1) reduksi data, (2) penyajian data, dan (3) penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Struktur fisik yang ditemukan dalam ke sepuluh puisi yang telah di analisis ialah, dari sepuluh puisi tersebut hampir semua tipografi yang digunakan adalah tidak beraturan, hanya dua puisi yang memiliki tipografi teratur yaitu, Engkau dan Sajakku, dan Pesan Ibu. Diksi yang ditemukan dalam kesepuluh puisi tersebut sangat beragam, namun diksi yang paling banyak ditemukan ialah dalam puisi Aku Hendak Pindah Rumah. Imaji yang paling dominan dari kesepuluh puisi tersebut adalah imaji rasaan (taste imagery). Sedangkan kata kongkret paling banyak ditemukan dalam puisi Yang Lantang dan Yang Hilang. Majas yang paling banyak ditemukan ialah majas personifikasi. Rima yang paling banyak di digunakan ialah rima awal dan rima akhir dengan tidak banyak persamaan bunyi, dan ritma yang digunakan kesepuluh puisi tersebut ialah jambe. (2) Sesuai dengan Prinsip Depdiknas (2006) Hasil penelitian ini sudah sesuai dengan ketiga prinsip tersebut, sehingga dapat dijadikansebagai alternatif bahan ajar pembelajaran Bahasa Indonesia apresiasi sastra di SMA pada Kurikulum 2013 kelas X/Semester Genap pada Kompetensi Dasar (KD) 3.17 yaitu menganalisis unsur pembangun puisi.Kata kunci: Struktur fisik, antologi puisi, bahan ajar
Youtube as a learning media for writing narrative text at SMP Muhammadiyah 1 Jambi Yuni Fitriyani; Rasdawita; D, Yusra
Jurnal Disastri (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Disastri: Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/disastri.v5i2.4005

Abstract

Based on the observations of researchers during PLP at SMP Muhammadiyah 1 Jambi City, whenstudents read a narrative text in front of other students, then students do assignments according to the contents of the narrative text they are reading, but there are still students who do not understand the contents of the text, because the text is too long so students become unfocused. Therefore the researcher offers a learning media in the form of Youtube media that can be used by teachers in learning narrative text. The purpose of this researchto describe the use of YouTube as a learning medium for narrative text material in class VII SMP Muhammadiyah 1 Jambi City. The research was conducted at SMP Muhammadiyah 1 Jambi City, the subject of this research was a Class VII Indonesian teacher. The approach in this research is a qualitative approach. This type of research, descriptive. The data obtained is in the form of student work in using YouTube as a learning medium. The results showed that the use of YouTube as a learning medium for class VII narrative text material at SMP Muhammadiyah 1 Jambi City in its implementation was in accordance with the learning implementation plan. Starting from the teacher carrying out preliminary activities, then in the main stages the teacher explains, asks questions and determines the results of student work to be made, the teacher helps students determine themes, determines schedules for collecting work results, in closing activities the teacher concludes the learning that has been carried out.
Analisis Makna Simbolik Etika Dalam Seloko Adat Pernikahan Masyarakat Desa Belanti Jaya Badriyah, Ririn Lailatul; Adiyadmo, Dimas Anugrah; D, Yusra
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana makna simbolik konteks etika pada seloko adat pernikahan masyarakat Desa Belanti Jaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan semiotik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dengan metode membaca dan mencatat. Objek penelitian ini adalah buku seloko adat pernikahan yang berjudul Materi Pembekalan Adat Lembaga Adat Tungko Tigo Sejarah dan Tali Tigo Sepilin 2016 yang diterbitkan oleh Lembaga Adat Duduk Tigo Solo Bumi Serentak Bak Regam Kabupaten Batang Hari 2016. Buku ini berisi seloko adat pernikahan dan tatacara hukum adat yang telah ditetapkan oleh lembaga adat. Hasil penelitian ini adalah menganalisis kutipan dan simbol sebanyak dua puluh dua seloko yang mengandung konteks etika dalam makna simbolik menurut Dharmojo (2005).
Nilai Sosial Dalam Legenda Rangkayo Hitam Karya Rini Febriani Hauri Monica, Juwita Serli; D, Yusra; Saputra, Ade Bayu
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.874

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami nilai sosial dalam karya sastra, khususnya cerita rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Legenda Rangkayo Hitam sebagai salah satu cerita rakyat Jambi tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana pewarisan nilai-nilai kehidupan. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk nilai sosial yang terkandung dalam Legenda Rangkayo Hitam karya Rini Febriani Hauri. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan nilai sosial yang terdapat dalam legenda tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Data penelitian berupa kutipan teks yang mengandung nilai sosial, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga kategori nilai sosial yang ditemukan, yaitu nilai material, nilai vital, dan nilai kerohanian. Nilai material ditemukan sebanyak 5 kutipan, nilai vital sebanyak 6 kutipan, dan nilai kerohanian 9 kutipan. Dengan demikian, legenda Rangkayo Hitam bukan hanya cerita sejarah, tetapi juga media pendidikan nilai sosial dan moral yang relevan hingga masa kini, serta memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat Jambi.
Nilai-Nilai Budaya Dalam Seloko Adat Perkawinan Masyarakat Desa Pemunduran Jambi Fitriyani, Anggun; D, Yusra; Pratama, Deri Rachmad
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 15, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v15i2.840

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra untuk mengkaji tentang nilai- nilai budaya yang terdapat dalam seloko adat perkawinan  masyarakat  Desa  Pemunduran  Jambi.  Adapun  teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori yang dikemukakan oleh Djamaris (dalam Darazah 2022), tentang nilai-nilai budaya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan menggunkaan metode analisis deskriptif maka bentuk hasil penelitian berbentuk deskriptif kata-kata. Adapun sumber data penelitian ini diambil pengamatan dan penelaahan dokumen yang di ambil dari buku seloko adat perkawinan masyarakat Desa Pemunduran Jambi (2023). Dari hasil penelitian di temukan 5 nilai budaya yaitu 1. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan Tuhan meliputi: ketaqwaan, berdoa kepada tuhan, dan berserah diri. 2. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan alam, manusia perlu menjaga dan melestarikan keindahan alam. 3. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan masyarakat meliputi: musyawarah, keadilan, dan kerukunan. 4. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan manusia lain meliputi: cinta,tolong menolong, nasihat, dan kepatuhan. 5. Nilai budaya dalam hubungan manusia dengan diri sendiri meliputi: rendah hati, dan menjaga harga diri. Nilai-nilai ini mencerminkan kearifan lokal yang memperkuat identitas dan moral budaya masyarakat setempat. 
ANALISIS STRUKTURAL NASKAH DRAMA TUHAN, TOLONG BUNUH EMAK KARYA YESSY NATALIA Sagita, Septi Nailani; D, Yusra; Rahmawati, Rahmawati; Akbar, Oky
Lintang Aksara Vol. 2 No. 2 (2023): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v2i2.28183

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) unsur-unsur apa saja yang membangun naskah drama “Tuhan, Tolong Bunuh Emak”. (2) hubungan antarunsur naskah drama “Tuhan, Tolong Bunuh Emak”. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini, termasuk penelitian studi pustaka yakni mengolah atau mengumpulkan sumber informasi terdahulu seperti buku, jurnal, catatan penelitian dan lain sebagainya, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data. Sumber data dalam penelitian ini adalah naskah drama di dalam buku Antologi Pemenang Sayembara Naskah Teater Rawayan Award 2022 yang berjudul Pindah yang diterbitkan oleh Dewan Kesenian Jakarta. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan struktural. Pendekatan struktural merupakan dimana peneliti akan memandang dan menelaah karya sastra dari segi instrinsik. Hasil dari penelitian ini yaitu, penulis mendeskripsikan unsur instrinsil yang terdapat dalam naskah drama “Tuhan, Tolong Bunuh Emak” yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, dan amanat. Tokoh dalam naskah drama “Tuhan, Tolong Bunuh Emak” karya Yessy Natalia yaitu Bekti, Minah, Emak, Werdi, dam Jaul. Tema yang melatar belakangi cerita adalah kondisi ekonomi dan kondisi seorang laki-laki yang merasa tidak berbaktik kepada orang tua dan tak merasa berguna di depan istri dan anaknya. Alur maju, latar yang terjadi antara sore hingga malam hari, terdiri dari latar tempatwaktu, dan social. Sudut pandang yang digunakan sudut pandang orang ketiga. Amanat yang terkandung sebagai seorang anak selayaknya kita memang harus berbakti kepada orang tua dalam kondisi apapun, walaupun kita tidak memiliki harta yang berlimpah. Hubungan antara unsur satu dengan unsur lainya yaitu setiap unsur memiliki peran dan fungsi masing-masing yang dalam melengkapi jalanya cerita baik tema, alur, tokoh dan penokohan, latar, sudut pandang, hingga amanat.
TINDAK TUTUR LANGSUNG DAN TIDAK LANGSUNG PADA NASKAH DRAMA “BAYANG (KAN)” KARYA ISKANDAR MUDA Almaqqi, Khofif; D, Yusra; Rahmawati, Rahamawati
Lintang Aksara Vol. 3 No. 2 (2024): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v3i2.28194

Abstract

Tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk menemukan dan menjelaskan bentuk-bentuk tindak tutur yang ada pada naskah drama “Bayang (Kan)”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan secara teoris penelitian ini memakai pendekatan pragmatik, sedangkan secara metodologis pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan deskriptif. Untuk teknik yang digunakan dalam melakukan pengumpulan data adalah Teknik baca dan catat dengan data yang bersumber dari naskah drama “Bayang (Kan)” karya Iskandar Muda berupa dialog para tokoh. Dalam melakukan penelitian, peneliti memakai teori pengelompokan tindak tutur yang dikemukakan oleh Searle. Sementara hasil penelitian yang merujuk pada teori tersebut didapat pendeskripsian bentuk-bentuk tindak tutur seperti tindak tutur deklaratif, ekspresif, dan representatif dan tidak ditemukan bentuk-bentuk tindak tutur direktif, dan komisif dari teks naskah drama “Bayang (Kan)”.
NILAI PENDIDIKAN LINGKUNGAN DALAM NASKAH DRAMA PADA SEBUAH TAMAN KARYA HUSEN: KAJIAN EKOKRITIK SASTRA Fitriani, Dinna; D, Yusra
Lintang Aksara Vol. 3 No. 1 (2024): Lintang Aksara
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jla.v3i1.28206

Abstract

Manusia merupakan makhluk yang memiliki sifat konsumtif yang sebagian besarnya hanya bisa mengkonsumsi tanpa bertanggung jawab sebagaimana mestinya memperlakukan lingkungan dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kritik ekologi di naskah drama Pada Sebuah Taman dengan kajian ekokritik sastra. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat yang memuat nilai pendidikan lingkungan. Pendekatan penelitian ini menggunakan kajian Ekokritik sastra atau kritik lingkungan. Pada naskah drama pendek Pada Sebuah Taman tersebut, menceritakan lingkungan yang tercemar akan sampah, dan tidak ada reaksi sama sekali dari pejabat untuk membantu menjaga kebersihan, sehingga semua pepohonan, bunga-bunga di taman harus tergerus banjir yang dikarenakan air hujan yang menggenang. Adapun beberapa nilai-nilai yang terdapat dalam naskah drama pendek yaitu pentingnya kesadaran dalam menjaga lingkungan sekitar, harus bergotong royong untuk menciptakan lingkungan yang indah, saling menjaga antara makhluk hidup, tumbuhan, manusia, dan hewan. Melalui kajian ini diharapkan dapat melihat dan menerapkan nilai pendidikan lingkungan di kehidupan pembaca serta membantu masyarakat sadar akan perlunya menjaga lingkungan sekitar
Pengembangan Digital Storytelling pada Pembelajaran Cerpen Peserta Didik Fase D SMA di Muaro Jambi Maymunah, Ummi; Harjono, Hary Soedarto; Yusra D
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5548

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan digital storytelling yang diterapkan pada peserta didik kelas XI dalam pembelajaran cerpen. Deskripsi tersebut mencakup validasi, kepraktisan, serta keberhasilan penggunaan digital storytelling dalam pembelajaran. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meningkatkan kreativitas dan pemahaman peserta didik pada materi cerpen lewat digital storytelling. Penelitian ini merupakan jenis R&D (Research and Development) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation and Evaluation), yang telah dimodifikasi oleh Robert Maribe Branch (2009). Produk yang dihasilkan adalah video digital storytelling dan modul ajar pendukung yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil validasi ahli materi sebesar 96%, validasi ahli media 81,6% dan validasi ahli kurikulum 95% dengan tingkat validitasnya yaitu sangat valid. Hasil kepraktisan oleh ahli praktisi sebesar 80% dengan tingkat validitas yaitu valid dan tingkat kepraktisan dari peserta didik sebesar 92% yang artinya sangat valid. Digital storytelling dinyatakan berhasil dikembangkan dengan baik setelah evaluasi submasif terlaksana. Hasil evaluasi submasif tersebut berupa penugasan peserta didik. Hasil perolehan nilai akhir penugasan peserta didik tersebut memuaskan dengan nilai A dan B.
Analisis konflik batin mendekat-menjauh tokoh utama dalam novel Dilan Tahun 1990 karya Pidi Baiq Pandu Winata, Fina; Anugrah Adiyadmo, Dimas; D, Yusra
Jurnal Genre (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) Vol. 7 No. 2 (2025): JURNAL GENRE: (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26555/jg.v7i2.12852

Abstract

Penelitian ini menganalisis konflik batin mendekat-menjauh (approach-avoidance conflict) dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 karya Pidi Baiq dengan menggunakan teori Kurt Lewin. Fokus penelitian ini adalah konflik batin yang dialami tokoh utama, Milea dan Dilan yang saling berhubungan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Data diperoleh melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalis secara mendalam dengan teori Kurt Lewin. Hasil analisis menunjukkan bahwa Milea mengalami berbagai konflik batin yang berkaitan dengan perasaannya terhadap Dilan. Di satu sisi, ia merasa tertarik dan memiliki ketertarikan emosional terhadap Dilan. Di sisi lain, ia merasa cemas dan takut karena status Dilan yang merupakan ketua geng motor tentunya penuh dengan risiko. Selain itu, Milea juga menghadapi dilema hubungannya dengan Beni, keputusan untuk mencari Dilan di tengah situasi yang berbahaya, serta keinginan untuk mengetahui hubungan Dilan dengan Susi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah konflik mendekat-menjauh dalam novel ini tidak hanya menggambarkan kebimbangan tokoh utama, tetapi juga menjadi cerminan emosi seseorang dalam mengambil sebuah keputusan.