Claim Missing Document
Check
Articles

Sensory quality, favorability, and antioxidant activity of red bean mochi with addition of skin flour and red dragon fruit flour Nesza Ayu Mulan; Nunung Cipta Dainy
Arsip Keilmuan Gizi (AKG) Vol. 2 No. 1 (2025): Volume 2 Nomor 1 Maret 2025
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36590/akg.v2i1.1106

Abstract

Deteriorating environmental conditions in urban areas cause the body to be continuously exposed to free radical compounds. Dragon fruit contains high antioxidants that have potential as anti-free radicals. This research aimed to determine the effect of red bean mochi formulation on sensory characteristics of mochi, nutritional content test and antioxidant activity analysis on red bean mochi with the addition of skin flour and red dragon fruit flour. This study used a completely randomized design (CRD) with four treatment ratios of glutinous rice flour to dragon fruit peel and fruit flour (30:10, 30:20, 30:30, 30:40). The variables measured were sensory and hedonic quality using organoleptic test by 30 semi trained panelists. Data analysis using Kruskal Wallis test and Mann-Whitney test. Determination of the selected formula using the exponential comparison method then analyzed proximate and antioxidant activity. There is a significant difference in sensory quality on the parameters of skin color, filling color, aroma, taste, and mouthfeel, the selected formula based on the organoleptic test is formula 3. The antioxidant activity test result is 12.78 mg/100 g. Water content test 41.45%, ash content test 1.48%, total energy 256,26 Kcal/100 g, protein 5.62%, fat 5.6%, carbohydrates 45.85%. The red bean mochi formulation with a 30:30 ratio was found to have moderate antioxidant activity.
PELATIHAN PENYIMPANAN BAHAN MAKANAN DAN PEMANFAATAN PEKARANGAN SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA MEKARJAYA BOGOR Annisa Oktaviani; Devina Alifia Fadhilah; Fadhelina Luthfiah Azzahra; Jihan Sekar Maharani; Miranda Monicha; Muhammad Abrar; Rahma Diaz Cahyani; Sasha Safira; Sri Laksmi Fitriyani; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Nunung Cipta Dainy
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 9 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i9.3444-3452

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang dicirikan dengan panjang badan atau tinggi badan balita tidak sesuai dengan usianya. Dalam upaya pencegahan stunting, penting diperhatikan antara lain akses pangan, kualitas bahan makanan, cara mengolah bahan makanan dan cara penyimpanan bahan makanan untuk menjaga mutu serta keamanan bahan makanan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Desa Mekarjaya Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor adalah penyuluhan tentang pencegahan stunting dan pelatihan penyimpanan bahan makanan serta pemanfaatan lahan pekarangan. Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu hamil dan ibu menyusui sebanyak 30 orang sebagai peserta. Materi penyuluhan diberikan dengan metode ceramah dan diskusi. Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata pre-tes post-tes sebanyak 9,7 poin dengan presentase kenaikan sebesar 12,3%, sehingga dapat dinyatakan terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui setelah diberikan penyuluhan.
EDUKASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH RUMAH TANGGA PADA TIM DASHAT (DAPUR SEHAT ATASI STUNTING) DI KELURAHAN PADASUKA BOGOR Wilda Yunieswati; Nunung Cipta Dainy; Inne Indraaryani Suryaalamsah; Ummul Habibah Hasyim
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.907-914

Abstract

Pemanfaatan sampah rumah tangga seperti sampah dapur dapat dilakukan dengan sederhana menggunakan prinsip 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Selain itu, salah satu produk dari pemanfaatan sampah rumah tangga adalah Eco-Enzyme. Eco-enzyme merupakan larutan hasil fermentasi sisa bahan organik (buah dan sayuran), gula dan air. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan di Posyandu Kelurahan Padasuka adalah edukasi pemanfaatan sampah rumah tangga dan pelatihan pembuatan Eco-Enzyme. Kegiatan ini diikuti oleh Tim DAHSAT Kelurahan Padasuka, Ciomas, Bogor sebanyak 21 orang di Posyandu Anugerah, Kelurahan Padasuka, Ciomas, Bogor. Materi edukasi diberikan dengan metode ceramah dan diskusi menggunakan media leaflet. Persentase peningkatan nilai post-test pada peserta yang mengikuti kegiatan edukasi yaitu sebesar 88.2%, dimana terjadi peningkatan nilai post-tes sebanyak 27 poin. Pelatihan pembuatan eco-enzyme dilakukan dengan setiap peserta praktek langsung membuat eco-enzyme dari sampah dapur yang dibawa oleh peserta. Pembuatan Eco-Enzyme dapat menjadi salah satu alternatif pemanfaatan sampah rumah tangga dari sisa makanan/bahan dapur sehingga bisa lebih bermanfaat dan memiliki daya jual.
EDUKASI PEMENUHAN GIZI YANG HALAL DAN AMAN BAGI PEKERJA MIGRAN DI SAPPORO JEPANG Mustakim Mustakim; Nunung Cipta Dainy; Rosyanne Kushargina; Walliyana Kusumaningati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39490

Abstract

Abstrak: Pekerja migran Indonesia di Jepang menghadapi tantangan dalam pemenuhan kebutuhan gizi seimbang dan pangan halal akibat keterbatasan akses, perbedaan budaya, serta faktor ekonomi dan lingkungan dan berpotensi menurunkan kualitas asupan gizi dan berdampak pada kesehatan serta produktivitas kerja. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pekerja migran terkait pemenuhan gizi seimbang dan pangan halal dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD) untuk mengidentifikasi kebutuhan peserta, serta kegiatan edukasi melalui ceramah, diskusi interaktif, dan demonstrasi praktik. Kegiatan dilaksanakan secara luring di Sapporo, Jepang, dengan melibatkan 22 pekerja migran Indonesia yang tergabung dalam komunitas Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jepang. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan sebanyak 90,9% peserta mengalami peningkatan skor pengetahuan dengan rata-rata skor pretest 5,7 menjadi 9,2 atau meningkat sebesar 62,4%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode edukasi yang digunakan efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta.Abstract: Indonesian migrant workers in Japan face challenges in fulfilling their needs for balanced nutrition and halal food due to limited access, cultural differences, and economic and environmental factors. These conditions may reduce the quality of dietary intake and negatively affect health status and work productivity. This community service program aimed to improve migrant workers’ knowledge regarding balanced nutrition and halal food practices in daily life. The methods included a Focus Group Discussion (FGD) to identify participants’ needs, followed by educational activities through lectures, interactive discussions, and practical demonstrations. The program was conducted offline in Sapporo, Japan, involving 22 Indonesian migrant workers affiliated with the Indonesian Muhammadiyah Special Branch (PCIM) Japan. Evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments to assess changes in participants’ knowledge levels. The results showed that 90.9% of participants experienced an increase in knowledge scores, with the average score rising from 5.7 in the pre-test to 9.2 in the post-test, representing an increase of 62.4%. These findings indicate that the educational approach was effective in enhancing participants’ understanding. A needs-based and practical educational approach contributed to improved nutrition literacy and awareness of halal food practices. This program is expected to serve as a sustainable educational intervention model to improve the health quality and productivity of Indonesian migrant workers abroad.
Smart Hidroponik Bertenaga Surya Terintegrasi Internet of Things Guna Peningkatan Ekonomi dan Ketahanan Pangan Darto Darto; Nunung Cipta Dainy; Helfi Gustia; Raisa Ardiyanti; Farah Aurellia Sasikirana; Niken Wulandari Dyrin; Graiseld Raissa Erwanto
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 10 No 2 (2026): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v10i2.28343

Abstract

Pertanian perkotaan menghadapi tantangan berupa keterbatasan lahan dan waktu, sehingga diperlukan teknologi inovatif seperti hidroponik untuk mendukung sistem pertanian berkelanjutan. Salah satu komponen utama hidroponik adalah pompa air yang berfungsi mendistribusikan larutan nutrisi, namun penggunaannya bergantung pada listrik sehingga menimbulkan biaya operasional yang cukup tinggi. Pemanfaatan panel Surya terintegrasi Internet of Things (IoT) sebagai sumber energi alternatif menawarkan solusi untuk menekan biaya sekaligus mendorong efisiensi energi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama kelompok tani Hidroponik Generik di Pesanggrahan pada Agustus–September 2025. Metode kegiatan berupa pengadaan sarana panel surya dan IoT serta pelatihan dan pendampingan mitra terkait dengan penerapan teknologi sistem tenaga surya dan IoT. Tujuan utama kegiatan ini adalah menciptakan kemandirian energi, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kapasitas mitra dalam memanfaatkan teknologi berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan pompa bertenaga surya dengan kapasitas panel 800 WP yang menghasilkan 1.400 WH per hari mampu mengoperasikan sistem hidroponik pada rak dengan 1000 lubang tanam. Selain itu teknologi IoT sangat membantu mitra dalam memantau kualitas aliran air hidroponik cukup melalui smartphone. Program ini berhasil menurunkan biaya operasional listrik sebesar 30%. Secara keseluruhan, kegiatan ini dinilai berhasil karena mitra menyatakan puas terhadap manfaat yang diperoleh.
Hubungan Asupan Gizi, Aktivitas Fisik, dan Status Gizi dengan Tekanan Darah Lansia di Bekasi, Jawa Barat: Association of Nutrient Intake, Physical Activity, Nutritional Status, and Blood Pressure Among Elderly in Bekasi, West Java Hayati, Salmah Hayati; Hayati, Salmah; Dainy, Nunung Cipta
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 5 No 1 (2026)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2026.5.1.365-372

Abstract

Older adults are a population group that continues to increase each year and is vulnerable to various health problems, including hypertension. The prevalence of hypertension in Indonesia remains high. Based on the 2018 Basic Health Research (Riskesdas), the prevalence reached 57.6%. In West Java, the prevalence was 71.08%, while in Bekasi City it increased from 29.2% in 2013 to 39.6% in 2018. One of the government’s efforts to control non-communicable diseases (NCDs) is through community-based health services such as integrated health service posts (Posyandu) and integrated non-communicable disease posts (Posbindu) for older adults. This study aimed to analyze the relationship between nutritional status, nutrient intake (sodium and fat), and physical activity with blood pressure among older adults at Posbindu Anyelir, North Bekasi District. This study used a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. A total of 70 older adults who met the inclusion and exclusion criteria participated in the study. Data were collected through questionnaires and direct measurements and analyzed using the chi-square test. The results showed that the prevalence of hypertension was 37.1%. There was no significant relationship between nutritional status (p=0.194) and physical activity (p=0.749) with blood pressure. However, sodium intake (p<0.001) and fat intake (p=0.049) were significantly associated with blood pressure. These findings highlight the importance of nutrition education to control sodium and fat intake as part of hypertension prevention among older adults.
OPTIMALISASI GIZI BALITA MELALUI EDUKASI PILAR GIZI SEIMBANG DAN SIMULASI PEMORSIAN MPASI DI CIOMAS BOGOR Nunung Cipta Dainy; Rosyanne Kushargina; Fini Fajrini
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.33929

Abstract

ABSTRAK                                                                                     Upaya penurunan angka stunting di Indonesia memerlukan kolaborasi lintas sektor serta program yang menyentuh akar permasalahan. Salah satu strategi penting adalah edukasi tentang gizi seimbang dan pemantauan penerapannya di masyarakat. Kader posyandu memiliki peran strategis dalam mendampingi masyarakat, khususnya ibu balita, untuk menerapkan prinsip-prinsip gizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam menjelaskan empat pilar gizi seimbang dan menaksir porsi Makanan Pendamping ASI (MPASI) balita. Mitra kegiatan ini adalah Posyandu di wilayah Kelurahan Padasuka Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.  Kegiatan dilaksanakan pada Mei 2025 dengan peserta sebanyak 20 orang ketua kader posyandu. Kegiatan dimulai dengan tahap persiapan dan koordinasi, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pelaksanaan edukasi menggunakan metode ceramah, diskusi interaktif, tanya jawab, dan simulasi praktik. Evaluasi keberhasilan kegiatan dilakukan dengan mengukur peningkatan pengetahuan peserta menggunakan formulir pre-test dan post-test yang berisi 10 pertanyaan terkait dengan materi yang disampaikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai sebesar 32,3 poin, dengan nilai rata-rata pre-test sebesar 60,0 dan post-test sebesar 92,3. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan edukatif yang disertai simulasi dapat meningkatkan pemahaman kader secara signifikan. Peningkatan kapasitas kader ini diharapkan berdampak positif dalam mendukung penerapan gizi seimbang dan pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata kunci: Kader Posyandu; MPASI; Standar Porsi; Stunting ABSTRACTEfforts to reduce stunting in Indonesia require cross-sectoral collaboration, including community-based nutrition education. Posyandu cadres play a strategic role in assisting mothers of toddlers to apply the principles of balanced nutrition, particularly in fulfilling complementary feeding (MP-ASI). This community service program aimed to strengthen the capacity of posyandu cadres in explaining the four pillars of balanced nutrition and in estimating appropriate MP-ASI portions for toddlers. The program was conducted in May 2025 in collaboration with Posyandu at Padasuka Village, Ciomas District, Bogor Regency, West Java, with 20 head cadres as participants. Educational activities were delivered through lectures, interactive discussions, and practical simulations. Knowledge evaluation was carried out using pre-test and post-test instruments. The results showed an average score increase of 32.3 points, from 60.0 to 92.3 (equivalent to a 53.8% improvement). These findings indicate that practice-based education significantly improved cadres’ understanding. Enhanced cadre capacity is expected to support the application of balanced nutrition principles and contribute to stunting prevention at the community level. Furthermore, this program has the potential to be replicated in other posyandu areas as a sustainable approach to improving maternal and child nutrition. Keywords: Complementary Feeding; Portion Standards; Cadres; Stunting
Pengaruh palm kernel oil terhadap karakteristik daging panggang meltique: pH, susut masak, dan tingkat kesukaan Nunung Cipta Dainy; Astari Apriantini; Wardina Humayrah; Khori Seftiyani; Edit Lesa Aditia
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 5, No 3B (2024): Nopember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v5i3B.1972

Abstract

Background: Beef has the highest Digestible Indispensable Amino Acid Score. However, beef is often difficult to consume because it has a tougher texture than poultry or fish. Meltique beef can be an alternative beef product that is easy to consume, but it still uses imported vegetable oil, which has an impact on the high selling price. It is necessary to innovate meltique using local vegetable oil.Objective: Analyse the effect of palm kernel oil (PKO) addition on the pH, cooking shrinkage and palatability of meltique meat.Methods: Using a Completely Randomised Design conducted at the Laboratory of the Faculty of Animal Husbandry, IPB from April to June 2024. The beef used was Brahman Cross sirloin. Two PKO formulas were injected, MP1 and MP2. There were four controls, namely MK1, MK2, WG and DR. The variables studied were pH using a pH meter, cooking loss by calculating the difference in raw-cooked weight, and the level of panellist preference using the hedonic test form. There were 25 semi-trained panelists who met the inclusion criteria to rate the level of preference for nine sensory attributes with a score range of 1 - 5. Statistical tests used ANOVA to analyse differences in pH, cooking loss, and Kruskal-Wallis test to analyse differences in level of preference.Results: There was a significant difference in the pH values of MP1 and MP2 with WG (P-value =0.000). There was no difference in cooking loss value (p-value =0.220). Hedonic test results showed that the level of preference of MP1 and MP2 was significantly different from WG (p-value <0.05).Conclusion: Meltique beef formulas have standard pH characteristics and cooking loss values similar to wagyu beef, but the preference level is still different from wagyu beef.
Edukasi Gizi dan Kesehatan Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Status Kesehatan Wanita di Kelurahan Padasuka Bogor Inne Indraaryani Suryaalamsah; Nunung Cipta Dainy; Nur Romdhona
Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Abdimas Kedokteran dan Kesehatan (JARAS)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jaras.1.2.95-102

Abstract

Pengetahuan tentang kesehatan reproduksi yang rendah menyebabkan kurangnya kesadaran wanita akan pentingnya pemeliharaan kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang tidak diketahui dan tidak dilakukan pengobatan akan menyebabkan penyakit serius seperti kanker servik, infertilitas dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan wanita tentang gizi dan kesehatan reproduksi serta memiliki kemampuan melakukan deteksi dini gejala awal gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Oktober 2023 dengan menggunakan metode penyuluhan (ceramah dan diskusi). Peserta kegiatan adalah wanita usia subur (WUS) sebanyak 25 orang di wilayah Posyandu Anugerah, Kelurahan Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor. Evaluasi kegiatan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang diisi oleh peserta dan kuesioner kepuasan mitra oleh kader Posyandu Anugerah. Hasil kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan peserta sebesar 86,2% dari sebelum edukasi sebesar 46,4 poin menjadi 86,4 poin setelah diberikan edukasi. Kegiatan ini telah berhasil meningkatkan pengetahuan wanita tentang gizi dan kesehatan reproduksi.
Formulasi cookies fungsional sumber protein dan serat berbasis tepung labu kuning, mocaf, dan daging ayam untuk lansia: Studi eksperimen kandungan gizi Zahra Fida Shatila; Nunung Cipta Dainy
Jurnal SAGO Gizi dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/gikes.v7i2.2762

Abstract

Background: Older adults often experience declines in physical, biological, psychological, and gastrointestinal functions, increasing the need for quality nutrients, particularly protein and dietary fiber. Pumpkin, modified cassava flour (mocaf), and chicken meat are potential food sources that can meet these needs.Objective: This study aimed to evaluate the nutritional content and hedonic quality of cookies formulated with pumpkin flour, mocaf, and chicken meat flour as an alternative snack rich in protein and fiber for older adults.Methods: An experimental study was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) with five formulas: F0 (150 g mocaf, 0 g pumpkin flour), F1 (140 g mocaf, 10 g pumpkin flour), F2 (130 g mocaf, 20 g pumpkin flour), F3 (120 g mocaf, 30 g pumpkin flour), and F4 (110 g mocaf, 40 g pumpkin flour). The dependent variables included hedonic quality, preference level, and nutrient content, whereas the independent variable was the proportion of mocaf and pumpkin flour. Data were analyzed using the Kruskal-Wallis and Mann-Whitney post hoc tests.Results: Significant differences (p<0.05) were observed in aroma, taste, and overall preference. Formula F1 was selected as the best formulation, containing 4.5% protein and 7.9% fiber. These values met the Indonesian National Standard (SNI) for biscuits, with fiber content qualifying for a “source of dietary fiber” claim, though protein content did not meet the “source of protein” requirement.Conclusion: Cookies with 140 g of mocaf and 10 g of pumpkin flour represent the optimal formulation, meeting SNI standards and showing potential as a functional high-fiber snack for elderly populations.
Co-Authors Abdullah Ihsan Al-Muswah Akbar, Zulfikar Ali Alfiah, Sarah Ali Khomsan Amelya Fitri Y.H Amelya Fitri Yudhistira Hartono Anisa Nurul Syafitri Anna Fatchiya Annisa Oktaviani Ardelia Evani Ari Wibowo Aryanti, Friesca Ayudya Ashari, Chica Riska Astari Apriantini Aulia Nakhlah Narapati Bella Arinda Putri Clara M Kusharto Clara Meliyanti Kusharto Dadang Herdiansyah Darto Devina Alifia Fadhilah Dodik Briawan Dwi Aulia Fitri Edit Lesa Aditia Endang Puspitasari Eneng Nunuz Rohmatullayaly Fadhelina Luthfiah Azzahra Farah Aurellia Sasikirana Farihatu Kamila Fauza Rizqia Fauza Rizqiya Febytia, Nechita Dinda Ferina Putri Rochmano Fini Fajrini Friesca Ayudya Aryanti Graiseld Raissa Erwanto Hasnabila Esti Ardiani Hayati, Salmah Hayati, Salmah Hayati Helfi Gustia Herdiansyah, Dadang Idal Musdalifa Iik Hikmawati Ikeu Tanziha Indraaryani Suryaalamsah, Inne Jihan Sekar Maharani Kamila, Farihatul Kasmita Kasmita Khoirul Anwar Khori Seftiyani Kusumaningati, Walliyana Listyani Hidayati Martina Wiwie Setiawan Nasrun Miranda Monicha Muhammad Abrar Mustakim Mustakim Mustakim Mustakim Naufal Muharam Nurdin Nesza Ayu Mulan Niken Wulandari Dyrin Novia Zahratul Hasanah Rahma Diaz Cahyani Rahman, Purnawati Hustina Raisa Ardiyanti Rayhan Adam Savero Risti Rosmiati Rizqiya, Fauza Rohmalia, Desi Romdhona, Nur Rosyanne Kushargina Rosyanne Kushargina Rosyanne Kushargina Sarah Alfiah Sasha Safira Siti Madanijah Sri Laksmi Fitriyani Sri Rezeki Suryaalamsah, Inne Indraaryani Ummul Habibah Hasyim Walliyana Kusumaningati Wardina Humayrah Wilda Yunieswati Yuda Turana Yudha Nigrum Yuliarti, Nurul Azizah Tri Zahra Fida Shatila Zizi Harisatunnasyitoh Zulma Fara Panadia Zulma Fara Panadia