Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

DAMPAK IMPLEMENTASI PROGRAM PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) DI KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Elisa Medi Saputri; Agung Wibowo; Eksa Rusdiyana
Agrica Ekstensia Vol 15 No 2 (2021): Edisi Desember
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.112 KB) | DOI: 10.55127/ae.v15i2.99

Abstract

Pemanfaatan pekarangan sebagai tempat budidaya sayur mulai dikembangkan. Pengembangan pekarangan merupakan wujud dari implemenatasi program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dalam rangka pemenuhan kebutuhan gizi keluarga. Dampak-dampak yang diperoleh setelah melaksanakan program P2L menjadi indikator keberhasilan program tersebut. Program P2L yang tidak menuai hasil optimal dapat diindikasikan bahwa dalam pelaksanaannya tidak berjalan sesuai dengan konsep dan arahan yang diberikan. Perlunya evaluasi dari sisi pembuat dan pelaksana program untuk keberlanjutan program. Berdasarkan uraian permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak implementasi program P2L di Kecamatan Gondangrejo Kabupaten Karanganyar. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Metode penentuan informan dalam penelitian adalah purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program P2L di Kecamatan Gondangrejo membawa dampak ekonomi melalui penghematan pengeluaran belanja sayur. Dampak sosial dapat dirasakan dengan adanya perubahan perilaku dan terbentuknya dinamika kelompok, secara psikologis terlihat adanya sikap wanita tani yang mau belajar budidaya sayur. Dampak program P2L apabila ditinjau dari aspek budaya belum terlihat. Program P2L tidak membawa dampak buruk bagi lingkungan.
Perilaku dalam Pengelolaan Lahan Pertanian di Kawasan Konservasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Hulu Kabupaten Karanganyar Hamzah Wijayanto Wijayanto; Sapja Anantayu; Agung Wibowo
AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development Studies Vol. 2 No. 1 (2021): April 2021 (AgriHumanis: Journal of Agriculture and Human Resource Development
Publisher : Balai Pelatihan Pertanian Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46575/agrihumanis.v2i1.96

Abstract

Watershed has a purpose as a conservation area which needs to be performed to maintain environmental conditions from degradation. Beruk Village, Jatiyoso Sub-District is one of the watershed conservation areas. The Watershed which is administratively located in Karanganyar Regency is part of the Bengawan Solo watershed which has an important function as a water absorption area. This study aims is to find out to know the behavior of farmers in land management related to watershed conservation activitie. The method of research used is qualitative research with descriptive analysis. Deliberate location selection (purposive) in the village of Beruk District Jatiyoso Karanganyar Regency with consideration Beruk village is a red zone or disposed to to landslides so it is necessary to be considered in the management of land. Initial informant determination is done purposive sampling with key informants. This research is using triangulation method for data validation. The results showed that there is land management carried out by farmers in Beruk Village is adjusted to existing land conditions so as to protect the land from erosion. Land management conceded by farmers in Beruk Village in two ways, namely vegetative and mechanical land control.
Desiminasi inovasi dan pengembangan jejaring kemitraan pada kelompok usaha kripik talas untuk membangun desa wisata (Desa Tambakmerang Kecamatan Girimarto Kabupaten Wonogiri) Agung Wibowo; Eny Lestari; Eksa Rusdiana
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 2 (2020): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.2.255-264

Abstract

Productive economy and creative economy serve as the basis for developing tourist villages. The development of a tourism village needs to pay attention to the local wisdom contained in the location, this aims to show the identity of the tourist village and show its own uniqueness that can be used to differentiate it from tourist villages in other places. The main problem faced by MSME actors in Tambakmerang Village is marketing which can only reach around the area within one sub-district and sub-district nearby. The PKM (Community Partnership Program) team facilitates the introduction of their products by introducing web site technology and social media so that MSME actors can be widely known. Furthermore, the PKM team will also conduct training and mentoring to support online sales. In order to carry out the Community Partnership Program for Taro Chips craftsmen, it is carried out by combining various methods including: socialization and training, mentoring, Optimizing efficient technology transfer, and Optimizing the use of information technology. Technically, there are several activities of this Community Partnership Program, which are as follows: (1) introducing appropriate technology and training; (2) facilitating cooperation between MSME actors in Tambakmerang Village, (2) facilitating web sites and social media to introduce them to the public; (3) developing institutional capacity.
Implementasi Program Corporate Social Responsibility PT. Pertamina Terhadap Pemulihan Bisnis UMKM Binaan Akibat Pandemi Covid-19 Bharata Dharmacahya; Dwiningtyas Padmaningrum; Agung Wibowo
Jurnal KIRANA Vol 3 No 1 (2022): Jurnal KIRANA Volume 3 Nomor 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jkrn.v3i1.29082

Abstract

The pandemic of Covid-19 has become a problem for SMEs in Indonesia. SMEs experience a shortage of labor which causes people to lose income. PT Pertamina through Corporate Social Responsibility offers assistance to tackling the problems faced by SME actors during the pandemic by running partnership and community development program. The goal is to help SMEs to be able to survive and develop their businesses in pandemic situation. This study aims to determine the form, the stages and the performance of PT. Pertamina CSR implementation in the process of recovering the SME businesses causes by the pandemic. The basic research method uses a qualitative descriptive method. The location and informant selection was carried out purposively. Research data obtained from observation, interviews and documentation. The validity of the research using the method and source triangulation technique. The results of the study found that the form of the CSR program implemented by PT. Pertamina from before the pandemic until now has not experienced any changes, namely community development. CSR implementation by PT. Pertamina didn’t find any changes from before and during this pandemic, but what has been done in this pandemic situation is adjustment of activities. The adjustments are intensively carried out by PT. Pertamina in this pandemic is to encourage the digitization of SMEs. CSR Implementation of PT. Pertamina is carried out in four stages, starting from planning, implementation, evaluation and reporting. CSR Performance of PT. Pertamina during the pandemic can be seen through eight CSR performance indicators, namely leadership, aid proportion, transparency and accountability, area coverage, planning and evaluation, stakeholder involvement, sustainability and outcome
Penghidupan Berkelanjutan (Sustainable Livelihood) Rukun Nelayan Tanggulangin Kecamatan Klirong Kabupaten Kebumen Zulaikhah Fitri; Sugihardjo Sugihardjo; Agung Wibowo
Jurnal Laot Ilmu Kelautan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Laot Ilmu Kelautan
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jlaot.v3i2.3337

Abstract

Rukun Nelayan Tanggulangin selama ini masih bergantung pada hasil tangkapan ikan padahal sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan dan dikelola dengan baik untuk meningkatkan penghidupan. Pendekatan penghidupan berkelanjutan dibutuhkan guna menentukan nelayan mempertahankan hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penghidupan berkelanjutan Rukun Nelayan Tanggulangin untuk dapat bertahan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan analisis data secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus hingga data jenuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghidupan berkelanjutan yang dilakukan oleh Rukun Nelayan Tanggulangin adalah dengan tetap mempertahankan sarana penangkapan ikan secara tradisional dan ramah lingkungan; mempertahankan modal sosial; memanfaatkan peluang mata pencaharian lain sesuai dengan sumber daya alam yang tersedia serta memberdayakan anak, saudara dan istri nelayan.Kata kunci :  berkelanjutan, penghidupan, rukun nelayan
Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Desa Wisata (Studi Kasus Kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar) Dio Ariza Kelana; Agung Wibowo; Dwiningtyas Padmaningrum
Jurnal Impresi Indonesia Vol. 1 No. 3 (2022): Jurnal Impresi Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jii.v1i3.30

Abstract

Pendahuluan: Pembangunan desa wisata dalam pengembangannya memiliki hal vital yang perlu dilibatkan yaitu pengelolaan yang melibatkan masyarakat. Upaya pengembangan potensi desa wisata harus melibatkan masyarakat dan kelompok penting yang lainnya. Pariwisata yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama didalamnya dinamakan pariwisata berbasis masyarakat. Keberhasilan dan keberlanjutan pengembangan Desa Wisata berasal dari peran pemerintah dalam merancang peraturan, partisipasi masyarakat dalam pembangunan dan pengembangan, peran stakeholder dalam menggali potensi lokasi wisata, serta peran pokdarwis dan kelembagaan desa yang selalu memberikan ide dan masukan untuk pengembangan kawasan wisata. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa wisata di Kecamatan Jenawi. Metode: Peneliti menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus untuk melihat fenomena yang terjadi sebenarnya di lapang. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat Kecamatan Jenawi sangat tinggi untuk mengembangkan wilayahnya, seperti dengan memanfaatkan potensi wisata alam yang ada seperti Candi Cetho dan Candi Kethek, serta membangun agrowisata petik buah dan edukasi untuk menarik perhatian wisatawan agar berkunjung ke Kecamatan Jenawi. Masyarakat dan pemerintah bekerjasama dalam pembangunan desa wisata di Jenawi. Kesimpulan: Partisipasi masyarakat Kecamatan Jenawi dalam pembangunan desa wisata di Kecamatan Jenawi tergolong sangat aktif. Dampak yang timbul dengan adanya pembangunan kawasan desa wisata di Kecamatan Jenawi di bidang ekonomi, sosial budaya, dan lingkungan sangat positif.
Penyuluhan Mengenai Pentingnya Physical Distancing, Social Distancing, Serta Program Phbs Untuk Memutus Rantai Penyebaran Covid-19 Sandra Lestari; Agung Wibowo
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 3 (2020): Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha Dalam Pemberdayaan Masyarakat Untuk Menyongsong
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.771 KB) | DOI: 10.37695/pkmcsr.v3i0.730

Abstract

Coronavirus disease Covid-19 merupakan penyakit infeksius yang menyerang tidak hanya di Indonesia, tetapi di seluruh belahan dunia. Saat ini di Indonesia jumlah angka kasus positif Covid-19 belum mengalami penurunan, tetapi justru semakin meningkat setiap hari. Hal ini membuktikan bahwa kesadaran masyarakat akan bahaya Covid-19 masih rendah. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan upaya untuk mengurangi jumlah angka kasus positif Covid-19. Pengabdian masyarakat ini difokuskan pada Penyuluhan Mengenai Pentingnya Physical Distancing, Social Distancing, Serta Program Pola Hidup Sehat untuk membantu meningkatkan kesadaran masyarakat di Kelurahan Pusaka Rakyat, Kecamatan Tarumajaya, Bekasi, Jawa Barat. Metode pelaksanaan pengabdiam dilaksanakan berdasarkan tema besar supporting pemahaman masyarakat terhadap COVID-19 dilakukan dengan metode secara daring dan luring. Metode daring dengan kegiatan berupa edukasi online melalui Instagram (@sandrachaaw) dan grup Whatsapp Kompleks berbasis diskusi bersama, dan dilakukan secara luar jaringan (luring) dengan kegiatan berupa edukasi offline dengan mencetak poster (ditempel di taman kompleks), brosur (dibagikan kepada warga), pembagian masker, vitamin C, penyediaan hand sanitizer dan sabun cuci tangan di ruang publik. Hasil pelaksanaan kegiatan adalah adanya peningkatan kesadaran masyarakat mengenai bahaya Covid-19, yang ditunjukkan dalam kehiduoan keseharian dengan tetap mematuhi himbauan dan protokol kesehatan dari pemerintah.
Pemberdayaan Masyarakat Tani Dalam Pengembangan Kopi Organik Di Kabupaten Pati (Studi Kasus Kelompok Tani Wanna Lestari Desa Gunungsari Kecamatan Tlogowungu) Mariska Prita Hidayati; Agung Wibowo; Widiyanto Widiyanto
SOCIAL PEDAGOGY: Journal of Social Science Education Vol 1 No 2 (2020): Social Pedagogy: Journal of Social Science Education
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.704 KB) | DOI: 10.32332/social-pedagogy.v1i2.2735

Abstract

Kopi organik merupakan kopi yang bebas dari pengaruh bahan kimia. Kopi dikatakan organik jika sudah memiliki sertifikat resmi organik dari lembaga sertifikasi. Kabupaten Pati memiliki wilayah penghasil kopi organik yaitu di Desa Gunungsari yang mendapatkan pendampingan langsung dari pemerintah pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap peran agen perubahan pemberdayaan, dan menemukan faktor pendukung dan penghambat pemberdayaan dalam pengembangan kopi organik. Metode dasar penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan analisis deskriptif dan studi kasus. Pemilihan lokasi secara sengaja (purposive) di Desa Gunungsari Kabupaten Pati dengan pertimbangan kelompok tani Wanna Lestari merupakan satu-satunya kelompok tani yang mendapatkan program desa organik. Penentuan informan dilakukan secara purposive sampling dengan informan kunci. Informan dalam penelitian ini berjumlah 8 informan. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder yang diperoleh dari observasi, wawancara mendalam dan studi dokumen. Validitas data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan agen perubahan pemberdayaan menjalankan perannya masing-masing untuk mendampingi keberjalannya pengembangan kopi organik. Faktor pendukung dan penghambat dalam pemberdayaan masyarakat tani di kelompok tani Wanna Lestari meliputi beberapa aspek yaitu kelembagaan, ketenagaan, sarana dan prasarana, pembiayaan, penyelenggaraan, dan pengawasan. Aspek yang paling menonjol yaitu faktor pembiayaan atau dana yang dimana pemberdayaan akan berhenti setelah program selesai yang diberikan di kelompok tani.
Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Digital Marketing Minyak Kayu Putih pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonolestari, Desa Wonoharjo Boyolali Sapja Anantanyu; Putri Permatasari; Joko Winarno; Suwarto Suwarto; Agung Wibowo
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.1.2022.60-67

Abstract

Eucalyptus is a type of productive plant in the forestry sector which has a fairly important role in the essential oil industry. Farmers of Wonoharjo Village, Kemusu District, Boyolali Regency cultivate eucalyptus plants and process them into eucalyptus oil products independently. Eucalyptus farmers in Wonoharjo Village are members of the Wonolestari 1 and Wonolestari 2 Forest Farmer Groups (KTH) who are still experiencing problems in carrying out a product marketing system, especially in the utilization of communication technology. Therefore, it is necessary to assist farmers in marketing eucalyptus oil products. The purpose of this community service activity is to provide education, assistance and training as an effort to increase the knowledge and skills of eucalyptus farmers in Wonoharjo Village in processing eucalyptus oil to have a high selling value by implementing online-based integrated marketing communications. The method of implementing service activities is carried out by preparing material handbooks, marketing socialization packaged through workshops, training, digital marketing communication practices with the preparatory and execution stages. The socialization activities carried out are able to increase the knowledge of eucalyptus oil farmers regarding digital marketing through several social media such as Instagram, Youtube and E-Commerce applications namely Shopee. Mentoring activities are expected to be able to increase product marketing by reaching consumers widely so that people's incomes also increase.
Strategi Komunikasi Pemasaran melalui Digital Marketing Minyak Kayu Putih pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Wonolestari, Desa Wonoharjo Boyolali Sapja Anantanyu; Putri Permatasari; Joko Winarno; Suwarto Suwarto; Agung Wibowo
Jurnal Surya Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): November 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.5.1.2022.60-67

Abstract

Eucalyptus is a type of productive plant in the forestry sector which has a fairly important role in the essential oil industry. Farmers of Wonoharjo Village, Kemusu District, Boyolali Regency cultivate eucalyptus plants and process them into eucalyptus oil products independently. Eucalyptus farmers in Wonoharjo Village are members of the Wonolestari 1 and Wonolestari 2 Forest Farmer Groups (KTH) who are still experiencing problems in carrying out a product marketing system, especially in the utilization of communication technology. Therefore, it is necessary to assist farmers in marketing eucalyptus oil products. The purpose of this community service activity is to provide education, assistance and training as an effort to increase the knowledge and skills of eucalyptus farmers in Wonoharjo Village in processing eucalyptus oil to have a high selling value by implementing online-based integrated marketing communications. The method of implementing service activities is carried out by preparing material handbooks, marketing socialization packaged through workshops, training, digital marketing communication practices with the preparatory and execution stages. The socialization activities carried out are able to increase the knowledge of eucalyptus oil farmers regarding digital marketing through several social media such as Instagram, Youtube and E-Commerce applications namely Shopee. Mentoring activities are expected to be able to increase product marketing by reaching consumers widely so that people's incomes also increase.
Co-Authors Andre Noevi Rahmanto Aqni Hanifa Arip Wijianto Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bharata Dharmacahya D Padmaningrum Dewi Sri Rejeki Tri Wahyuni Dhea Firna Ananda Dikhorir Afnan Dio Ariza Kelana Drajat Tri Kartono Drajat Tri Kartono Dwi Hastutik Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Eka Handayanta Eksa Rusdiana Eksa Rusdiyana Eksa Rusdiyana Elisa Medi Saputri Elisa Tri Rahmawati Emi Widiyanti Eny Lestari Eny Lestari Eny Lestari Fajar Julian Santosa Ginanjar Dwi Cahyanto Hafida Narulita Sari Hamzah Wijayanto Wijayanto Imaduddin Xena Joko Ayu Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Kusnandar Kusnandar Luthfi Agung Ardhianta Mahendra Wijaya Mariska Prita Hidayati Mela Purnaningrum Moch. Samsul Anwar Muhammad Iqbal Akbar Nisa Maidah Rahmawati Nisita Wuri Nurul Risca Pratiwi Oky Dea Novianti Padmaningrum Padmaningrum Permatasari Putri Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Retno Setyowati Riesta Adyanti Purnama Rindea Wini Pertiwi Risky Ayu Andriani Risky Ayu Andriani Rosita Candrakirana Sandra Lestari Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu, Sapja Sapja Anantayu Siska Prihantiwi Sonia Aprilia Susanta Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Suminah Suminah Suminah Suminah Suryono Suryono Suryono Suryono Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutrisno Hadi Purnomo Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Totok Mardikanto Tri Abdul Rahman Ulfa, Amalia Nadifta Waskito Widi Wardojo Widiyanto Winarno Joko Wiwit Rahayu Zaini Rohmad Zulaikhah Fitri Zulaikhah Fitri