Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Persepsi Petani Terhadap Program Kemitraan Tanam Bawang Putih dengan PT. Fajar Mulia Transindo di Kecamatan Tawangmangu Kabupaten Karanganyar Imaduddin Xena; Suminah Suminah; Agung Wibowo
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (703.711 KB) | DOI: 10.59141/jiss.v2i03.210

Abstract

This research described garlic planting partnership program, described farmers’ perception on garlic planting partnership program, and analysed factors which influenced farmers’ perception on garlic planting partnership program. Basic method of the research used was quantitative with survey technique. The research location was in Nglebak Village and Sepanjang Village, Tawangmangu Sub-district, Karanganyar Regency, with Gapoktan consideration in Nglebak Village and Sepanjang Village that was one of Gapoktan followed garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. The sampling used technique of purposive random sampling that consisted of 60 respondents. The data analysis used multiple linear regression test with SPSS Statistics 25.0 program. The research result showed that: (1) garlic planting partnership program that was done by Gapoktan in Sepanjang Village and Nglebak Village, Tawangmangu Sub-district with private party namely Fajar Mulia Trasindo Ltd. has occured since 2017. This program was based on partnership principle in order to be mutually beneficial between two parties. (2) farmers’ perception on garlic planting partnership program with Fajar Mulia Trasindo Ltd. in Tawangmangu Sub-district included in bad category, it was due to unsatisfactory result that was obtained by farmers in garlic planting partnership program which have been implemented, among others, the lateness of seed supply, the low quality of seeds given so that it influenced their garlic harvest. (3) partially or together in independent variable (self-concept, needs, experience, hope, novelty, intensity, and proximity) it did not be significantly influenced towards dependent variable (farmers’ perception on garlic planting partnership program).
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Regenerasi Petani Gula Kelapa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Kelompok Tani Nira Cikal Mas) Elisa Tri Rahmawati; Joko Winarno; Agung Wibowo
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gula kelapa adalah bentuk hasil pengolahan nira pohon kelapa yang dihasilkan melalui proses pemekatan nira dan dapat berbentuk cetak (padat) maupun serbuk atau semut. Desa Pageraji Kecamatan Cilongok merupakan salah satu sentra produksi gula kelapa. Desa Pageraji memiliki tegal/kebun yang luas tetapi rendahnya minat masyarakat untuk bekerja di usaha produksi gula kelapa sehingga terjadi krisis regenerasi. Keberhasilan regenerasi penderes (petani gula kelapa) berkaitan dengan faktor-faktor yang memengaruhinya. Tujuan dari penelitian adalah menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi regenerasi petani gula kelapa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus dengan metode purposive dan snowball sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa faktor yang memengaruhi regenerasi meliputi faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang memengaruhi regenerasi adalah umur, pendidikan, pengalaman bertani, jenis kelamin, status pernikahan. Faktor internal yang tidak memengaruhi adalah motivasi menjadi petani. Faktor eksternal yang memengaruhi regenerasi adalah aktivitas utama orang tua, dan dukungan masyarakat. Faktor eksternal yang tidak memengaruhi regenerasi adalah dukungan orang tua, dukungan pemerintah, dan teknologi.
Eksistensi Dan Peran Tradisi Mot Banyu Dalam Melestarikan Sumber Daya Air Di Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kabupaten Semarang Dewi Sri Rejeki Tri Wahyuni; Agung Wibowo; Eksa Rusdiyana
SNHRP Vol. 5 (2023): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 5 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Sidomukti merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang yang memiliki sumber daya air yang masih terus dijaga kelestariannya hingga saat ini. Salah satu upaya dalam melakukan pelestarian sumber daya air, masyarakat Desa Sidomukti kerap melakukan sebuah tradisi yang dikenal dengan sebutan Tradisi Mot Banyu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan eksistensi kearifan lokal Mot Banyu dalam melestarikan sumber daya air di Desa Sidomukti. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Validitas data yang digunakan pada penelitian ini ialah teknik triangulasi data. Hasil penelitian ini adalah peran kearifan lokal Mot Banyu yaitu dapat menumbuhkan rasa syukur, menciptakan guyub rukun, dan sikap gotong royong antarwarga, mampu menjaga kelestarian sumber air bersih yang ada dari pengaruh pencemaran air, dan mampu memelihara jaringan irigasi di wilayah Desa Sidomukti, sehingga dapat disimpulkan bahwa kearifan lokal Mot Banyu memiliki peran dan eksistensinya terhadap sumber daya air dengan maksimal.
The Social Capital Ability to Communal Cattle Survive in Rural of Special Region of Yogyakarta, Indonesia Fajar Julian Santosa; Retno Setyowati; Agung Wibowo
Indonesian Journal of Social Research (IJSR) Vol 5 No 2 (2023): Indonesian Journal of Social Research (IJSR)
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/ijsr.v5i2.271

Abstract

Globalization has led to a capital transformation that alters culture, values, and human attitudes, making people more individualistic. Social capital acts as a social glue by fostering trust, social norms, cooperation, and a sense of community. This paper will discuss how social capital can be a driving factor for the survival of communal cattle. We conducted this research in Kulwaru Village, Special Region of Yogyakarta. This study used a qualitative approach with data collection through observation, Focus Group Discussion (FGD), in-depth interviews with key informants, and study of program-related documents. The data obtained were then analyzed using an interactive model. The results of the study show that the existence of social capital in the communal cattle in Kulwaru Village has a vital role in shaping social values in society, such as trust, norms, social relations, and cooperation which provides strong bonds in communities both in bonding, bridging, and linking. This factor has made the communal cattle survive for the last twelve years. The findings of this research will contribute to understanding and harnessing the social capital of rural communities; it is possible to support the continuation of this traditional practice and contribute to the economic and cultural well-being of the communities involved.
Model dan Strategi Pengembangan Desa Wisata Berbasis Partisipasi Masyarakat Lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro Moch. Samsul Anwar; Agung Wibowo; Drajat Tri Kartono
DEDIKASI PKM Vol. 4 No. 3 (2023): DEDIKASI PKM UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/dedikasipkm.v4i3.32778

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggagas suatu model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Pilanggede, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro yang komprehensif. Model tersebut diharapkan bisa membagikan panduan instan untuk pemerintah desa, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal dalam meningkatkan desa wisata yang berkelanjuatan serta berdaya saing. Penelian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat lokal dalam semua tahap penelitian. Pada tahap awal, penelitian ini melakukan studi literatur dan analisis situasi untuk memahami tantangan dan peluang yang dihadapi oleh desa wisata pilanggede. Selanjutnya, dilaksanakan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan, seperti masyarakat lokal, pemerintah desa, dan pelaku usaha pariwisata. Data yang terkumpul dianalisis dengan menerapkan pendekatan tematik untuk mengidentifikasi pola, temuan, dan rekomendasi yang muncul dari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat lokal memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Melalui partisipasi aktif mereka dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, promosi dan pemasaran, pengembangan usaha wisata, serta pendidikan dan pelatihan, desa wisata dapat tumbuh menjadi destinasi yang berkelanjutan dan membagikan khasiat ekonomi dan sosial yang menyeluruh untuk masyarakat lokal. Model pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal yang diusulkan dalam penelitian ini menekankan pada pemberdayaan masyarakat, kerja sama antara pemerintah, pelaku usaha pariwisata, serta masyarakat lokal, serta pendekatan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. Model tersebut memberikan panduan praktis yang dapat diadaptasi sesuai dengan kondisi dan karakteristik setiap desa wisata.
Pemanfaatan Digital Marketing Kelompok Wanita Tani Karangturi, Kabupaten Karanganyar Putri Permatasari; Joko Winarno; Suwarto Suwarto; Agung Wibowo
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 6 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v6i3.3075

Abstract

Tanaman singkong memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk pangan. Upaya pengoptimalan potensi singkong dengan kegiatan pengabdian masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Kepuh Ampuh, Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT Kepuh Ampuh dalam pemanfaatan digital marketing. Pelaksanaan kegiatan dengan identifikasi permasalahan kelompok, pemilihan metode kegiatan, koordinasi, pembuatan materi pelatihan dan pelaksanaan pendampingan. Metode pelaksanaan melalui metode sosialisasi, pelatihan dan praktik secara langsung. Hasil kegiatan yaitu adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan KWT Kepuh Ampuh dalam melakukan pemasaran dengan strategi digital marketing untuk meningkatkan promosi, menambah jejaring pemasaran dan meningkatkan pendapatan masyarakat. 
Strategi Komunikasi Masyarakat Samin dalam Membangun Ketahanan Pangan Lokal Agung Wibowo; Zaini Rohmad; Padmaningrum Padmaningrum; Bekti Wahyu Utami
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 10, No 3 (2012)
Publisher : Univeritas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jik.v10i3.42

Abstract

Masyarakat Samin masih bertahan di beberapa wilayah di Kabupaten Blora. Ada keunikan masyarakat Samin di dalam membangun ketahanan pangan Prinsip masyarakat Samin adalah bahwa untuk memenuhi kebutuhan pangan tidak harus makan nasi, mereka tetap memelihara keanekaragaman pangan. Hal ini menarik untuk ditelusuribagaimana strategi-strategi komunikasiyang dilakukan oleh masyarakat Samin untuk membangun ketahanan pangan lokal. Penelitian ini dilaksanakandi Kabupaten Blora. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis studi kasus tunggal dengan menggunakan model analisis interaktif, yakni;reduksi data,sajian data dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi-strategi komunikasi masyarakat Samin di dalam memelihara tradisi dan membangun ketahanan pangan lokal adalah direfleksikan di dalam tradisi lisan dan simbolsimbol. Komunikator, baik orang tua-orang tua mereka dan juga sesepuh masyarakat Samin adalah factor paling dominan yang mempengaruhi efektifitas di dalam komunikasi. Saluran-saluran komunikasi yang digunakan untuk menyampaikan pesan tentang nilai-nilai kehidupan dan tradisi Samin adalah saluran saluran interpersonal, melalui tradisi kumpul bersama untuk mendiskusikan dan meminta nasihat di rumah sesepuh Samin. Efektivitas komunikasi dalam pewarisan nilai tradisi antara lain tercermin kelestarian tradisi budaya Samin yang masih diterapkan masyarakat Samin sampai sekarang.
Sustainability strategy: Strengthening SDGs desa through CSR communication program Dikhorir Afnan; Mahendra Wijaya; Drajat Tri Kartono; Agung Wibowo
Journal of Sustainable Tourism and Entrepreneurship Vol. 5 No. 3 (2024): May
Publisher : Goodwood Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/joste.v5i3.1726

Abstract

Purpose: This study aims to examine the sustainability strategy of Indocement Tunggal Prakarsa Cirebon West Java in implementing the sustainability commitment of Heidelbergcement Group 2030 (SC2030) which contains long-term commitments and targets of the group including the company until 2030. Research Methodology:  This study used a qualitative case study approach. As a research instrument, I played an active role in collecting data through direct interaction with informants to conduct interviews and observations and analyze available documents. The object of research or social situations in this study focuses on the activities of people in a particular place. Results: The findings obtained from this study are that community empowerment programs implemented sustainably through Bilikom CSR are key elements in building national economic resilience. Through Bilikom's CSR, companies can achieve development goals at the village level. However, in practice, sustainability strategies become good neighbors through Bilikom's CSR programs, with occasional misperceptions in designing and implementing programs that have been prepared together. Limitations: The limitations of this study include social, environmental, and economic aspects. Contributions: This research is expected to contribute to the development of a new science. This research is also very useful for the government in developing and managing an ideal communication system to implement community empowerment programs Novelty: The novelty of this study is that strengthening SDGs in villages can create a positive impact in reducing economic inequality, improving the quality of life of the community, and supporting sustainable natural resource management.
Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dalam Pengelolaan Konflik Irigasi Pertanian (Studi Kasus di Desa Wangen Kabupaten Klaten Indonesia) Dhea Firna Ananda; Bekti Wahyu Utami; Agung Wibowo
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 6 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i6.2296

Abstract

Corporate Social Responsibility (CSR) programs have significant potential to support irrigation resource management in the agricultural sector, especially in addressing conflicts between farming communities and companies. The first objective of this study is to analyze the optimization of CSR programs in mitigating irrigation conflicts, and the second objective is to evaluate the impact of CSR on agriculture in Wangen Village, Polanharjo District, Klaten Regency. Conflicts between farmers and companies arise over various issues, which create social tension, erode farmers' trust in companies, and reduce agricultural productivity. Using a qualitative case study approach, data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, and documentation with 13 informants, including farmers, CSR representatives from PT Tirta Investama, the NGO Gita Pertiwi, the village government, extension workers, and community leaders. The results show that CSR plays a role in four important aspects, namely program planning, activity implementation, funding provision, and decision-making and conflict resolution, which are carried out through several stages, namely problem identification, multi-party mediation involving NGOs as third parties, and the implementation of programs to improve irrigation channels and strengthen community institutions. CSR interventions have had positive impacts, such as increased agricultural productivity, improved water distribution, the restoration of social relations between farmers and companies, and increased solidarity through cooperation. However, the sustainability of CSR programs still requires the strengthening of local institutions. PT. Tirta Investama's CSR is a strategic instrument in mitigating resource conflicts and supporting community-based food security. This study aims to contribute to the development of a participatory, agribusiness-based CSR model and to strengthen the synergy among the private sector, farmer institutions, and village governments in the fair and sustainable management of water resources.
Cultural Communication and Food Self-Reliance among the Samin Community in Blora, Indonesia Agung Wibowo; Waskito Widi Wardojo; Andre Noevi Rahmanto; Rosita Candrakirana
Profetik: Jurnal Komunikasi Vol. 19 No. 1 (2026): Vol.19 No.1 (2026)
Publisher : Faculty of Social Sciences and Humanities Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/pjk.v19i1.3213

Abstract

This study examines how cultural communication sustains food self-reliance among the Samin community in Blora Regency, Central Java, Indonesia. Using a qualitative case study approach, data were collected from 12 purposively selected participants — comprising traditional elders (sesepuh) and active community members — until thematic saturation was reached, through in-depth interviews, participant observation of agricultural practices and ritual ceremonies, and documentation of oral traditions. Thematic analysis reveals that cultural communication operates through three interconnected mechanisms: the intergenerational transmission of ecological agricultural knowledge (land management, seed selection, and planting cycles), cooperative social norms (gotong royong and deliberation) that govern collective land management and harvest distribution, and ritual practices that reinforce the community's moral framework regarding human–nature relations. Together, these mechanisms constitute a locally embedded system of food governance that reduces external dependency and sustains food self-reliance. Rather than portraying the community as uniformly resistant to modernization, this study finds that the Samin community exercises selective engagement with external interventions, prioritizing practices that align with their socio-cultural values. The central analytical contribution of this study is the conceptualization of cultural communication as a form of indigenous food governance one that warrants formal recognition in the design of culturally sensitive and sustainable food self-reliance policies.  
Co-Authors Andre Noevi Rahmanto Aqni Hanifa Arip Wijianto Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bekti Wahyu Utami Bharata Dharmacahya D Padmaningrum Dewi Sri Rejeki Tri Wahyuni Dhea Firna Ananda Dikhorir Afnan Dio Ariza Kelana Drajat Tri Kartono Drajat Tri Kartono Dwi Hastutik Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum Dwiningtyas Padmaningrum, Dwiningtyas Eka Handayanta Eksa Rusdiana Eksa Rusdiyana Eksa Rusdiyana Elisa Medi Saputri Elisa Tri Rahmawati Emi Widiyanti Eny Lestari Eny Lestari Eny Lestari Fajar Julian Santosa Ginanjar Dwi Cahyanto Hafida Narulita Sari Hamzah Wijayanto Wijayanto Imaduddin Xena Joko Ayu Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Joko Winarno Kusnandar Kusnandar Luthfi Agung Ardhianta Mahendra Wijaya Mariska Prita Hidayati Mela Purnaningrum Moch. Samsul Anwar Muhammad Iqbal Akbar Nisa Maidah Rahmawati Nisita Wuri Nurul Risca Pratiwi Oky Dea Novianti Padmaningrum Padmaningrum Permatasari Putri Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Putri Permatasari Retno Setyowati Riesta Adyanti Purnama Rindea Wini Pertiwi Risky Ayu Andriani Risky Ayu Andriani Rosita Candrakirana Sandra Lestari Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu Sapja Anantanyu, Sapja Sapja Anantayu Siska Prihantiwi Sonia Aprilia Susanta Sugihardjo Sugihardjo Sugihardjo Suminah Suminah Suminah Suminah Suryono Suryono Suryono Suryono Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutarto Sutrisno Hadi Purnomo Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Suwarto Totok Mardikanto Tri Abdul Rahman Ulfa, Amalia Nadifta Waskito Widi Wardojo Widiyanto Winarno Joko Wiwit Rahayu Zaini Rohmad Zulaikhah Fitri Zulaikhah Fitri