Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JRKN

IDENTIFIKASI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) PADA PENGRAJIN BATU BATA DI DESA TEGAL BADENG, KABUPATEN JEMBRANA BALI Ni Made Krisna Ayu Lestari; Ni Wayan Desi Bintari; Sri Idayani; Ida Ayu Manik Damayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i1.487

Abstract

Abstrak Kecacingan merupakan salah satu infeksi yang masih menjadi permasalahan di negara berkembang. Infeksi dapat disebabkan oleh kelompok soil transmitted helminth (STH) yang menyebabkan penurunan penyerapan gizi pada penderita. Kejadian kecacingan diduga beresiko pada masyarakat yang sehari-hari beraktifivitas dengan melakukan kontak langsung dengan media tanah salah satunya pada pengrajin batu bata. Di Desa Tegal Badeng Kabupaten Jembrana Bali, aktivitas pembuatan batu bata oleh pengrajin masih dilakukan secara tradisional sehingga meningkatkan resiko terinfeksi STH. Tujuan penelitian ini adalah melakukan identifikasi terhadap STH pada pengrajin batu bata di Desa Tegal Badeng Kabupaten Jembrana Bali. Pengambilan spesimen dilakukan di Desa Tegal Badeng Kabupaten Jembran Bali. Pemeriksaan Laboratorium dilakukan di Laboratorium Apotek Krisna Farma 2 Jembrana, Bali pada Maret-April 2022. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 15% dari jumlah populasi yaitu sebanyak 30 responden. Pemeriksaan laboratorium dilakukan dengan metode direct slide. Hasil pemeriksaan dari 30 responden sebanyak 2 orang (6,6%) positif kecacingan. Berdasarkan hasil identifikasi jenis STH penyebab infeksi adalah Trichuris trichiura dan Hookworm. Saran bagi penelitian lanjutan adalah melakukan analisa hubungan hygiene dan sanitasi terhadap kejadian kecacingan pada pengrajin batu bata di Desa Tegal Badeng Jembrana, Bali. Kata Kunci: hookworm, kecacingan, Trichuris trichiura,
GAMBARAN GAMBARAN JAMUR Candida albicans PADA URIN PRA-MENSTRUASI MAHASISWI STIKES WIRA MEDIKA BALI Putu Ekawati Ida Ayu; Ni Wayan Desi Bintari; Sri Idayani; Ida Ayu Manik Damayanti
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.499

Abstract

Kandidiasis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur Candida sp. Salah satunya yaitu jamur Candida albicans.  Keputihan menjadi salah satu faktor predisposisi terjadinya infeksi Candida albicans. Infeksi ini biasanya disertai dengan rasa gatal di area vagina baik dari dalam vagina dan disekitar bibir vagina bagian luar. Keputihan juga merupakan salah satu gejala yang timbul pada saat pra menstruasi karena terjadi peningkatan kadar dan aktivitas hormon estrogen yang disebabkan akibat tidak adanya hormon progesteron secara maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran jamur Candida albicans pada urin pra-menstruasi mahasiswi STIKES Wira Medika Bali. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive sampling. Sampel yang digunakan sebanyak 33 urin pra-menstruasi mahasiswi STIKES Wira Medika Bali. Metode pemeriksaan menggunakan kultur pada media SDA (Sabouraud Dextrose Agar), pewarnaan Gram, dan uji germ tube. Pada penelitian ini didapatkan positif  Candida albicans sebanyak 2 sampel (6%), dan hasil negatif Candida albicans didapatkan sebanyak 31 sampel dengan persentase sebesar 94% dari jumlah 33 sampel urin yang diperoleh. Karakteristik Candia albicans pada SDA terlihat halus licin, sedikit timbul di permukaan, berwarna putih kekuningan , dan menimbulkan aroma seperti ragi. Pada pewarnaan Gram teramati blastospora yang berbentuk oval, serta berwarna ungu secara mikroskopis dan pada uji germ tube menunjukkan hasil positif membentuk kecambah dengan struktur menyerupai raket.  Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan mahasiswi atau remaja perempuan untuk melakukan pencegahan terhadap masalah keputihan dengan selalu menjaga kebersihan diri khususnya di daerah kewanitaan, mengurangi penggunaan pembalut pantyliner, dan mengurangi penggunaan antiseptik yang dapat meningkatkan kelembaban di daerah genetalia. Kata Kunci: Candida albicans, Keputihan, Kandidiasis
Analisa Hubungan Nilai Positivitas Glukosuria Dengan Kejadian Kandiduria Pada Pasien Diabetes Melitus Bintari, Ni Wayan Desi; Sudarma, Nyoman
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i1.513

Abstract

Kandiduria merupakan kondisi ditemukannya jamur Candida pada urine diatas batas normal. Risiko kandiduria dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya diabetes melitus (DM). Pada pasien DM dapat terjadi glukosuria atau ditemukannya glukosa dalam urine. Keadaan tersebut diduga akan memberikan nutrisi lebih bagi jamur patogen sehingga meningkatkan risiko kolonisasi secara retrograde ascending. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis hubungan nilai positivitas glukosuria dengan kejadian kandiduria pada pasien DM. Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Lab. Parasitologi dan Mikologi STIKES Wira Medika Bali pada Maret – Mei 2023. Populasi penelitian ini adalah pasien DM wanita yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas 1 Denpasar Barat pada Maret – Mei 2023. Sampel penelitian sebanyak 62 pasien DM wanita yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 22,59% responden menunjukkan hasil positif glukosuria. Hasil pemeriksaan kandiduria diketahui sebanyak 16,13% positif dan 83,87 negatif. Analisa hubungan dengan Fisher’s Exact Test menunjukkan terdapat hubungan nilai positivitas glukosuria dengan kejadian kandiduria (p-value <0,05). Meskipun demikian penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan menggunakan responden dengan kategori kadar gula darah tidak terkontrol untuk menghindari bias dari hasil uji statistik. Kata Kunci: Diabetes melitus, glukosuria, kandidiasis
Hasil Pemeriksaan Tes Cepat Molekuler (Genexpert) Pasien Suspek Tuberkulosis Paru Di RSUD Kabupaten Buleleng Rejito, Ahmad; Bintari, Ni Wayan Desi; Idayani, Sri
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v8i2.616

Abstract

Tuberkulosis adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis. Prevalensi tuberculosis di Kabupaten Buleleng pada tahun 2021 masih tinggi dengan lebih dari 700 kasus. Tingginya angka kejadian tersebut mendorong perlunya pemeriksaan tuberculosis yang cepat dan akurat melalui Tes Cepat Molekuler (GeneXpert). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil pemeriksaan TCM pada pasien suspek Tuberkulosis paru di RSUD Kabupaten Buleleng pada Januari – Maret 2024. Penelitian dilakukan di Instalasi Laboratorium Klinik RSUD Kabupaten Buleleng. Sampel ditentukan dengan teknik simple random sampling dan besaran sampel dihitung dengan rumus Krejcie dan Morgan. Spesimen sputum pasien suspek tuberculosis dilakukan pemeriksaan dengan TCM GeneXpert. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan hasil TCM GeneXpert dari 204 pasien ditemukan MTB Rif sensitif Low (7,4%), MTB Rif Medium (2,9%), MTB Rif Sensitif High (5,9%), MTB Rif Resisten Low (0,5%), dan MTB Rif Resisten High (0,5%). Sementara itu sebagian besar sampel terdeteksi MTB not detected (82,8%). Berdasarkan distribusi frekuensi jenis kelamin dapat disimpulkan bahwa kejadian tuberkulosis paru pada pasien suspek di RSUD Kabupaten Buleleng pada Januari – Marey 2024 lebih banyak terjadi pada laki-laki dibandingkan wanita.   Kata Kunci: GeneXpert, Rifampisin, Tes Cepat Molekuler, Tuberkulosis, Mycobacterium tuberculosis
Perbedaan Kadar Bilirubin Total Sebelum Dan Sesudah Fototerapi Pada Neonatus Di RSU PRIMA MEDIKA Putri Raweg, Pande Made Arie Santika; Bintari, Ni Wayan Desi; Prasetya, Didik
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v9i2.748

Abstract

Abstrak Hiperbilirubinemia pada neonatus merupakan kondisi klinis yang umum terjadi dan memerlukan penanganan segera untuk mencegah komplikasi neurologis. Fototerapi dikenal sebagai metode yang efektif untuk menurunkan kadar bilirubin dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar bilirubin sebelum dan sesudah fototerapi yang diberikan selama 24 jam secara kontinu menggunakan alat fototerapi LED. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 44 neonatus yang menjalani fototerapi dari Januari hingga Maret 2025. Analisis data dilakukan menggunakan perangkat lunak SPSS, diawali dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan dilanjutkan dengan uji paired sample t-test. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal (p > 0,05). Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kadar bilirubin total sebelum dan sesudah fototerapi (p < 0,001). Rata-rata kadar bilirubin menurun dari 16,24 mg/dL menjadi 9,45 mg/dL, dengan penurunan rata-rata sebesar 6,78 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah fototerapi terbukti efektif secara statistik dalam menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan fototerapi sebagai salah satu intervensi utama dalam penanganan hiperbilirubinemia pada neonatus.   Kata kunci : Fototerapi, Hiperbilirubinemia, Neonatus