Claim Missing Document
Check
Articles

The Impact of The Utilization of Electronic Payment Moderated by Financial Technology Innovation on Financial Technology Payment in Indonesia Surjadi, Julisar; Supriatna, Dicky; Debora, Debora
Jurnal Sistem Informasi Bisnis Vol 15, No 1 (2025): Volume 15 Number 1 Year 2025
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/vol15iss1pp52-59

Abstract

Information technology is currently developing rapidly and covers many aspects of people's lives. The development of information technology also includes in the financial sector. The development of information technology in the financial sector is referred to as Financial Technology. The purpose of this study was to test and analyze The Utilization of Electronic Payment moderated by Financial Technology Innovation on Financial Technology Payment in Indonesia. The theories used in this study are the Technology Acceptance Model (TAM) and the Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT), Electronic Payment, Financial Technology, Diffusion of Innovation Theory, and Financial Technology Payment. Diffusion of Innovation (DOI) Theory in 1962, making it one of the earliest social science theories. A theory known as "diffusion of innovations" aims to explain how, why, and how quickly new concepts and technologies proliferate. Everett Rogers made the theory more widely known in his 1962 book Diffusion of Innovations. The research method used in this research is quantitative methods with primary data obtained from distributing questionnaires using Google Form. The data were collected from 316 respondents. The questionnaire was structured using a Likert Scale of 1-5 (Strongly Disagree - Strongly Agree). The research data were analyzed using the Structural Equation Model (SEM) with WarpPLS7. The results showed that The Utilization of Electonic Payment accepted with P Value < 0.01 to Financial Technology Payment in Indonesia. The Information Technology Innovation variable can act as a moderating variable between The Utilization Electronic Payment and Financial Technology Payment  in Indonesia with P Value = 0.01
SISTEM PERADILAN PIDANA DALAM PEMBERANTASAN TINDAK PIDANA PERDAGANGAN MANUSIA DI INDONESIA PADA PENGADILAN NEGERI MEDAN DITINJAU DARI KONSEP KEADILAN Siallagan, Risna Martina; Debora, Debora
Keadilan : Jurnal Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang Vol 23 No 1 (2025): Keadilan
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/keadilan.v23i1.1988

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem peradilan pidana dalam pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia di Indonesia, khususnya pada Pengadilan Negeri Medan, berdasarkan konsep keadilan. Perdagangan manusia merupakan pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia yang masih marak terjadi di Indonesia, dengan korban utama perempuan dan anak-anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis hukum terhadap data primer yang diperoleh melalui wawancara dan dokumen-dokumen resmi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanksi pidana terhadap pelaku perdagangan manusia yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 membuka peluang terjadinya disparitas hukuman karena adanya batas minimum dan maksimum. Disparitas ini sering kali tidak mencerminkan rasa keadilan, baik bagi korban maupun masyarakat. Selain itu, penegakan hukum yang belum optimal disebabkan oleh berbagai kendala, seperti lemahnya pemahaman masyarakat terhadap hukum, kurangnya kesadaran hukum, dan belum maksimalnya sosialisasi terkait bahaya perdagangan manusia. Kesimpulan penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan efektivitas sistem peradilan pidana, harmonisasi penerapan hukum, serta penguatan kesadaran hukum masyarakat untuk menciptakan keadilan yang lebih merata dalam upaya pemberantasan tindak pidana perdagangan manusia. Kata Kunci: perdagangan manusia, keadilan, sistem peradilan pidana, Pengadilan Negeri Medan
Legal Analysis Of The Exclusion Of A Creditor From The Final Creditor's List Sihombing, Sherina Elizabeth; Debora, Debora; Sidauruk, Jinner
JHSS (JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES) Vol 9, No 1 (2025): Journal of Humanities and Social Studies
Publisher : UNIVERSITAS PAKUAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jhss.v9i1.11702

Abstract

This study aims to analyze the legal actions that can be taken by creditors who are excluded from the final creditor's list and assess the legal consequences of a bankruptcy ruling if the Renvoi Procedure is granted. The research was conducted using a normative juridical approach through a literature study of primary and secondary legal materials, including Law No. 37 of 2004 on Bankruptcy and Suspension of Debt Payment Obligations, court decisions, and expert opinions. A qualitative analysis technique was employed to interpret the norms, legal principles, and settlement practices in bankruptcy proceedings. The research findings indicate that a delay in submitting a claim by a creditor results in the rejection of that claim by the curator, causing the creditor's rights to be disregarded in the distribution of the debtor's assets. The Renvoi Procedure, as a legal mechanism available, provides the creditor with an opportunity to file an objection so that the rejected claim can be reinstated, without altering the status of the bankruptcy ruling that is binding on all creditors. Therefore, this study concludes that the Renvoi Procedure is an effective tool to address injustice in bankruptcy processes while ensuring the protection of creditor rights.
Optimalisasi Peran Pengadilan dalam Penegakan Hukum Pidana di Indonesia Romualdo Siregar, Boni Halomoan; Debora, Debora
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i2.5406

Abstract

The court is a core institution in the criminal justice system that is tasked with enforcing the law and providing justice to the community. However, various obstacles such as the slow legal process, the integrity of the apparatus, and limited accessibility are still obstacles. This research aims to analyze the challenges faced by courts in criminal law enforcement in Indonesia, as well as offer strategic solutions through reform, digitalization, and institutional capacity building. The approach used is a normative legal method with the support of secondary data from legal literature and case studies. This article provides practical recommendations to improve the efficiency and credibility of the judiciary.
KEKUATAN ALAT BUKTI AKTA OTENTIK DALAM PEMBUKTIAN PERKARA PERDATA Rajagukguk, Elis Yesika Br; Debora, Debora
Jurnal Teknologi Mesin UDA Vol 2 No 2 (2025): DESEMBER
Publisher : Lembaga Penenlitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/teknologimesin.v2i2.5695

Abstract

Akta otentik ialah suatu akta yang dibuat dalam bentuk yang ditentukan undang-undang oleh atau dihadapan pejabat umum yang berwenang untuk itu, di tempat akta itu dibuat (Pasal 1868 KUHPerdata dan Pasal 165 HIR). Salah satu fungsi akta yang penting adalah sebagai alat pembuktian. Akta otentik merupakan alat pembuktian yang sempurna bagi kedua belah pihak dan ahli warisnya serta sekalian orang yang mendapat hak darinya tentang apa yang dimuat dalam akta tersebut. Nilai kekuatan pembuktian formil dan kekuatan pembuktian materiil merupakan hal-hal yang tercakup dalam suatu akta otentik. Untuk menjawab masalah yang dikaji tersebut, penulis menggunakan penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian hukum adalah suatu proses untuk menemukan aturan hukum, prinsip-prinsip hukum, guna menjawab isu hukum yang dihadapi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan konseptual dan perundang-undangan. Dalam penelitian ini disimpulkan bahwa Akta otentik merupakan alat bukti yang sempurna, sebagaimana dimaksud dalam pasal 1870 KUHPerdata. Akta otentik memberikan diantara para pihak termasuk para ahli warisnya atau orang yang mendapat hak dari para pihak itu suatu bukti yang sempurna tentang apa yang diperbuat / dinyatakan di dalam akta ini akta otentik, yang dibuat oleh pejabat yang berwenang seperti notaris, memiliki kekuatan pembuktian yang kuat dalam perkara perdata. Tujuan akhirnya dalam rangka memberikan kepastian hukum.
A Discourse on the Legal Implications of Digital Standard Contracts in the Context of Personal Data Protection Debora, Debora; Simamora, Janpatar; Manullang, Herlina; Tambunan, Mika Thensia
Jurnal Pembaharuan Hukum Vol 12, No 1 (2025): Jurnal Pembaharuan Hukum
Publisher : UNISSULA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26532/jph.v12i1.37528

Abstract

This paper examines the legal aspects of the use of standard digital contracts with respect to the protection of users' personal data and the control of their use. This research takes a normative approach. Standard terms are not prohibited, but the inclusion of exculpatory clauses is prohibited under Article 18 of the Consumer Protection Act. Digital practices recognize standard digital contracts related to personal data. Article 20 of the Personal Data Protection Law requires a valid legal basis for the processing of personal data. The legal basis is set out in a digital contract between the personal data controller and the personal data subject. The standard contract must contain all the things required by the Personal Data Protection Act. The personal data subject has the right to obtain information about the clarity of identity, the basis of legal interests, the purpose of requesting and using the personal data and the responsibility of the party requesting the personal data. Supervision of the use of digital standard agreements is carried out by the BPSK and the OJK after the digital standard agreements have been implemented by business entities. This form of supervision is less effective in maintaining the balance of the parties.
Hubungan Keterampilan Bidan dalam Meningkatkan Partisipasi Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil di Puskesmas Saitnihuta Debora, Debora; Gloria, Gloria
JIDAN: Jurnal Ilmiah Kebidanan Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari 2021
Publisher : UNIVERSITAS HAJI SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/jdn.v1i1.46

Abstract

Kelas ibu hamil merupakan sarana untuk belajar bersama tentang kesehatan bagi ibu hamil, dalam bentuk tatap muka dalam kelompok yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu mengenai kehamilan, persalinan, nifas, KB pasca persalinan, pencegahan komplikasi, perawatan bayi baru lahir dan aktifitas fisik/senam ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Keterampilan Bidan Tentang Bina Suasana dalam Meningkatkan Partisipasi Ibu Mengikuti Kelas Ibu Hamil. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif Analitik dan menggunakan metode cross sectional. Populasi sebanyak 126 responden dan pengambilan sampel dengan menggunakan Aksidental Sampling dan Purposive Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian diolah dengan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95 % (α = 0,05). Penelitian ini menunjukkan ada hubungan Keterampilan Bidan (df=4, diperoleh x2 Hitung (27,240) > x2 Tabel (9,49)), Predisposing Factor (Pengetahuan Bidan) (df=4, diperoleh x2 Hitung (16,364) > x2 Tabel (9,49)), Reinforcing Factor (Sikap Bidan) (df=4, diperoleh x2 Hitung (25,378) > x2 Tabel (9,49)), tidak ada hubungan Enabling Factor (Media) (df=4, diperoleh x2 Hitung (2,162) < x2 Tabel (9,49)). Kepada Tenaga Kesehatan (Bidan) untuk lebih banyak mengikuti pelatihan tentang kelas ibu hamil supaya ibu hamil lebih tertarik untuk mengikutinya demi Kesehatan Ibu dan Anak. Kepada ibu hamil agar selalu mengikuti kelas ibu hamil bukan hanya tuntutan tetapi sebagai kewajiban.
Analisis Yuridis Wanprestasi Dalam Perkara Perjanjian Investasi (Studi Putusan: Nomor 73/Pdt.G/2023/PN Trt) Sipahutar, Pitra Regina; Debora, Debora
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5205

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum wanprestasi dalam perkara perjanjian investasi  dengan studi kasus Putusan Nomor 73/Pdt.G/2023/PN.Trt. Perjanjian investasi merupakan suatu bentuk perjanjian yang mengatur hubungan hukum antara para pihak, di mana terdapat hak dan kewajiban yang harus dipenuhi berdasarkan perjanjian. Ketidakmampuan atau kelalaian salah satu pihak dalam memenuhi kewajiban tersebut dapat dikategorikan sebagai wanprestasi. Wanprestasi ini tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pihak yang dirugikan tetapi juga menimbulkan akibat hukum berupa tuntutan pemenuhan kewajiban, ganti rugi, pembatalan perjanjian, atau penyelesaian hukum lainnya. Dalam penelitian ini dianalisis faktor penyebab wanprestasi, akibat hukumnya, dan upaya hukum yang dapat ditempuh berdasarkan ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) dan praktik peradilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif yang menitikberatkan pada norma hukum tertulis, doktrin hukum, dan yurisprudensi untuk memahami penerapan hukum terkait wanprestasi dalam konteks perjanjian pananaman modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor 73/Pdt.G/2023/PN.Trt. gugatan penggugat ditolak karena terdapat kesalahan prosedural dan substansial, seperti tidak cukupnya alat bukti yang mendukung gugatan penggugat dan ketidakjelasan objek sengketa (obscuur libel). Penelitian ini memberikan sumbangan teoritis dan praktis, khususnya bagi akademisi, praktisi hukum, dan para pihak yang terlibat dalam perjanjian investasi, untuk memahami pentingnya pemenuhan kewajiban kontraktual dan langkah hukum yang dapat ditempuh dalam menangani sengketa wanprestasi.
Upaya Perlindungan Hukum bagi Anak Korban Perdagangan Orang Untuk Eksploitasi Seksual Ginting, Putri Lestari Br; Debora, Debora
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5111

Abstract

Anak adalah titah dari Tuhan Yang Maha Esa yang hakiki dalam rasa hormat yang bernilai bagi semua orang,Namun belakangan ini anak juga merupakan kelompok yang paling banyak menjadi korban tindak pidana perdagangan orang, korban diperdagangkan untuk tujuan pelacuran atau bentuk eksploitasi seksual.untuk mencegah adanya korban maka Pemerintah Indonesia telah menerbitkan Undang-undang No: 23 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Anak dan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, namun hingga sampai saat ini korban masih terus bertambah.
Peran Penting Pengadilan Hubungan Industrial Dalam Pemenuhan Hak Buruh yang Di Putus Hubungan Kerja (PHK) Secara Sepihak William, Benjamin Frans; Debora, Debora
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5138

Abstract

Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) memegang peranan yang sangat penting dalam menjamin pemenuhan hak-hak buruh yang di-PHK secara sepihak oleh pengusaha. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan secara sepihak seringkali mengabaikan hak-hak buruh, yang dapat menimbulkan ketidakadilan serta potensi kerugian ekonomi dan sosial bagi buruh yang bersangkutan. Dalam konteks ini, PHI berfungsi sebagai lembaga yang menyelesaikan perselisihan antara pekerja dan pengusaha, dengan fokus utama pada upaya pemenuhan hak-hak buruh sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Tugas PHI meliputi pemeriksaan kasus PHK, memberikan keputusan yang adil dan objektif, serta memastikan bahwa buruh yang terkena PHK menerima hak-hak yang seharusnya, seperti pesangon, tunjangan, dan hak lainnya sesuai dengan hukum ketenagakerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan kontribusi PHI dalam perlindungan hak-hak buruh, serta mengevaluasi efektivitas dan tantangan yang dihadapi dalam menjalankan fungsi tersebut. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai pentingnya keberadaan PHI dalam mewujudkan keadilan sosial bagi pekerja yang mengalami PHK secara sepihak.