Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Normalisasi Hubungan Negara-Negara Arab dengan Israel: Implikasi dan Dinamika Dari Perjanjian Abraham Adhyaksa Krisdananjaya; Muhamad Syauqillah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.125 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i8.9229

Abstract

Pada tulisan singkat ini, penulis menguraikan mengenai normalisasi hubungan empat negara Arab dengan Israel yang dianggap sebagai pengkhianatan terhadap perdamaian di Palestina. Penulis menggunakan konsep hubungan, beberapa konsep geopolitik, dan interdependensi kompleks untuk menganalisa dinamika pasca Perjanjian Abraham, dan implikasinya terhadap kawasan Timur Tengah. Dengan metode kualitatif, penulis mendapat kesimpulan: pertama adalah konflik Israel-Palestina akan terus terjadi; kedua adalah normalisasi hubungan ini bisa menjadi langkah awal bagi pan-Arabisme baru; ketiga adalah kepentingan tetap menjadi motivasi utama dalam perjanjian ini
Strategi Kontra Intelijen Dalam Menghadapi Transformasi Pendanaan Terorisme Jamaah Islamiyah Ika Veni Anisa; Muhamad Syauqillah
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.045 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.11944

Abstract

Jamaah Islamiyah (JI) merupakan kelompok teroris yang menjalankan sistem organsasi tertutup dan sangat adaptif terhadap perkembangan, termasuk di dalamnya modus pendanan dana. Modus pendanaan JI terus bertransformasi menyesuaikan perkembangan jaman dan lingkungan, termasuk dalam menggunakan potensi donasi dari masyarakat yang sangat besar melalui lembaga non profit. Pentingnya pendanaan bagi kelompok teror membuat pemberantasannya akan berpengaruh pada operasional kelompok teror, sehingga diperlukan strategi kontra intelijen dalam melakukannya. Tulisan ini merupakan penelitian kualitatif melalui studi literatur. Hasil dari penelitian ini diperoleh bahwa pemberantasan pendanaan teror dapat dilakukan dengan pendekatan kontra terorisme defensif dan ofensif termasuk fungsi intelijen dalam kerjasama antar lembaga, peningkatkan edukasi kesadaran masyarkat dan reformasi regulasi, sehingga diperoleh strategi kontra intelijen yang diharapkan dapat berguna dalam pemberantasan dan penanggulangan pendanaan terorisme.
Penanggulangan Konten Radikalisme di Dunia Maya oleh Polri Akbari, Abim Aji; S, Basir; Syauqillah, Muhamad
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i3.55853

Abstract

Artikel ini berupaya mengkaji lebih lanjut tentang bagaimana upaya kepolisian Indonesia dalam menanggulangi konten radikalisme yang disebarkan melalui dunia maya. Hal ini menjadi penting karena radikalisme memicu seseorang untuk bersikap keras terhadap perbedaan pandangan, dan hal ini jelas tidak sesuai dengan hakikat keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia. Bahkan, radikalisme merupakan embrio lahirnya terorisme. Keadaan ini menjadi lebih berbahaya ketika upaya radikalisasi dilakukan melalui dunia maya yang dapat diakses seluruh masyarakat termasuk remaja yang mudah terpengaruh. Terkait hal ini, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang di antaranya memiliki peran menjaga keamanan dan ketertiban serta melindung masyarakat turut mengambil peran dalam kontra radikalisasi di ruang siber guna menangkal pengaruh-pengaruh negatif yang melatarbelakangi tindakan intoleran dan radikal. Pengamatan khusus terhadap peran kepolisian terhadap radikalisme melalui media daring ini yang kemudian menjadi pembeda dengan riset sejenis. Dalam pembahasannya, digunakan pendekatan penelitian yang bersifat kualitatif dan metode studi kepustakaan, dengan menyertakan teori kontra radikalisasi melalui internet. Tulisan ini memperoleh temuan bahwa kontra radikalisasi di ruang siber oleh kepolisian adalah patroli siber dan take down konten, pembentukan satuan tugas media sosial, peningkatan peran ormas agama moderat, penguatan literasi keagamaan, serta kerja sama dengan lembaga nasional, internasional, dan platform digital. Selain itu, penindakan hukum sesuai UU ITE dan UU Terorisme.