Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kalimat Pasif Bahasa Jepang dalam Novel Kasei no Kioku Karya Raymond Jones Dita Putri; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v3i2.210

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya penggunaan kalimat pasif dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu juga banyak ditemukan pada film, drama, anime, buku pelajaran, novel, komik, dan lain sebagainya. Data Penelitian ini adalah kalimat pasif yang terdapat dalam novel Kasei no Kioku Karya Raymond Jones. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan dan mendeskripsikan jenis-jenis kalimat pasif bahasa Jepang yang terdapat pada novel Kasei no Kioku. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif, yaitu dengan menjelaskan dan menganalisis kalimat-kalimat pasif yang terdapat dalam novel tersebut. Dari hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa kalimat pasif yang lebih banyak digunakan dalam novel Kasei no Kioku adalah chokusetsu ukemi dengan jumlah 15 data dari 20 data kalimat pasif yang ditemukan. Data yang paling sedikit ditemukan adalah data daisansha no ukemi yang berjumlah 2 kalimat saja. Sedangkan data mochinushi no ukemi yang ditemukan berjumlah 3 kalimat.
PENGUASAAN MEISHI SISWA KELAS XI IIS 2 SMA NEGERI 4 PADANG TAHUN AJARAN 2017/2018 Diana Belinda; Hendri Zalman; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penguasaan meishi siswa kelas XIIIS 2 SMA Negeri 4 Padang Tahun Ajaran 2017/2018secara lebih rinci. Penguasaanmeishi siswayang diteliti adalah penguasaan meishi yang mencakup : futsuu meishi dan suushi meishi. Metode penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis deskriptif. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas XI SMANegeri4 Padang tahun ajaran 2017/2018 yang belajar bahasa Jepang. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XIIIS 2 sebanyak 28 orang. Data dalam penelitian ini adalah skor tes penguasaan meishisiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwasecara umum dengan nilai rata-rata 87,96. Siswa yang mendapat nilai di atas standar KKM sebanyak 24 orang. Dari tiga indikator yang diteliti, penguasaan meishi siswa untuk melengkapi kalimat rumpang kosong (mencakup: Futsuu meishi dan Suushi meishi) merupakan indikator dengan rata-rata terendah yaitu 71,43. Dan penguasaan meishi siswa untuk indikator menjodohkan meishi berdasarkan gambar (mencakup: Futsuu meishi dan Suushi meishi) merupakan indikator dengan rataratatertinggi dengan rata-rata 97,86.
KORELASI KEBIASAAN MENONTON DRAMA DENGAN KEMAMPUAN GOI MAHASISWA TAHUN MASUK 2018 PRODI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI PADANG Humairah Humairah; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v2i2.132

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi atau tidak ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan mahasiswa menonton dorama dengan kemampuan goi (kosakata bahasa Jepang) mereka. Desain penelitian ini adalah desain korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa tahun masuk 2018 Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang Universitas Negeri Padang. Jumlah total populasi adalah 65 orang. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas JPG 2 yang berjumlah 32 siswa. Penelitian ini menggunakan angket untuk mengetahui kebiasaan menonton dorama mahasiswa dan uji kosakata untuk mengetahui kemampuan goi mahasiswa. Ada tiga rumusan masalah yang harus dijawab pada penelitian ini. Hasil dari rumusan masalah pertama adalah nilai rata-rata angket kebiasaan menonton dorama adalah 62,54. Hasil dari rumusan masalah kedua adalah kemampuan goi mahasiswa mendapat nilai rata-rata 73,44. Hasil perhitungan rumusan masalah yang ketiga adalah nilai korelasi dari dua variabel; kebiasaan menonton dorama dan kemampuan goi adalah 0,891. Hal ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, itu berarti ada korelasi yang signifikan antara kebiasaan menonton dorama dengan kemampuan goi mahasiswa. Kata kunci : Kebiasaan, menonton dorama, goi (kosakata)
KEMAMPUAN CHOUKAI PADA NIHONGO NOURYOKU SHIKEN N5 MAHASISWA TAHUN MASUK 2017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI PADANG Fitria Asma Reni; Nova Yulia; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v1i2.53

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan choukai pada Nihongo Nouryoku shiken N5 mahasiswa tahun masuk 2017 program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang secara lebih rinci sesuai dengan indikator yang tercakup di dalamnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengambilan sampel yaitu random sampling, sebanyak 34 orang mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan choukai pada Nihongo Nouryoku Shiken N5  secara umum berada pada kualifikasi cukup baik dengan nilai rata-rata 69,76. Untuk indikator memahami informasi yang disampaikan audio sesuai dengan gambar atau tulisan berada pada kualifikasi cukup baik dengan nilai rata-rata 66,91. Indikator mampu memilih ungkapan/pertanyaan yang tepat sesuai gambar yang diberi tanda panah pada kualifikasi baik dengan nilai rata-rata 73,11. Indikator mampu menjawab pertanyaan dari audio yang berupa multiple choice pada kualifikasi baik dengan nilai rata-rata 71,57. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan choukai pada Nihongo Nouryoku Shiken N5 mahasiswa pendidikan bahasa Jepang tahun masuk 2017 UNP adalah cukup baik, dan kesulitan tertinggi berada pada indikator memahami informasi yang disampaikan audio sesuai dengan gambar atau tulisan (gaiyou rikai)    Kata kunci : Kemampuan, Choukai , Nihongo Nouryoku Shiken N5
Analisis Gaya Bahasa Metafora Pada Lirik Lagu Karya LiSA Annisa Putri; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v4i1.225

Abstract

Song is a literary work that is enjoyed by all people, from young people to adults. In the song lyrics, there are many language styles, especially metaphorical styles. Metaphorical language style is an implicit comparative language style. One of the functions of using metaphors in writing song lyrics is to add beauty to the lyrics. Japanese songs are one of the most popular songs by Japanese students or learners, anime enthusiasts and the general public. LiSA is one of the popular Japanese singers whose songs are widely enjoyed. In this study, researchers analyzed the metaphorical language style of LiSA's song lyrics. This study aims to determine the types and meanings of metaphors in LiSA's song lyrics. This type of research is qualitative research with descriptive methods. The data in this study are in the form of phrases containing metaphors in the lyrics of LiSA's songs. The source of the data taken is the lyrics of a song by LiSA which is an anime soundtrack consisting of 8 songs including Adamas, Catch the Moment, Datte Atashi no Hero, Gurenge, Rally Go Round, Rising Hope, Shirushi, and Unlasting. This study uses the theory of Stephen Ullmann. Based on the results of the study, there were 4 types of metaphors, namely anthropomorphic metaphors with 9 data, synesthetic metaphors with 9 data, abstract metaphors with 22 data, and animal metaphors with 2 data. Besides that, there are different meanings in each metaphorical expression.
HUBUNGAN PENGUASAAN BUNKEI DENGAN KEMAMPUAN SAKUBUN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 12 PADANG TAHUN AJARAN 2017/2018 Dini Dwianti Nur Fadhilla; Desvalini Anwar; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v1i1.31

Abstract

This research aims to determine whether there is or not a significant relationship between students’ bunkei mastery and students’ sakubun’s ability at class XI IPA Negeri 12 Padang. The method of this research is quantitative research with descriptive correlational type. The data collected in this study was obtained from 2 tests: the multiple choice question to test the students’ bunkei mastery and essay test to test the studets’ sakubun mastery. Based on the research data, obtained the result of student’s bunkei mastery are at a score of 81.62 and student’s sakubun ability are at a score of 71.63, meaning strong category. From the data of both variables above, obtained correlation value of 0.725. This proves that H0 is rejected and H1 accepted, it means there is a significant relationship between student’s bunkei mastery with sakubun ability.Keywords: correlation, bunkei, sakubun
FUNGSI JOSHI NO DALAM BUKU CERITA NEZUMI TO KUJIRA TERJEMAHAN SETA TEIJIYAKU sabih asyari; Hendri Zalman; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v3i1.155

Abstract

AbstractThis research aimed to know function of Joshi “no” in the story Nezumi To Kujira by William Steig. This research used qualitative research method which Analyze Descriptive. Research of Data used the sentence Joshi “no” , on the story Nezumi To Kujira by William Steig, the finding of the data is 40 sentences. The result of the research, found 4 function from 10 theory of joshi “no” function. Combine two noun together 31 data, combine two part of sentence 3 data, giving example or imagery 1 data, and  stating the object or possession there are 5 data.Keywords: Function, Joshi no
KEMAMPUAN PEMAHAMAN FUNGSI DOUSHI TE IMASU MAHASISWA TINGKAT III TAHUN MASUK 2016 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI PADANG tifani adnisa geni; Desvalini Anwar; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v1i3.96

Abstract

This research is motivated by the difficulty of students in the difficulty of the form of change in behavior and the functions contained in the te imasu verb. This study aims to study the understanding of the function of doushi te Imasu III level students in 2016, the Japanese language education program in Padang State University in full in accordance with the composition included in it. This research was conducted in the Japanese language study program at Padang State University in November 2018.            This research method is a quantitative method and this type of research is descriptive. The population and sample in this study were the third year students entering the 2016 Japanese language study program in Padang State University as many as 29 students.            Based on the results of data analysis that has been completed on, it can be summarized as follows. First, the ability and ability of level III students to enter 2016 with an average score of 77.9. Second, from the three indicators that have been tested, it is undeniable that the strongest ability of student doushi te imasu is in accordance with the function of shinkouchuu with an average value of 84.13. While the ability of student doushi te imasu is protected from shuukan function with an average score of 72.75. Third, the strongest Shinkouchuu function on the second indicator with an average value of 93.96. Fourth, the strongest function is on the third indicator with an average value of 78.44. Fifth, the function of kekkazanzon is strongest in the third indicator. Third, the ability of doushi and imasu of students is categorized as good. Even so, a small mistake made by most students is smaller than the intransitive and transitive relationship from the context of the question. In addition, students are still less thorough and less careful in answering questions and can question the questions in accordance with the intent and answers.Keywords: Ability, understanding, doushi, te imasu.
kemampuan menulis goi yang mengandung chouon pada mahasiswa semester II tahun masuk 2017 program studi pendidikan bahasa jepang universitas negeri padang Novia Jumiarni; Nova Yulia; Meira Anggia Putri
Omiyage : Jurnal Bahasa dan Pembelajaran Bahasa Jepang Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/omg.v1i2.57

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesulitan mahasiswa dalam menulis chouon (vokal panjang) yang terdapat pada goi (kosakata). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan menulis goi yang mengandung chouon pada mahasiswa semester II tahun masuk 2017 program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang secara lebih rinci sesuai dengan komposisi yang tercakup di dalamnya. Penelitian ini dilakukan di program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang pada bulan Mei 2018.            Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dan jenis penelitian ini adalah deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa semester II tahun masuk 2017 program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang sebanyak 65 orang mahasiswa. Sampel penelitian ini diambil hampir 50% dari populasi yaitu 30 orang mahasiswa Data dalam penelitian ini adalah skor tes kemampuan menulis goi yang mengandung chouon.            Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa kemampuan menulis goi yang mengandung chouon secara umum diketaui memiliki kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 91,73. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon aa berada pada kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 95,33.  Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon ii berada pada kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 96. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon uu berada pada kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 90,67. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon ee berada pada kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 86,67. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon ei  berada pada kualifikasi sangat baik sekali dengan nilai rata-rata 80. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon oo berada pada kualifikasi baik dengan nilai rata-rata 70,67. Pada indikator mampu menulis goi yang mengandung chouon ou mahasiswa semester II tahun masuk 2017 program studi pendidikan bahasa Jepang Universitas Negeri Padang berada pada kualifikasi dengan pujian dengan nilai rata-rata 90,67Kata Kunci: Kemampuan, Menulis, Goi,Chouon
Wasei eigo (Japlish) pada Buku Teks Bahasa Jepang Meira Anggia Putri
Journal of Japanese Language Education and Linguistics Vol 2, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/jjlel.2218

Abstract

This study discusses about wasei eigo in Japanese textbook. Wasei eigo are Japanese language expressions that are coined in Japan from English words, that do not exist in Standard English or their meaning differ from the words from which they were derived. Wasei eigo grows rapidly in Japanese, hence wasei eigo frequently found in Japanese textbook. But, the difference of wasei eigo from Standard English becomes problem in understanding the meaning of wasei eigo itself. This study aimed to identify wasei eigo among loanwords in Japanese textbook. Then, those words were classified based on theory by Shibasaki, Tamaoka and Takatori. By knowing the classification of the wasei eigo hopefully will help Japanese language learners in understanding the use and the meaning of wasei eigo. The type of research is qualitative research with descriptive method. Data sources for this research are Minna no Nihongo Shoukyuu 1 and 2. This study showed that there are 27 wasei eigo found in Japanese textbook (Minna no Nihongo Shoukyuu 1 and 2). This study found that based on Shibasaki theory, there are 5 datas of wasei eigo which are classified to imizurekata, 8 datas are classified to tanshukukata, 1 data is classified to junwaseikata, 4 datas are classified to eigohyougenfuzaikata, 8 datas are classified to imizurekata and tanshukukata, and last 1 data that is classified to other than the four of categories.