Claim Missing Document
Check
Articles

Creative Thinking Level of Students in Posing Conditional Probability Problems Sudi Prayitno; Dwi Novitasari; Tabita Wahyu Triutami; Ratna Yulis Tyaningsih
Didaktik Matematika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.201 KB) | DOI: 10.24815/jdm.v10i1.29016

Abstract

Mathematical creativity provides space for students to express their ideas. Hence, the mathematical activities should support their ability to pose and solve problems. However, students are not used to them and have difficulty in proposing and solving creative problems. The ideas proposed are in the form of problem-posing with free situational and semi-structural types and their solutions. This study aims to describe the level of creativity of students in problem-posing and problem-solving conditional probability problems. The research method used was qualitative, and participants were 35 second-year preservice mathematics teachers. The result indicates that, in posing a free situational type problem, students were generally at level 3 (creative) while, in posing a semi-structural problem, students were generally at level 0 (not creative). Although, the students in each type of problem-posing task were at the category of level 4 (very creative), level 3 (creative), level 2 (quite creative), level 1 (almost creative), and level 0 (not creative). This shows that there is a need for habituation for students to pose and solve problems, especially those that are related to semi-structural type problems.
Pelatihan dan Pendampingan Pengimplementasian Alat Peraga Kopermatik Bagi Guru Sekolah Dasar Sri Subarinah; Sudi Prayitno; Dwi Novitasari; Junaidi Junaidi; Tabita Wahyu Triutami
Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Mei 2023
Publisher : Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/rengganis.v3i1.311

Abstract

Elementary school teachers in Cluster II Gerung District are still very rare in using visual aids in teaching mathematical concepts. As a result, students have difficulty understanding abstract mathematical material, while elementary school children are still at the concrete thinking stage. Therefore, this activity aims to train and assist elementary school teachers in Cluster II Gerung District in implementing Kopermatik teaching aids (Mathematics Game Boxes) for classroom learning. The training method includes discussions and demonstrations in making and using Kopermatik teaching aids as well as simulations in utilizing the Kopermatik teaching aids. This service activity was carried out at an elementary school in Gerung District, with 18 elementary school teachers participating. The results of the data analysis show that the teachers participating in the activity: (1) are enthusiastic and communicative in participating in the activity, (2) can practice making Kopermatik mathematics teaching aids with quite good and varied results, (3) give positive response to the usefulness of Kopermatik teaching aids, and (4) more than 65% of teachers were able to answer each evaluation question correctly
Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Kain Tenun Desa Sukarara dan Implikasi dalam Pembelajaran Matematika Wina Septiana; Nurul Hikmah; Nourma Pramestie Wulandari; Sudi Prayitno
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1569

Abstract

Etnomatematika memunculkan kearifan budaya sehingga mampu memotivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Keterlibatan etnomatematika dalam proses pembelajaran matematika akan membuat peserta didik lebih mudah memahami konsep matematika yang akan dipelajari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksplorasi etnomatematika pada motif kain tenun Desa Sukarara dan mengimplikasikan etnomatematika pada motif kain tenun Desa Sukarara dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model etnografi. Subjek penelitian ini adalah 1 staf PATUH Art Shop dan 2 orang penenun dengan objek tradisi menenun desa Sukarara aspek matematis yang terlibat dalam tradisi menenun yang ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria. Instrumen penelitian ini berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aspek-aspek matematis pada motif Subahnale seperti segienam, segilima, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, lingkaran, pergeseran, pencerminan, perputaran, dilatasi, perbandingan, pengubinan, kongruen, simetri lipat, garis, dan sudut. Terdapat aspek-aspek matematis pada motif Alang seperti segilima, persegi panjang, trapesium, segitiga, lingkaran, pencerminan, perputaran, garis dan sudut. Adapun aktivitas pada proses menenun seperti membilang, menghitung, mengukur, mendesain, menjelaskan, dan menentukan letak motif. Hasil kajian berbentuk video pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matematika.
Desain Pembinaan Bakat Matematika siswa SMP untuk Persiapan Menghadapi Kompetisi Sains Nasional Harry Soeprianto; Sudi Prayitno; Deni Hamdani; Ratih Ayu Apsari; Nourma Pramestie Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 3 No. 1: February 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v3i1.391

Abstract

Matematika adalah ilmu yang mengamati cara kerja pikiran, dan cara terbaik untuk melatih kemampuan, serta mengembangkan kekuatan dan ketepatan berpikir. Berpikir dapat difokuskan melalui aktivitas pemecahan masalah. Memecahkan masalah bukan hanya untuk menerapkan matematika, melainkan untuk belajar matematika yang baru. Aktivitas memecahkan masalah banyak ditemukan pada pemecahan soal-soal kompetisi sains nasional (KSN) atau kompetisi sejenis. Memecahkan soal-soal KSN tidaklah sama dengan mengerjakan soal latihan pada umumnya. Tidak sedikit ditemukan siswa/peserta mengalami kesulitan memecahkannya. Bahkan guru cukup kesulitan membelajarkan pemecahan masalah materi yang akan dilombakan. Hal ini mengindikasikan pentingnya sebuah desain pembinaan untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi KSN. Desain yang ditawarkan adalah desain blok semi kontinu, yakni sebuah desain pembinaan yang diberikan sebanyak 2-3 kali pertemuan setiap minggunya dan berjalan selama 8 minggu atau lebih, dengan program pembinaan terdiri dari 30% pemantapan materi, 50% problem solving, dan sisanya 20% moderasi. Desain ini disosialisasikan berdasarkan flow-map, yang terdiri dari 9 tahapan.