Claim Missing Document
Check
Articles

Eksplorasi Etnomatematika pada Motif Kain Tenun Desa Sukarara dan Implikasi dalam Pembelajaran Matematika Wina Septiana; Nurul Hikmah; Nourma Pramestie Wulandari; Sudi Prayitno
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 8 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v8i3.1569

Abstract

Etnomatematika memunculkan kearifan budaya sehingga mampu memotivasi peserta didik dalam pembelajaran matematika. Keterlibatan etnomatematika dalam proses pembelajaran matematika akan membuat peserta didik lebih mudah memahami konsep matematika yang akan dipelajari. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan eksplorasi etnomatematika pada motif kain tenun Desa Sukarara dan mengimplikasikan etnomatematika pada motif kain tenun Desa Sukarara dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model etnografi. Subjek penelitian ini adalah 1 staf PATUH Art Shop dan 2 orang penenun dengan objek tradisi menenun desa Sukarara aspek matematis yang terlibat dalam tradisi menenun yang ditentukan berdasarkan kriteria-kriteria. Instrumen penelitian ini berupa pedoman observasi, pedoman wawancara dan dokumentasi sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat aspek-aspek matematis pada motif Subahnale seperti segienam, segilima, persegi panjang, belah ketupat, segitiga, lingkaran, pergeseran, pencerminan, perputaran, dilatasi, perbandingan, pengubinan, kongruen, simetri lipat, garis, dan sudut. Terdapat aspek-aspek matematis pada motif Alang seperti segilima, persegi panjang, trapesium, segitiga, lingkaran, pencerminan, perputaran, garis dan sudut. Adapun aktivitas pada proses menenun seperti membilang, menghitung, mengukur, mendesain, menjelaskan, dan menentukan letak motif. Hasil kajian berbentuk video pembelajaran dapat dijadikan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran matematika.
Desain Pembinaan Bakat Matematika siswa SMP untuk Persiapan Menghadapi Kompetisi Sains Nasional Harry Soeprianto; Sudi Prayitno; Deni Hamdani; Ratih Ayu Apsari; Nourma Pramestie Wulandari
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 3 No. 1: February 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v3i1.391

Abstract

Matematika adalah ilmu yang mengamati cara kerja pikiran, dan cara terbaik untuk melatih kemampuan, serta mengembangkan kekuatan dan ketepatan berpikir. Berpikir dapat difokuskan melalui aktivitas pemecahan masalah. Memecahkan masalah bukan hanya untuk menerapkan matematika, melainkan untuk belajar matematika yang baru. Aktivitas memecahkan masalah banyak ditemukan pada pemecahan soal-soal kompetisi sains nasional (KSN) atau kompetisi sejenis. Memecahkan soal-soal KSN tidaklah sama dengan mengerjakan soal latihan pada umumnya. Tidak sedikit ditemukan siswa/peserta mengalami kesulitan memecahkannya. Bahkan guru cukup kesulitan membelajarkan pemecahan masalah materi yang akan dilombakan. Hal ini mengindikasikan pentingnya sebuah desain pembinaan untuk mempersiapkan para siswa dalam menghadapi KSN. Desain yang ditawarkan adalah desain blok semi kontinu, yakni sebuah desain pembinaan yang diberikan sebanyak 2-3 kali pertemuan setiap minggunya dan berjalan selama 8 minggu atau lebih, dengan program pembinaan terdiri dari 30% pemantapan materi, 50% problem solving, dan sisanya 20% moderasi. Desain ini disosialisasikan berdasarkan flow-map, yang terdiri dari 9 tahapan.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Talking Stick Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII pada Materi Relasi dan Fungsi di MTsN 1 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020 Nurhayatun Nupus Ayat; Sudi Prayitno; Syahrul Azmi
Indonesian Journal of STEM Education Vol. 3 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to (1) know the difference in student’s mathematical communication skill who using cooperative learning model talking stick type  with the student’s who using lecture learning model and (2)  know how much influence the cooperative learning model talking stick type  on student’s mathematical communication skills. The subjects in this study are class VIII.4 as a control class and class VIII.7 as an experimental class. Amount of students at each class are 38 students. The instrument that used in this research are : student worksheet, observation sheet teacher activities, and mathematical communication test questions are in the form of descriptive questions. The mathematical communication test is divided into two parts, they are pretest and post test. After implementing the learning process using the control class nor experimental class with different treatments, it can be seen that mathematical communication skill of student who learn to use coopertive learning model talking stick type better than the students who learn to use lecture learning model. The results of data analysis improvement in students mathematical communication skill can be seen from the N-gain mean on experimental class who high category and the N-gain mean on control class who low category. Thus it can be seen that coopertive learning model talking stick type is significant influential and can improve students mathematical communication skill.
Creative Thinking Level of Students in Posing Conditional Probability Problems Sudi Prayitno; Dwi Novitasari; Tabita Wahyu Triutami; Ratna Yulis Tyaningsih
Didaktik Matematika Vol 10, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v10i1.29016

Abstract

Mathematical creativity provides space for students to express their ideas. Hence, the mathematical activities should support their ability to pose and solve problems. However, students are not used to them and have difficulty in proposing and solving creative problems. The ideas proposed are in the form of problem-posing with free situational and semi-structural types and their solutions. This study aims to describe the level of creativity of students in problem-posing and problem-solving conditional probability problems. The research method used was qualitative, and participants were 35 second-year preservice mathematics teachers. The result indicates that, in posing a free situational type problem, students were generally at level 3 (creative) while, in posing a semi-structural problem, students were generally at level 0 (not creative). Although, the students in each type of problem-posing task were at the category of level 4 (very creative), level 3 (creative), level 2 (quite creative), level 1 (almost creative), and level 0 (not creative). This shows that there is a need for habituation for students to pose and solve problems, especially those that are related to semi-structural type problems.
Analisis Kesalahan Siswa SMP pada Penyelesaian Masalah Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Anna Citra Islamiyah; Sudi Prayitno; Amrullah Amrullah
Didaktik Matematika Vol 5, No 1 (2018): Jurnal Didaktik Matematika
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jdm.v5i1.10035

Abstract

Background of this research is many student errors at solving linear equation systems with two variables problems. The research aim is to know the kinds and level of errors at solving linear equation systems with two variables problems. This research is descriptive quantitative. The subject of this study is 30 students grade 7 from one of junior high school at Mataram, West Nusa Tenggara. A data collection done by tested and interviewed. The error of the problem solving that could analyze were a reading error, comprehension, transformation, process skills and encoding. Result of the research indicate that percentage of reading error was 17.78% (too low category), comprehension error was 55.56% (middle category), transformation error was 18.52% (too low category), process skills error was 36.67% (low category) and encoding error was 83.70% (too high category).