Kelompok Tani Bina Sejahtera Desa Situ Udik memiliki lahan seluas ±2.500 m² yang belum dioptimalkan karena keterbatasan modal produktif, sehingga potensi pengembangan usaha budidaya puyuh, stroberi, dan ikan cupang belum terwujud. Kondisi ini menyebabkan pendapatan anggota masih bergantung pada usaha pertanian konvensional dengan fluktuasi tinggi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengaktifkan potensi lahan melalui model optimalisasi kewirausahaan terintegrasi berbasis penguatan modal produktif dan bantuan manajerial. Metode yang digunakan mengintegrasikan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Design Thinking melalui tahapan pemetaan aset, desain bisnis, pengembangan infrastruktur, pendampingan manajemen, dan evaluasi berbasis pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kompetensi rata-rata peserta dari skor 54,8 menjadi 82,6 dengan peningkatan 50,7% dan nilai N-Gain 0,61 (kategori medium-high), serta perbedaan yang signifikan (p < 0,01). Dari sisi produksi, unit puyuh beroperasi dengan 1.200 ekor dan produktivitas ±950 telur/hari, sedangkan pendapatan kelompok meningkat 32-38% dibandingkan dengan baseline. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa BEP tercapai dalam ±14 bulan dengan ROI sebesar 86,8%. Model ini efektif dalam meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kemandirian ekonomi kelompok dan berpotensi direplikasi di desa dengan karakteristik aset yang serupa