Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH NORMA SOSIAL JULO-JULO TENAGA KERJA TERHADAP KINERJA USAHATANI CABAI KOPAY DI KOTA PAYAKUMBUH Revi Ernanda; Burhanuddin Burhanuddin; Joko Purwono
Menara Ilmu Vol 14, No 1 (2020): VOL. XIV NO. 1 APRIL 2020
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v14i1.1868

Abstract

This paper is aimed to analyzing the effect of labor social norms named julo-julo on the performance of kopay chili farming in Payakumbuh city. Structural Equational Modelling-Partial Least Square (SEM-PLS) was used to analize the effect of social norm on the performance of kopay chili farming. The primary data used is taken through observation and interview process, meanwhile secondary data obtained from related institution. The selected samples were all 53 farmers of kopay chili in Payakumbuh City. The research results showed that thevariable of social norm has positif and significant effect on farmers’ performancewith the influence coefficient 0.317. The most dominant social norm that influence farming performance is providing aid to each other (λ) 0.894. Hence, government should be able to optimize social norm of julo-julo labor in desingning farming development strategies to improve the performance of kopay chili farming. Keywords: farming performance, partial least square (PLS), social norm
Upgrading Peran dan Fungsi Kelompok Sebagai Strategi Pemberdayaan Berkelanjutan Mintarti Mintarti; Burhanuddin Burhanuddin; Dwi Sadono; Tjahja Muhandri
ABDIMAS DEWANTARA Vol 4 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v4i2.11219

Abstract

Produksi ubikayu (Manihot Esculenta) di Desa Benteng, Kabupaten Bogor mencapai 200 ton/tahun yang menempatkan Desa Benteng sebagai salahsatu sentra penghasil ubikayu di Kabupaten Bogor. Namun, angka kemiskinan di desa tersebut masih tinggi yaitu 12 persen. Potensi desa belum dimanfaatkan untuk menurunkan angka kemiskinan karena para petani belum memiliki keterampilan budidaya yang berkelanjutan, keterampilan meningkatkan nilai jual ubikayu serta peran dan fungsi kelompok yang masih rendah dalam wirausaha desa berbasis ubikayu. Tujuan kegiatan: (1) meningkatkan perilaku positif kelompok (POKTAN dan KWT), (2) mengelompokkan poktan dan KWT dalam proses wirausaha ubikayu yaitu budidaya, produksi mocaf, pangan olahan, pasar dan promosi, dan (3) merintis embrio kampung tematik casava. Metode kegiatan adalah komunikasi persuasi untuk upgrading kelompok agar kelompok menjadi dinamis.. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kinerja kelompok meningkat dengan terbentuknya 2 KWT baru, tersusunnya program kerja POKTAN dan KWT, bertambahnya jumlah kegiatan rintisan desa wisata casava dan mulai berjalannya wirausaha berbasis ubikayu. Pengetahuan kelompok dalam pembuatan mocaf meningkat dari skor 70.2 ke 80.0, pangan olahan meningkat dari 69.8 ke 80.4, budidaya ubikayu meningkat dari 45.3 ke 45.9. sikap positif KWT tentang pentingnya bisnis, pemasaran, mocaf, pengemasan dan desa wisata meningkat dari 52,29 persen ke 58.8 persen. Kata kunci: upgrading, kelompok, wirausaha, ubikayu
PENUMBUHKEMBANGAN PERILAKU KEWIRAUSAHAAN DALAM SISTEM AGRIBISNIS AYAM LOKAL Priyono Priyono; Burhanuddin Burhanuddin
Journal of Integrated Agribusiness Vol 2 No 1 (2020): Journal of Integrated Agribusiness
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.993 KB) | DOI: 10.33019/jia.v2i1.1765

Abstract

Pengembangan ayam lokal dewasa ini semakin prospektif seiring dengan adanya diversifikasi produk yang semakin diminati masyarakat dengan segmen pasar tersendiri. Namun, usaha ayam lokal yang lebih banyak dikembangkan secara back yard farming menyebabkan daya tawar peternak ayam lokal belum kompetitif. Hal ini salah satunya disebabkan belum diterapkannya entrepreneurial skills dengan baik. Dalam sistem agribisnis, efektifitas dan efisiensi kinerja usaha ayam lokal tidak hanya ditentukan oleh modal fisik tapi juga modal sosial berupa keahlian berwirausaha terutama perilaku kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penumbuhkembangan perilaku kewirausahaan dalam sistem agribisnis ayam lokal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan menggunakan data sekunder dan jurnal hasil penelitian, tesis/disertasi, buku teks, dan laporan pemerintah. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit ayam lokal pada subsistem agribisnis hulu merupakan titik krusial yang menentukan kontinyuitas pasokan DOC ayam lokal di subsistem on farm. Dukungan kelembagaan, pemerintah pusat dan daerah, asosiasi dan jaringan pemasaran menjadi komponen yang perlu dikuatkan. Pada subsistem on farm, perilaku dari peternak yang belum menjadikan ayam lokal sebagai usaha pokok merupakan esensi yang penting untuk dilakukan perubahan menjadi perilaku seorang wirausaha. Perilaku kewirausahaan yang terdiri dari pengetahuan, sikap mental, dan keterampilan adalah faktor penentu kinerja usaha. Perilaku wirausaha dipengaruhi oleh faktor internal (karakter wirausaha) dan faktor eksternal (lingkungan usaha). Karakter wirausaha yang dominan perlu diperhatikan dalam menumbuhkembangkan perilaku kewirausahaan yaitu motivasi, inovasi, dan berani mengambil resiko. Sementara itu, faktor eksternal yang perlu diperhatikan yaitu dukungan penyuluhan atau pelatihan, ketersediaan sarana produksi, dan dukungan kebijakan pemerintah.
Pengaruh Intensi Terhadap Keputusan Petani Menanam Bawang Merah di Kabupaten Pesisir Selatan Okti Diana Bahrun; Andriyono Kilat Adhi; Burhanuddin Burhanuddin
Forum Agribisnis Vol 12 No 2 (2022): FA VOL 12 NO 2 SEPTEMBER 2022
Publisher : Magister Science of Agribusiness, Department of Agribusiness, FEM-IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/fagb.12.2.98-112

Abstract

The aims of this study were: (1) to analyze the decision of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots, (2) to analyze the intention of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots, (3) to analyze the factors that influence the decision of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots. The research adopts the theory of planned behavior and the ERG motivation theory. The research was conducted in Pesisir Selatan Regency, West Sumatra Province. This study uses primary data, which was collected through structured interviews. The research respondents were 60 farmers in Pesisir Selatan Regency. The analysis used the descriptive method and partial least square (PLS) method. The results of the analysis showed that most of the farmers in Pesisir Selatan Regency decided not to plant shallots in the next season. The intention of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots is in the high category. The decision of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots is directly and significantly positively influenced by the intention of farmers to plant shallots; and the intention of farmers to plant shallots directly and significantly positively influenced by the social norms held by farmers. Social norms are the only factor that has an indirect and significant positive effect on the decision of farmers in Pesisir Selatan Regency to plant shallots.
Perilaku Wirausaha Pensiunan Perkebunan Kelapa Sawit Lisa Ariska Puriwara; Anak Agung Ngurah Wisnawa; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 4 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.04.34

Abstract

Peningkatan populasi yang menua dapat menciptakan tantangan sosial dan ekonomi.  Oleh sebab itu, diperlukan cara untuk meminimalisir permasalahan ini. Salah satu solusinya yaitu dengan meningkatkan kewirausahaan di kalangan pensiunan. Sayangnya tidak ada kebijakan jelas yang spesifik dan fokus untuk mendukung kewirausahaan pada penduduk di golongan usia pensiunan. Terlebih lagi di Indonesia, kewirausahaan pensiunan masih sangat jarang dibahas khususnya pada pensiunan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Maka, penelitian ini pada dasarnya merupakan bagian kajian yang ingin mengidentifikasi motivasi, intensi, dan hambatan berwirausaha bagi pensiunan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan bulan November-Desember 2021 di PT. Indotruba Tengah, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (purposive). Responden dari penelitian ini adalah karyawan yang akan pensiun sebanyak 31 karyawan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif. Motivasi dan Intensi responden akan dibagi ke dalam tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah selanjutnya untuk melihat hubungan keduanya akan digunakan uji chi square dengan SPSS. Sedangkan hambatan akan dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi untuk bewirausaha tergolong tinggi yakni sebanyak 87% responden masuk kategori tinggi. Intensi berwirausaha juga tergolong tinggi yakni sebanyak 81% responden masuk kategori tinggi. Berdasarkan hasil uji chi-square diketahui bahwa terdapat hubungan antara motivasi dengan intensi kewirausahaan. Sedangkan hambatan dengan frekuensi terbanyak yang dipilih oleh calon pensiunan untuk berwirausaha yaitu kurangnya modal untuk menciptakan usaha baru, kurangnya pelatihan atau penyuluhan akan kewirausahaan, dan kondisi kesehatan yang menurun.
Persepsi Generasi Muda Tentang Pertanian Organik san Pengaruhnya Terhadap Minat Berwirausaha Febrinda Annisa Munandar; Bayu Krisnamurthi; Burhanuddin Burhanuddin
Forum Agribisnis Vol 13 No 1 (2023): FA VOL 13 NO 1 MARET 2023
Publisher : Magister Science of Agribusiness, Department of Agribusiness, FEM-IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/fagb.13.1.110-120

Abstract

The number of farmers that continues to decline is one of the problems that occur in the agricultural sector. The interest to become a farmer or business actor in agriculture, especially for the younger generation also tends to decline. They perceive that it is more tiring to work in the agricultural sector because they work outdoors. By administering a survey to 63 members of Komunitas Petani Muda Indonesia, this research aimed to determine the opinions of the younger generation about organic farming and their impact on entrepreneurial goals. The technique of collecting samples employs probability sampling, descriptive analysis, and SEM-PLS. The results show that the knowledge and positive views about organic farming affect the interest in entrepreneurship, However, their interest in organic farming tends to be low. Several factors contribute to this, including the fact that many individuals who do not understand organic products equate the price of organic products with conventional agricultural products and the difficulty of marketing organic products. The conclusion is that perception influences the desire of young people to become entrepreneurs.
FACTORS AFFECTING PRODUCTIVITY OF PLANTATION EMPLOYEES AT PT. GREAT GIANT PINEAPPLE, CENTRAL LAMPUNG Ayurei Nuralfya; Wahyu Budi Priatna; Burhanuddin Burhanuddin
Agricultural Socio-Economics Journal Vol. 23 No. 2 (2023): APRIL
Publisher : Socio-Economics/Agribusiness Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.agrise.2023.023.2.3

Abstract

The movement of a company can’t be separated from resources owned by the company. In this case, the success of a company is strongly supported by the human resources in it. Good work management in a company can be reflected in the creation of a balance between labor productivity and the demands of the company's progress. Therefore, this research aims to analyze internal and external factors related to the productivity of plantation employees in the agroindustrial company engaged in the production and largest pineapple exporter in Indonesia, PT. Great Giant Pineapple. This research also aims to analyze factors most influence productivity of plantation employees. This research was conducted by taking data from 220 respondents of plantation employees using the convenience technique method. Furthermore, data processing and validity and reliability test were carried out using SPSS 17 Ver 25.0, and quantitative tests were processed using SmartPLS to analyze the structural equation model using SEM-PLS. Based on the result, there are six factors that influence the productivity of plantation employees: motivation, competence, work environment, discipline, work quality, and incentive, which are then tested on employee productivity factors. The factor of motivation, competence, discipline, work quality, and incentive have a significant effect on the productivity of employees, while the work environment factor has an insignificant effect on the productivity of employees.
Strategi Kontruksi Pesan Dakwah Digital Melalui Model Negative Framing Robert N. Entman Pada Instagram Reels @MasjidSejutaPemuda Muchamad Hanif Pratama Jaya; Burhanuddin Burhanuddin; Al-May Abyan Izzy Burhani
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 4: Juni 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i4.18055

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi pesan dakwah pada tiga video Instagram Reels akun Masjid Sejuta Pemuda periode April 2026 menggunakan Model Framing Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menganalisis empat elemen framing, yaitu pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Sejuta Pemuda secara konsisten menerapkan strategi negative framing sebagai pendekatan komunikasi dakwah digital yang khas dan terstruktur. Keempat elemen framing bekerja secara terpadu dalam membangun narasi dua babak, yaitu babak konflik sebagai pemantik perhatian audiens dan babak resolusi sebagai media penyampaian nilai-nilai dakwah. Temuan utama penelitian menunjukkan adanya pola asimetri durasi yang konsisten pada ketiga video, di mana babak konflik menempati kurang dari 30% durasi tayangan, sedangkan lebih dari 70% didominasi oleh babak resolusi yang sarat dengan pesan spiritual. Pola tersebut menegaskan bahwa negative framing digunakan sebagai pattern interrupt untuk mengatasi keterbatasan short attention span Generasi Z, bukan sebagai inti substansi pesan. Dengan demikian, Masjid Sejuta Pemuda berhasil membangun formula komunikasi dakwah digital yang distingtif melalui transformasi provokasi awal menjadi konstruksi nilai spiritual dalam struktur narasi yang terencana dan proporsional.
THE INFLUENCE OF ENTREPRENEURIAL ORIENTATION IN IMPROVING SORGHUM FARMING PERFORMANCE IN LAMONGAN DISTRICT Aisyah Setiyaningasih; Rachmat Pambudy; Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Agribisnis Indonesia Vol. 14 No. 01 (2026): Juni 2026 (Jurnal Agribisnis Indonesia)
Publisher : Departmen of Agribusiness, Economics and Management Faculty, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jai.2026.14.01.1-15

Abstract

Sorghum (Sorghum bicolor (L.) Moench) is a promising commodity that is gaining popularity in Indonesia due to its broad adaptability. Entrepreneurial orientation encourages farmers to manage their agriculture professionally, profitably, and improve their economic resilience. Optimal farm performance has a direct impact on farmers' welfare, local food security, and the regional economy. This study aims to analyze the influence of internal and environmental factors on entrepreneurial orientation and sorghum farm performance in Lamongan Regency. The research method employed was Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), utilizing an embedded two-stage approach. Data were collected from 105 sorghum farmers through Likert scale questionnaires, interviews, and observations. The majority of sorghum farmers in Lamongan Regency were aged 42-57 years, at 48.57 percent, and were dominated by men at 84.76 percent. The education level was dominated by senior high school or equivalent at 80.95 percent. The experience of sorghum farming is still relatively new, namely 1-7 years, at 52.38 percent. The land area of the majority of sorghum farmers ranged from 200 to 2,299 m², at 77.14 percent. Land ownership amounted to 65.71 percent. Marketing of production was mostly through collectors at 84.76 percent. Farmers who are members of farmer groups amounted to 80.95 percent. The results showed that internal factors had a positive and significant effect on entrepreneurial orientation, with a coefficient of 0.532, and on the performance of sorghum farming in Lamongan Regency, with a coefficient of 0.326. Environmental factors also have a positive and significant effect on entrepreneurial orientation, with a coefficient of 0.306, and on the performance of sorghum farms in Lamongan Regency, with a coefficient of 0.340. Entrepreneurial orientation contributes positively and significantly to improving the performance of sorghum farming in Lamongan Regency with a coefficient of 0.284. All hypotheses can be accepted.
Demonstrasi Eco Enzyme melalui Media Sosial dan Modul dalam Pemanfaatan Sampah Organik di Desa Kuok Burhanuddin Burhanuddin; Syafira Aulia Rangganis; Aisyah Hilal; Rizno Fadhil; Tiyara Fany Mansyah; Sofia Yohana Simanjuntak; Ivo Ayu Nur Fadhilla; Hilda Mutiara; Zilzha Sari Maulana
Agrokreatif: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 3 (2023): Agrokreatif Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/agrokreatif.9.3.318-325

Abstract

Kuok is one of the villages in Kampar Regency that has yet to utilize its household waste, both organic and inorganic waste. This activity aims to educate on processing and utilizing household organic waste into a multi-purpose eco-enzyme solution through social media demonstrations and modules in Kuok Village. The method of this activity is based on the YouTube channel of KKN-T IPB June-August 2021 Kamparkab02. The target training participants are the community, community organizations and leaders of Kuok Village, 100 participants with cell phone devices and YouTube, Instagram and WhatsApp applications. The theory part of the video is 12 minutes long, and the practical part of making eco enzymes is 3 minutes long. During seven days, there were 158 views out of the target of 100 views, with 23 likes out of the target of 50 likes, and the number of comments was 15 out of 30 comments. As many as 50% of the viewers are homemakers, 10% are village officials, and the rest are youth from Kuok Village. As many as 62.5% of people stated that the eco enzyme processing video was more effective than the module. Both the video and the module have positively impacted knowledge, attitudes and actions and have enabled people to process their organic waste into eco enzymes.
Co-Authors . Harianto . Mintarti Ach Firman Wahyudi ACHMAD FARAJALLAH Ahyar Ismail Aisyah Hilal Aisyah Setiyaningasih Al - May Abyan Izzy Burhani Al-May Abyan Izzy Burhani Ali Alamsyah Kusumadinata Amanda Putri Fakhrana Anak Agung Ngurah Wisnawa Andriyono Kilat Adhi Anggita Tresliyana Suryana Arifah Qurrotu Aina Arma Aditya Kartika Arwan Arwan Asari Asari Ayu Wulandary Ayurei Nuralfya Bayu Krisnamurthi Cipta Yan Trimawan D Rahadian Dara Puspita Dessy Iriani Putri Diky Firdaus Dwi Apriyani Dwi Apriyani, Dwi Dwi Sadono Fanny Iswarini Nur T. Fariyanti, Anna Fauziyah, Diyani Febrina Mahliza Febrinda Annisa Munandar Harry Suhada Heny Kuswanti Suwarsinah Hilda Mutiara Ivo Ayu Nur Fadhilla J Atmakusuma Joko Purwiono Joko Purwono K. Mudikdjo KANTHI ARUM WIDAYATI Lisa Ariska Puriwara Lola Rahmadona Lukman M. Baga Lukman M. Baga Lukman M. Baga Lukman M. Baga Maghfiroh Andriani Astutik Maria Ulfah Mintarti Mintarti Muchamad Hanif Pratama Jaya Natasa Apriana Netti Tinaprilla Ninda Novita Nunung Kusnadi Nurfiqayumi Arnis Nurfiqayumi Arnis Okti Diana Bahrun Pinta Aftaprilia Rizki Ananda Priyono Priyono R Nurmalina R Pambudy R Pambudy Rachmad Pambudy Rahmadani Safitri Rashina Zahra Fadilla Relanti Irene Sopacua Revi Ernanda Revi Ernanda Reza Mardhiyah Amir Ridha Yatni Rifzashani Azzahra Rifzashani Azzahra Rita Nurmalina Rizka Karlina Putri Rizky Prayogo Ramadhan Rizky Prayogo Ramadhan Rizno Fadhil Rufti Puji Astuti S Masithoh Saharuddin Silvia Sari Sofia Yohana Simanjuntak Suharno Sumardjo Syafira Aulia Rangganis Syahroni Tintin Sarianti Tita Nursiah Titik Triary Wijaksani Titik Triary Wijaksani Tiyara Fany Mansyah Tjahja Muhandri Toni Rudi Hartanto Trimawan, Cipta Yan Ulya Zainura Wahyu Budi Priatna Wahyu Budi Priyatna Yunandar Lisma Yusalina Yusalina Zilzha Sari Maulana