Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Dikdas

MENINGKATKAN KEAKTIFANBELAJAR SISWA PADA MATA PELAJAAN IPS KELAS IV SDN I UJUMBOU MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD Jauhar Tauhid; Junarti Junarti; Andi Imrah Dewi
Jurnal Dikdas Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.945 KB)

Abstract

Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan keaktifan belajar siswa, dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan belajar siswa SDN 1 Ujumbou kelas IV pada mata pelajaran IPS dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD pada materi perkembangan teknologi masa lalu dan masa kini. Untuk menjawab permasalahan di atas, peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan rancangan penelitian mengikuti model spiral Kemmis dan Mc. Taggart yang dilaksanakan selama dua siklus dengan setiap siklus melalui empat tahap yaitu: (1) tahap perencanaan (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Peneltian ini dilaksanakan di kelas IV SDN I Ujumbou. Subyek penelitian ini adalah 23 siswa. perencanaan: (1) membuat dan memberi tes awal, (2) mengolah pekerjaan siswa pada tes awal, (3) membentuk kelompok awal, (4) menyiapkan media pelajaran, (5) membuat rencana pelaksanaan pembelajaran. Pelaksanaan tindakan: (1) menyampaiakan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi, (2) penyajian materi pelajaran, (3) mengatur siswa dalam kelompok belajar dan membagikan LKS dalam setiap kelompok, (4) membantu siswa belajar dan bekerja kelompok (5) mengevaluasi hasil belajar (6) memberikan penghargaan kepada kelompok. Observasi: pengamatan terhadap siswa dan peneliti pada saat pelaksanaan tindakan di dalam kelas dengan menggunakan lembar observasi. Refleksi: (1) menganalisis data dari hasil observasi. Dari hasil tes awal di peroleh nilai rata-rata 61.7% dan ketuntasan belajar klasikal 34.7% serta daya serap individu 77.1%. maka dilakukan pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe STAD pada siklus I, proses belajar mengajar dikategorikan cukup  baik dengan nilai rata-rata 63% dan ketuntasan belajar klasikal 52.1% serta daya serap individu 78.8%, Sedangkan aktivitas guru pada siklus I juga dikatakan cukup baik dengan skor 66.6%. Setelah melakukan refleksi pada siklus I, peneliti melakukan proses pembelajaran pada siklus II proses belajar mengajar mengalami peningkatan pisitif dikategorikan baik dengan nilai rata-rata 75.5% dan ketuntasan belajar klasikal 8.69% serta daya serap individu 86.8%, begitu pula aktivitas guru pada siklus II dikategorikan baik dengan skor 77.7%.  Kata Kunci : Keaktifan Belajar, Mata Pelajaran IPS, model pembelajaran kooperatif, tipe STAD
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG PEMBUATAN KOLASE DALAM MATERI SENI RUPA PADA PEMBELAJARAN SBK KELAS III DENGAN METODE LATIHAN TERBIMBING DI SDN NO. 1 LOLI TASIBURI Meifianti Fianti; Huber Yaspin Tandi; Andi Imrah Dewi
Jurnal Dikdas Vol 3, No 3 (2015): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meifianti (2015), Meningkatkan Hasil Belajar Siswa tentang Pembuatan Kolase dalam Materi Seni Rupa Pada Pembelajaran SBK Kelas III dengan Metode Latihan Terbimbing di SDN No.1 Loli Tasiburi. Skripsi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Jurusan Ilmu Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Tadulako. Pembimbing (1), Huber Yaspin Tandi Pembimbing (II) Andi Imrah Dewi. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dalam membuat kolase pada siswa kelas III di SDN No.1 Loli Tasiburi melalui penerapan metode latihan terbimbing pada mata pelajaran SBK khususnya materi tentang seni rupa. Rumusan masalah yang diajukan yaitu apakah dengan menggunakan metode Latihan terbimbing  dapat meningkatkan hasil belajar dalam materi kolase pada pembelajaran Seni rupa di SDN No. 1 Loli Tasiburi? Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun tahapan dalam penelitian ini meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini melputi hasil observasi aktivitas guru dan siswa diambil dari lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi aktivitas siswa serta data hasil belajar yang diambil dari tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada siklus I, pengamat melihat aktivitas siswa masuk dalam kategori penilaian cukup dan aktivitas guru masuk dalam kategori penilaian baik. Pada tindakan siklus II pengamat melihat rata-rata aktivitas siswa dan aktivitas guru sudah masuk dalam kategori penilaian sangat baik. Sedangkan untuk hasil belajar siswa pada tindakan siklus I daya serap klasikal mencapai  48,71%, sedangkan pada tindakan siklus II daya serap klasikal mencapai  84,93%. Berdasarkan data yang diperoleh pada pelaksanaan tindakan, terjadi peningkatan hasil belajar dari siklus I ke siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan metode latihan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran SBK khususnya materi seni rupa di kelas III SDN No.1 Loli Tasiburi mendapatkan hasil yang baik.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPS MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DI KELAS IV Juraid Juraid; Andi Imrah Dewi
Jurnal Dikdas Vol 3, No 3 (2015): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil observasi aktivitas siswa dan guru serta analisis hasil belajar siswa dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui metode Pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS Kelas IV SD Inpres Pombewe.. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan hasil belajar siswa dari siklus I dengan perolehan ketuntasan belajar klasikal 68,75% dan daya serap klasikal 64,35% menjadi 93,75% untuk ketuntasan belajar siswa dan 78,25% untuk daya serap klasikal pada siklus II. Aktivitas guru pada siklus I pertemuan pertama mencapai 56,25% dan pada pertemuan kedua mencapai 62,50% dengan kategori cukup, pada siklus II terjadi peningkatan pada pertemuan pertama mencapai 78,13% dan pada pertemuan kedua mencapai 87,50% dengan kategori sangat baik. Sedangkan  aktivitas siswa pada siklus I pertemuan pertama mencapai 50% dan pada pertemuan kedua 56,25% dengan kategori cukup, pada siklus II terjadi peningkatan pada pertemuan pertama yaitu 75% dan pada pertemuan kedua mencapai 90,63% dengan kategori sangat baik.
PENGARUH MEDIA GAMBAR TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DI KELAS IV SD INPRES BALAROA Purnama Kadir; Moh. Tahir; Andi Imrah Dewi
Jurnal Dikdas Vol 3, No 3 (2015): JURNAL DIKDAS
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada pengaruh media gambar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas IV SD Inpres Balaroa? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pengaruh media gambar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dan bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara dua atau lebih variabel. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Inpres Balaroa. Adapun jumlah siswa kelas IV yaitu berjumlah 29 orang, yang terdiri dari 22 orang laki-laki dan 7 orang perempuan. Analisis data yang digunakan adalah perhitungan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan menggunakan rumus treatment (t). Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dalam analisis data, maka diperoleh thitung > ttabel (6,27 > 2,048) pada taraf signifikan 5%. Dengan demikian hipotesis penelitian ini yaitu “ada pengaruh media gambar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas IV SD Inpres Balaroa” ternyata “diterima”. Ini berarti terdapat pengaruh antara variabel bebas dengan variabel terikat atau ada pengaruh media gambar terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa.